PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
kedatangan ayah dan ibu tiri ku


__ADS_3

Hai readers semua yuk mampir lagi jangan pelit pelit ya buat kasih like nya, tekan tombol 👍 like nya, komentar dan saran nya juga..


Terimakasih 🙏 selamat membaca..


*********


Setelah sarapan, aku bersama mas Erik duduk duduk santai sambil menonton tv.


saat itu jam sudah menunjukan pukul 9:30


tak sabar aku ingin bertemu dengan ayah ku rasa rindu kepada ayah ku bisa terobati hari ini.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka..


rupa nya mang dadan yang masuk dan langsung memberitahu kan kepada mas Erik bahwa diluar ada tamu yang mencari..


lalu mas Erik menyuruh mang dadan untuk memberitahu kan agar tamu nya masuk dan menunggu diruang tamu.


Mang Dadan :


"Permisi tuan.."


Erik :


"Iya mang ada apa..?"


Mang Dadan :


"Begini tuan, maaf diluar ada tamu yang mencari tuan dan si non.."


Erik :


"Baik lah suruh mereka masuk tunggu diruang tamu ya mang.."


Mang Dadan :


"Euhh.. baik tuan.."


"Kalau gitu saya teh permisi dulu tuan.."


Erik :


"Hmmm.. silahkan mang.."


Lalu mang Dadan pun kembali kedepan dan menyuruh tamu itu untuk masuk dan duduk diruang tamu..


Mas Erik memanggil Bi inah untuk menyiapkan kan beberapa minuman dan cemilan untuk tamu..


Erik :


"Biiii.... bi Inahhh.."


Bi Inah :


"Eu.. iya tuan.."


"Ada apa tuan, panggil bibi.."


Erik :


"Tolong buat kan beberapa minuman dan cemilan lalu bawa keruang tamu ya bi.."


"Setelah itu bibi lanjutkan masak untuk makan siang, saya akan jamu tamu saya bi.."


Bi Inah :


"Oh.. iya tuan baik.."


"Nanti bibi bawakan minuman dan cemilan nya.."


"Kalau begitu bibi permisi kebelakang dulu tuan non, untuk menyiapkan hidangan nya juga menyiapkan makan siang.."


Erik :


"Iya Bi.. terimakasih.."


Bi Inah kembali ke dapur untuk menyiapkan hidangan untuk tamu, mas Erik mengajak aku keruang tamu untuk menemui tamu itu..


dan tak lain tamu itu adalah ayah dan ibu tiri ku yang datang..


Erik :


"Ayo kita kedepan temui ayah mu.."


"Sudah siap kah..?"


Tita :

__ADS_1


"Iya mas.. aku sudah siap.."


Mas Erik menggenggam erat tangan ku, dan berjalan menuju ruang tamu dan diikuti juga oleh BI Inah yang sudah siap dengan hidangan nya..


Sampai lah aku diruang tamu, dimana aku bisa bertemu dengan ayah ku pertama kali setelah aku menikah, menjadi nyonya Erik..


Tita :


"Ayahhh.."


"Gimana kabar ayah..?"


"Ayah sehat kan..?"


Ayah Rudi :


"Tita sayang.."


"Kabar ayah baik, ayah sehat nak.."


Tita :


"Syukur lah kalau ayah baik baik saja.."


Mas Erik bersalaman dengan ayah dan ibu tiriku Bu Santi, dan mempersilahkan mereka untuk duduk dan mencicipi hidangan yang disiapkan Bi Inah tadi..


Aku ikut duduk disebelah mas Erik, enggan menatap ibu tiri ku, untuk apa sih dia ikut kesini? dia tidak aku harap kan, yang aku harap kan hanya ayah..!


Kenapa ayah selalu membawa ibu tiriku kemana pun pergi?


tanpa aku duga, ibu tiri ku bertanya kepada ku..


Ibu Santi :


"Bagaimana kehidupan mu disini..?"


"Seperti nya kamu bahagia..?"


Tita :


"Iya Bu aku bahagia disini.."


"Mas Erik sangat baik dan perhatian pada ku.."


"Disini tidak ada orang orang jahat yang ingin memisahkan aku dan ayah ku.."


ibu Santi :


"Mengapa kamu ketus seperti itu pada ibu..?"


"Ibu tulus dan rindu pada mu juga..!"


Tita :


"Aku biasa saja Bu.."


"Hanya ungkapan bahagia ku saja Bu.."


"Terimakasih ibu sudah peduli pada ku.."


Mendengar jawaban dari ku, tentu itu membuat ibu tiri ku Bu Santi terkejut dan terdiam seperti ingin menjawab tapi takut menjatuhkan harga diri nya dihadapan mas Erik sang menantu yang menurut nya "mas Erik adalah pilihan nya.."


Mas Erik meraih tangan ku dan menggenggam nya kuat kuat, sorot mata nya menatap kearah ku, seperti ingin mengingat kan ku, untuk menyudahi perang dingin ini, lebih baik gunakan waktu yang ada untuk melepas rindu pada ayah ku.


Aku pun mengerti isyarat dari mas Erik..


aku tidak ingin membuat mas Erik malu karena sikap ku.


Mas Erik kembali menawarkan hidangan kepada ayah dan ibu tiri ku..


Erik :


"Silah kan, pak..Bu dicicipi.."


Akhir nya ayah dan ibu tiri ku mencicipi hidangan yang disediakan Bi Inah tadi.


meskipun aku bisa melihat dari wajah dan sorot mata nya ibu tiri ku seperti ingin marah sekali pada ku, tapi terpaksa dia menahan nya itu membuat wajah nya menjadi merah..


Kami pun mengobrol bersama, aku mulai menghilangkan rasa kesal ku tadi terhadap ibu tiri ku.


Tak terasa waktu pun begitu cepat berlalu sampai lah di jam makan siang, Bi inah kembali menemui ku dan mas Erik. menyampaikan bahwa hidangan makan siang sudah siap..


Mas Erik mengajak ayah dan ibu tiri ku untuk makan siang bersama.. sebagai tuan rumah yang baik itu lah yang seharusnya dilakukan sang tuan rumah untuk menjamu tamu nya..


Tepat di meja makan, melihat begitu banyak hidangan yang di siap kan Bi Inah.. aku merasa terkejut mengapa Bi Inah masak banyak sekali? dan aku merasa tidak rela jika ibu tiri ku ikut menikmati nya.. seharusnya ini hanya untuk ku, mas Erik dan ayah ku saja..


Tapi lagi lagi aku tidak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


disini yang berkuasa adalah mas Erik.. dia yang berhak menentukan segala nya.. meskipun aku adalah istri nya.


namun aku belum mendapat ijin dari mas Erik sejauh ini untuk mengatur semua urusan dirumah ini..


*****


Selesai sudah makan siang bersama..


ayah dan ibu tiri ku pamit untuk pulang..


Aku dan mas Erik mengantar kan mereka ke depan hingga mobil mereka jalan dan tak terlihat lagi oleh mata ku..


Setelah itu aku kembali ke dapur untuk membantu Bi Inah membereskan sisa sisa makan siang.. kasihan terlalu berat hari ini pekerjaan Bi Inah..


Semetara mas Erik sibuk dengan ponselnya dan masih duduk dimeja makan.


entah mas Erik sedang menerima pesan atau panggilan masuk dari siapa.. seperti nya serius sekali, aku pikir itu dari kantor nya mungkin terjadi masalah dikantor nya..


Aku mencoba bertanya pada mas Erik..


Tita :


"Kenapa mas..?"


"Kok wajah mu pucat dan terlihat kesel seperti itu..?"


"Apa ada masalah di kantor mu..?"


Erik :


"Tidak apa apa sayang.."


"Hanya masalah pekerjaan saja.."


Mas Erik berbohong pada ku, padahal sebenar nya dia mendapat kan sebuah pesan ancaman dari Sarah, dan Sarah berkali kali mencoba menelpon mas Erik, tapi berkali kali juga mas Erik menolak nya tidak mau menjawab telpon dari Sarah..


Entah apa yang di ingin kan Sarah dari mas Erik? tapi ya sudah lah, aku tidak ingin ambil pusing tidak ingin membuat suasana hangat ini berubah menjadi dingin. mungkin nanti ketika sudah waktu nya mas Erik siap, pasti dia akan jujur pada ku..


aku memilih diam, dan melanjutkan tanya ku mengenai jawaban mas Erik yang berbohong soal pekerjaaan nya tadi.


Tita :


"Ya sudah mas... sebaik nya kamu ke kantor saja mas.."


"Aku takut ada masalah mengenai pekerjaan mu mas.."


Erik :


"Tidak perlu.."


"Biar kan sekertaris ku saja yang kerjakan.."


"Aku sedang ingin dirumah bersama mu.."


Tita :


"Kan bisa nanti mas pulang kerja, mas Erik bisa sepuas nya bersama aku.." 🤭


Erik :


"Tanggung sayang.. besok aku juga akan cuti lagi.."


"Memang kamu tidak ingat..?"


Tita :


"Ingat apa mas..?"


"Besok kan kita ke Singapura nengokin papah dan mamah.. Sofi sudah disana lebih dulu.."


Tita :


"Oh iya mas.. aku lupa.."


"Maaf ya mas.."


Erik :


"Iya Tidak apa.."


Seperti nya suasana hati mas Erik sudah normal kembali dilihat dari raut wajah nya yang tadi nya tegang, sekarang lebih tenang dengan sorot mata nya menatap ke arah ku penuh hawa panas, seperti ingin menerkam saja. 🤭


Bersambung..


********


Hai hai readers semua yuk mampir lagi jangan lupa tekan tombol 👍 like nya ya kasih komen dan saran juga vote rate dan fav kan ya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏😍


Jangan pelit pelit dong bagi like nya ya..😅🙏


__ADS_2