
Happy reading..
*****
Saat itu Mas Erik meminta maaf padaku dan berjanji akan memperbaiki semua kekacauan ini, saat itu juga aku memaafkan nya dan menerima nya kembali dalam hatiku untuk hidup bersama memulai awal yang baru..
Setelah berjalan jalan ditepi pantai tadi berlarian saling kejar mengejar antara aku dan mas Erik, kami mampir kesebuah cafe dipinggir pantai untuk menikmati secangkir kopi agar tubuh sedikit lebih hangat karna angin pantai yang cukup kencang dan membuat tubuh kedinginan, mas Erik menarik kursi dan mempersilahkan aku untuk duduk lebih dulu, kemudian mas Erik memesan dua cangkir kopi satu kopi hitam untuk mas Erik dan satu lagi kopi susu untuk ku, mas Erik kembali menghampiri ku dengan membawa dua cangkir kopi ditangan nya, dan duduk disebelah ku memberikan kopi itu padaku..
Erik :
"ini aku pesan kan kopi untuk mu.."
"agar tubuh mu tidak beku kedinginan.."
Tita :
"terimakasih mas.."
Erik :
"sama sama.."
"sudah beberapa hari ini cuaca nya memang cerah tapi angin nya sangat kencang.."
"sebaik nya jika keluar rumah pakai lah pakaian yang lebih tebal agar kamu tidak sakit karna masuk angin.."
Tita :
"hmmm.. baiklah terimakasih perhatian mu mas.."
Erik :
"itu sudah tugas ku sebagai suami untuk memperhatikan mu sayang.."
Kami pun duduk bersama dan aku bersandar ke bahu nya, lalu kami menikmati hari yang indah itu ditepi pantai dengan ditemani secangkir kopi.
Mas Erik bertanya pada ku apa yang akan aku lakukan setelah ini, apakah aku mau untuk pulang kerumah bersama nya lagi..?
Erik :
"sayang setelah ini apa yang akan kamu lakukan?"
Tita :
"hmmm.."
"maksud mas Erik gimana..?"
Erik :
"setelah kamu memaafkan ku hari ini, apa kamu akan tetap tinggal dihotel?"
"apakah kamu mau ikut pulang bersama ku kerumah kita..?"
Tita :
"entah lah mas aku masih bingung dan aku masih betah disini mas.."
"suasana nya yang buat aku betah dekat dengan pantai, aku sedikit lebih nyaman disini mas.."
"boleh kah aku tetap disini untuk beberapa hari lagi, sampai hati ku siap untuk pulang kerumah mu mas..?"
Erik :
"oh.. yaa tentu saja boleh sayang, asal kan itu buat kamu bahagia aku akan ijin kan dan aku ikut bahagia jika kamu juga bahagia sayang.."
Tita :
"terimakasih mas.."
Erik :
"iya sayang.."
Sembari mas Erik mengecup kening ku yang kebetulan jarak nya sangat dekat dengan wajah nya karna aku yang memang sedang bersandar dibahu nya.
Tak terasa waktu semakin siang, matahari sudah naik, aku mengajak mas Erik untuk kembali ke hotel, karna mulai terasa panas cuaca nya.
Tita :
"mas kita kembali ke hotel saja, sudah mulai panas disini mas.."
"kebetulan aku merasa lelah dan sedikit mengantuk.."
Erik :
"baiklah, ya sudah kita jalan sekarang.."
Akhir nya aku dan mas Erik meninggal kan cafe itu dan kembali ke hotel, kami berjalan bersama bergandengan tangan sambil saling tersenyum dan saling memandang wajah terlihat kabahagian tengah menyelimuti hati ku dan mas Erik.
Aku menatap tajam kedepan dengan lamunan yang teringat dibenak ku, aku yang sudah memutuskan untuk berdamai dengan hati ku sendiri mengalahkan ego ku mengalahkan rasa sakit ku, mencoba bangkit dan menerima keadaan ini, sungguh bukan hal yang mudah untuk ku jalani dengan usia ku yang masih 18 tahun ini.. tapi aku berusaha keras untuk bisa melakukan nya, aku sudah terbiasa dengan keadaan yang memang sulit untuk bisa melepaskan diri, sedari kecil tinggal bersama ibu tiri ku itu pun bukan hal yang mudah harus setiap hari merasakan sakit dihati karna cacian nya. tapi bersyukur kini aku sudah terlepas dari jerat ibu tiriku..
Aku menemukan laki laki yang memang menyayangi ku, aku tahu itu dan aku tahu mas Erik bukan sengaja melakukan hal kemarin dengan Sarah, itu memang jebakan Sarah, yang ingin merebut mas Erik dari ku.
hanya saja aku berpikir kenapa mas Erik bisa masuk dalam jebakan nya? mas Erik kan pintar lalu kenapa masih bisa terjebak ?
Terngiang ngiang dalam benak ku atas semua kejadian itu..
mas Erik menyadar kan ku dari lamunan ku.
Erik :
"sayang.."
__ADS_1
"kamu kenapa?"
"apa yang sedang kamu pikirkan..?"
Tita :
"hahh.. ah tidak ada mas.."
"aaku, aku.. euhhh hanya sedang teringat dengan ayah, iya aku ingat ayah mas.."
Erik :
"oh begitu rupa nya.."
Tita :
"kapan mas Erik ada waktu agar bisa mengantar ku bertemu dengan ayah mas..?"
Erik :
"kapan pun kamu mau aku akan antar kan kamu menemui ayah mu.."
"aku akan selalu ada untuk mu sayang.."
Tita :
"terimakasih mas.."
Erik :
"hmmm.. ok
Sampai di lobi hotel, aku dan mas Erik menaiki lift menuju kamar tempat kami menginap, didalam lift mas Erik masih menggenggam erat tangan ku dan sesekali mengecup keningku.
Tiba lah didepan pintu kamar hotel ku, aku berhenti tepat didepan pintu kamar, aku mas Erik membukakan pintu itu untuk ku, dan berpikir diri nya akan ikut masuk dengan ku.
Erik :
"silahkan masuk lah agar kamu bisa segera beristirahat sayang.."
Tita :
"terimakasih mas.."
"hmmm.. tapi maaf mas, mas Erik jangan ikut masuk bersama ku, lebih baik mas Erik kembali ke kamar mas Erik sendiri ya.."
Mas Erik masih heran dengan ucapan ku..
Erik :
"sayang.. bukan kah tadi kamu sudah memaafkan ku?"
Tita :
"iya mas benar, aku memang sudah memaafkan mu, tapi untuk saat ini aku belum bisa tinggal bersama dengan mu.."
"kasih aku waktu sedikit lagi mas.."
Mas Erik menarik nafas dalam dalam dan membuang nya dengan kasar merasa kecewa atas ucapan ku..
Erik :
"hhhhhhuuhhhhhh... huhhhhhhh..."
"ya baiklah aku mengerti.."
"aku akan menunggu mu disini dihotel ini.."
"ya sudah masuklah.."
"segera beristirahat ya, aku juga akan masuk ke kamar ku.."
Tita :
"iya mas.. sekali lagi maafkan aku dan terimakasih atas perhatian dan pengertian nya.."
Erik :
"ya sama sama.."
Tita :
"aku masuk ya mas.."
Erik :
"ok sayang.. jika butuh apapun segera hubungi aku.."
Tita :
"baik mas.."
Lalu aku masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar ku, meninggal kan mas Erik diluar sendirian.. tak lama mas Erik pun akhir nya masuk kedalam kamar nya.
Aku merebahkan tubuh ku diatas kasur yang empuk, masih dengan pikiran yang sama kegundahan dalam hati ku kapan aku bisa menerima nya untuk tinggal satu kamar lagi..?
rasa nya masih belum siap, setelah apa yang ku lihat kemarin, kejadian kemarin sungguh buat ku sesak dan sakit..
Aku bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah bermain main dipantai tubuhku terasa kotor dan lengket.
setelah berendam cukup lama dikamar mandi, aku bergegas untuk berpakaian mengenakan baju tidur yang ada dalam lemari hotel ku, yang disediakan pihak hotel. dengan rambut yang masih terbungkus handuk karna masih basah sehabis keramas.
Lalu aku berjalan mendekati lemari pendingin mengambil susu dan menuangkan nya dalam gelas, dan duduk sambil menonton tv.
__ADS_1
tak terasa mata ku teramat lelah dan mengantuk, aku memutuskan untuk tidur siang sebentar saja.
Tiba tiba suara pintu kamarku diketuk seseorang, aku terkejut karna aku tidak merasa memesan makanan.
Aku bukakan pintu kamar ku, aku lihat seorang pelayan hotel dengan membawa meja hidangan makan siang.
Pelayan hotel :
"permisi mbak.."
Tita :
"iya mas.."
Pelayan hotel :
"tadi ada yang memesan makanan agar dikirim ke kamar Mbak.. ini dari pak Erik.."
Tita :
"oh ya.."
"silahkan bawa kedalam mas.."
"terimakasih mas.."
Pelayan hotel :
"sama sama mbak.."
"baiklah saya permisi mbak.."
Tita :
"iya silahkan.."
Pelayan hotel itu kembali keluar dan aku menutup pintu kamarku sambil memandangi meja yang penuh hidangan menu makan siang, memang menggugah selera makan ku tapi masih terkejut karna ini dari mas Erik..
aku kan bisa pesan sendiri tidak perlu dia yang pesan, dan sebanyak ini, siapa yang akan menghabiskan nya? aku tidak mungkin makan sebanyak itu..? pikir ku..
Aku melihat menu hidangan itu ku lihat ada sepucuk kertas memo dari mas Erik.
aku membuka nya dan membaca isi pesan nya.
Kertas memo dari mas Erik..
Erik :
"sayang sebelum kamu tidur, makan lah yang banyak agar kamu sehat aku khawatir kamu sakit.."
"karna aku tidak ada disamping mu.."
"jadi ku kirim kan makanan untuk mu.."
"maafkan aku sayang.."
"aku sangat merindukan mu, sungguh rindu sayang.."
Aku menjawab isi pesan dari mas Erik dengan bicara sendiri dan senyum senyum sendiri didepan meja yang penuh menu hidangan makan siang..
Tita :
"mas Erik.. mas.."
"terimaksih.."
"aku sudah memaafkan mu mas.."
"hanya saja belum siap jika harus satu kamar dengan mu, bagaimana jika nanti kamu meminta tidur dengan ku, sementara kemarin kamu sudah tidur dengan wanita tua itu?
"hancur perasaan ku mas membayang kan nya saja sudah jijik.."
"yang seharusnya kamu milik ku mas dan seharusnya kamu menyerahkan nya hanya untuk ku, bukan untuk wanita tua itu.."
"memang sebelum menikah dengan ku kamu sudah melakukan nya dengan wanita tua itu tapi itu lain hal nya, sekarang kamu adalah suami sah ku mas, tidak seharusnya kamu melakukan itu dibelakang ku.."
"begitu pun dengan ku, aku menyerah kan tubuh ku hanya untuk mu, menyerahkan seluruh jiwaku dan hidup ku hanya untuk mas.."
"sampai aku sungguh sungguh jatuh cinta pada mu mas.."
Ahhh.. andai saja dia ada disini dan mendengar kan semua ucapan ku, setidak nya agar dia tahu dan mengerti.
Aku mencicipi makanan itu sungguh enak dan benar membuat perut ku ingin makan lagi dan lagi..
akhir nya aku memakan nya namun tidak bisa menghabiskan nya sendirian, perut ku sudah tidak bisa menampung nya lagi, dan kini aku mulai mengantuk karna kekenyangan.
Aku kembali merebahkan tubuh ku diatas kasur hingga ku terlelap dalam tidur, tak mendengar ponsel ku berdering terus menerus dan itu telpon dari mas Erik.
Tak lama aku terbangun dan melihat ponselku yang berdering terus.
Mas Erik mencoba menghubungi ku berkali kali, entah apa yang sedang dipikirkan nya, lalu ada sebuah pesan yang masuk, aku buka itu pesan dari mas Erik, dia mengatakan bahwa dia rindu dengan ku, dan ingin bertemu dengan ku ingin memeluk ku.
*Pesan dari mas Erik..
"sayang sudah tidurkah dirimu.?"
"aku sangat rindu dan ingin memeluk mu.."
"bisakah kita bertemu sebentar saja*..?"
Bersambung..
*****
__ADS_1
Hai hai hai.. jangan lupa ya tekan tanda 👍 like komen, rate 5,favorit kan dan vote ya makasih..
salam hangat author 🙏😍😍