
Happy reading..
Ketika itu Andre menemani mas Erik metting dan Sofi sedang sibuk mempelajari beberapa laporan perusahaan.
Andre bukan nya membantu mas Erik justru dia sibuk untuk melamun kan Sofi, dirinya merasa sudah jatuh cinta, karena Sofi yang kini sudah beranjak dewasa dan jauh lebih menarik dibanding kan dulu yang masih kekanak-kanakan saat masih SMA.
Andre berniat di hati nya untuk bisa menjalin hubungan yang serius dengan Sofi dan bahkan bisa segera meminang nya.
Hanya tinggal mengumpulkan keberanian untuk bisa mengutarakan niat nya terhadap mas Erik.
Andre sudah merencakan untuk bicara langsung kepada mas Erik, meskipun Andre belum tahu apakah Sofi juga menyukai nya seperti diri nya yang menyukai Sofi. tapi Andre akan tetap mencoba mengatakan niat nya kepada mas Erik.
Selesai sudah metting hari ini sekitar pukul 12:00 siang itu, mas Erik dan Andre berjalan bersama menuju ruangan nya mas Erik karena Sofi masih diruangan mas Erik yang sedari pagi mempelajari beberapa laporan.
Dalam perjalanan menuju ruangan mas Erik Andre mencoba memberani kan diri untuk mengatakan niat nya itu.
Andre :
"Rik"
Erik :
"Hmmm.."
Andre :
"Rik"
Erik :
"Apa?"
Andre :
"Gua mau ngomong serius nih"
Erik :
"Ya udah ngomong aja"
Mas Erik yang sambil berjalan dan meng'utak-atik ponsel nya.
Andre :
"Gua.. gua.."
Erik :
"Gua, gua apa?"
"Yang jelas kalau mau ngomong"
"Gua mau telpon Tita dulu"
Andre :
"Rik dengar'in gua dulu"
Erik :
"Ya udah Luh ngomong aja buruan"
Andre :
"Gua, pengen nge'jalin hubungan yang lebih serius sama Sofi Adek Luh"
Erik :
"Apa, apa?"
Andre :
"Masa Luh gak denger sih Rik?"
"Gua mau serius sama Sofi Adek Luh, gimana apa Luh kasih ijin gua buat deket sama Sofi?"
Erik :
"Gila Luh Dre"
"Masa Adek gua sih?"
Andre :
"Loh emang kenapa?"
"Gua kan cowok baik baik bro"
"Temen Luh"
Erik :
"Iya Luh emang temen gua, Dre tapi kan Luh preman abis bro"
Andre :
"Gua jadi preman juga kan buat Luh, buat bantuin Luh, gua kan anak buah luh"
Erik :
"Iya tapi jangan sama Sofi Adek gua, dia masih kecil bro"
"Gua pengen dia sekolah dulu sampai sarjana"
Andre :
"Kalau masalah itu, gua janji gak bakalan menghalangi atau membatasi, Sofi bisa melakukan apapun yang dia mau"
"Gua pasti dukung dan bantu Sofi Rik"
Erik :
"Iya gua paham Dre"
"Tapi..?"
Andre :
"Tapi apa lagi sih Rik?"
"Kurang apa coba gua?"
"Gua kan temen Luh, orang kepercayaan Luh sekarang"
__ADS_1
"Masa Luh tega sama gua Rik?"
Erik :
"Gimana ya?" gua bingung Dre"
"Bukan gua gak suka sama Luh"
"Tapi lebih ke Sofi, gua pengen Sofi lanjutin kuliah nya, biar bisa nerusin bisnis nya papah"
Andre :
"Ayolah Rik, kasih gua kesempatan ya?"
Erik :
"Gua gak tahu Dre"
"Hmmm"
"Gini aja deh, gimana Adek gua aja deh"
"Nanti gua tanyain sama adek gua dulu"
"Kalau gua sih tergantung Adek gua, kan dia yang bakalan menjalani nya nanti"
"Gua berharap ya yang terbaik buat Adek gua lah"
"Luh paham kan Dre?"
Andre :
"Iya Rik, gua paham"
"Berarti sekarang inti nya Luh setuju kan?"
"Tinggal gimana sama Sofi nya aja"
Erik :
"Terserah Luh aja Dre"
"Gua gak bisa nentuin, gak bisa kasih keputusan"
"Yang bisa kasih keputusan ya cuma Adek gua sendiri"
Andre :
"Ok deh, makasih Rik"
"Nanti gua coba tanya langsung ke Adek Luh"
Erik :
"Iya terserah Luh dah"
Mereka tiba didepan ruangan mas Erik, dan langsung masuk kedalam ruangan mas Erik.
Andre masih melihat ke arah Sofi dengan perasaan suka nya. sampai tak bisa berpaling pandangan nya dari Sofi.
Andre menyapa Sofi..
Andre :
Sofi :
"Belum sih mas Andre"
Andre :
"Apa ada kendala, atau yang kamu gak ngerti?"
Sofi :
"Ada beberapa sih, yang aku gak paham mas"
Andre :
"Ok nanti aku bantu deh, aku ajarin biar kamu cepet paham"
Sofi :
"Ok mas, makasih ya"
Andre :
"Sama sama"
Mas Erik sibuk menelpon ponsel ku tapi tidak terhubung dan itu sedikit mengganggu pikiran mas Erik. karena tidak biasa nya ponsel ku sibuk dan sulit dihubungi.
Sofi bertanya pada mas Erik, karena mas Erik yang terlihat sedikit panik.
Sofi :
"Mas Erik kenapa mas?"
Erik :
"Tumben banget nomer mbak mu gak bisa di hubungi"
"Dari tadi sibuk terus nada nya"
"Kenapa ya?"
Sofi :
"Mungkin Baterai nya habis mas"
"Atau mungkin sedang di cas, terus dimatiin ponsel nya"
Erik :
"Ya bisa jadi sih, semoga mbak mu baik baik aja dek"
Sofi :
"Iya mas, semoga ya"
"Kalau gak mas Erik telpon mamah atau papah aja mas"
Erik :
"Oh iya ya"
__ADS_1
"Ya udah mas telpon mamah dulu deh"
Mas Erik menelpon mamah Ratih mertua ku..
Erik :
"Halo mah"
Mamah Ratih :
"Ya Rik"
Erik :
"Mah disitu ada Tita gak?"
Mamah Ratih :
"Gak ada Rik, Tita masih di kamar nya"
"Memang nya kenapa Rik?"
Erik :
"Enggak mah, Erik hanya khawatir saja mah"
"Soalnya dari tadi ponselnya sibuk terus gak bisa di hubungi mah"
Mamah Ratih :
"Ya sudah kamu tenang dulu ya"
"Biar nanti mamah ke atas ngecek Tita"
Erik :
"Ok mah, makasih ya mah"
Mamah Ratih :
"Sama sama Rik"
Erik :
"Kalau begitu Erik tutup telpon nya ya mah segera kasih kabar mah"
Mamah Ratih :
"Iya nanti mamah kabarin"
Mas Erik dan mamah Ratih saling menutup telpon nya.
***
Saat itu aku masih sendiri di kamar ku, sementara papah dan mamah mertua ku sedang bersantai diruang tengah. ketika menerima telpon dari mas Erik.
Mamah Ratih berjalan menaiki tangga dan menuju kamar ku, untuk mengecek keadaan ku apakah baik baik saja atau tidak. karena mas Erik yang merasa khawatir dengan keadaan ku.
Ingin aku beranjak untuk turun ke lantai bawah tapi luka ku masih terasa perih saat dipaksa untuk berjalan. Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu kamar ku.
Tok..tok..tok..
Mamah Ratih memanggil ku dari balik pintu kamar.
Mamah Ratih :
"Tita, Tita sayang"
"Apa kamu di dalam nak?"
"Ini mamah"
Aku berteriak menjawab nya..
Tita :
"Iya mah aku ada dikamar"
"Masuk saja mah, tidak dikunci kok pintu nya"
Lalu mamah Ratih pun masuk kedalam kamar ku.
Mamah Ratih :
"Kamu gak kenapa Napa kan sayang?"
Tita :
"Enggak mah"
"Aku baik baik saja mah"
"Memang nya kenapa mah?"
Mamah Ratih :
"Tadi Erik telpon mamah dia minta mamah buat ngecek keadaan kamu, karena ponsel kamu sibuk terus gak bisa dihubungi"
Tita :
"Iya mah, memang sinyal nya lagi kurang bagus mah"
"Jadi tidak bisa terhubung"
Mamah Ratih :
"Ya sudah ikut mamah ke bawah saja ya"
Tita :
"Iya mah boleh"
Lalu aku mencoba mengambil ponsel ku diatas nakas samping tempat tidur ku.
Saat aku lihat ponsel ku, terdapat beberapa pesan dari orang yang tidak aku kenali.
Bersambung..
Halo readers semua jangan pernah bosan sama karya aku ya, mohon dukungan nya.
Jangan lupa LIKE, KOMEN, RATE / 5 BINTANG 5, FAVORIT KAN DAN VOTE YANG BANYAK YA SEBANYAK BANYAK NYA.
TERIMAKASIH 🙏😍
__ADS_1