
Jangan lupa mampir dan baca lagi ya.. like komen, rate 5/bintang 5 favorit kan dan juga vote yang banyak ya.. terimakasih 🙏
Happy reading..
Sore itu aku dan mas Erik berjalan menaiki tangga menuju kamar kami yang berada dilantai dua. sementara Andre masih menunggu kedatangan Joko dan anak buah nya untuk memberikan tugas menjaga rumah beserta orang orang yang ada dirumah mas Erik. sambil menunggu Joko, Andre berbincang ditemani Sofi diteras depan dengan beberapa minuman dan cemilan sebagai teman mengobrol. papah dan mamah juga kembali ke kamar nya untuk beristirahat. sambil mengecek semua pekerjaan nya di Singapura.
Mang Dadan seperti biasa berjaga di pos depan rumah, dengan senang hati dan logat bahasa nya yang sunda selalu terdengar menyanyikan lagu lagu khas Sunda, dengan ditemani secangkir kopi hitam dengan goreng singkong yang disiap kan oleh BI Inah yang tak lain adalah istri nya.
Saat dikamar, aku berjalan terus masuk ke kamar mandi untuk sekedar membersih kan diri karena hari sudah sore, sementara mas Erik mencoba merebah kan tubuh nya di atas sofa, sudah merasa tenang melihat ku baik baik saja. dia ingin menarik nafas karena kecemasan nya. hingga tak terasa membuat nya tertidur.
Ketika aku kembali dari kamar mandi, aku melihat nya sudah tertidur di sofa, aku tidak mau membangun kan nya untuk sekarang karena baru saja mas Erik terlelap seperti sangat kelelahan. aku mendekat dan mencoba melepaskan sepatu dan kaos kaki nya lalu menaruh nya di bawah sofa. aku berdiri dan duduk di ujung sofa sambil melihat wajah nya yang tampan dan menggemaskan, membuat ku semakin menyukai nya, dan betah berlama lama menatap nya tanpa berpaling.
Wajah nya yang tampan, kulit putih dengan sorot mata yang tajam, aku selalu rindu sorot mata itu, dan wajah nya selalu terbayang di mata ku.
Aku tidak menduga bahwa aku akan mencintai nya, bahwa aku tidak sanggup kehilangan diri nya. sampai aku berpikir ingin segera memberikan nya seorang anak agar aku bisa selama nya memiliki nya.
Tiba lah Joko dengan segerombolan anak buah nya mungkin sekitar 15 orang yang dibawa Joko kerumah mas Erik untuk berjaga dirumah itu. Andre memberikan instruksi pada Joko dan anak buah nya untuk berjaga dibagian mana saja. agar semua bentuk peneroran bisa terlihat dan dibereskan.
Sofi masih duduk menyaksikan Andre yang memberikan instruksi itu. dengan senyum di wajah nya entah karena mengagumi sosok Andre atau memang hati nya sudah kepincut dengan sosok Andre.
Andre melirik dari sorot mata nya terlihat dan mengetahui bahwa diri nya sedang diperhatikan oleh Sofi. merasa tersipu malu tapi tetap percaya diri merasa diri nya sangat tampan sampai Sofi bisa memperhatikan nya.
Setelah selesai pembagian tugas untuk Joko dan anak buah nya di beberapa titik dirumah mas Erik. Andre kembali menghampiri Sofi yang masih setia menunggu nya. Andre mendekati Sofi dan berniat untuk pulang karena menjelang malam.
Andre :
"Sof"
Sofi :
"Iya mas"
Andre :
"Kamu gak masuk kedalam?"
Sofi :
"Kan mas Andre belum pulang, aku ditugaskan mas Erik untuk menemani mas Andre sebentar"
Andre :
"Begitu ya"
"Oh iya makasih ya minuman nya cukup membuat hilang rasa haus ku"
Sofi :
"Sama sama mas"
Andre :
"Kamu biasa tidur malam jam berapa?"
Sofi :
"Tergantung sih mas"
"Kalau terlalu capek paling jam 09:00 malem aku udah tidur"
"Tapi juga tergantung ada tugas atau gak kuliah nya"
"Kalau ada tugas meskipun ngantuk terpaksa harus kuat melek sebentar lagi sampai tugas selesai"
Andre :
"Oh begitu"
"Sofi"
Sofi :
"Iya mas"
Andre :
"Besok kamu ada waktu tidak?"
Sofi :
"Gak tahu sih mas, besok terserah mas Erik saja"
"Takut mas Erik meminta ku untuk membantu membuat laporan lagi"
"Memang nya kenapa mas?"
Andre :
"Aku pengen ngajak kamu makan malem diluar sih"
"Tapi takut kamu gak bisa dan gak mau?"
Sofi :
"Liat besok saja mas"
"Kalau tidak ada acara lain aku kasih kabar ke mas Andre deh"
Andre :
"Ya sudah, aku tunggu kabar nya ya"
"Semoga besok bisa ya"
Sofi :
"Iya mas semoga saja"
Andre :
__ADS_1
"Kalau begitu aku pamit pulang ya"
"Sudah malam, aku sudah sangat lelah dan harus mandi seharian di jalan terus badan ku jadi bau nih"
Sambil mengendus baju nya sendiri.
Sofi :
"Ok mas Andre hati hati ya dijalan"
Andre :
"Ok Sof, salam buat Erik dan yang lain nya ya"
"Kalau gitu aku pulang dulu"
Lalu Andre beranjak berdiri dan berjalan menuju mobil nya, tiba tiba Sofi memanggil nya.
Sofi :
"Mas Andre"
Andre menoleh ke arah Sofi.
Andre :
"Iya kenapa?"
Sofi :
"Terimakasih untuk semua nya mas"
Andre kembali tersipu dan merasa diatas angin yakin bahwa Sofi menyukai nya.
Andre :
"Ok sama sama"
"Sudah masuk sana"
Andre melanjut kan masuk kedalam mobil dan Sofi masih menunggu sampai Andre benar benar hilang dari pandangan nya.
Andre yang tadi nya hampir merasa senang sudah memberanikan diri mengajak nya untuk kencan, tapi karena jawaban Sofi yang belum pasti bisa atau tidak, membuat Andre merasa malu sudah mengatakan nya ingin mengajak kencan, dan sedikit ada rasa kecewa dihati nya. tapi dalam dirinya tidak ada kata menyerah dan kecil hati, pantang mundur sebelum ada janur kuning melengkung. 😅💪💪
Joko berjaga bersama mang Dadan di pos depan. Joko hanya tersenyum saat mendengar mang Dadan bicara atau menyanyikan lagu dengan logat Sunda nya.
Andre lewat dengan mobil nya hendak pulang Joko membuka kan gerbang untuk Andre. Andre menghentikan mobil nya didepan Joko.
Joko :
"Malem bos"
Andre :
"Hmmm"
"Tetap waspada"
"Jika terjadi sesuatu yang mencurigakan segera hubungi gua"
Joko :
"Ok bos"
"Siap"
Andre :
"Ya sudah gua balik dulu"
Joko :
"Hati hati bos"
Andre :
"Ok"
Mobil Andre sudah hilang dari pandangan lalu Joko menutup kembali gerbang itu, dan Sofi masuk kedalam dengan membawa beberapa minuman dan cemilan sisi Andre tadi ke dapur.
Bi Inah yang sibuk menyiapkan makan malam akhirnya Sofi ikut membantu Bi Inah menata semua makanan di meja makan.
Semua hidangan sudah siap di meja makan.
Sofi memanggil papah dan mamah nya untuk segera makan malam.
Karena mas Erik yang masih tertidur jadi tidak ikut makan malam bersama. aku pun tidak ikut karena ingin menunggu mas Erik terbangun dari tidur nya.
Yang lain sudah selesai makan malam dan kembali ke kamar mereka masing masing tapi bi Inah tidak membereskan makanan yang di meja makanan, karena bi Inah yakin aku dan mas Erik akan segera turun untuk makan malam.
***
Sementara di kamar ku, aku sudah berganti pakaian dan duduk bersandar ditempat tidur ku sambil memainkan posnel ku. aku melihat mas Erik mulai terbangun dari tidur nya, saat ini sudah jam 8 malem waktu nya untuk makan malam.
Tita :
"Mas Erik sudah bangun"
Erik :
"Jam berapa sekarang sayang?"
Tita :
"Sudah jam 08:00 malam mas"
Erik :
"Kenapa tidak turun untuk makan malam dan minum obat mu"
__ADS_1
Tita :
"Aku sengaja menunggu mas Erik saja"
"Aku ingin makan malam bersama mas Erik"
Erik :
"Kenapa tidak dibangun kan saja"
Tita :
"Aku tidak tega melihat mas Erik seperti nya sangat kelelahan"
Erik :
"Ahh tidak, aku biasa saja"
"Ya sudah ayo turun kita makan malam dulu"
Tita :
"Sebaik nya mas Erik mandi dulu mas"
"Setelah itu baru kita makan"
Erik :
"Sudah mandi nya nanti saja"
"Nanti perut mu keburu laper sayang"
Tita :
"Tidak mas"
"Sana mandi dulu"
"Aku tunggu disini"
"Kalau mas Erik tidak mau mandi aku juga tidak mau makan"
Erik :
"Huhhh"
"Ok aku mandi sekarang"
"Tunggu sebentar ya"
Tita :
"Iya mas"
Mas Erik bergegas untuk mandi dan aku masih setia menunggu nya, dengan hitungan hanya 10 menit mas Erik sudah kembali dari kamar mandi, tidak seperti biasa nya kalau mandi sangat lama. mungkin karena tidak ingin aku menunggu nya terlalu lama.
Erik :
"Ayo kita turun"
"Pasti yang lain sudah makan malam semua"
Tita :
"Iya mas"
Mas Erik menuntun ku menuruni anak tangga sampai ke meja makan dan melihat masih ada makanan yang tersisa di meja sengaja tidak dibereskan oleh BI Inah.
Bi Inah :
"Tuan sama non mau makan malam?"
"Biar bibi panaskan lagi makanan nya ya?"
Erik :
"Tidak usah Bi"
"Biar ini saja"
"Lagi pula sudah malam, tidak boleh terlalu banyak makan"
Bi Inah :
"Ya sudah bibi tinggal ke dapur, kalau butuh sesuatu panggil saja"
Erik :
"Iya bi terimaksih"
Bi Inah :
"Sama sama tuan"
Bi Inah kembali ke dapur masih dengan segudang pekerjaan nya yang masih belum beres.
Aku dan mas Erik menikmati makan malam meskipun hanya tinggal kami berdua.
Setelah makan malam, mas Erik memberikan kan ku obat dari dokter yang harus ku minum dan segera mu habiskan agar cepat pulih.
Saat aku kembali bersama mas Erik ke kamar kami. aku membaringkan tubuh ku diatas kasur dibantu mas Erik dengan menarik selimut ke tubuh kami berdua. aku kembali mengecek ponsel ku tadi saat aku tinggal makan malam, belum ada notif pesan atau panggilan masuk.
Ketika aku buka kembali sudah ada beberapa notif pesan salah satu nya dari si peneror itu.
Bersambung..
Jangan lupa selalu baca, like, komen, rate 5 favorit kan dan vote yang banyak ya.
Terimakasih 🙏🙏
__ADS_1