PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Masih bulan madu..


__ADS_3

Happy reading...


Duduk berdua dengan orang yang kita cintai adalah salah satu hal terindah dalam hidup ku. dimana saat itu aku memiliki seseorang yang akan selalu ada disamping ku setiap saat, menemani hari hari ku hingga menua bersama, dengan secercah kebahagiaan yang kuharap kan dan tanpa ada nya kerikil kerikil tajam yang mengusik hidup ku.


Memandang lekat keindahan kota Paris dengan sejuta keindahan nya, duduk bersama menikmati pagi yang dingin berbalut salju, tertawa bersama membayang kan saat kami punya anak nanti akan seperti apa kehidupan kami. genggaman tangan nya yang begitu erat begitu hangat ku rasakan menyatu dalam hangat nya cinta kami. saat aku masih duduk bersandar pada bahu suami ku dengan kopi cup yang masih ku genggam, ada seorang wanita tua yang menjual bermacam bunga yang cantik dan indah, penjual bunga itu melewati kami, dan seketika mas Erik membeli beberapa kuntum bunga mawar merah untuk ku. sambil melempar kan senyuman kearah ku si penjual bunga itu memberikan beberapa kuntum bunga ke tangan mas Erik.


Mas Erik meraih nya dan mengucap kan terimakasih lalu penjual bunga pergi meninggal kan kami berdua. saat itu mas Erik memberikan bunga mawar itu untuk ku dengan mencium kening ku dan memeluk erat tubuh ku saat aku masih duduk bersandar pada bahu nya mas Erik mengucapakan dia mencintai ku.


Erik :


"Bunga mawar ini untuk mu"


"Semoga kamu bahagia menikah dengan ku"


"Aku mencintai mu"


Tita :


"Terimakasih mas"


"Aku juga mencintai mu"


Balas ku pada mas Erik..


Setelah menikmati pagi itu dengan melihat ribuan merpati merpati. dan mas Erik memberikan beberapa kuntum bunga mawar dengan mengucapkan bahwa dia mencintai ku. lalu aku dan suami ku mas Erik memutuskan untuk berjalan jalan menuju taman berikut nya yang disana terdapat menara yang indah dan menjulang tinggi yang menjadi icon kota Paris menara Eiffel dimana jutaan orang berbondong bondong datang untuk berlibur dan mengabadi kan nya dengan bersuwa foto di menara itu.


Aku juga ingin menikmati momen yang sama dengan orang lain, mengabadikan nya lewat foto dengan orang yang kita cintai suami tercintaku mas Erik. saat tiba di depan menara sudah begitu banyak orang yang sedang bersuwa foto, aku salah satu nya yang mengikuti trend itu, aku mengajak mas Erik untuk berfoto tepat di bawah kaki menara Eiffel.


Tita :


"Ayo mas kita juga foto disini ya"


Erik :


"Ok"


Lalu saat itu mas Erik meminta salah seorang pengunjung disana untuk mengambil kan foto kami, mas Erik memeluk ku erat dengan bibir nya yang merah dia mencium bibir ku, dan sedikit mengangkat tubuh mungil ku yang tidak bisa menyamai tinggi tubuh nya mas Erik.


Erik :


"Tubuh mu sangat mungil, teras pegal leher ku ketika mencium mu"


Tita :


"Memang tubuh ku kecil mas"


"Kalau mas Erik tidak mau ya sudah"


Erik :


"Aku tetap mau, sudah jangan ngambek nanti cantik mu pudar"


Akhir nya foto pun sudah selesai dan hasil nya langsung ku upload ke media sosial ku agar teman dan saudara ku bisa melihat kebahagian ku setelah menikah.


Aku duduk dihamparan luas nya taman di bawah kaki menara, duduk dalam pelukan mas Erik. masih dengan memandangi keindahan kota Paris. mas Erik kembali mencium ku dengan bibir nya yang merah dan aroma nafas nya yang wangi entah mas Erik sudah meminum atau memakan apa sehingga nafas nya wangi seperti sudah menelan sebotol parfum saja. sangat berbeda dengan kebanyakan orang, tidak lain nafas ku sendiri tidak seharum itu.

__ADS_1


Aku tetap menikmati nya dan tanpa rasa malu didepan banyak pengunjung lain nya.


Tita :


"Mas, kamu tidak malu mencium ku didepan banyak orang seperti ini?"


Erik :


"Tidak kenapa harus malu?"


"Aku mencium istri ku sendiri lagi pula tidak sampai melakukan hal gila disini kan"


Tita :


"Iya juga"


Erik :


"Kamu malu kalau aku mencium mu?"


"Ya sudah akan ku berikan pada orang lain saja ciuman ku ini"


"Sudah pasti akan banyak wanita yang mengantri ciuman dari ku"


Dengan berpura pura melepaskan bibir nya dari bibir ku, padahal dalam hati nya masih ingin merasakan nya.


Udah kayak di sinetron aja ya.. 🤭🙏


Tita :


"Aku tidak malu mas"


Erik :


"Ya sudah berikan bibir mu, aku ingin mencium nya lagi"


Tita :


"Barusan sudah mas, nanti saja ya saat kita dihotel"


Erik :


"Kamu yang sudah janji pada ku dan tidak boleh kamu ingkari"


"Kalau sampai kamu ingkari, akan ku tinggal kan pulang ke Indonesia"


Tita :


"Iya mas aku janji"


"Tapi jangan tinggalin aku ya"


"Takut nanti aku cari yang lain disini, aku kanb cantik" 🤭🙏


Canda ku saat membalas mas Erik. yang sedari tadi dia meledek ku terus menerus.

__ADS_1


Erik :


"Kamu ya, sudah berani melawan ku dan meledek ku"


"Baiklah akan ku balas"


Mas Erik membalas ku dengan cara menggelitik tubuh ku dengan kedua tangan nya. aku pun merasa sangat geli. dan kami tertawa lepas bersama.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh tiga puluh siang itu, itu arti nya sudah empat jam lebih kami berjalan jalan diluar bersama dari pagi sampai siang dan saat nya untuk kembali ke hotel untuk makan siang mengisi perut kami, lalu mengistirahat kan sejenak tubuh kami.


Tapi tidak dengan mas Erik, setelah kami mandi dan makan siang bersama dia selalu ingat dengan yang aku janji kan pada nya tadi pagi saat di menara.


Erik :


"Sayang, jangan tidur dulu, kamu sudah janji pada ku"


Dengan menggerakan kedua bola mata nya dan memanyunkan bibir nya kedepan seraya seperti ingin mencium. aku sangat paham sekali kode dari nya itu. sudah pasti minta yang itu. tapi aku tetap berpura pura tidak paham.


Tita :


"Kamu kenapa mas?"


Erik :


"Sudah lah tidak usah pura pura lagi"


"Aku tahu kamu pasti mau mengingkari janji mu kan?"


Tita :


"Janji yang mana mas?"


Erik :


"Janji mu tadi saat di menara"


Tita :


"Coba tolong ingat kan aku, aku sudah lupa mas!"


Sedikit ada rasa kesal terlihat di wajah nya. tapi masih tidak mau menyerah mas Erik berusaha mengingat kan ku.


Erik :


"Saat aku mencium mu kamu berjanji akan memberikan ganti nya setelah kita kembali ke hotel"


Akhir nya aku mengakui saja, kasihan terus di permainkan.


Tita :


"Iya aku ingat"


Sambil tersenyum meledek nya. mas Erik mendekati ku, saat itu kami masih berdiri lalu mencium ku kembali dengan bibir merah nya seperti tidak ada rasa bosan atau merasa puas nya mas Erik kepada ku. bisa apa aku saat dia sudah memaksa ku. aku hanya bisa memberikan nya yang dia inginkan.


Bersambung...

__ADS_1


Hai hai readers semua jangan lupa tetap dukung karya receh ku ya.. jangan lupa di baca, di like, di komen, di rate 5, di favorit kan dan di vote yang banyak ya..


Terimakasih 🙏😍


__ADS_2