
Happy reading..
Siang itu setelah aku menerima telpon dari mas Erik, dan Bi Inah memasak untuk makan siang. dengan segera aku menuruni tangga dan menuju meja makan, perut ku yang sudah keroncongan dan cacing cacing diperut ku sudah tidak bisa berkompromi lagi meminta jatah makan. begitu sampai di meja makan aku melihat Bi Inah sudah menyiapkan semua hidangan nya diatas meja makan ada gurame asam pedas, iga lada hitam, sayur asem, sambal terasi dan juga buah buahan sebagai pencuci mulut. ku lihat Sofi sudah berada di meja makan dan sedang menunggu ku. Sofi juga merasakan hal yang sama dengan ku, cacing diperut nya sudah tidak bisa berkompromi lagi, sehingga Sofi menyapa ku dan mengajak ku untuk segera menyantap hidangan itu.
Sofi :
"Hai kak Tita"
Tita :
"Hai Sof"
Sofi :
"Ayo kak kita makan"
"Perut ku sudah laper nih"
Tita :
"Ayo"
"Oh iya Sof, kamu udah lama menunggu ku?"
Sofi :
"Enggak sih mbak, aku juga baru saja duduk"
"Kebetulan aku baru duduk mbak Tita langsung Dateng"
"Yuk makan mbak"
"Perut ku udah laper banget nih"
Sambil memegangi perut nya dan menunjukan nya ke arah ku.
Akhir nya aku dan Sofi mengambil lauk dan nasi ke piring kami masing masing, kemudian menyantap nya dengan diam tanpa bersuara sedikit pun, Sofi yang biasa nya ceria dan selalu rame, kali ini dia memilih diam entah karena merasa canggung hanya berdua dengan ku atau ada alasan lain, aku tidak mengetahui nya.
Setelah selesai makan, aku berniat membereskan meja makan dan mengelap bagian yang kotor, tapi bi Inah terlalu cepat datang, dengan sigap dia menghalangi ku agar aku tidak melakukan nya.
Aku hanya duduk memperhatikan nya sambil mengupas jeruk di tangan ku. kemudian ku lihat Sofi juga asik dengan laptop dihadapan nya dan sambil mengunyah apel dipegang nya.
Tiba tiba Sofi bertanya pada ku mengenai seseorang yang tidak asing bagi ku. yaitu Reza. aku hanya menjawab nya dengan pasrah.
Sofi :
"Kak Tita aku boleh tanya sesuatu gak?"
Tita :
"Mau tanya apa Sof?"
Sofi :
"Tapi kak Tita jangan marah ya?"
Tita :
"Iya, lagi pula untuk apa aku marah"
"Aku belum tahu apa yang mau kamu tanyakan"
Sofi dikenal anak yang cukup baik, cantik, ceria, juga bisa mencairkan suasana. tapi di memiliki keinginan tahuan yang besar akan sesuatu hal.
Tita :
"Mau tanya apa Sof?"
Sofi :
"Kak Tita boleh tidak cerita kan tentang kenapa kak Tita bisa menikah dengan mas Erik dan memutus kan Reza?"
Aku terkejut bukan main ketika mendengar Sofi menanyakan hal itu pada ku. itu seperti luka lama kembali tersayat. ya meskipun pada akhir nya aku jatuh cinta pada mas Erik dan kami saling jatuh cinta. tetap saja jika mengingat masa lalu begitu perih ku rasakan.
Dengan berat hati mau tidak mau akhir nya aku menceritakan nya pada Sofi. agar rasa penasaran nya berhenti dan tidak mengganggu ku terus dengan pertanyaan pertanyaan tentang Reza. aku tidak ingin mas Erik salah paham.
Tita :
__ADS_1
"Dari mana kamu tahu tentang Reza?"
Sofi :
"Kemarin saat di kantor sekertaris nya mas Erik baru datang dari Balikpapan dan seperti sedang jatuh cinta sama sosok Reza kak"
"Karena yang aku lihat mas Erik dan mas Andre juga mendukung nya"
Tita :
"Syukur deh kalau Reza bisa membuka hati nya untuk orang lain"
"Karena aku merasa sangat bersalah sudah meninggalkan nya pada saat itu"
"Aku menerima lamaran dari mas Erik menikah dengan nya karena paksaan ayah dan ibu tiri ku saat itu"
"Sempat menolak nya dan merasa ini adalah sebuah kesalahan bagiku"
"Tapi aku mencoba menerima dan menjalan kan nya dengan ikhlas akhir nya tuhan berbaik hati pada ku dan menunjukan rasa cinta yang besar dari seorang pria yang menjadi suami ku, ya mas Erik"
Sofi :
"Apa kak Tita masih menyukai nya?"
Tita :
"Tidak, aku sudah menemukan cinta sejati ku ya mas Erik kakak kamu, lebih tepat nya"
"Kamu tidak usah khawatir aku tidak akan pernah kembali pada Reza, aku sudah menentukan pilihan hidup ku bersama mas Erik suami ku"
Sofi :
"Iya kak"
"Aku senang kak Tita bersungguh sungguh menerima mas Erik"
Tita :
"Bagi ku pernikahan bukan hal yang main main"
"Tapi hal yang benar benar harus di jaga"
"Semua demi pernikahan kami, aku ingin menikah sekali seumur hidup ku"
Sofi :
"Kak Tita hebat bisa setegar itu dan sesabar itu menghadapai semua nya"
"Lalu Reza itu seperti apa mbak?"
Tita :
"Reza pria baik, sudah pasti bisa bertanggung jawab, dia sederhana dan apa ada nya"
"Sangat pendiam"
"Tapi penyayang sekali"
Sofi :
"Aku jadi penasaran kak sama sosok Reza ini"
"Sampai sampai mbak Sandra saja jatuh cinta sebegitu besar nya sama sosok Reza itu"
Tita :
"Apa kamu tidak takut mas mu akan marah nanti?"
"Dia sangat sensitif sekali jika mendengar nama Reza"
Sofi :
"Tenang saja kak Tita"
"Tidak usah pikirkan mas Erik"
"Toh aku kan hanya ingin tahu bukan ingin mengejar nya kak"
__ADS_1
Tita :
"Hmm, semoga saja ya Sof"
"Sebaik nya kamu pikir kan baik baik segala sesuatu nya, aku tidak ingin mas Erik tahu dan semakin marah"
Sofi :
"Ok kak siap, aku pasti berhati hati"
"Makasih ya kak informasi nya"
"Aku ke kamar dulu"
Tita :
"Sama sama"
Sofi meninggalkan ku di meja makan sendiri dan berlalu menuju kamar nya. entah apa yang sedang di pikirkan nya saat itu.
Aku tetap berdiam diri di meja makan menyandara kan punggung ku sandaran kursi. dengan buah jeruk yang masih ku genggam ditangan dan belum sempat ku makan.
Aku masih memikirkan mengapa Sofi sampai sedetail itu menanyakan tentang Reza, seolah itu membuka kenangan sekaligus luka lama dihati ku.
Bi Inah yang datang untuk melanjut kan mengelap meja makan, memecahkan lamunan ku, dan kembali tersadar.
Bi Inah :
"Non, non Tita"
"Non teh melamun ya?"
Tita :
"Oh iya bi, maaf saya hanya kepikiran sesuatu saja Bi"
Bi Inah :
"Non teh sedang mikirin apa?"
Tita :
"Ya sesuatu bi"
"Bibi tidak akan mengerti"
Bi Inah Tidak ingin memaksa ku menceritakan apa yang sedang ku pikir kan dan memilih melanjutkan pekerjaan nya.
Bi Inah :
"Ya sudah bibi teh lanjutin lagi ya beres beres nya"
Tita :
"Iya bi silahkan"
"Kalau begitu saya ke kamar dulu ya bi"
Aku pamit pada Bi Inah untuk ke kamar.
Bi Inah :
"Iya non silahkan"
Aku berjalan menyusuri tangga sedang kan Bi Inah sibuk membereskan meja makan dan Sofi mungkin sibuk memikirkan tentang Reza.
Sementara mas Erik dikantor masih mengamati perubahan Sandra yang semakin hari tampak berbeda dari biasa nya. mungkin karena hati nya sedang berbunga bunga karena jatuh cinta kepada Reza.
Kerap kali Sandra berbalas chat dengan Reza sekedar saling mengingat kan sudah makan siang atau belum, bahkan sering kali Sandra yang menghubungi Reza lebih dulu.
Karena Reza tipe pria yang pendiam jadi Sandra lebih agresif.
Sandra tidak menyangka bahwa Reza akan secepat itu kembali ke Jakarta, apakah proyek hotel di Balikpapan nya sudah selesai kah atau Reza memang ada keperluan lain di Jakarta? saat jatah libur nya Reza memanfaat kan nya untuk berkunjung kerumah orang tua nya sekaligus berkunjung ke kantor untuk menemui Sandra.
Senang bukan main Sandra mendapati kehadiran Reza dihadapan nya. kemunculan Reza yang tiba tiba bagi Sandra, dan juga mas Erik. mungkin bagi mas Erik sangat tidak diharapkan, sedang kan bagi Sandra kehadiran nya sangat dinantikan. karena Sandra berniat untuk mengungkap nya isi hati nya lebih dulu pada Reza, dengan begitu Sandra berharap kepastian dari Reza.
Bersambung...
__ADS_1
Hai hai jangan lupa di baca ya, di like, di komen, di rate 5, di favorit kan, dan di vote yang banyak ya. Terimakasih 🙏😍
Jangan lupa ya..