PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Jalan jalan ke pasar..


__ADS_3

Buat reader setia ku semua Mengingat kan kembali jangan lupa tekan tanda 👍 diakhir bab sampai berwarna merah like, komen, rate 5 favorit kan dan vote ya.


Terimakasih 🙏😍


Happy reading..


Ketika itu senja mulai terlihat dari upuk barat menandakan bahwa hari akan berganti. begitu pun dengan kehidupan yang silih berganti peran. dan siap menata hati kembali setiap waktu nya.


Terdengar suara klakson mobil yang tak lain adalah milik suami ku mas Erik, dari dalam kamar ku, mang Dadan dan Joko membuka kan pintu gerbang dan mobil segera memasuki halaman rumah, Sofi turun lebih dulu, sedang kan mas Erik begitu turun tidak langsung masuk melainkan berbincang sebentar dengan Joko mengenai keamanan dirumahnya apakah terjadi sesuatu atau masih normal saja.


Erik :


"Gimana keadaan dirumah?"


Joko :


"Sejauh ini masih aman aman saja bos"


Erik :


"Ok"


"Tetap waspada ya"


Joko :


"Siap bos"


Lalu mas Erik berjalan kembali mendekati mobil dan mengambil tas laptop juga ponsel nya yang masih tertinggal didalam mobil. kemudian melanjutkan untuk berjalan terus memasuki rumah dan menuju kamar ku.


Aku yang sedang tiduran di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel ku, terbangun ketika mendengar klakson mobil tadi, dan segera ingin turun untuk menyambut suami ku pulang, namun terlambat karena mas Erik sudah tiba lebih dulu di kamar ku.


Erik :


"Kamu tidur ya?"


Tita :


"Iya mas maafkan aku tidak turun menyambut mu"


Erik :


"Tidak apa apa"


"Ya sudah lanjut kan lagi tidur mu"


Tita :


"Tidak mas, sudah sore sebentar lagi kan malam"


"Aku belum mandi"


Mas Erik lagi lagi seperti biasa mendekati ku dan kembali memeluk ku dengan seribu kecupan manis di bibir ku. dan aku tidak bisa menolak nya hanya saja mas Erik masih belum berani menyentuh ku karena masih satu hari luka di perut ku sembuh.


Kedua tangan nya menarik erat pinggang ku dan bibir nya menyentuh lembut bibir ku. aku pun memeluk nya dengan erat dengan kedua tangan ku, kini berganti posisi mas Erik melepaskan pelukan nya namun berpindah memeluk leher ku dan menarik nya agar bibir kami saling menyentuh.


Aku membiarkan nya melakukan semua itu sebagai pengobat rindu nya terhadap ku begitu pun sebaliknya..


Sementara Sofi didalam kamar nya, sudah selesai mandi dan sedang rebahan di atas kasur nya, masih penasaran dengan sosok Reza. bi Inah memanggil kami semua untuk makan malam. karena bi Inah sudah menyiapkan semua nya diatas meja makan khawatir semua makanan jadi dingin.


Kaget aku dibuat nya dan langsung menjawab..


Bi Inah :


"Non tuan makan malam sudah siap"


Tita :


"Iya bi terimakasih, sebentar lagi turun Bi"


Bi Inah :


"Baik non"


Lalu Bi Inah pun memanggil Sofi untuk makan malam.


Bi Inah :


"Non Sofi makan malam sudah siap"


Sofi :

__ADS_1


"Iya bi saya segera turun"


Sofi yang juga tengah penasaran oleh sosok Reza tiba tiba merasa kaget juga karena suara bi Inah.


Aku, mas Erik dan Sofi turun untuk makan malam. semua duduk di kursi dengan makanan masing masing di atas meja makan dan semua makan dengan suasana diam tanpa ada yang mengeluarkan suara.


entah kenapa kami semua diam makan malam kali ini biasa nya terdengar celotehan Sofi yang nyeleneh.


Setelah makan malam selesai Sofi pamit untuk kembali ke kamar nya, karena merasa masih kesal dengan mas Erik. mengenai Sofi yang menanyakan sosok Reza tadi sore.


Bi Inah mulai membereskan piring kotor dan sisa sisa makanan juga mengelap meja nya.


Tiba tiba bi Inah bicara pada mas Erik dan meminta uang bulanan karena stok bahan makanan sudah habis di dapur.


Bi Inah :


"Maaf tuan, bibi besok pagi mau belanja bulanan ke pasar"


"Karena stok di dapur sudah habis"


Erik :


"Ok bi nanti besok pagi pagi sebelum saya ke kantor uang nya saya kasih ke bibi"


Bi Inah :


"Iya tuan"


Lalu Bi Inah melanjutkan lagi beres beres nya di dapur.


Seperti nya aku tertarik dan ingin ikut dengan Bi Inah ke pasar besok pagi.


Aku mencoba meminta ijin pada mas Erik untuk diperbolehkan ikut ke pasar besok pagi.


Tita :


"Mas"


Mas Erik yang masih memakan buah jeruk sebagai pencuci mulut nya.


Erik :


"Kenapa?"


Tita :


Erik :


"Untuk apa kamu ikut?"


Tita :


"Aku bosan dirumah mas"


"Aku ingin jalan jalan"


"Lagi pula aku belum pernah ke pasar tradisional mas"


"Dan aku ingin tahu apa saja yang mau bi Inah beli untuk stok dirumah ini?"


Erik :


"Nanti saja kalau aku libur aku ajak kamu ke pasar"


Tita :


"Tidak mau"


"Aku mau nya besok sama Bi Inah"


"Boleh ya mas?"


Erik :


"Ya sudah tapi ingat harus hati hati ya"


"Mungkin saja diluar sana bahaya sedang mengancam mu"


"Aku takut Sarah akan menemukan mu di pasar nanti"


Tita :

__ADS_1


"Iya mas aku pasti hati hati"


Dalam pikiran nya mas Erik meskipun mengijinkan aku untuk pergi ke pasar dengan Bi Inah tapi diam diam mas Erik akan menyuruh Joko dan beberapa anak buah nya untuk mengikuti ku dari kejauhan yang terpenting agar aku tidak merasa di ikuti atau diawasi.


setelah mas Erik selesai kami pun segera masuk ke kamar, Bi Inah masih sibuk membereskan dapur dan ditemani mang Dadan karena malam ini jatah libur nya mang Dadan. dan sudah digantikan dengan Joko dan anak buah nya.


Seperti biasa aku dan mas Erik tidur dan tak lupa menyelimuti tubuh kami, agar tidak kedinginan karena AC.


Hingga pagi menjelang, menandakan hari telah berganti, seperti biasa kicauan burung dan Kokok ayam masih setia dan selalu mengiringi semangat pagi bagi semua orang.


Aku bangun lebih awal dari biasa nya meninggalkan mas Erik yang masih tertidur aku bergegas untuk mandi dan segera turun ke bawah membantu Bi Inah menyiapkan sarapan untuk semua orang dirumah ini termasuk para bodyguard.


Bi Inah masak banyak sekali dengan beberapa menu andalan nya. ada garang asem, ada gulai ikan, ada sayur gudeg juga tempe tahu, tumis buncis, dan ayam suwir. bi Inah setiap hari bangun jam 3 subuh untuk menyiapkan sarapan sebanyak itu. hanya terkadang di bantu oleh mang dadan. meskipun usia nya sudah terbilang tua kepala empat tapi semangat dan kerja nya masih cukup baik.


Aku membantu menyiapkan semua nya menata di meja makan dan sebagian menata di meja makan belakang untuk para bodyguard.


Saat semua siap aku naik ke atas kamar ku untuk membangun kan mas Erik, saat itu aku masuk dan melihat mas Erik yang sudah rapih dengan kemeja putih, dasi abu abu jas dan celana yang berwarna senada abu abu.


Terlihat tampan dan mempesona. aku semakin takut kehilangan dirinya.


Tita :


"Mas kamu udah bangun?"


Erik :


"Sudah sayang"


Tita :


"Mas ayo kita sarapan"


Erik :


"Iya sebentar ya"


Akhir nya kami turun ke bawah dengan kebiasaan nya mas Erik yang selalu menggenggam erat tangan ku saat menuruni tangga.


Tiba di meja makan, mas Erik langsung memberikan sejumlah uang dalam amplop coklat kepada ku, agar aku bisa mulai mengatur keuangan dan pengeluaran dapur setiap bulan nya. semenjak saat itu aku diberikan kepercayaan oleh suami ku mas Erik. aku bayang kan uang itu sangat banyak sekali.


Selesai sarapan mas Erik pamit ke kantor Sofi tidak ikut kali ini dia memilih didalam kamar saja untuk beristirahat.


Aku mengikuti bi Inah ke pasar dan setiap yang hendak di beli bi Inah, Bi Inah meminta kepada ku.


Aku berjalan sambil memegang tangan Bi Inah, tak lupa mang Dadan juga ikut serta ke pasar untuk membawakan barang belanjaan nanti.


Tidak tahu jika mas Erik mengutus anak buah nya untuk menjaga dan mengawasi ku di pasar.


Di kantor mas Erik menelpon Joko..


Erik :


"Joko kamu dan bawa beberapa anak buah luh"


Joko :


"iya bos"


Erik :


"Ikuti istri gua sama pembantu gua lagi ke pasar"


"Gua khawatir"


Joko :


"Ok bos siap segera merapat sekarang menuju pasar bos"


Erik :


"Ok, tapi kerja dengan rapih ya jangan sampai Istri gua tahu, pasti kan jarak kalian tidak tercium oleh istri gua"


Joko :


"Siap bos"


Joko dan Erik saling menutup telpon nya


Bersambung...


Jangan lupa baca, like, komen, rate 5, favorit kan juga vote yang banyak ya..

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2