PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Rencana bulan madu..


__ADS_3

Happy reading..


***


Begitu sampai diruangan Edelweis mas Erik masuk dan mencari diriku sambil memanggil nama ku.


Erik :


"Tita sayang kamu dimana?"


"Sayang?"


Tita :


"Aku disini mas"


Erik :


"Dimana?"


Tita :


"Di balkon mas"


Mas Erik berjalan ke balkon dan menghampiri ku, sambil meletakan eskrim di atas nakas dekat tempat tidur ku.


Mas Erik memeluk ku dari belakang dan bibir nya yang merah lembut mengecup kening ku yang terbalut rambut. aku sangat merindukan aroma nafas nya dan juga bau tubuh nya dengan ciri khas parfum nya yang wo'dy.


Erik :


"Kenapa kamu disini sayang?"


Tita :


"Tidak apa apa mas aku ingin mencari udara segar"


"Bosan didalam kamar saja"


Erik :


"Tapi tidak baik untuk mu, nanti bisa masuk angin"


"Kamu baru saja sembuh sayang"


Tita :


"Iya mas aku mengerti"


"Aku bosan"


"Kapan aku bisa pulang mas?"


"Aku ingin jalan jalan mas"


Erik :


"Segera sayang, kamu akan pulang setelah dokter melakukan pemeriksaan akhir dan dokter menyatakan kamu sudah sembuh pasti kita pulang sayang"


"Aku janji setelah sembuh nanti aku akan bawa kamu jalan jalan"


Tita :


"Kemana mas?"


Erik :


"Kemana saja yang kamu mau"


"Aku ingin mengajak mu bulan madu"


Tita :


"Bulan madu mas?"


Erik :


"Iya bulan madu"


"Kita kan belum merasakan bulan madu setelah menikah dulu"


"Kamu mau tidak?"


Tita :


"Aku mau mas"


Erik :


"Aku ingin segera memiliki keturunan dari mu sayang"


"Apakah kamu siap memberikan nya untuk ku?"


"Aku ingin memiliki mu seutuh nya aku tidak mau ada orang lain yang akan merebut mu dari ku"


Tita :


"Iya mas aku mengerti"


"Aku janji aku akan selalu disamping mu mas"


"Dan aku mau, untuk secepat nya memberikan mu keturunan, aku pasrah saja mas jika tuhan sudah berkehendak aku pasti akan cepat hamil mas"


Erik :


"Semoga saja setelah kita pulang bulan madu nanti kamu segera hamil sayang"


Tita :


"Iya mas amin"


Erik :


"Terimakasi"


Tita :


"Sama sama mas"


Kemudian mas Erik mendorong kursi roda ku dan membawa ku masuk kedalam kamar, teringat dengan eskrim yang dia belikan untuk ku yang hampir mencair Karna terlalu lama dibiarkan begitu saja. mas Erik yang sibuk mencari ku sehingga melupakan eskrim nya.

__ADS_1


Erik :


"Astaga aku hampir lupa"


Tita :


"Lupa apa mas?"


Kemudian mata ku mengarah paper bag yang berada diatas nakas.


"Itu apa mas?"


Erik :


"Ini..eskrim sayang"


Sambil mengambil paper bag berisi kan eskrim


"Tadi dijalan aku membeli eskrim untuk mu"


"Tapi seperti nya sudah mencair"


"Terlalu lama asik dengan mu di balkon tadi"


Tita :


"Aku mau mas"


Erik :


"Tapi eskrim nya sudah mencair"


"Tidak usah dimakan"


"Biar nanti aku belikan yang baru saja ya"


Tita :


"Tidak usah mas, yang itu saja"


"Itu pasti eskrim kesukaan ku kan?"


Erik :


"Iya eskrim ini aku pilih sesuai dengan rasa kesukaan mu"


Tita :


"Ya sudah berikan eskrim nya pada ku mas"


Mas Erik yang terlihat ragu untuk memberikan eskrim itu pada ku.


sungguh merasa malu dirinya. Karna itulah aku memaksa nya agar memberikan eskrim itu dan akan ku habiskan semua, agar mas Erik tidak merasa kecewa.


Erik :


"Kamu yakin mau memakan nya?"


"Eskrim nya sudah mencair"


Tita :


"Tidak apa mas"


Akhir nya mas Erik memberikan eskrim itu pada ku, aku menerima nya dengan senang hati dan langsung membuka nya. ku buka perlahan dan dengan rasa nya yang khas aku menikmati eskrim itu. tak lama mas Erik meminta satu eskrim pada ku karna melihat ku yang asik memakan eskrim nya. awal nya mas Erik berniat ingin memakan eskrim itu bersama denganku.


Erik :


"Boleh kah aku minta satu eskrim nya?"


"Seperti nya enak sekali"


Tita :


"Mas Erik mau juga eskrim nya?"


Erik :


"Iya aku mau mencicipi nya juga"


"Boleh tidak?"


Tita :


"Yakin mas Erik mau?"


"Ini sudah mencair lohh eskrim nya mas"


Erik :


"Sudah tidak apa berikan satu untuk ku"


Tita :


"Ya sudah ini ambil lah"


Mas Erik mencicipi eskrim nya dan rasa nya sudah tidak enak.


Erik :


"Haahhh.. tidak enak"


"Sudah tidak dingin, Karna sudah mencair"


Tita :


"Kenapa Mas?"


Erik :


"Kenapa kamu tetap memakan nya sayang?"


"Ini sudah tidak dingin jadi tidak enak untuk dimakan lagi"


"Sudah buang saja"


Tita :


"Tidak"

__ADS_1


"Ini masih enak dimakan rasa nya manis kok"


"Aku akan menghabiskan nya"


Erik :


"Ya sudah terserah kamu"


Mas Erik tetap memperhatikan ku yang asik melahap eskrim itu.


Tiba tiba ponsel nya berdering ada sebuah notif panggilan masuk dan itu dari mbak Sandra.


Erik :


"Sebentar aku angkat dulu telpon dari Sandra"


Aku hanya diam sibuk menghabiskan eskrim ku. mas Erik menjawab telpon dari mbak Sandra.


Erik :


"Iya kenapa San?"


Sandra :


"Begini pak"


"Saya akan melihat proyek hotel yang dipegang Reza diluar kota"


"Karna sampai saat ini belum ada perkembangan nya pak"


Erik :


"Ya sudah lakukan segera bantu dia selesai kan segera proyek itu"


"Arah kan dia dengan baik"


Sandra :


"Baik pak mengerti"


"Kalau begitu saya segera berangkat menyusul Reza, dan kapan mas Andre kembali ke kantor lagi?"


"Agar ada yang menghandle kantor pak"


Erik :


"Sudah kamu lakukan saja tugas mu"


"Biar Andre saya hubungin sekarang agar dia bisa segera ke kantor untuk handle semua kerjaan kantor"


Sandra :


"Baik pak, terimakasih"


Erik :


"Ok"


Mas Erik dan mbak Sandra saling menutup telpon. mas Erik kembali memperhatikan ku.


sementara mbak Sandra sibuk mempersiapkan segala sesuatu nya untuk keberangkatan nya, menyusul Reza ke luar kota mengurus proyek hotel.


Tita :


"Mbak Sandra bilang apa mas?"


Mas Erik seperti nya bingung mau menjawab apa, Karena ini berhubungan dengan Reza.


Erik :


"Sandra ku tugas kan ke luar kota untuk mengurus proyek hotel disana Karena saat ini Andre masih sibuk mengurusi masalah Sarah"


Tita :


"Hmmm"


"Aku kira ada hal penting lain nya mas"


"Mas Erik kan sudah lama cuti karena harus mengurusi ku"


Erik :


"Tidak ada sayang"


"Sudah tidak usah dipikirkan lagi"


"Bagiku kamu lebih penting dari segala nya"


Tita :


"Iya mas, aku hanya khawatir saja berpengaruh sama bisnis kamu mas"


Erik :


"Tidak akan kenapa-napa sayang"


Mas Erik masih menyembunyikan tentang keberadaan Reza pada ku, karena mas Erik takut aku akan kembali pada Reza.


Padahal jelas jelas saat ini hati ku sudah penuh dengan nama mas Erik, perlahan aku sudah melupakan perasaan ku untuk Reza.


Tapi mas Erik masih saja merasa takut.


aku mencoba meyakinkan hati ku lagi, bahwa mas Erik sudah menunjukan perasaan nya untuk ku. dan aku juga sudah seharusnya tahu dan tidak usah takut lagi bahwa Sarah akan merebut kembali mas Erik dari tangan ku.


Seharusnya aku dan mas Erik saling percaya..


Bersambung...


***


Halo readers semua balik lagi nih sama author keceh karya receh ya 🤭😅✌️


Tadi nya mau kasih exstra part 3 atau 4 up sekaligus tapi tangan ku sudah pegel buat ngetik nya Karena dari siang belum ada waktu buat istirahat, biasa nya sanggup sampe 4 up bersamaan. mohon maaf ya hanya bisa kasih 2 up saja malam ini. insyallah besok dilanjutin


Untuk di dua bab ini percakapan nya ada perubahan ya tadi ada dari author lain yang kasih saran. jadi author coba pake. makasih


Untuk yang nanya kemarin adakah cast atau visualnya, mohon maaf belum bisa ditampilkan karena belum Nemu yang cocok ya. doakan saja segera.


Sekali lagi buat pembaca setia ku jangan pernah bosan ya dan dukung terus karya receh author ini.

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, VOTE YANG BANYAK YA KOMEN, FAVORIT KAN JUGA KASIH BINTANG 5 NYA ATAU RATE 5 .... MAKASIH


Author tunggu kehadiran kalian di up terbaru nih..


__ADS_2