
Jangan lupa baca, like, komen, rate 5 favorit kan dan vote ya. terimakasih 🙏😍
Happy reading..
Mas Erik dan Sofi mengantar kan kedua orang tua nya ke bandara, yang akan pulang ke Singapura. karena mengelola bisnis disana.
Setalah kedua orang tua nya terbang menuju negri singa itu, mas Erik dan Sofi melanjut kan perjalanan nya menuju kantor. dan sedikit terlambat begitu tiba di kantor, beruntung ada Andre yang selalu siap menggantikan mas Erik saat metting, terlebih lagi mulai hari ini Sandra sekretaris mas Erik sudah kembali dari Balikpapan dan mulai bekerja.
Meskipun terlambat tidak akan berpengaruh bagi mas Erik. Sofi masih ikut dengan mas Erik meskipun hari ini Sandra sudah mulai bekerja, tapi mas Erik ingin tetap Sofi ikut ke kantor, selain sudah janji pada Andre agar hubungan mereka bisa dekat, karena hal lain juga mas Erik ingin Sofi pandai dalam bisnis karena kelak Sofi yang akan menerus kan bisnis papah nya, bukan mas Erik tidak mau menerus kan, namun mas Erik sudah memiliki bisnis sendiri dan sudah berkembang pesat sehingga tidak mungkin melepaskan nya begitu saja.
Tiba dikantor mas Erik dan Sofi langsung masuk keruangan kerja mas Erik, dan Sofi langsung di suguh kan dengan beberapa pekerjaan untuk mempelajari dan membuat laporan mengenai bisnis yang ditekuni mas Erik. agar klien mudah memahami saat bekerja sama dengan perusahaan mas Erik.
Erik :
"Tugas mu hari ini"
Sofi :
"Mas kenapa banyak sekali?"
"Aku bosan mas"
"Setiap hari mas Erik menyuruh ku untuk mempelajari dan membuat laporan saja"
Erik :
"Kerjakan saja"
"Suatu saat nanti itu akan berguna untuk mu"
Sofi :
"Kan masih lama mas, aku masih kuliah"
Erik :
"Lebih cepat lebih baik, untuk mu mempelajari semua itu"
Sofi :
"Huh mas Erik ada ada saja"
Dengan sedikit kesal Sofi tetap menuruti perintah kakak nya. karena menurut nya percuma saja menolak nya juga tidak akan bisa.
Andre dan Sandra tiba setelah metting dan menghampiri mas Erik diruangan kerja nya sembari memberikan beberapa laporan kepada mas Erik hasil metting barusan.
Andre berusaha menggoda Sofi yang Kala itu sedang kesal kepada mas Erik.
Andre :
"Hai Sof"
"Kenapa kok cemberut gitu?"
Sofi mencurhat'kan kepada Andre perihal kekesalan nya terhadap mas Erik. yang memberikan tugas begitu banyak.
Sofi :
"Lagi sebel mas"
Andre :
"Sebel kenapa sih?"
Sofi :
"Sebel sama mas Erik tuh"
Andre :
"Memang kamu di apakan sama mas mu sof?"
Sofi :
"Mas Andre tidak lihat pekerjaan yang menumpuk dihadapan ku ini?"
Lalu Andre segera mengalihkan kedua mata nya keatas meja dihadapan nya.
Andre :
"Ya sudah kamu kerjakan saja, biar kamu jadi lebih pintar dari mas mu itu"
"Tapi aku bosan mas"
"Ini terlalu banyak"
Andre :
"Ya sudah nanti biar aku bantuin ya"
Sofi :
"Mas Andre janji ya mau bantuin aku?"
Andre :
"Iya aku janji"
"Nanti setelah aku selesai bicara dengan mas mu ya"
Sofi :
"Makasih mas"
Andre :
"Sama sama"
Sementara mas Erik hanya tersenyum melihat tingkah lucu dan manja nya Sofi kepada Andre, dan Andre pun selalu berusaha menyenang kan hati Sofi.
Lalu Andre dan Sandra mendekati mas Erik dan segera melaporkan semua hasil metting tadi, tak berapa lama selesai sudah, Sandra kembali ke meja nya yang berada di depan ruangan kerja mas Erik. sedangkan Andre masih mengobrol dengan mas Erik dan memberitahukan masalah kemari yang di minta mas Erik, melacak nomer ponsel yang digunakan si pelaku peneror, berasal dari Jakarta juga hanya saja sudah tidak bisa di hubungi karena setiap melakukan aksi nya si peneror selalu membuang SIM card nya dan kemudian saat akan beraksi kembali mengganti nya dengan yang baru. jadi sulit diketahui pasti dimana lokasi nya menetap nya.
Andre :
"Rik, soal nomer ponsel si peneror itu sulit diketahui lokasi menetap nya"
"Karena dia selalu berganti nomer setiap kali beraksi dan membuang nya setelah beraksi"
Erik :
"Makasih bro"
"Ya sudah yang penting kita sudah berusaha"
"Berarti kita harus tetap waspada"
"Karena tidak tahu kapan dia akan menyerang?"
Andre :
"Sebaiknya kita tetap waspada dan bekerja sama dengan pihak kepolisian Rik"
Erik :
"Ok bro tolong bantu urus semua nya dan lapor ke pihak polisi"
__ADS_1
"Dalam dua atau tiga hari kedepan gua mau ngajak Tita liburan dia udah nagih janji terus"
Andre :
"Ok siap Rik"
"Wih ada yang mau bulan madu cerita nya nih"
Erik :
"Iya dong, gua juga pengen cepet cepet kasih cucu ke papah Dre"
Andre :
"Ok deh semoga berhasil tujuan Luh Rik"
Erik :
"Makasih bro"
Andre :
"Ok"
Andre pun berharap jika lusa Erik jadi pergi berlibur, diri nya akan lebih leluasa untuk mengajak Sofi berkencan dan berniat untuk menembak Sofi mengatakan bahwa diri nya menaruh hati.
Sofi masih dengan wajah cemberut nya dan Andre segera mendekati dan membantu nya.
Andre :
"Sini aku bantu"
"Sudah dong jangan cemberut begitu cantik mu bisa hilang nanti"
Bujuk Andre agar Sofi kembali tersenyum dan benar Sofi sedikit menebar senyum nya dihadapan Andre.
Sofi :
"Mas Andre bisa saja"
Andre :
"Nah gitu dong senyum"
"Kan cantik mu bertambah"
😅😅🙏
Mas Erik kembali menatap laptop nya sedangkan Andre masih sibuk membantu Sofi. tiba tiba Sofi pamit ke luar ruangan menemui Sandra untuk meminjam alat tulis dan beberapa barang lain nya guna mendesain hotel dan menyelesaikan tugas dari mas Erik itu.
Sofi yang baru tiba di meja Sandra memergoki Sandra tengah senyum senyum sendiri dengan rona bahagia di wajah nya.
Sofi :
"Loh mbak Sandra kenapa senyum sendiri?"
Sandra :
"Ah tidak, aku hanya sedang berbalas chat dengan seseorang"
Sofi :
"Oh dengan Reza yang kemarin dicerita kan itu ya mbak?"
Sandra :
"Iya Sofi"
Sofi :
Sandra :
"Kamu ada perlu apa Sof?"
Sofi :
"Oh iya hampir lupa mbak"
"Aku boleh pinjem beberapa alat tulis dan lain nya gak mbak?"
"Banyak yang harus aku gambar nih desain hotel juga, tugas dari mas Erik banyak banget"
Sandra :
"Ok nih ambil saja"
Sambil memberikan satu box berisi kan alat tulis semua guna kepentingan menggambar desain untuk pemula"
Sofi :
"Ok mbak makasih ya"
Sandra :
"Sama sama"
Dalam hati dan pikiran Sofi merasa diingat kan lagi tentang siapakah Reza yang dari kemarin seperti nya selalu menjadi perbincangan hangat diantara tiga orang itu mas Erik, Andre dan juga Sandra.
Sofi kembali kedalam menemui Andre dan segera menyelesaikan nya.
Menjelang sore tepat nya pukul empat sore Sofi mengajak mas Erik untuk segera pulang bosan seharian berada di kantor terus dan sudah merasa lelah juga.
Sofi :
"Mas ayo kita pulang"
"Aku capek"
Erik :
"Ya sudah ayo pulang"
Mas Erik menutup laptop nya dan memasuk kan Nya kembali kedalam tas kemudian membawa nya pulang kerumah. agar lebih mudah ketika mengecek pekerjaan dari rumah.
Sofi mengikuti mas Erik keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju halaman depan kantor karena mobil sudah di siapkan oleh pak Danu didepan, seperti biasa Sandra numpang kembali di mobil nya Andre beruntung karena rumah mereka satu arah.
Sofi, mas Erik sudah berada dalam mobil begitu pun dengan Sandra dan Andre yang sudah sama sama di dalam mobil kemudian mengemudi sesuai arah tujuan rumah masing masing.
Dalam mobil Sofi mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada mas Erik siapakah Reza sebenar nya.
Sofi :
"Mas aku boleh bertanya tidak?"
Erik :
"Mau bicara apa?"
"Katakan lah"
Sofi :
"Tapi mas Erik jangan marah ya?"
"Janji ya mas?"
__ADS_1
Erik :
"Iya"
Sofi :
"Itu mas, soal Reza yang sedang hangat di bicarakan mbak Sandra, mas Erik juga mas Andre"
Erik :
"Untuk apa kamu menanyakan hal itu"
Mas Erik tampak kesal karena ternyata Sofi membahas mantan pacar ku dulu.
Sofi :
"Tuh kan udah aku bilang jangan marah"
"Mas Erik malam marah sama aku"
Erik :
"Aku bukan marah sama kamu dek"
"Aku kesal saja kenapa harus bahas orang itu lagi?"
Sofi :
"Memang nya kenapa mas?"
"Kenapa mas Erik harus marah dan gak suka?"
"Apa hubungan mas Erik dengan Reza?"
Erik :
"Sudah diam, ok aku jelasin sama kamu ya"
sambil membungkam mulut Sofi dengan tangan kiri nya sementara tangan kanan nya masih fokus pada setir mobil.
Sofi :
"Ih mas Erik"
"Sakit tahu"
Erik :
"Habis nya kamu gak bisa diam"
"Terus saja bahas orang itu"
Sofi :
"Ayo mas ceritakan?"
Erik :
"Ok"
"Jangan kaget ya"
Sofi :
"Iya mas"
Erik :
"Reza adalah mantan kekasih mbak mu Tita"
Sofi :
"Hahhh"
Sofi melongo saja.
Erik :
"Udah di bilang jangan kaget masih juga kaget"
Sofi :
"Kok bisa mas?"
Erik :
"Ya tentu bisa dong"
"Semua saling menyambung dan panjang cerita nya"
Sofi :
"Pantas saja mas Erik terlihat tidak suka siapa pun menyebut nama Reza"
Erik :
"Sekarang kamu sudah tahu kan"
"Jangan sebut nama dia lagi dihadapan ku"
Sofi :
"Terus gimana mas kelanjutan nya?"
Erik :
"Tuh kan masih dibahas lagi"
Sofi :
"Habis nya aku penasaran mas"
Erik :
"Aku bilang sudah hentikan"
"Jangan dibahas lagi"
Sofi :
"Iya mas aku janji"
Erik :
"Ya sudah lupakan orang itu"
Sofi :
"Ok"
Sofi segera menghentikan pembicaraan nya mengenai Reza karena tidak ingin menyulut emosi Kakak nya yang dibakar api cemburu.
Bersambung..
Jangan lupa di baca, di like, di komen, di rate 5 di favorit kan dan di vote yang banyak ya
__ADS_1
Terimakasih 🙏😍