
Hallo readers semua.. udah pada kangen kan sama episode selanjut nya.. jangan lupa untuk selalu like, komen,rate 5, vote dan favoritkan ya.. terimakasih
Happy Reading..
******
Saat itu mas Erik memutuskan untuk tetap tinggal dihotel meskipun berbeda kamar dengan ku, dia ingin memastikan keadaan ku baik baik saja kah, dan bagaimana hari yang akan ku lalui tanpa dirinya..?
Pagi ini pagi yang sangat cerah secerah sinar nya matahari, aku bangun dari tidur ku cahaya nya yang membangunkan ku dari tidur ku, aku bergegas untuk membersihkan diri, berendam dalam air hangat dan taburan sabun yang wangi, membuat tubuh ku jauh lebih relax, untuk bisa melupakan sedikit kenangan buruk dalam hidup ku.
tak ingin berlama lama, aku segera mengganti pakaian ku, dengan memakai dress pendek selutut berwarna pink dibalut dengan blezer berwarna putih, dan memakai sendal jepit. memoles sedikit wajah ku dengan makeup agar tidak terlalu terlihat sembab mata ku bekas menangis semalaman. ku urai rambut ku yang bergelombang dan kini sudah mulai memanjang, karna masih basah setelah keramas tadi.
Aku berjalan menuju ruang tamu dikamar hotelku, aku menunggu pelayan hotel membawakan sarapan ku, tak lama ku dengar bel berbunyi, aku buka kan pintu dan pelayan itu masuk dan menaruh meja yang penuh dengan hidangan untuk sarapan ku, aku duduk menyantap sarapan ku, sambil menonton tv.
"Ahhrg.. kenyang sudah perut ku dari semalam aku merasa lapar karna menangis terus menerus hingga membuat ku lapar dan mengantuk.. untung pelayan nya cepat datang membawakan sarapan ku, kalau tidak mungkin cacing cacing diperut ku akan segera mengamuk.. hehehe"
senyum senyum sendiri nih Tita nya.. 🤭
sambil melihat cermin yang letak nya bersebelahan dengan meja tv..
memegang kedua pipi nya dan mata nya..
"uhhh.. mata ku menjadi sembab efek semalam aku menangis terus .."
"mas Erik sungguh jahat.."
"aku benci kamu mas.."
"heuhhhh.. sudah lah tiada guna nya aku memaki, dia tidak ada disini, lebih baik aku berjalan jalan saja ke pantai mumpung cuaca nya cerah.."
Kebetulan hotel tempat ku menginap letak nya memang ditepi pantai, dan balkon kamar ku menghadap langsung ke arah pantai.
jadi aku bisa berjalan jalan pagi dipantai itu untuk mencairkan suasana hatiku yang kacau ini..
Aku mengambil tas kecil yang hanya muat untuk ponsel ku saja, ku kalungkan dileherku, kemudian tak lupa aku membawa topi pantai, untuk ku pakai agar tidak kepanasan nanti, aku berjalan membuka pintu kamar ku dan menutup nya kembali tak lupa aku mengunci nya, terus berjalan memasuki lift ku tekan angkat 1 lantai dasar, tepat nya didepan lobi, aku turun dari lift itu, aku berjalan menuju kearah pantai saat hendak ku langkah kan kaki ku, ku dengan derap langkah kaki seseorang yang tengah mengikuti ku..
Aku menghentikan langkah ku dan berputar arah menoleh kesana kemari mencari sosok siapakah yang mengikutiku.. tapi aku tidak melihat siapa pun..
apakah itu mas Erik yang mengikuti? untuk apa dia diam diam mengikuti ku? dan kenapa tidak berterus terang saja? ahh sudah lah biarkan saja, aku tidak peduli, pagi ini aku ingin bersenang senang menghibur diriku sendiri.
aku lanjutkan berjalan hingga tiba ditepi pantai..
Tiba lah ditepi pantai aku membuka sendal jepit ku lalu ku tenteng ditangan ku..
aku berjalan menyusuri hamparan pasir putih nya yang indah, desiran suara ombak yang meliuk liuk, udara pagi yang masih terasa sejuk dan angin laut sedikit kencang membuat ku merasa kedinginan lalu ku dekapkan kedua tangan ku di bahu memeluk tubuhku sendiri, agar sedikit lebih hangat.
Setelah berjalan kurang lebih 10 meter, aku putuskan untuk duduk dihamparan pasir putih itu, ku letak kan sandal jepit disampingku, ku tekuk kedua kaki, ku dekap dengan kedua tangan ku memeluk lutut ku, menempel kan dagu ku diatas dekapan tangan ku yang bertumpu pada kedua lutut ku.
dengan mata sembab dan sayup ku, ku pandangi hamparan samudera yang terbentang luas, berhiaskan awan awan yang cerah, matahari yang mulai menyongsong kan sinarnya beranjak naik, kicauan burung burung bernyanyi diatas desiran ombak menampakan bahwa mereka siap mengarungi hari baru.
Berbeda dengan ku yang meratapi kesedihan ku, akan takdir pernikahan ku dengan mas Erik, sungguh tak bisa ku bayang kan lagi betapa malang nya nasibku harus merasakan pahit nya pernikahan yang baru saja aku arungi, dan mulai membuka hati untuk bisa mencintai nya, aku berjuang berkorban agar hati ku tidak beku dan bisa mencintai laki laki lain selain Reza dulu mantan kekasihku.
tapi mas Erik justru menodai pernikahan kami mas Erik melakukan nya dengan wanita tua itu, dia menyakitiku, tapi dia memohon agar aku bisa memaafkan nya dan mau hidup bersama dengan nya lagi.. bagaimana bisa? hatiku sudah hancur, hati ku sudah mati rasa..
Aku berteriak pada ombak dan lautan..
dengan kedua tangan ku yang sengaja aku tempelkan dikedua pipi ku..
"ahrrrgggg... ahrrrgggg.. ahrrrgggg..."
"ini tidak adil bagiku.."
"salah ku apa mas, kenapa kamu melakukan itu?"
"kamu jahat mas.. jahat.."
Tak terasa aku kembali meneteskan airmata..
dan menundukkan wajah ku diatas tumpuan kedua lutut ku.
Aku tak menyadari jika mas Erik benar mengikutiku sedari tadi.
tiba tiba suara mas Erik seperti menggelegar ditelinga ku, menyambar semua teriakan ku tadi..
Erik :
"sudah puaskah dirimu mengadu pada ombak..?"
"jika belum lakukan lah kembali, aku pun akan ikut berteriak bersama mu agar aku bisa merasakan rasa sakit yang harus kamu tanggung sendiri.."
__ADS_1
"lepaskan lah semua kekesalan mu.."
"jika berteriak dan menangis itu bisa membuat perasaan mu lebih lega dan bahagia.."
"sekali lagi maafkan lah diriku sayang..?"
"bertahan lah dengan ku untuk tetap disampingku.."
"bertahan dengan semua kekurangan dan kesalahan ku.."
"terimakasih sejauh ini kamu tidak memberi ku hukuman yang berat, kamu masih mau merawatku, masih mau melihat wajah ku yang penuh dosa ini sayang.."
"ku mohon maaf kan aku..?"
Aku terkejut saat itu dan langsung berdiri tapi tetap pada posisi, tidak menoleh kearah mas Erik, sambil mengusap air mataku..
kemudian mas Erik mendekati ku dan meraih tubuhku dan memeluk nya dari belakang, dan mengatakan bahwa diri nya sangat lah tersiksa tanpa kehadiran ku disisi nya.
Erik :
"asal kamu tahu sayang.."
"aku tersiksa tanpa dirimu disisiku.."
"aku sudah terbiasa ada nya dirimu dalam hidup ku.."
"ketika terbangun dari tidur yang pertama ku lihat saat membuka mata ini, hanyalah wajah mu.."
"tapi tidak setelah beberapa hari ini aku teramat menderita sangat kehilangan dirimu.."
"ku mohon maafkan lah diriku.."
"berikan lah aku kesempatan sekali lagi aku janji akan buktikan semua nya pada mu.. aku akan perbaiki semua kekacauan ini.."
Aku bingung untuk menjawab nya, lagi lagi aku hanya bisa menangis dan terus menangis
Tita :
"sudah mas cukup, aku tidak ingin mendengar apapun lagi mas.."
"aku ingin menghibur diri ku disini.."
sambil ku hapus air mata yang menetes di pipiku..
lagi lagi terlalu cepat mas Erik bisa meraihku dan menghalangi langkah ku.
Mas Erik menarik tangan kiriku, kemudian setelah berhasil meraih nya, dia mencoba membalikkan tubuhku kehadapan nya..
aku hanya bisa menatap nya masih dengan perasaan yg sama, masih menyayangi nya meskipun hatiku sakit.
Mas Erik mendekatkan wajah nya dengan wajahku hingga kening ku dengan kening nya hidung ku dengan hidung nya menempel.. ku hirup aroma nafas nya yang khas, aku sungguh rindu akan diri nya, tapi hati ku tetap sakit..
Mas Erik mencium bibirku dengan kelembutan, penuh gairah merasakan kerinduan saat bercengkrama dulu kami yang baru merasakan jatuh cinta dalam pernikahan yang awalnya tanpa cinta, tapi dengan mudah dihancurkan oleh satu kesalahan yang ku anggap itu teramat menyakitkan..
mas Erik mencoba menaklukan rasa beku dalam hatiku..
sekeras apapun aku menolak nya semakin mas Erik akan berusaha untuk meraih nya semakin aku sulit untuk bisa menjauh dari nya.
Tidak bisa ku pungkiri hati kecilku yang masih menyayangi dan mencintai nya bagaimana tidak, rasa itu baru saja tumbuh dalam hatiku..
aku tidak sanggup untuk meninggalkan nya..
Dipantai ini, menjadi saksi dengan desiran ombak yang menyaksikan janji yang terucap antara dua makhluk yang masih saling mencintai untuk bisa membuka lembaran baru kehidupan baru, untuk bisa memaafkan diri nya dan mencoba untuk kembali percaya pada nya.
Aku memaafkan diri nya, memberikan nya kepercayaan lagi, dan aku menerima nya kembali dalam hidup ku, aku memilih berdamai dalam hati ku,agar aku bisa kembali merasakan kebahagiaan..
Aku meminta satu hal pada nya agar tetap disamping ku jangan lakukan hal yang sama untuk membuat ku terluka kembali, jika masih berniat untuk melakukan nya, lebih baik mundur dari pada harus merasakan sakit yang sama di kedua kali nya.
Tita :
"berjanjilah mas.."
"bahwa kamu tidak akan mengulangi nya lagi untuk melukai hati ku.."
"berjanji lah kamu akan selalu disamping ku apapun keadaan ku..?"
Erik :
"aku berjanji sayang.."
__ADS_1
"tidak akan pernah mengulangi hal itu lagi.."
"aku berjanji akan selalu ada untuk mu disampingmu hingga maut memisahkan kita.."
"apapun resiko nya, jika aku mengulangi hal yang sama, kamu boleh lakukan apa pun untuk bisa menghukum ku dengan seberat berat nya sekalipun harus ditukar dengan nyawa ini aku siap.."
Tita :
"baiklah.. aku pegang janji mu mas.."
"terimakasih karna sudah mau berjanji untuk ku.."
Erik :
"tidak sayang, seharusnya aku yang berterimakasih karna kamu masih mau memaafkan ku dan mau memulai hidup baru denganku.."
Tita :
"hmmmm... baiklah baiklah...
Aku melebarkan senyum ku diwajahku mencoba membuang semua perasaan takut dan sakit..
mencoba menunjukan sisi baik ku dihadapan mas Erik. bahwa inilah aku yang siap menerima kapan pun, bahkan untuk terluka kembali pun aku siap, asalkan tetap bersama nya..
Aku melepaskan pelukan dan kecupan lembut bibirnya..
aku berlari meninggalkan nya sambil tertawa lepas penuh kelegaan di hatiku..
Aku berlari mundur sambil berteriak meminta nya untuk segera mengejar ku ..
kita main kejar kejaran dulu ya biar kayak difilm film.. 🤭🤭😅
Tita :
"mas.. mas Erik.."
"bisa tidak kamu kejar aku..?"
"ayo kejar aku mas kalo kamu bisa..?"
Mas Erik masih melongo terkejut dengan yang ku lakukan ini, dengan cepat dia langsung memahami sikap ku ini..
Erik :
"oh.. hhmmm.... aku siap mengejar mu.."
"ke ujung dunia sekalipun aku pastikan akan selalu mengejar mu.."
"sayang tunggu aku.."
Mas Erik terus berlari mengejar ku sambil berteriak..
sementara aku masih berlari dengan senyum dan tawa lepas ku merasa kebahagiaan telah hadir kembali dalam hidupku.
Tita :
"ayo mas kejar aku.."
Erik :
"aku pasti bisa mendapatkan mu.."
sambil ngos ngosan mas Erik mengejar ku dan berteriak..
Akhir nya benar saja mas Erik mendapatkan ku, dia berhasil mengejar ku, dia berhasil meraih tangan ku dan memeluk tubuhku..
Kami pun tertawa bersama merasakan bahagia bersama dalam kehangatan pelukan nya, aku merasakan hidup ku berarti karna hadir nya sosok mas Erik.. begitu pun sebaliknya dengan mas Erik merasakan hal yang sama..
Bersambung..
***
Hai hai reader semua ketemu lagi nih sama author yang males update nih 🤭😅
mohon maaf ya gak bisa update beberapa Minggu ini, tidak dipungkiri kesibukan di kehidupan nyata tidak bisa ditinggalkan begitu saja, hrs bisa membagi waktu..
terimakasih sudah mau mampir ke novel receh ini dan kasih dukungan untuk author..
jangan lupa untuk selalu tekan tanda 👍 like komen, rate 5, vote dan favoritkan ya..
__ADS_1
dukungan kalian sangat berarti buat semangat author..
Terimakasih 🙏😍