PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Teror itu kembali muncul...


__ADS_3

Happy reading...


Saat berdiri, mas Erik yang mengecup bibir ku dengan bibir merah nya, lalu menggendong tubuh ku berjalan perlahan dengan tatapan mata nya yang penuh cinta kepada ku. membawa ku dan membaringkan ku keatas ranjang. ya semua sudah pasti mas Erik menjamah ku kembali entah kesekian kali nya aku sampai lupa menghitung nya. tapi tetap merasakan kepuasan itu bersama dengan nya. aku yang dibuat nya melayang di angan angan seperti mabuk kepayang merasakan rengkuhan nya di bagian bawah ku. kembali ku gigit bibir ku untuk meredam suara ku agar tidak keluar malu rasa nya membayang kan jika mas Erik sampai mendengar suara ku yang mengerang.


Lupakan semua masalah nikmati masa masa indah bercinta dengan suami ku saat itu, dan berusaha lah untuk tetap bahagia Meksi tidak bisa sepenuh nya masalah itu hilang dalam hidup ku. aku tetap berjuang demi kebahagian ku bersama dengan mas Erik.


aku berharap itu berlaku untuk semua keluarga ku bisa merasakan kebahagiaan yang sama dengan ku.


Saat itu aku dan mas Erik yang terbaring lemas karena telah bercinta, tiba tiba mendengar ponsel nya mas Erik berdering.


aku langsung menyuruh nya agar segera mengangkat ponselnya.


Tita :


"Mas itu ponsel mu berdering terus"


"Lebih baik segera dijawab mas"


"Siapa tahu itu penting"


Mas Erik langsung melihat ponsel nya dan tertera nama Andre di panggilan itu.


di kota Paris saat itu siang hari tapi di Jakarta adalah menjelang sore hari perbedaan waktu kurang lebih lima sampai enam jam.


Mas Erik mengangkat telpon dari Andre.


Erik :


"Ada masalah apa, mengganggu saja"


Andre :


"Sorry bro kalau gua ganggu"


"Kapan balik kejakarta?"


Erik :


"Ya seperti tiga atau empat harian lagi"


"Memang kenapa?"


"Apa ada masalah dengan Sofi?"


Andre :


"Semua baik baik saja Rik"


"Gua cuma tanya kabar Luh aja"


"Dan gua mau kasih tahu, kalau Sofi udah ceria lagi"


"Sekarang Sofi bisa nerima gua Rik"


Erik :


"Bagus deh kalau Sofi sudah kembali ceria"


"Kenapa bisa Sofi nerima Luh?"


Andre :


"Ada deh, nanti aja gua cerita nya"


"Kata nya gua ganggu"


"Gimana sih"


Erik :


"Gua bisa hubungi Sofi tanya langsung sama dia"


Andre :


"Ok deh nanti gua ceritain, tapi gak sekarang gua sibuk nih urusan kantor masih banyak metting"


Erik :


"Ok, titip kantor dan Sofi Adek gua"


"Kalau terjadi sesuatu segera hubungi gua"

__ADS_1


Andre :


"Siap pak bos"


Mas Erik dan Andre saling menutup telpon nya masing masing, Andre menerus kan laju mobil nya untuk pulang kerumah nya karena sudah sore. sementara mas Erik dan aku memilih untuk tidur siang, sebelum nya kami sudah sama sama membersih kan diri.


karena sedari pagi pagi buta sudah berjalan jalan di taman dekat hotel hingga menara Eiffel tubuh kami yang mulai kelelahan juga tenaga mulai terkuras karena bercinta akhir nya membuat tubuh kami tumbang dan lebih memilih untuk beristirahat sejenak.


Sore menjelang di kota Paris hotel tempat kami menginap. aku bangun lebih dulu disusul oleh mas Erik dan kemudian kami memilih segera mandi, setelah itu kami pergi ke restoran hotel untuk makan malam dan mas Erik juga memesan kopi untuk menghilangkan rasa suntuk nya. sambil menyantap semua hidangan yang tersedia juga menikmati alunan musik yang romantis dari iringan home band dari hotel itu.


Momen yang romantis, tak lupa mas Erik selalu menggenggam erat tangan ku dan sesekali mencium tangan ku yang terbalut cincin berlian pemberian nya dulu.


Erik :


"Apa kamu menikmati nya?"


Tita :


"Iya mas, aku senang bisa berlibur kesini"


Erik :


"Oh iya, maafkan aku kita tidak jadi ke Landon ya"


Tita :


"Kenapa mas?"


"Ada beberapa metting dengan klien dan klien itu tidak mau di wakil kan ingin bertemu langsung dengan ku"


"Jadi beberapa hari lagi kita akan pulang"


"Tidak apa apa kan?"


Tita :


"Iya mas tidak apa apa"


"Walaupun sebentar tapi aku senang, karena kamu sudah mau mengajak ku berlibur hanya berdua dengan mu"


Erik :


"Besok kita habis kan seharian penuh untuk menjelajahi kota Paris"


Tita :


"Iya mas"


"Terimakasih sudah membuat ku bahagia"


Erik :


"Sama sama"


Aku menghabiskan makanan di piring ku dan mas Erik masih menikmati kopi nya. aku mendengar notif dari ponsel ku. segera ku lihat siapa kah yang mengirim pesan pada ku.


setelah ku lihat itu adalah pesan dari si peneror yang tak lain adalah Sarah mantan istri sirih nya mas Erik, sudah mulai menghantui ku kembali. bergetar tubuh ku sendok yang ku Pengan pun ikut terjatuh bersamaan dengan jatuh nya ponsel ku ke lantai.


Mas Erik merasa khawatir dengan ku, kenapa sampai terjatuh semua.


Erik :


"Kamu kenapa?"


"Dan kenapa semua bisa terjatuh?"


Tita :


"I-itu mas?"


Erik :


"Itu, itu apa?"


"Katakan dengan jelas"


Aku tidak bisa menjawab apa yang mas Erik tanyakan padaku. lalu mas Erik meraih ponsel ku yang terjatuh di lantai, dengan sendok nya juga. dan segera membuka ponsel ku mencari sesuatu yang membuat ku ketakutan setengah mati. akhir nya mas Erik pun menemukan nya.


Lalu membaca pesan dari si peneror itu yang tak lain adalah Sarah..


"Kamu boleh senang sekarang"

__ADS_1


"Tapi tidak saat kamu kembali nanti"


"Aku akan buat perhitungan dengan mu"


"Karena sudah berani mengganggu macan tidur"


"Itu arti nya kamu yang sudah berani merebut yang telah menjadi milik ku selama ini"


"Bersiap lah untuk merasakan balasan dari ku nanti"


Mas Erik menggenggam keras ponsel ku bahkan hampir melempar nya karena sadar posisi sekarang sedang didalam restoran dan sangat ramai orang. sehingga mas Erik memilih menahan diri namun tetap menggerutu bibir nya.


Erik :


"Kurang ajar"


"Apalagi mau nya?"


"Masih tidak ada kapok nya"


"Awas saja kalau ketemu akan aku habisi"


Tita :


"Sudah mas, ayo kita kembali ke kamar saja mas, aku merasa takut disini"


Erik :


"Tidak usah takut disini aman banyak orang, dia tidak ada disini"


Tita :


"Tidak mau, aku tetap takut mas"


"Ayo kita ke kamar saja mas"


Erik :


"Ya sudah ayo"


Aku berjalan dengan digenggam tangan ku oleh mas Erik dan kemudian aku bersembunyi di balik jas nya lebih tepat nya aku memeluk erat mas Erik, karena rasa takut yang berlebihan kembali muncul dalam hati ku. berjalan menyusuri setiap lorong hotel hingga sampai di kamar hotel kami. aku segera masuk dan meminta mas Erik mengantar ku untuk berganti pakaian. mas Erik sangat cemas dengan keadaan ku yang ketakutan itu, lalu mas Erik memeluk erat dan berkata pada ku untuk tetap tenang karena bersama dengan nya.


Erik :


"Sudah tenang kan diri mu"


"Ada aku disini"


"Jangan cemas kan apapun"


"Ayo tidur lah, biar aku yang berjaga malam ini"


Tita :


"Iya mas"


"Jangan pernah tinggalkan aku ya mas?"


Erik :


"Tidak akan pernah aku meninggal kan mu"


"Aku akan tetap disamping mu"


Mas Erik menuntun ku ke tempat tidur dan membaringkan tubuh ku lalu menutupi nya dengan selimut. setelah itu mas Erik melepas jas nya juga sepatu nya terlebih dahulu, kemudian mendekat pada ku kembali, dengan posisi duduk setengah berbaring dan tangan nya memeluk tubuh ku. mencoba menenangkan ku.


Erik :


"Ayo tidur lah"


"Tidak usah takut aku disini menjaga mu"


Tita :


"Iya mas"


Aku berusaha memejam kan mata ku hingga aku benar benar terlelap, dan mas Erik masih terjaga menjaga ku dengan tangan nya yang tak pernah berhenti mengutak ngatik ponsel nya seperti nya berusaha menghubungi Andre. tapi masih belum tersambung.


Bersambung..


Hai readers semua jangan lupa tetap dukung karya receh ku ya, jangan lupa di baca, di like di komen, di rate 5, di favorit kan dan di vote ya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏😍


__ADS_2