PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Sakit sungguh sakit hatiku..


__ADS_3

Jangan lupa like dan vote ya readers semua..


Happy reading...


****


Mas Erik berlari menuju halaman rumah dan menyalakan mesin mobil lalu menyuruh mang Dadan untuk membukakan pintu pagar nya.


Erik :


"mang cepet tolong buka pagar nya?"


Mang Dadan :


"baik tuan.."


"Ari tuan teh mau kemana?"


"hati hati tuannnn.."


Ehh ari si tuan teh gak jawab nya teriakan si mamang, semoga teh baik baik saja dijalan nya..


Sambil membuka pintu pagar dan meneriaki mas Erik yang tengah ngebut membawa mobil nya..


mas Erik tidak menjawab sahutan dari mang Dadan tadi, tetap fokus pada tujuan nya mencari diriku.


Tak berapa lama, mas Erik sampai lah dihotel Chandra Wiguna hotel milik nya, yang aku sendiri tidak mengetahui sebelum nya bahwa mas Erik juga memiliki bisnis di perhotelan dan hotel ini salah satu milik nya, bahkan semalam saat aku datang pun aku tidak menyadari untuk melihat sekeliling hotel ini. pikir ku sudah beruntung mendapat hotel semewah ini dan bisa beristirahat malam ini dengan tenang disini.


Mas Erik langsung berlari menaiki sebuah lift untuk menuju kamar ku di nomer 222 dilantai 3, sekalipun beberapa karyawan nya ada yang menyapa diri nya mas Erik bersikap acuh sangkin ingin segera bertemu dengan ku..


tiba lah mas Erik dilantai 3 di depan pintu kamar ku.


Aku yang tengah santai pagi ini sambil menonton tv dikamar hotel ku, terkejut karena tiba tiba pintu kamar ku diketuk oleh seseorang..


padahal aku tidak memesan apapun pada pihak hotel, tak berpikir panjang lagi aku segera membuka pintu kamar ku dan ternyata itu mas Erik yang datang menemui ku.


Mas Erik mengetuk pintu kamarku..


Tok..tok..tok..


Aku segera membukakan pintu kamar yang kupikir adalah pelayan hotel tadi.


krekkkkk..


Tita


"Ya sebentar ucapku.."


Saat ku buka pintu kamar hotel ku, dihadapan ku berdiri seorang suami yang sudah mulai ku cintai dan yang kemarin sudah menorehkan luka dihati ku.


Erik :


"sayang.. gimana kabar kamu?"


sambil memeluk tubuhku dengan erat, aku tahu dan merasakan pelukan itu sungguh sangat merindukan ku, tapi aku sangat ingin marah pada nya.


Tita :


"lepaskan aku mas.."


Erik :


"sayang tolong dengarkan aku, aku sangat rindu sama kamu?"


"tolong ijin kan aku masuk, aku akan jelaskan semuanya sama kamu.."


Tita :


"tidak ada yang perlu dijelaskan lagi mas.."


"semua sudah jelas.."


"lebih baik mas Erik pulang saja, aku sedang tidak ingin bicara mas.."


Erik :


"tolong ijin kan aku masuk sayang sebentar saja?"


Aku tidak tega melihat nya seperti itu, bucin banget ya mas Erik. aku pun akhir nya mengijinkan nya untuk masuk dan mempersilahkan nya untuk duduk..


Tita :


"ya sudah masuk lah, silahkan duduk mas.."


Erik :


"terimakasih sayang.."


mas Erik langsung meminta maaf pada ku..


"sayang, aku tahu enggak semudah itu kamu maafin aku, tapi jika kesempatan itu ada aku akan menebus semua kesalahan ku seberat apapun itu asalkan kamu maafin aku sayang?"


Tita :


"sudah mas, aku tidak mau membahas itu saat ini"

__ADS_1


Erik :


"istriku.. sayang apa tidak bisa kita bicarakan ini dengan tenang?


"kamu tidak memberiku waktu untuk menjelaskan semua nya sama kamu?"


Tita :


"berat rasa nya ingin mengatakan iya dari permintaan kamu mas"


"terlalu sakit buat aku mas.."


"jujur aku masih sayang sama kamu dan rasa itu baru saja tumbuh dalam hatiku"


"tapi dengan mudah kamu juga yang membuat nya terluka"


"rasa sakit itu semakin kuat aku rasakan saat aku ingat semua kejadian kemarin mas.."


Erik :


"tolong maafkan aku sayang?"


"aku tahu, aku memang salah kamu boleh hukum aku dengan apapun itu, kamu boleh pukul aku..


dengan menarik tangan ku dan kemudian mas Erik memukul kan nya ke pipi nya sendiri.


"aku pantas menerima semua nya, tolong maafkan aku sayang?"


sambil berjongkok mas Erik dihadapan ku, ku lihat mas Erik meneteskan air mata di pipi nya.


"maafkan kesalahan ku yang mungkin memang tidak bisa untuk dimaafkan lagi.."


Tita :


"berdiri lah mas.."


"tidak usah seperti itu.."


"aku merasa tidak nyaman"


Aku menarik tangan ku dari genggaman mas Erik


Kemudian aku membalik kan tubuh ku saat mas Erik melepaskan tangan ku, dan Mas Erik kemudian berdiri lalu memeluk tubuh ku dari belakang.


Tita :


"lepaskan aku mas.."


Aku meronta saat mas Erik berusaha ingin memeluk ku, tetap aku kalah tangan nya yang kekar sangat kuat memeluk tubuhku aku tak bisa melepaskan nya.


"sudah bukan waktunya seperti ini..?"


dibalik senyum ku, mas Erik pun merasakan bahagia karena dapat merasakan kembali memeluk tubuh ku, ya tubuh istri nya yang sudah sangat dia rindukan.


Erik :


"biarkan aku memeluk mu sebentar saja.."


Tita :


"lepaskan aku mas, aku sangat kecewa dengan mu.."


Erik :


"aku mohon maafkan aku sayang?"


Dengan menetesnya air mata mas Erik yang membasahi pipiku aku sungguh tak tega melihat nya, lalu aku mengusap air mata itu yang jatuh ke pipi ku juga pipi nya mas Erik.


Mas Erik sungguh menangis apakah dia benar benar tulus meminta maaf dan tidak akan mengulangi nya lagi?


Aku sungguh takut akan kembali terluka olehnya.


"sungguh tak ada niat aku untuk melukai hati mu"


"ini bukan kemauan ku, tapi aku dijebak oleh Sarah.."


"jadi aku mohon maafkan aku.."


"aku janji tidak akan mengulangi lagi, tidak akan mudah dengan bujuk rayu nya Sarah lagi sayang.."


Tita :


"janji yang dulu kamu ucapkan pun sudah hilang entah kemana mas, kamu sendiri yang merusak janji kamu.."


"mengapa luka yang kamu berikan padaku saat aku mulai mencintai kamu mas.."


"kamu kasih aku harapan dan kamu sendiri yang menyakiti aku mas.."


Erik :


"aku tahu aku salah sayang, tapi murni ini bukan kemauan ku, dan aku tidak tahu tidak sadar melakukan itu dengan nya?


Tita :


"iya aku tahu mas, ini memang jebakan yang sudah disiapkan Sarah untuk kita, tapi saat kamu diatas tubuh itu, kamu masih menikmati nya mas, seolah itu bukan mas Erik suami ku.."

__ADS_1


"ini menyakitkan untuk ku mas, tapi setidak nya aku baik baik saja, aku sudah terbiasa dengan rasa sakit ini.."


"enggak ada yang bisa aku lakukin selain berusaha ikhlas dengan semua ini.."


"saat ini aku hanya butuh waktu untuk memulihkan luka dihati ku mas.."


"aku harap kamu mengerti?"


Erik :


"sayang tolong lah jangan begini pada ku"


"aku tidak sanggup jauh dari mu walau hanya sebentar saja.."


"aku sudah berjanji akan membahagiakan mu.."


"memang saat ini aku telah menyakitimu tapi itu bukan aku yang lakuin,tapi itu Sarah sayang"


"ayolah kita pulang kerumah ya?"


"aku sungguh kangen kamu sayang, apa kamu tidak kangen dengan ku juga sayang?"


Tita :


"mas seharusnya dari dulu aku menyadari saat awal pernikahan kita bahwa aku bukan lah yang terbaik untuk mu, Sarah lah yang terbaik untuk mu mas.."


"tidak seharusnya aku jatuh cinta pada mu"


"sakit sungguh sakit hatiku mas melihat mu melakukan itu dengan nya"


"rasa kecewa dihati ku mungkin tidak akan pernah ada jika kamu tidak menyakiti hatiku"


"kamu bohongi aku mas.."


"perasaan mu masih utuh untuk Sarah bukan untuk ku?"


"apakah kamu tidak menyadari cinta ku ini mas?"


"apa kamu tahu bahwa aku mulai mencintai mu"


"apakah kamu tahu jika kamu sudah mengkhianati aku mas..?"


"jadi aku mohon mas, jangan ganggu aku biarkan aku sendiri aku butuh waktu untuk bisa menerima ini"


Lagi lagi mas Erik memohon agar aku mau memaafkan nya dan mengajak ku untuk pulang kerumah dengan nya.


Erik :


"sayang aku mohon pulang lah bersama ku?"


"atau biarkan aku tetep disini bersama mu?"


Tita :


"mas tolong dengar kan aku kali ini saja"


"aku mohon jangan ganggu aku atau aku akan pastikan meninggalkan mu selamanya mas?"


Erik :


"jangan tinggalkan aku, aku mohon?"


"tetep lah disamping ku dan menjadi istriku sayang?"


"aku mohon maafkan aku, aku akan pertahan kan kamu dan pernikahan kita sayang?"


"aku sungguh tidak ingin kehilangan wanita dan istri sebaik dirimu"


Tita :


"seharusnya kamu tahu mas berapa besar rasa kecewa dihati ku?"


"aku sungguh tertipu oleh kebaikan dan ketampanan mu, aku anggap semua baik baik saja, tapi tidak ku sangka kamu tega melakukan itu dibelakang ku, tidak pergi sendiri kesana, seharusnya kamu pergi bersama ku kerumah Sarah saat dia menghubungi mu meminta mu untuk datang?


"bahkan kamu tidak memberitahukan ku sedikit pun isi percakapan mu dengan nya?"


Erik :


"maafkan aku sayang, aku mohon jangan tinggalkan aku?"


"aku sungguh bersalah padamu.."


Tita :


"aku masih disini mas, masih dengan mu kamu tenang saja, aku hanya butuh waktu untuk memulihkan luka dihatiku untuk bisa memaafkan mu.."


Mas Erik terus mengatakan agar aku tidak meninggalkan nya dan mau memaafkan nya hatiku mungkin bisa untuk memaafkan nya tapi hatiku belum siap untuk hidup bersama dengan nya lagi, setelah apa yang sudah dia perbuat dibelakang ku kemarin.


**Bersambung...


****


hallo readers semua jangan lupa tekan tombol 👍 like nya ya, jangan lupa komen, ⭐5 , vote ,dan favorit kan juga ya..


terimakasih yang sudah mau mampir untuk baca karya receh saya ini dan mau berbagi like.

__ADS_1


Terimakasih salam hangat author 🙏😍


jangan pelit pelit Like dan vote nya ya 🤭**


__ADS_2