PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Sepulang nya dari Bulan madu..


__ADS_3

Semangat terus ya dan tetap mampir jangan lupa baca novel receh ku ya.. Terimakasih 🙏


Happy reading..


Begitu sampai di bandara Andre dan Sofi langsung mencari kami yang masih menunggu di dalam bandara. tak lama kami bertemu, Erik memeluk Andre dan juga Sofi bergantian, begitu dengan ku yang memeluk Sofi melepas rindu. setelah nya langsung berjalan menuju mobil dan segera pulang.


Dalam perjalanan Sofi yang saat itu duduk di samping Andre di depan dengan saling melemparkan pandangan dan senyuman antara Sofi dan Andre, sesekali Andre pun tampak seperti sudah terbiasa menggenggam tangan nya Sofi. sementara kami duduk di kursi tengah. sambil menyaksikan pemandangan dua sejoli yang sedang di mabuk cinta.


Mas Erik mencoba menggoda Sofi dan Andre yang saat itu melihat keanehan dengan adik dan sahabat nya itu.


Erik :


"Ehemmmm.. roman roman nya ada yang sudah jadian nih?"


"Kelihatan beda banget"


Sofi :


"Kenapa mas?"


"Syrik deh"


Erik :


"Jadi beneran nih kalian sudah jadian?"


"Ehemmm"


Sofi yang masih terlihat menutupi nya dari mas Erik mungkin malu karena di lihat oleh sang kakak, akhir nya Andre mengambil langkah memberanikan diri atas niatan nya itu.


Andre :


"Sudah dong bro, kita udah jadian"


"Luh sih bulan madu gak ngajak ngajak"


"Jadi gak tahu kan tentang kita"


Erik :


"Serius Luh sudah resmi jadian sama adek gua?"


Andre :


"Gua serius Rik"


Sofi mencoba mencela kedua nya.


Sofi :


"Enggak kok mas, kita masih temenan iya kan mas Andre?"


Sofi berusaha mengedip kan mata, seakan malu diketahui oleh kakak nya. tapi Andre tetap mengatakan yang sebenar nya dan tidak mau menggubris yang di katakan Sofi.


Andre :


"Gua sudah jadian Rik, masa gak percaya?"


"Justru gua mau ngomong nih sama Luh, dengerin ya?"


Erik :


"Mau ngomong apalagi?"


Andre :


"Gua ada niat buat ngelamar Sofi Adek luh secepat nya Rik, ya kita bisa tunangan dulu gitu"


"Biar gua tenang, Sofi sudah gua ikat"


"Pengen nya sih langsung nikah, tapi takut Sofi belum siap bro"


Erik :


"Luh yakin Dre?"


Andre :


"Gua yakin bro"

__ADS_1


Erik :


"Sofi Adek gua, awas saja kalau sampai kenapa-napa, hidup nya Luh sakitin, Luh berhadapan sama gua"


Andre :


"Iya gua tahu, dan gua janji akan jaga baik baik Adek Luh ini"


Sambil kedua mata nya Andre mengedip kan mata nya kearah Sofi.


"Menurut Luh gimana baik nya, gua pengen langsung lamar buat tunangan dulu"


Erik :


"Nanti deh gua pikir pikir dulu, apa Luh lolos seleksi atau tidak"


Timpal mas Erik yang meledek Andre..


Andre :


"Gua serius Rik"


"Ayolah bantu gua, restui gua Rik"


"Biar gua bisa menghadap kedua orang tua Luh nih"


Erik :


"Hmmm, gimana ya?"


"Bukan gua gak setuju sama Luh Dre, tapi semua nya harus diomongin dulu baik baik dengan keluarga"


"Nanti gua coba ngobrol dulu sama anak nya terus gua tanyain sama mamah dan papah"


Andre :


"Ok Rik gua mohon bantuan nya ya bro"


Erik :


"Ok ok"


Tak lama akhir nya sampai juga di depan rumah, Joko dan mang Dadan sudah bersiap untuk membuka kan pintu gerbang dan mengijinkan kami masuk kedalam. mobil melewati Joko dan mang Dadan. Andre langsung menghentikan mobil nya tepat di depan teras rumah, mang Dadan yang terlihat sedikit berlari dari pos depan menghampiri kami dan bersiap untuk menurun kan koper bawaan ku.


Aku berjalan dengan mas Erik yang masih menggenggam tanganku. bersamaan dengan Andre dan Sofi yang ikut masuk kedalam rumah. juga tak lupa mang Dadan yang sudah membawakan koper kami.


Mang Dadan langsung menaruh koper kami di lantai atas. Sofi dan Andre duduk di ruang tengah di susul oleh aku dan mas Erik, tak lupa bi Inah yang datang lengkap dengan hidangan di tangan nya, ikut menyambut tuan nya yang kembali dari bulan madu.


Bi Inah :


"Selamat datang kembali tuan, enon"


"Sok atuh di minum segera pasti teh capek kak habis perjalanan jauh"


Erik :


"Iya Bi terimakasih"


Tita :


"Terimakasih Bi"


Bi Inah :


"Sama sama tuan, enon"


"Bibi teh kebelakang lagi, lanjut menyiapkan makan siang"


Erik :


"Iya bi silahkan"


Bi Inah kembali ke dapur dengan nampan di tangan nya, dan menyiapkan segera makan siang.


Kami mengobrol semua di ruang tengah dengan canda gurau, aku mulai merasa kelelahan dan ingin segera untuk mandi agar tubuhku terasa segar kembali. aku pamit pada mas Erik dan semua nya untuk mandi terlebih dahulu sebelum makan siang.


Tita :


"Mas, aku ijin ke kamar ya, mau mandi rasa nya tidak nyaman dan pegal semua mungkin dengan aku mandi, bisa fresh lagi"

__ADS_1


Pinta ku pada mas Erik..


Erik :


"Ok gak apa apa naiklah segera mandi, nanti aku menyusul"


Tita :


"Iya mas"


"Oh iya, mas Andre dan Sofi aku pamit keatas duluan ya"


Andre dan Sofi menjawab bersama..


Andre :


"Ok silahkan"


Sofi :


"Iya kak tita silahkan"


Kemudian Andre kembali membahas niatan nya untuk melamar Sofi, ingin segera di laksana kan di Minggu depan.


Andre :


"Gimana Rik, gua pengen minggu depan ngelamar Adek Luh"


"Ayolah berbaik hati lah pada ku Rik"


Pinta Andre yang memohon kepada mas Erik agar direstui dan mas Erik membantu nya menyampaikan niatan nya kepada kedua orang tua nya.


Erik :


"Ok deh, gua setuju dengan janji Luh gak akan pernah nyakitin hati adek gua"


"Awas saja kalau sampai itu terjadi"


Andre :


"Ok Rik, gua janji pasti gua ingat gak bakal nyakitin hati nya Sofi yang cantik dan lembut itu"


Jawab Andre menyakinkan mas Erik.


Sofi tampak terdiam melihat perdebatan kedua orang di hadapan nya itu. ingin mengatakan menolah karena belum siap tapi Sofi merasa ragu, jika benar Andre jodoh yang dikirim kan tuhan untuk nya, maka Sofi tidak ingin menunda nya lagi, takut kalau saja Andre akan berpaling dari nya.


Erik :


"Ok nanti malam gua coba hubungi papah dan mamah, nanti gua bicarakan dulu dengan mereka"


"Dan pasti nya gua harus yakini mereka siapa Luh sebenar nya, agar mereka bisa percaya sama Luh"


Andre :


"Thanks Rik"


Erik :


"Ok sama sama, gua ke atas dulu mau mandi juga badan rasa nya gak jelas pegal kotor pula"


Meninggal kan mereka berdua di ruang tengah seolah memberikan waktu kepada mereka berdua untuk bicara dari hati ke hati mengenai persiapan pertunangan mereka nanti.


Tiba tiba Andre bicara..


Andre :


"Iya iya Sono dah, nempel terus kayak perangko sama istri luh"


Andre kembali meledek Erik, tapi Erik tidak menggubris nya dan tetap berjalan menaiki tangga.


Begitu sampai di kamar, mas Erik langsung mengetuk pintu kamar mandi dan meminta ikut mandi bersama. ah sudah pasti minta sesuatu dari ku, aku tahu apa yang di inginkan nya. isi kepala nya hanya ada mesum saja jika sudah menempel dengan ku. tidak ada pilihan lain selain menuruti nya saat itu juga sambil mandi bersama.


Sepulang dari bulan madu, tidak ada lelah nya bagi mas Erik, pikirku padahal selama bulan madu hampir setiap hari mas Erik meminta ku. mas Erik langsung membasahi bibir ku dan menjamah kembali area bawah ku. mulai terasa puncak nya sampai aku dan mas Erik sama sama seperti melayang diangan angan.


Setelah selesai berhubungan, lalu melanjut kan mandi bersama, mas Erik membopong ku keluar dari kamar mandi dan menaruh ku di kursi depan meja rias ku. mas Erik dan aku segera berganti pakaian, dan melanjut kan turun ke bawah untuk makan siang.


Andre dan Sofi sudah duduk disana dan menunggu kami. tak ada habis nya Andre selalu meledek mas Erik.


Bersambung...

__ADS_1


Hai hai readers semua, jangan lupa mampir selalu dan dukung karya receh ku ya.


Baca, like, komen, rate 5, favorit kan, dan vote ya.. Terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2