PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Perasaan takut


__ADS_3

Hai hai readers semua jangan lupa tekan tombol 👍 like, rate komen, vote dan favorit kan ya.


Terimakasih 🙏😍


******


Aku dan mas Erik segera menghabis kan makan malam ku, setelah selesai aku membantu bi inah untuk membereskan meja makan, sementara mas Erik masih duduk dimeja makan sambil membuka laptop nya dan meminta ijin kepada ku untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan nya, dan menyuruh ku untuk menunggu sebentar.


Aku ke dapur sekedar membantu Bi Inah untuk mencuci piring, Karna sudah malam aku merasa kasihan pada bi Inah seharusnya dia sudah istirahat, tapi karena menunggu ku dan mas Erik yg lama turun untuk makan malam jadi Bi Inah terpaksa menunggu kami.


Setelah semua pekerjaan selesai di dapur. Bi Inah aku suruh untuk langsung istirahat saja biarkan jika masih ada pekerjaan yang belum selesai dikerjakan besok pagi saja pinta ku pada Bi Inah, dan Bi Inah mengangguk..


Tita :


"Sudah Bi, sebaik nya Bi Inah istirahat saja ini sudah malam, kasihan nanti kecapean bisa sakit Bi.."


"Biarkan pekerjaan nya di lanjutin besok aja Bi.."


Bi Inah :


"Iya non terimakasih.."


"Kalo begitu si bibi teh ke kamar duluan ya non.."


Tita :


"Iya Bi silahkan.."


Aku pun kembali ke meja makan untuk menemui mas Erik, duduk disebelah mas Erik lalu mas Erik menatap ke arah ku dengan senyum nya yang manis itu.. 🤭


akhir nya selesai sudah pekerjaan mas Erik dan mas Erik meraih tangan ku lalu mengajak ku untuk naik ke lantai atas tepat nya kamar kami berdua..


Setelah sampai di kamar, aku membaringkan tubuh ku diatas kasur, sudah sangat lelah tubuh ini rasa nya, aku merasakan kenyamanan luar biasa saat berbaring diatas kasur.. seperti lelah ku terbayar kan sudah.


Saat itu mas Erik mendekati ku dan ikut membaringkan tubuh nya diatas kasur yang sama dengan ku. mas Erik mencoba kembali aksi nya, tetap berusaha untuk menaklukkan hati ku, bukan tidak bisa aku ditaklukan hanya saja aku masih merasa takut, entah lah rasa takut yang berlebihan itu selalu menyelimuti perasaan ku hingga saat ini.


Terkadang raut wajah nya terlihat manis dan menggemaskan. suara nya yang parau buat jantung aku dag-dig-dug tak menentu.


tapi saat ini Dengan raut wajah yang dingin sorot mata yang tajam dengan suara nya yang terdengar sedikit berbeda seperti ingin menerkam ku.. membuat hati dan jantung ku berpacu lebih cepat, isi di kepala ku hampir penuh dengan kata kata..


"Mas Erik.. tolong jangan lakukan ini.."


Ingin aku mengatakan tapi tidak bisa keluar dari mulut ku. dia selalu menanyakan kepada diriku tentang kesiapan ku melayani nya.


Dengan kedua tangan nya yang masih memeluk erat tubuh ku dan semakin erat, hembusan nafas nya yang harum membuat aku meleleh, jari jemari nya dengan lembut mengusap pipi ku, sentuhan bibir nya yang lembut mendarat di bibir ku, dan kian ku rasa kan, berkali kali membuat hati aku meleleh seakan ikut menikmati tanpa penolakan..


ingin rasa nya menyerah kan segala nya malam ini untuk mas Erik tapi tetap belum siap, rasa takut semakin kuat menyelimuti ku.


Tubuh ku dan tubuh nya saling berhadapan mas Erik menatap ku dan bertanya


Erik :

__ADS_1


"Kapan kamu siap untuk melayani ku..?"


"Berapa lama lagi aku harus menunggu mu?"


Tita :


"Aku minta maaf mas..!"


"Tunggu sebentar lagi saat hati ku benar benar sudah siap mas.."


"Apalagi jika mengingat Sarah, itu membuat dada ku sesak dan rasa takut itu semakin kuat mas.."


Erik :


"Apa yang membuat mu belum siap hingga saat ini..?"


"Jika itu berhubungan dengan Sarah, aku sudah kata kan tidak usah kamu pikir kan lagi mengenai Sarah, aku akan bereskan dia secepat nya.."


"Aku masih bisa bersabar menunggu mu.."


Tita :


"Terimakasih mas Erik sudah mau bersabar untuk ku.."


"Iya itu yang aku takut kan mas?"


"Aku takut jika Sarah nanti kembali bersama mu, lalu aku bagaimana mas?"


Erik :


"Aku sudah putus kan untuk meninggal kan Sarah, dan memilih hidup selama nya bersama mu.."


"Apa kamu masih tidak yakin terhadap ku..?"


Tita :


"Tidak mas, bukan begitu.."


"Aku yakin sama mas Erik.."


"Tapi tidak dengan Sarah mas.."


"Dia bisa melakukan apapun mas.."


"Aku hanya takut suatu saat mas Erik akan kembali ke pelukan nya.."


"Dan meninggal kan aku sendiri.."


Erik :


"Itu tidak akan pernah terjadi.."

__ADS_1


"Aku akan tetap bersama mu, aku sudah mulai menyukai mu sayang.." 🤭


"Hanya kamu yang akan menemani sisa hidup ku hingga nanti.."


Tita :


"Sungguh..? benar begitu mas..?"


Erik :


"Aku sungguh sungguh mengatakan ini.."


Tita :


"Terimakasih mas.."


"Hmmmm... sebaik nya kita tidur mas, sudah malam.."


Erik :


"Baik lah.."


"Tolong kamu pikir kan lagi atas permintaan ku sayang?"


Tita :


"Iya mas.. aku akan pikir kan lagi mohon mas Erik bersabar sebentar lagi mas.."


Erik :


"Ya sudah.. tidur lah, biar kan aku memeluk mu seperti ini.."


Tita :


"Iya mas.." 😘


Akhir nya aku dan mas Erik memejamkan mata, tertidur lelap dengan kedua tangan yang masih memeluk tubuh ku, wajah nya menempel dengan wajah ku, meskipun sesak tidak ada ruang untuk ku bernafas, tapi aku merasakan kenyamanan dan bahagia saat bersama nya, saat dia memeluk ku.


Dalam hati kecil ku berkali kali mengatakan..


"Aku minta maaf mas.."


Hingga aku ikut terlelap bersama mas Erik tak terasa hingga pagi menjelang..


Bersambung..


************


Hai hai readers semua, ayo mampir dan jangan lupa tekan tombol 👍 like nya berikan komentar nya dan saran nya juga ya.. jika berkenan berikan vote juga boleh 🤭


jangan pelit pelit dong 😅

__ADS_1


__ADS_2