
Happy reading...
Saat ku lihat ponsel ku dan ku buka, pesan beruntun itu. berisikan sebuah teror dari seseorang yang sudah jelas tidak menyukai ku, siapa lagi kalau bukan Sarah pelaku nya pikir ku.
Perasaaan aku, kemarin mas Erik dan Andre bukan nya sudah berhasil menyerah kan Sarah kepada pihak yang berwajib!
Lalu jika Sarah masih didalam tahanan, siapa yang mengirimi ku pesan teror seperti itu.
Bunyi pesan teror itu..
"Hai wanita tidak tahu malu"
"Tunggu saja pembalasan ku nanti"
"Dasar wanita murahan"
"Aku akan buat hari hari mu menderita"
"Aku akan siksa orang orang kesayangan mu"
"Selamat bersenang senang"
"Nikmati lah hari hari mu yang penuh penderitaan"
Aku menjatuhkan ponsel ku tepat nya keatas tempat tidur ku. lalu mamah Ratih merasa khawatir dan menanyakan nya pada ku.
Mamah Ratih :
"Tita sayang, kamu kenapa nak?"
"Kenapa ponsel nya terjatuh?"
"Atau sengaja kamu buang?"
Tita :
"Itu mah..?"
Mamah Ratih :
"Itu kenapa?"
"Ada apa, katakan lah?"
Tita :
"Ada yang meneror ku mah"
Mamah Ratih :
"Siapa yang berani meneror mu?"
Tita :
"Aku tidak tahu mah?"
"Karena nomer nya tidak dikenal"
Mamah Ratih :
"Ya sudah nanti biar mamah beritahu kan pada Erik"
Tita :
"Iya mah"
Mamah Ratih mengambil ponsel ku yang terjatuh dan mencoba membaca nya.
Pemikiran mamah Ratih dan aku sama, teror itu seperti nya dari Sarah, tapi aku meyakini bahwa Sarah sudah di tahan, mas Erik dan Andre yang membawa nya ke pihak yang berwajib, apakah Sarah menyuruh orang lain?
Mamah Ratih mengajak ku turun ke bawah agar aku tidak berpikir yang aneh aneh.
Mamah Ratih :
"Sebaik nya ikut mamah ke bawah saja ya"
"Biar bisa mengobrol dan pikiran kamu tenang tidak berpikir yang aneh aneh"
Tita :
"Iya mah"
Mamah Ratih menuntun ku berjalan menyusuri anak tangga dan sampai lah diruang tengah, mamah Ratih berjalan ke dapur mengambil kan ku segelas air minum aku yang ditemani papah mertua ku. dan papah menanyakan keadaanku baik baik saja kah? karena melihat wajah ku yang sudah pucat karena peneror itu.
Papah David :
"Kamu kenapa?"
"Wajah mu pucat sekali?"
"Apa kamu merasa kesakitan?"
"katakan lah?"
Aku tidak bisa bicara saat itu, masih merasa takut dan syok. lalu dari arah dapur mamah Ratih yang membawa kan segelas air minum untuk ku, tiba tiba menjawabi pertanyaan papah.
Mamah Ratih :
"Tita mendapat pesan teror pah"
Papah David :
"Apa pesan teror?"
"Siapa yang meneror Tita?"
Mamah Ratih :
"Mamah, sama Tita gak tahu pah itu pesan teror dari siapa?"
Sambil menyerah kan ponsel milik ku kepada papah.
__ADS_1
"Ini pah, papah baca sendiri saja pesan nya"
Papah David mengambil ponsel ku dan membuka menu bagian pesan lalu membaca pesan yang berisikan teror itu. papah David merasa heran apakah Erik memilik musuh dalam bisnis nya atau tidak.
Papah David :
"Harus segera beritahu Erik mah"
"Papah khawatir keselamatan kita semua"
"Bisa jadi ini teror dari orang orang yang tidak menyukai Erik, bisnis Erik sekarang sedang maju mah"
Mamah Ratih :
"Iya juga sih pah, bisa kesitu juga"
"Tapi mamah sama Tita merasa itu teror dari Sarah deh pah"
"Ya semoga saja bukan, dan kita semua diberikan keselamatan"
Amin..
Lalu mang Dadan yang bertugas di depan menjaga keamanan rumah, tiba tiba mendapat teror juga, mang Dadan dilempari beberapa batu yang dibungkus dengan kertas dan ada tulisan nya. sudah pasti itu dari peneror yang sama.
Saat mang Dadan merasa itu kejadian aneh segera masuk kedalam rumah untuk menghindari teror itu menyelamat kan diri juga berniat memberitahu kan pada papah David tentang teror itu.
Mang Dadan :
"Maaf tuan"
Papah David :
"Iya mang kenapa?"
"Kok wajah nya pucat dan ketakutan begitu?"
Mang Dadan :
"Anu, euhh, itu tuan?"
Papah David :
"Itu apa mang?"
"Katakan dengan jelas"
Mang Dadan :
"Saya sedang duduk berjaga diluar tadi"
"Tiba tiba ada beberapa motor dan melempari saya dengan batu yang dibungkus kertas ini tuan"
"Ini tuan"
Sambil menunjukan dan memberi kan nya kepada papah David.
Papah David :
"Coba sini saya liat mang?"
"Hai wanita tidak tahu malu"
"Tunggu saja pembalasan ku nanti"
"Dasar wanita murahan"
"Aku akan buat hari hari mu menderita"
"Aku akan siksa orang orang kesayangan mu"
"Selamat bersenang senang"
"Nikmati lah hari hari mu yang penuh penderitaan"
Papah mengatakan bahwa ini sudah berbahaya dan harus segera memberitahu Erik agar Erik bisa bertindak secepat nya.
Papah David :
"Mah segera beritahu Erik, dia harus tahu ini agar cepat ditemukan solusi nya"
"Ini sudah sangat berbahaya dan mengganggu keamanan kita"
Mamah Ratih :
"Iya pah, mamah coba hubungi Erik dulu ya
"Tita sayang, kamu tidak usah takut ya, disini ada mamah, papah , mang Dadan dan Bi Inah juga"
Tita :
"Iya mah pah, terimakasih"
Mamah Ratih menghubungi mas Erik.
Mamah Ratih :
"Halo Rik"
"Kamu sibuk tidak?"
Erik :
"Iya mah, ada apa mah?"
"Erik, Sofi dan Andre sedang makan siang bersama mah"
Mamah Ratih :
"Segera pulang lah"
"Di rumah terjadi sesuatu Rik"
__ADS_1
Erik :
"Terjadi sesuatu bagaimana mah?"
"Lalu keadaan Tita gimana mah?"
Mamah Ratih :
"Ada seseorang yang meneror kita Rik"
Erik :
"Meneror mah?"
"Siapa yang meneror mah?"
"Katakan lah?"
Mas Erik yang mulai panik ingin segera beranjak pergi dan menuju rumah. ingin mengetahui keadaan yang sebenar nya.
Mamah Ratih :
"Sudah lebih baik kalian pulang dulu"
"Kita bicarakan dirumah saja Rik"
Erik :
"Ok mah Erik pulang sekarang"
Sambil menutup sambungan telpon nya dari mamah Ratih, mas Erik mengajak Sofi untuk ikut pulang bersama dengan dirinya, tak lupa mas Erik juga mengajak Andre untuk ikut kerumah nya.
Erik :
"Ayo dek kita harus segera pulang"
Sofi :
"Memang kenapa mas?"
"Tadi mamah bicara apa mas?"
Erik :
"Sudah bicara nya nanti saja dirumah ya"
"Sekarang kita pulang dulu"
Sofi :
"Iya mas"
Mas Erik mengajak Andre juga..
Erik :
"Dre Luh ikut gua kerumah ya"
Andre :
"Siap bro"
"Emang ada sih?"
"Kok kelihatan nya genting gitu"
Erik :
"Udah cerita nya nanti aja ya"
"Sekarang kita harus buru buru sampai dirumah gua Dre"
Andre :
"Ok deh kita berangkat sekarang"
Mas Erik, Sofi dan Andre memutuskan untuk segera pulang, tak sabar ingin segera mengetahui permasalahan yang terjadi dirumah nya.
Mas Erik sedikit berlari kearah mobil nya, sudah tak sabar rupa nya mas Erik. Sofi yang tahu suasana hati mas Erik, yang sedang kacau, memutuskan untuk tidak satu mobil dengan mas Erik, karena pasti akan tidak terkendali. Sofi memutuskan untuk menumpang dimobil nya Andre, dan mas Erik mengijinkan Sofi satu mobil dengan Andre karena satu masalah saat ini yang membuat mas Erik melupakan sejenak mengenai hubungan Andre dan Sofi.
Sofi :
"Mas Erik, aku ikut mobil mas Andre saja ya"
"Aku takut mas Erik suka hilang kendali jika sedang kacau pikiran nya"
Erik :
"Ya sudah"
"Hati hati saja"
Sofi :
"Iya mas"
Erik :
"Dre jagain adek gua, awas jangan macem macem"
Andre :
"Ok bro siap"
"Iya gua gak bakal macem macem tenang aja bro"
Mereka pulang kerumah mas Erik dengan waktu bersamaan. mas Erik langsung tancap gas, menarik kemudi dan melaju dengan kencang sudah tak sabar ingin sampai dirumah dan melihat keadaan ku juga semua orang yang ada dirumah itu.
Bersambung...
Halo readers semua tetap setia sama novel receh author ya. jangan pernah berpaling
__ADS_1
Jangan lupa, LIKE, KOMEN, RATE 5/ BINTANG 5 FAVORIT KAN DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA.
TERIMAKASIH 🙏😍