
Happy reading...
Sofi mengikuti langkah Andre menuju ruangan meeting dengan tangan yang masih di genggam nya dihadapan para direksi dan klien juga beberapa karyawan lain yang hadir dalam meeting itu, semua mata tertuju kepada Sofi, pertama yang mereka tahu Sofi adalah adik dari pemilik perusahaan terbesar itu yaitu mas Erik, yang kedua semua merasa heran dengan sikap Andre yang seenak nya menggenggam tangan Sofi, pikiran mereka kesana kemari, sebenar nya ada hubungan apa antara Sofi dan Andre. namun semua tetap diam pada posisi nya tidak ada yang berani menanyakan nya kepada Andre. semua tahu Andre lebih kejam dan kasar dari mas Erik.
Meeting dimulai Andre yang memimpin dan Sofi mempersiap kan persentase yang akan Andre bahas dalam meeting tersebut, kemudian Andre juga mengumumkan tentang pembukaan cabang hotel di Balikpapan sudah hampir selesai dan segera di lakukan persiapan untuk gunting pita, namun masih harus menunggu mas Erik si pemilik perusahaan itu yang masih berbulan madu di Paris.
Meeting selesai, semua masih duduk didalam ruangan meeting, menunggu Andre keluar lebih dulu, Andre keluar dengan tangan nya yang masih sama seperti tadi saat masuk sebelum meeting menggenggam tangan Sofi saat keluar dari ruangan meeting dan berjalan di depan semua mata yang masih melihat dengan tatapan masih tidak percaya bahwa adik dari pemilik perusahaan secantik itu bisa takluk di tangan Andre yang kasar dan kejam pikir mereka semua. tapi tentu saja Sofi bersikap cuek, tidak mau tahu Sofi memang anak yang cuek dan supel. tidak sekali pun suka membesar besar kan masalah.
Lalu Sofi mulai penasaran dengan semua mata tadi. dan bertanya kepada Andre.
Sofi :
"Mas tunggu sebentar"
"Jalan nya cepat sekali"
Andre :
"Kenapa?"
"Perlu aku gendong?"
Sofi :
"Tidak usah, aku saja sampai sekarang masih heran dengan orang orang tadi yang melihat kita bergandengan tangan, apalagi melihat mu menggendong ku".
Andre :
"Lalu ada apa dengan mu?"
Sofi :
"Kenapa mereka melihat kita seperti tadi bahkan mata mereka sampai tidak berkedip?"
"Ada apa dengan mereka mas?"
Tanya Sofi kepada Andre. seraya ingin tahu apa yang membuat mereka seperti itu saat melihat Andre menggenggam tangan nya Sofi.
Andre :
"Mereka tidak pernah melihat ku saat bersama dengan wanita"
"Itu yang pertama"
Sofi :
"Lalu apalagi?"
Andre :
"Masih penasaran juga?"
Sofi :
"Ih mas Andre jangan main main deh aku serius mas?"
Andre :
"Ok, ok"
"Mau tau yang kedua?"
Sofi menganggukkan kepala nya..
"Yang kedua, mereka seperti itu karena mereka penasaran kenapa kamu mau berjalan dengan ku, sedangkan mereka tahu aku adalah orang yang paling kasar dan kejam melebihi kakak mu"
Sofi :
"Hanya itu saja, tidak ada yang lain?"
__ADS_1
Andre :
"Iya itu saja, kenapa memang nya?"
Pikir nya sudah susah payah menyombong sedikit tapi tetap gagal tidak membuat Sofi terkagum kagum dengan sikap nya yang dianggap kasar dan kejam hingga ditakuti semua orang.
Sofi :
"Tidak, aku pikir ada hal lain yang buat mereka seperti terpesona melihat mu mas"
Andre :
"Mana mungkin mereka terpesona dengan ku mereka takut semua kepada ku"
Sofi :
"Syukur deh".
Sambil tersenyum di bibir nya karena sebagian dari para wanita tadi yang ikut meeting dan memperhatikan Andre bukan karena suka kepada Andre melainkan karena merasa heran dengan pemandangan baru.
Andre :
"Syukur kenapa?"
Sofi :
"Berati tidak ada yang naksir sama kamu dikantor ini kan mas?"
Andre :
"Ya aku gak tahu juga sih, kan mereka gak ada yang bilang, jadi aku gak tahu ada yang naksir atau enggak"
"Kenapa, kamu cemburu ya?"
Ledek Andre kepada Sofi sambil tetap berjalan masuk keruangan mas Erik.
Sofi :
Andre :
"Serius nih?"
Sofi :
"Iya aku serius mas"
Meskipun Sofi bisa menyembunyikan nya rasa cemburu nya, tapi tetap saja Andre sudah bisa menebak nya dengan tepat.
Mereka masuk kedalam ruangan mas Erik, Andre kembali sibuk mengisi laporan dan siap untuk di kirim kan ke email nya mas Erik. sedangkan Sofi memilih merebahkan punggung nya ke sandaran sofa, karena belum terbiasa mengikuti meeting yang memakan waktu kurang lebih dua jam itu.
Andre :
"Kenapa, kamu capek?"
Sofi :
"Iya mas, lumayan pegal sih, aku belum terbiasa dengan meeting terlalu lama mas capek dan membosankan"
Andre :
"Maafkan aku membuat mu bosan dan capek karena aku pikir kamu harus tahu tentang bisnis kakak mu ini"
Sofi :
"Iya tidak apa apa mas, hanya capek saja kok"
Andre melanjut kan kembali pekerjaan nya dan Sofi tertidur di sofa itu.
Sedangkan Sandra yang berada di Balikpapan hati nya merasa berbunga bunga ketika bisa bertemu kembali dengan Reza.
__ADS_1
Sandra :
"Za, terimakasih sudah menjemput ku di bandara tadi"
Reza :
"Sama sama"
"Oh iya kamu mau makan apa biar aku pesan kan delivery saja ya"
"Hari ini makan di kantor saja ya masih banyak pekerjaan"
"Nanti malam baru kita makan diluar, tidak apa apa kan?"
Sandra :
"Iya gak apa apa Za, sama saja kok sudah bisa makan berdua saja dengan mu aku sudah bahagia sekali"
Jawab Sandra dengan percaya diri dan sedikit membuat Reza melempar kan senyuman di bibir nya.
Sandra mencoba menanyakan kembali bagaimana perasaan Reza kepada nya kini dan apakah sudah bisa membuka hati untuk nya?
Sandra :
"Oh iya Za, boleh aku tanya?"
Reza :
"Boleh, tanyakan saja"
Sandra :
"Bagaimana dengan hati mu apakah sudah bisa menerima ku?"
Reza sempat terdiam sejenak karena hampir lupa tidak pernah mengingat pernyataan cinta nya Sandra tempo hari.
Reza :
"A..aku masih gak tahu san"
"Masih bingung, terkadang muncul rasa ingin bertemu dengan mu"
"Terkadang teringat dengan wajah mu, tapi apakah hanya dengan seperti itu sudah bisa dikatakan cinta?"
Sandra :
"Kamu teringat dengan ku Za?"
Merasa rontok hati nya ketika mendengar Reza mengingat dirinya dan merasa rindu sedang melanda saat jarak mereka berjauhan.
Sandra mengambil kan minuman dari atas meja kemudian memberikan nya kepada Reza dan mencoba mendekati Reza perlahan tapi pasti langkah nya, sungguh wanita pemberani sosok Sandra. diluar dugaan Reza bahkan Sandra sendiri merasa diri nya tidak memiliki keberanian saat itu, namun ketika hari itu kembali dipertemukan Sandra dengan berani nya mencium bibir Reza terlebih dahulu mungkin dengan demikian Reza baru akan luluh hati nya kepada Sandra.
Sandra :
"Nih minuman mu"
Sandra terus berjalan mendekati Reza perlahan memeluk Reza, kemudian mulai menjamah membasahi bibir Reza. saat itu Reza merasa terkejut dengan keberanian Sandra tapi ada rasa yang tidak biasa dan tidak bisa diungkapkan oleh Reza.
"Boleh aku peluk kamu?"
Reza hanya diam dengan tangan nya meraih gelas minuman dari tangan Sandra. tanpa menunggu aba aba atau ijin dari Reza, Sandra langsung memeluk dan membasahi bibir Reza, dan Reza menerima ciuman itu, akhir nya kedua tangan Reza memeluk pinggang Sandra seraya sambil sedikit mengangkat nya kemudian tangan nya berpindah kebagian leher, dan membasahi seluruh nya, hingga kedua nya mulai terhanyut dalam buaian asmara yang mereka ciptakan. berhasil Sandra meraih hati nya Reza. dan kini Reza sudah dalam genggaman nya.
bersambung..
hai hai reader semua jangan lupa mampir ya yuk mari baca.
jangan lupa baca, like, komen, rate 5, favorit kan , dan vote ya.
Terimakasih 🙏🙏😍
__ADS_1