
Happy reading..
****
Sampai lah Reza di ruangan bertuliskan ICU dimana tempat ku dirawat selama beberapa hari tidak sadar kan diri.
ketika sampai Reza melihat mas Erik yang setia menemani ku didepan ruangan ICU.
Reza terus berjalan mendekati ruangan ku dan mencoba memberanikan diri bertegur sapa dengan mas Erik.
Terlihat dari raut wajah mas Erik yang tidak menyukai kehadiran Reza dihadapan ku.
namun mas Erik berusaha mengalah tetap membiarkan Reza mengunjungi ku.
Reza mencoba menyapa mas Erik lebih dulu meskipun dia kecewa dan tahu bahwa mas Erik lah yang telah mengambil ku dari sisi nya tapi karna saat ini yang dia tahu bahwa mas Erik adalah bos ditempat nya bekerja maka Reza bersikap menghormati nya.
Reza :
"Selamat malam pak.."
Erik :
"Ya, ada perlu apa..?"
"Untuk apa kamu datang kesini.."
Reza :
"Maaf pak saya sudah lancang datang kesini.."
"Mohon ijin kan saya untuk menjenguk Tita, anggap saja sebagai teman.."
Erik :
"Aku tidak bisa mengusir mu begitu saja dari sini.."
"Sekarang Tita sudah menjadi istri ku.."
Reza :
"Saya sudah tahu dan saya mengerti pak.."
Erik :
"Baguslah kalau kamu mengerti.."
"Tita ada didalam.. kamu hanya bisa melihat nya dari balik jendela.."
"Dokter bilang tidak ada yang boleh masuk kedalam kecuali Dokter dan perawat.."
Reza :
"Saya mengerti pak, terimakasih sudah diijinkan melihat nya.."
Erik :
"Hmm.."
Lalu Reza mendekati jendela ruangan rawat ku dan melihat ku yang sedang tak sadar kan diri. tampak berkaca kaca mata nya tak sanggup melihat kesakitan ku.
Seandainya aku yang saat itu terbaring tidak sadar, tapi bisa mendengar mungkin aku bisa tahu percakapan antara Reza dan mas Erik, beruntung nya saat aku tersadar ada ibu kandung ku yang dengan senang hati mau berbagi cerita dengan ku.
****
Seolah aku seperti sedang tidur lama dan bermimpi.
Aku merasakan kehadiran orang orang yang tulus menyayangi ku.
Selain Reza yang datang menjenguk ku saat itu, dalam waktu bersamaan tiba lah ibu kandung ku, ibu Sarita dengan tergesa-gesa jalan nya begitu sampai di ruangan ICU, tanpa basa basi atau menyapa orang yang berada didepan ruangan ku, ibu ku langsung meminta kepada suster untuk bisa masuk dan melihat ku langsung.
Sementara mas Erik hanya bengong Karna awal nya memang tidak mengenal ibu kandung ku. sehingga membuat nya tampak kebingungan beruntung suster bertanya lebih dulu pada ibu ku perihal status nya. jadi mas Erik mengerti begitu mendengar nya.
Reza pun hanya terdiam dari balik jendela saat ibu ku datang dan menerobos meminta untuk bisa masuk melihat ku langsung.
Sambil berjalan ibu ku terus berbicara sendiri..
Ibu Sarita :
"Aku harus cepat cepat melihat anak ku.."
"Semoga dia baik baik saja ya tuhan.."
"Tolong sembuh kan anak ku.."
Sambil berjalan menuju ruangan ku dan meminta kepada perawat untuk mengijinkan nya masuk.
Ibu Sarita :
__ADS_1
"Permisi suster.."
"Benarkah ini ruangan nya Tita anak saya..?"
Suster :
"Iya benar Bu.."
Ibu Sarita :
"Mohon ijin kan saya untuk masuk melihat anak saya sebentar saja.."
Suster :
"Ibu ini siapa nya..?"
Ibu Sarita :
"Saya ibu nya.."
Suster :
"Baik bu, tapi hanya sebentar ya tolong patuhi Karna ini demi kebaikan pasien juga.."
Ibu Sarita :
"Iya suster, Saya janji hanya sebentar saja.."
Suster :
"Silahkan ibu pakai baju khusus dulu ya.."
Ibu Sarita :
"Iya suster terimakasih.."
Suster :
"Sama sama Bu.."
Lalu suster mengijinkan ibu ku untuk masuk dan menjenguk ku tapi tidak dengan Reza Karna mas Erik melarang nya, dan hanya ibu ku yang diperbolehkan masuk.
Saat ibu ku masuk dan duduk disamping ku memegang tangan ku dengan kelembutan dan penuh rindu, seandainya aku bisa melihat nya dan mendengar nya, aku ingin sekali memeluk nya. tubuh ku ini sudah sangat lama tidak merasakan belaian lembut tangan nya, pelukan nya.
Sungguh tega ayah dan ibu tiriku selama ini sudah memisahkan ku dengan ibu ku sendiri.
Ibu Sarita :
"Tita sayang.."
"Sudah lama ibu tidak melihat mu.."
"Dan sekarang kita bertemu dalam kondisi mu seperti ini.."
"Tita sayang.."
"Sadarlah nak.."
"Lihat ibu sudah disini menemani mu.."
Kemudian ibu ku menangis meneteskan air mata dipelupuk mata nya, dan mengelus kedua pipi ku dengan kedua tangan nya, jari jemari nya yang sekian lama aku rindukan kembali mengusap belaian rambut ku dan sesekali ibu ku mencium kening ku.
Tak berapa lama, suster kembali menegur ibu ku agar cepat cepat keluar, tidak boleh berlama lama, menurut nya itu akan membuat ku terganggu. Karna aku yang masih belum sadar kan diri.
Suster :
"Maaf Bu.."
"Jika sudah selesai silahkan tunggu diluar saja.."
"Kasihan pasien nya masih butuh pemulihan.."
"Pasien masih belum sadar kan diri Bu mohon mengerti ini sudah prosedur nya Bu.."
Ibu Sarita :
"Ya baiklah suster.."
"Saya akan tunggu diluar.."
Suster :
"Baik bu terimakasih.."
Lalu ibu ku beranjak dari duduk nya, dan berjalan mendekati meja suster untuk melepas baju khusus nya, lalu kembali berjalan keluar dari ruangan ku dan saat didepan pintu ruangan ku, tampak kebingungan melihat dua sosok laki laki yang tengah menemani ku didepan ruangan ku.
Ibu Sarita :
__ADS_1
"Maaf nak.."
"Yang mana ya suami nya Tita anak ibu..?"
Lalu mas Erik dengan cepat dia berjalan dan mencium tangan ibu ku dan mengatakan bahwa dirinya lah yang menjadi suami ku.
Erik :
"Saya Bu, perkenalkan saya Erik suami dari Tita.."
Dengan mencium tangan ibu ku..
"Yang kemarin menyuruh karyawan saya untuk menghubungi ibu.."
Ibu Sarita :
"Oh jadi kamu suami nya Tita..?
"Bagaimana keadaan Tita sekarang nak, kenapa masih tidak sadarkan diri..?"
Sementara Reza hanya duduk terdiam dan memperhatikan saja. percakapan antara menantu dan mertua nya.
sungguh iri rasa nya hati Reza melihat percakapan antara mas Erik dan ibu ku. mungkin dalam hati nya seandainya dulu aku menikah dengan Reza mungkin kini yang tengah bercakap dan mencium tangan ibu ku adalah Reza.
Tapi nasib nya kurang beruntung, Karna aku yang terpaksa harus menerima dan memilih menikah dengan mas Erik.
***
Mas Erik mengajak ibu ku untuk duduk ditempat yang sudah disediakan rumah sakit.
sambil mengajak nya mengobrol untuk saling mengenal, semangat Reza masih dengan sendiri nya, dan akhir nya memutus kan untuk pamit pulang.
Reza berjalan mendekati mas Erik dan ibu ku.
Reza :
"Permisi pak.."
Erik :
"Ada apa..?"
Reza :
"Kalau begitu saya permisi untuk pulang pak.."
Erik :
"Ya sudah silahkan.."
Masih dengan nada ketus nya mas Erik menjawab.
Kasihan Reza nya, Erik jutek banget sih sama Reza, udah dicuekin dari tadi diketusin lagi 😥😅🙏
Reza :
"Saya doakan semoga istri bapak kembali sehat.."
"Amin.."
Erik :
"Amin.. terimakasih.."
Reza berjalan meninggal kan ruangan ku meninggalkan mas Erik dan ibu ku.
waktu sudah menunjukan hampir jam 3 pagi saat itu Reza pamit untuk pulang.
Dalam perjalan pulang, Reza seolah merasakan sedih yang mendalam karna melihat kesakitan ku dan kesakitana hatiga yang tak bisa memiliki ku. tapi Reza hanya berusaha tegar dan menerima dengan ikhlas meskipun hati kecil nya belum bisa melupakan ku.
"Maafin aku ya Za.. 😭😥
Begitu sampai dirumah nya, Reza mencoba untuk merebahkan tubuh nya sejenak disebuah sofa diruang tamu, karna rasa lelah dan penat yang dirasakan seharian ini. dan setelah beberapa menit Reza berjalan untuk mandi, kemudian mengambil pakaian ganti dilemari nya, yang berada didalam kamar nya. setelah mandi Reza kembali beristirahat dengan menyandar kan kepala nya ke sofa itu lalu mengambil ponsel nya dan membuka menu galery kembali melihat foto lama ku yang masih tersimpan di galery ponsel nya hingga saat ini. tak terasa jam menunjukan pukul 6 pagi Reza harus kembali ke kantor untuk bekerja.
Maklum ya masih baru kerja nya jadi harus lebih semangat biar dapet promosi bagus dikantor.
Bersambung....
*****
Hallo readers semua maaf ya author nya baru sempet up lagi, author nya masih sibuk revisi beberapa bab awal nih.. 🤭
Tetep dukung karya receh author ya..
Jangan lupa tekan tanda 👍 like, komen, saran rate 5, vote dan favoritkan ya.. author tunggu ya
Terimakasih salam hangat author 🙏😍
__ADS_1