PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Hembusan nafas terakhir nya...


__ADS_3

Happy reading...


Aku memilih kembali tidur, menutup diriku dengan sebuah selimut berharap aku bisa tertidur dan melupakan semua rasa kecewa entah rasa cemburu itu.


Mas Erik memilih membiarkan ku sendiri mungkin di pikir nya agar aku bisa menenangkan diri. kemudian mas Erik mencoba menghubungi Andre karena Sarah meminta nya bertemu.


Erik :


"Halo Dre"


Andre :


"Hemm, apalagi Rik?"


Erik :


"Barusan si Sarah telpon dan minta bertemu di lahan kosong bekas pertambangan di jalan panglima"


Andre :


"Bagus dong bisa secepat nya kita tangkap dia"


Erik :


"Iya, gua minta Luh ikut ya Dre"


"Gua takut.. kalau dia sama si tuan Wisnu sengaja menjebak gua"


Andre :


"Bener juga sih"


"Ya sudah entar gua ajak si Joko juga deh"


Erik :


"Ok bro terimakasih"


"Oh iya jangan lupa pukul empat sore ini juga"


Andre :


"Ok ok, siap!"


Mas Erik menutup telpon nya dengan Andre dan kembali mendekati ku. merayu ku agar aku tidak marah berlanjut.


Erik :


"Istri ku sayang, sudah tidur kah?"


"Sayang maafkan aku ya?"


"Sore ini aku ditemani Andre dan juga Joko akan menemui Sarah, apakah kamu mau ikut?"


"Sayang ayo lah bangun jangan marah, aku tidak bisa kamu diam kan begini"


Sambil tangan nya memeluk tubuh ku dan sesekali menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh ku. aku yang masih belum tertidur hanya mendengarkan saja apa yang dibicarakan nya barusan.


Erik :


"Sayang bangun lah?"


"Lihat ponsel ku dulu, nomer wanita itu sudah ku hapus"


"Aku sungguh tidak menyimpan nya lagi"


"Tolong maafkan aku?"


"Ya sudah kalau masih marah, lebih baik aku pergi sendiri saja, tidak usah ditemani Andre dan Joko, biarkan saja Sarah dan tuan Wisnu membunuh ku!"


Ucap nya sedikit mengancam ku agar aku bangun dan mau memaafkan nya.


Sungguh tidak tega hati ku mendengar rengekan nya. aku terpaksa membuka selimut ku dan perlahan mencari wajah tampan nya. memutar tubuh ku dan kemudian ku lihat pria yang ku cintai, dan yang sudah memabukkan diri ku ini, dia tengah duduk ditepi tempat tidur disebelah kiri dengan membelakangi ku dan wajah nya sedikit tertunduk. menyesali dengan apa yang barusan saja terjadi karena sebuah kesalahan nya masih menyimpan nomer Sarah.


Aku menyentuh pundak nya dan kembali bicara..


Tita :


"Apakah kamu masih menyukai nya mas?"


Mas Erik terkejut mendengar suara ku yang seketika bicara dan dengan pertanyaan yang sedikit nyeleneh.


Erik :


"Hah, sayang kamu sudah bangun?"


"Apa yang kamu maksud?"


Tita :


"Jawab saja dengan jujur mas?"


"Apakah kamu masih menyukai nya?"


Erik :


"Tentu tidak sayang"


"Yang aku sayangi aku sukai aku cintai hanya diri mu"


"Jangan berpikir yang aneh aneh sayang"


"Sedikit pun tidak ada rasa apapun kepada Sarah"


"Aku sungguh lupa masih menyimpan nomer nya"


"Maafkan aku?"


Tita :

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu minta lah Andre dan Joko untuk menemani mu"


"Jangan lakukan sendirian"


Erik :


"Apakah kamu mau ikut dengan ku?"


Tita :


"Lihat saja nanti?"


Aku yang masih terlihat acuh pada nya. tapi mas Erik tetap memberikan senyuman nya untuk ku. karena dia tahu aku yang sedang dibakar api cemburu.


Tiba tiba terdengar suara mobil Andre di bawah. mas Erik pamit karena ingin menemui nya.


Erik :


"Sayang aku kedepan dulu, seperti nya Andre sudah datang sekalian mengantar kan Sofi pulang"


Lalu mas melangkah kan kaki nya meski tanpa ijin dari ku.


Membuka pintu perlahan dan berjalan menuruni tangga, dengan ponsel masih di genggam.


Erik :


"Ayo Dre cabut sekarang saya, sudah sore juga nih"


Mas Erik yang mengajak Andre untuk segera berangkat tanpa memberikan waktu sedikit untuk Andre dan Sofi berpamitan.


Andre :


"Ok deh ayo cepetan"


"Kamu Rik gak bisa liat aku pamit mesra sama Sofi sebentar saja"


Erik :


"Nanti saja kan bisa!"


Andre merajuk karena Erik langsung meminta nya untuk berangkat sekarang.


"Sudah, ayo"


Andre :


"Iya iya, ini juga sudah jalan"


Sambil berjalan ditarik oleh mas Erik menuju mobil Andre.


Setelah di dalam mobil mereka duduk di lain kursi, Andre duduk dibelakang setir, kemudian mas Erik duduk di belakang Andre. begitu mobil hendak keluar dari gerbang, Andre menyuruh Joko untuk segera masuk kedalam mobil dan duduk bersanding dengan Andre di depan. mobil pun melaju dengan cepat sambil Andre menjelas kan apa yang akan mereka lakukan nanti begitu sampai di lokasi.


Andre mencari cari lokasi melalui maps mencari alamat lahan kosong bekas pertambangan dijalan panglima, dan ternyata itu lokasi itu ada nya sebelum masuk kota Bogor.


Dua jam lebih perjalanan mereka tempuh untuk bisa sampai di lokasi itu.


Lahan pertambangan yang ditutup atau di segel namun segel nya seperti nya sudah ada yang membuka nya, dengan cukup luas yang ditinggal kan oleh si pemilik nya. dan mungkin kah si Sarah sudah berada di dalam atau bahkan sudah ada tuan Wisnu juga di dalam?"


Membuat mereka bertiga semakin penasaran.


sementara aku dirumah memilih tidak ikut karena masih marah pada mas Erik. merasakan kecemasan dihati ku. dan berharap mas Erik, juga Andre dan Joko bisa pulang kembali dengan selamat.


Mereka turun dari mobil dan melangkah mencoba masuk kedalam pagar yang sudah terbuka segel nya. masih aman dan mereka terus berjalan hingga mendekati lahan pertambangan itu. tampak sosok wanita tengah berdiri membelakangi, seorang diri di ujung sana. tak lain adalah Sarah. namun tak terlihat tuan Wisnu.


Mereka bertiga mendekati Sarah dan menanyakan apakah yang ingin di kata kan nya, sampai berani menelpon tadi. dan apakah ini sebuah jebakan.


Erik :


"Apa yang kau ingin kan dari ku?"


"Semua sudah pernah ku berikan dan kamu pun menikmati nya"


"Sudah hentikan kekonyolan mu itu?".


Sarah :


"Rupa nya kamu sudah datang Rik"


Kemudian Sarah memutar tubuh nya hingga saling berhadapan.


Sarah :


"Tidak kah kamu rindu padaku?"


"Aku jelas teringat di mata ku, saat kita bersama dulu"


Erik :


"Aku tidak pernah memiliki rasa rindu pada mu"


"Dan maafkan aku atas semua kesalahan ku"


Sarah :


"Akhir nya kamu menyesali nya Rik"


"Kamu meminta maaf padaku karena sudah meninggalkan ku?"


"Aku sangat senang mendengar nya"


Erik :


"Maaf ku bukan untuk itu!"


"Maaf karena aku dulu sudah menolong mu dan membuat kamu hadir dalam hidup ku"


"Seharusnya dulu aku biarkan saja diri mu seperti itu, mungkin semua tidak akan terjadi seperti sekarang ini"


Sarah geram karena mendengar jawaban sebenar nya dari mas Erik.

__ADS_1


Sarah :


"Apa maksud mu Rik?"


"Kamu sungguh jahat"


Erik :


"Salah ku adalah, ketika kejadian dulu aku tidak pernah mendengar kan nasihat teman ku sendiri"


"Sekarang katakan apa mau mu?"


"Sebelum aku berubah pikiran?"


"Apa kamu menginginkan harta ku?"


"Baik jika itu yang kamu ingin kan, aku akan berikan tapi satu syarat kamu harus menjauh dari hidup ku dan melupakan ku"


"Jangan pernah mencari ku lagi atau mengganggu kehidupan ku dan juga keluarga ku"


Sarah :


"Sudah terlambat Rik, aku tidak menginginkan itu lagi, aku hanya ingin memiliki mu seorang"


Erik :


"Sudah lah jangan bertele-tele"


"Apa yang kau rencanakan sekarang?"


Andre dan Joko sudah bersiap diri tangan mereka sudah berada di saku celana mereka dan bersiap untuk mengambil sebuah pistol jika saja sampai terjadi sesuatu diantara mas Erik dan Sarah.


Tiba tiba muncul lah sosok pria bertubuh gempal dan pendek dengan kumis tipis di atas bibir nya memakai topi ala ala copet. menghampiri mereka. mendekati Sarah dan mengancam mas Erik, karena tahu bahwa saat ini yang telah membuat nya hancur dan bangkrut adalah mas Erik.


Seperti nya ini sudah direncanakan oleh Sarah dan tuan Wisnu.


Tuan Wisnu meminta mas Erik mengembalikan semua aset nya karena orang orang yang menyimpan saham di perusahaan nya sudah mengambil saham mereka, mas Erik tentu tidak akan mau, dan kembali mengancam.


Tuan Wisnu :


"Kembali kan semua aset ku, dan kembali kan orang orang yang menaruh saham di perusahaan ku, seperti sedia kala"


Erik :


"Tidak mau, dan tidak semudah itu dengan apa yang sudah kamu dan istri kamu lakukan kepada keluarga ku"


"Aku akan segera melaporkan mu ke pihak yang berwajib"


Tuan Wisnu :


"Aku tidak akan takut dengan polisi"


"Cepat kembalikan, dan aku janji akan meninggal kan negara ini, sebagai bukti aku tidak akan menggangu kalian lagi"


Tentu saja mas Erik tidak mudah percaya lagi, terlebih sorot mata Andre memberikan peringatan keras seperti sebuah sirine ambulan yang terus menyala dan berbunyi.


Erik :


"Terlambat untuk kalian semua"


"Seharusnya dari dulu kalian tidak melakukan kejahatan itu pada ku"


"Sekarang lebih baik kita bersenang senang saja"


Tak lupa dengan berdiri nya Andre yang mengamati dalam diam nya sebuah tangan nya meraih ponsel lalu memberitahu kan bahwa mereka mengadakan pertemuan dengan Sarah dan tuan Wisnu. khawatir akan terjadi sesuatu, maka Andre menghubungi pihak polisi.


Tuan Wisnu kembali mengancam mas Erik.


Tuan Wisnu :


"Kalau kamu tidak memenuhi keinginan ku itu arti nya kamu sudah siap untuk mati!"


Erik :


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, jika aku mati akan semakin sulit hidup mu, tidak akan mendapat kan kembali aset mu meski separuh nya"


Mas Erik juga gak kalah mengancam tuan Wisnu dan Sarah. namun seperti nya Sarah sudah hapal betul niat dari tuan Wisnu suami nya itu, dia sudah curiga kalau tuan Wisnu akan menyakiti mas Erik. benar saja tuan Wisnu mengeluarkan sebuah pistol di balik jaket nya dan segera menarik pelatuk nya melepaskan satu kali tembakan kearah mas Erik.


Duarrrr...


Tiba tiba Sarah yang menghadang menutupi tubuh mas Erik, dan peluru itu menembus tubuh Sarah bagian kepala, bukan tubuh mas Erik. karena tubuh Sarah yang lebih pendek sehingga peluru yang di lepaskan kesegala arah, menyasar di tubuh Sarah karena Sarah yang menghadang. Sarah terkoyak jatuh kebawah dan kedua tangan mas Erik menahan nya, karena berada tepat di belakang Sarah.


Sarah mulai tak sadar kan diri, mata nya mulai berkunang-kunang, sekujur tubuh nya lemas tak berdaya seperti sudah tidak teraliri nyawa lagi, nafas nya hampir tersengal-sengal. mas Erik mencoba membangun kan Sarah, Sarah pun kembali bicara sambil meminta maaf kepada mas Erik.


Erik :


"Sarah bangun lah?"


"Ayo bangun!"


Tampak pucat wajah mas Erik dan sedikit panik, melihat mantan istri sirih nya yang terkulai lemas, sedikit rasa sedih dan meneteskan air mata di ujung mata nya, karena sampai kapan pun pasti, tidak akan bisa dipungkiri setidak nya Sarah dulu pernah mengisi hari hari ceria mas Erik selama bertahun tahun lama nya hidup bersama, meski sekarang berakhir dengan seperti itu.


Sarah :


"Maafkan aku Rik"


"Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menebus kesalahanku"


"Ma-maafkan aku Rik"


Rupa nya kata kata nya terakhir diucapkan bersamaan dengan hembusan nafas terakhir nya.


Suara nya mulai melemah dan tubuh nya terkulai lemas, mata nya memejam dan tidak ada hembusan nafas lagi. mas Erik semakin panik dan meminta Andre untuk menghubungi ambulan agar segera membawa Sarah kerumah sakit.


Bersambung...


Hai hai readers semua mohon tetap dukung ya karya receh ku.


Jangan lupa baca, like, komen, rate 5, favorit kan dan juga vote ya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2