
Happy reading..
*******
Hari ini pukul 12:10 aku dan Mas Erik tiba dirumah, saat dalam perjalanan Mas Erik menelpon bi Inah untuk menyiapkan kan makan siang, karna kami baru sampai dan tidak sempat mampir ke restoran cepat saji entah kenapa Mas Erik langsung mengajak ku pulang, tidak seperti biasa nya yang mengajak ku mampir sebentar ke restoran cepat saji atau cafe.
Erik :
"Hallo bi.."
Bi Inah :
"Iya hallo tuan.."
Erik :
"Bi saya sudah diperjalanan pulang tolong siapkan makan siang ya bi, karna perut saya sudah lapar dan tidak sempat untuk mampir ke restoran cepat saji.."
Bi Inah :
"Oh.. baik tuan akan bibi siap kan makanan nya.."
Erik :
"Ok.. bi terimakaih.."
Mas Erik pun menutup telpon nya dan kembali menaruh nya disaku jaket nya..
Dalam perjalanan Mas Erik menatap ku penuh gairah sorot mata nya yang menggambar kan seakan akan dia ingin memakan ku seperti singa yang sedang lapar.
Aku tak kuasa menatap balik sorot mata itu sorot mata yang penuh gairah semakin lama aku menatap nya semakin menakut kan bagi ku, akhir nya aku menundukkan wajah ku dan bersandar di bahu nya, aku mendengar sesuatu dibalik jaket nya..
dug dug dug dug.. 🤭
Ya tepat nya di dada nya Mas Erik, rupa nya itu suara detak jantung nya Mas Erik begitu cepat berpacu seperti air yang sedang mendidih penuh gejolak, aku merasakan betapa ingin dirinya menyentuh tubuh ku, tapi aku pun merasa bersalah karena tidak memberikan nya selama berhari hari di singapura. padahal Mas Erik sudah begitu baik tidak memaksa kan kehendak nya pada ku dia sudah rela menahan nya, maaf kan aku mas, aku janji akan menjadi lebih baik lagi.. tak terasa aku pun tertidur dalam perjalanan pulang, dan tiba lah dihalaman depan rumah Mas Erik.
Mobil pun berhenti tepat didepan pagar rumah, di sana sudah ada mang Dadan yang membuka kan pintu pagar menyambut kedatangan ku dan Mas Erik siap untuk membawakan koper kelantai atas ke kamar kami.
Mang Dadan pun menyapa kami..
Mang Dadan :
"Siang tuan, non.."
Erik :
"Siang mang.. bagaimana keadaan rumah selama saya pergi mang..?"
Mang Dadan :
"Aman tuan.. semua terkendali.."
Erik :
"Bagus lah mang.."
"Kalo begitu saya dan istri masuk dulu ya tolong bawakan koper nya ke Kamar ya mang.."
Dengan berdiri tegak Mang Dadan mengangkat tangan kanan nya memberikan sebuah hormat kepada Mas Erik.
Mang Dadan :
"Siap tuan.."
Terdengar suara dari balik mulut nya mang Dadan yang mengucap kan grakkkk..
Sungguh membuat hati ku ingin tertawa lucu melihat tingkah nya Mang Dadan.. 😅🤭🤭🤭
melihat dan mendengar suara Mang Dadan aku berasa inget waktu sekolah saat upacara bendera.. 😅
Maaf ya readers bukan maksud hati si tita mau ngetawain ngeledek mang dadan, si tita nya cuma merasa lucu aj tuh sama sikap nya mang Dadan... 😅
inget waktu zaman sekolah dulu..
Mas Erik juga ikut tersenyum, terlihat diwajahnya saat melihat aksi lucu Mang Dadan..
Mas Erik mengajak ku untuk segera masuk kedalam rumah, karna diluar cuaca nya panas sangat tidak bersahabat. bisa membuat tubuh jadi tidak fit.
Aku berjalan masuk dan langsung menuju kamar ku dengan tangan ku yang masih digandeng oleh tangan kekar nya mas Erik.
Mang Dadan masih setia berjalan dibelakang kami dan membawa kan koper kekamar kami.
Setelah menaiki tangga, sampai lah didepan kamar utama ya kamar Mas Erik dengan ku, Mas Erik membuka kan pintu kamar untuk ku dan menyuruh ku untuk masuk lebih dulu. karna mas Erik masih menunggu Mang Dadan yang membawakan koper, bermaksud agar Mang Dadan tidak ikut masuk kedalam kamar.
klekkkkkk....
Pintu kamar pun terbuka..
Erik :
"Sayang, masuk lah lebih dulu, aku menunggu Mang Dadan, biar aku nanti yang akan menaruh koper didalam.."
Tita :
__ADS_1
"Baik mas.."
Aku masuk dan meletakkan kan Tas ku juga Kacamata ku diatas Nakas.
saat itu Mang Dadan pun tiba dengan Koper ditangan nya, dan Mas Erik meminta Mang Dadan memberikan koper itu pada nya.
Erik :
"Sudah Mang biar saya saja yang bawa masuk koper nya, Mang Dadan boleh kembali ke bawah.."
Mang Dadan :
"Siap tuan.."
grakkkk..
Lagi lagi Mang Dadan beraksi lucu seperti tadi, mengucapkan kata siap berikut grakkkk dari mulut nya.. 🤭 dihadapan Mas Erik dan membuat Mas Erik sedikit tersenyum, Mas Erik menahan tawa nya karna tidak mau Mang Dadan tersinggung nanti..
Lalu Mas Erik masuk membawa koper kedalam kamar dan sedikit tersenyum sambil geleng geleng kepala nya, kemudian kembali menutup pintu kamar..
krekkk...brugggh... 🤭😅
Aku pun bertanya pada Mas Erik, aku yang dibuat penasaran dengan senyuman di wajah nya itu..
Tita :
"Loh kok mas Erik senyum senyum gitu, ada apa mas..?"
Erik :
"Tidak ada apa apa sayang.."
"Hanya merasa lucu melihat tingkah Mang Dadan barusan.."
Tita :
"Memang nya Mang Dadan bertingkah lucu apalagi mas..?"
Erik :
"Ya seperti tadi dibawah saat hendak membawakan koper.."
Tita :
"Hmmm.. kirain kenapa mas.."
"Ya sudah mas.. aku mandi duluan ya.."
"Aku lelah, meskipun perjalan cepat tapi tetap saja tubuh ku merasa lelah.."
Erik :
Aku berjalan memasuki kamar mandi hendak membersihkan diri, sementara Mas Erik dengan perhatian nya, dan sikap dewasa nya dia mau membersihkan koper, dan memisah kan isi koper sebagian yang bersih ke dalam lemari, dan sebagian yang kotor akan dicuci oleh bi Inah.
Begitu aku keluar dari kamar mandi semua sudah beres, kini gantian mas Erik yang akan mandi, dan aku meminta ijin pada nya untuk turun lebih dulu, karna aku ingin membuat teh lemon hangat agar tubuh ku merasa relaks.
Tita :
"Mas.. aku kebawah duluan ya.."
Erik :
"Tunggu nanti kita sama sama turun kebawah nya sayang.."
Tita :
"Tapi mas.. aku ingin membuat teh lemon hangat buatan ku sendiri mas, untuk ku juga untuk mu.."
"Boleh ya mas..?"
Erik :
"Baiklah.. tunggu aku dibawah.."
Tita :
"Iya mas.. aku tunggu dibawah ya.."
Aku berjalan membuka pintu kamar dan menutup nya kembali.
klekkkkkk... brugggh..
Berjalan menyusuri anak tangga satu persatu hingga sampai dan menuju dapur, terlihat diatas meja makan sudah tersedia beberapa masakan yang tadi disiapkan bi Inah..
ada sayur sop ayam, ada ikan gurame goreng ada juga pepes jamur dan ayam, sungguh masakan rumahan sekali ini membuat ku kembali selera makan.
Sampai didapur, aku menyapa bi Inah..
Tita :
"Bi sedang apa..?" .
Bi Inah :
__ADS_1
"Ehh.. enon.."
"Anu non, bibi teh sedang beres-beres peralatan bekas masak tadi non.."
Tita :
"Oh begitu.."
"Ya sudah bibi lanjutkan.."
Bi Inah :
"Enon sendiri ada perlu apa non ke dapur.. biar bibi saja non yang buat kan..?
"Non kan pasti teh kecapean kan baru sampai.."
Tita :
"Tidak apa apa bi, biar saya buat sendiri saja.."
"Hanya ingin membuat teh lemon hangat saja tapi buatan sendiri Bi.."
Bi Inah :
"Oh begitu.. ya sok atuh non silahkan.."
"Itu gula nya ditoples diatas sana non.."
Dengan jari nya menunjukan kearah kicthen set diatas.
"Kalo lemon nya ada didalam kulkas non.."
Tita :
"Oh iya bi terimakasih.."
Bi Inah :
"Sama sama non.."
Bi Inah melanjutkan beres beres dan mencuci peralatan masak, sementara aku membuat 2 cangkir teh lemon hangat untuk ku dan Mas Erik dengan sedikit gula.
Mas Erik turun dari kamar menuju meja makan dan mencari sosok diriku yang masih menyiapkan teh didapur dan hampir siap.
Erik :
"Sayang.. kamu dimana?"
"Apa teh lemon hangat nya sudah siap..?"
"Bawa kemari aku ingin mencicipi nya.."
Tita :
"Iya Mas.. aku didapur.."
"Sebentar lagi Mas.."
Akhir nya aku membawa dua cangkir teh lemon hangat dengan sedikit gula ke meja makan, dan memberikan nya kepada Mas Erik teh lemon hangat yang aku buat penuh dengan cinta untuk suami ku tercinta si tuan tua yang tampan.. 🤭😅
Mas Erik mencicipi teh nya, dan memuji ku
Erik :
"Hmmm.. memang terasa hangat ditubuh ya.."
"Dan rasa ya enak dan seger sayang.."
Tita :
"Terimakasih mas.."
Aku menyiapkan piring dan mengisi nya dengan nasi sayur dan lauk pauk untuk mas Erik, juga untuk ku. kami pun makan siang bersama..
Tak perlu memakan waktu untuk makan siang akhirnya selesai juga, aku dan mas Erik kembali ke kamar niat hati ingin tidur siang sebentar. tapi berbeda dengan Mas Erik yang ingin memberiku sebuah kejutan yang sudah dia siapkan sewaktu di Singapura tadi pagi..
Erik :
"Ayo kita kekamar, aku ingin memberi mu kejutan sayang.."
Tita :
"Iya mas.. Mas Erik mau kasih aku kejutan apa..?"
Hmmmmm... kira kira kejutan apa yang Mas Erik mau kasih ke aku..?"
Tentu membuat aku semakin penasaran saja..
Bersambung..
*******
Hallo readers semua jangan lupa tekan tombol 👍 like nya jika berkenan berikan juga komentar, saran, ⭐5, vote dan favorit kan juga ya.
__ADS_1
Terimakasih salam hangat author 🙏**