
Ketika tangan satu nya masih memeluk ku dan satu tangan nya lagi sibuk mengutak ngatik ponsel nya agar bisa segera menghubungi Andre. untuk memberitahukan bahwa Sarah mulai meneror ku kembali, mas Erik terus mencoba menghubungi Andre. namun masih belum bisa, mungkin karena jarak yang jauh sehingga mempengaruhi jaringan menjadi buruk. terlihat diwajah nya perasaan kesal juga gelisah menyelimuti diri nya, entah apa yang sebenar nya yang saat itu dipikirkan mas Erik.
Aku terbangun merasakan kegelisahan nya..
Tita :
"Mas kamu kenapa?"
Erik :
"Tidak apa apa sudah tidur lagi"
Tita :
"Aku cemas memikirkan mu, sebaik nya kita tidur bersama saja mas"
Erik :
"Tidur lah lebih dulu, aku bisa berjaga jaga disamping mu"
"Lagi pula aku masih menunggu Andre"
Mas Erik terdiam sejenak merasa bersalah karena menunjukan rasa gelisah nya, seharusnya bisa menyembunyikan nya dari ku.
Tita :
"Mas kamu juga istirahat, aku minta maaf sudah ketakutan tadi dan membuat mu harus berjaga"
Erik :
"Tidak apa apa sudah tidur lah"
Tita :
"Tidak mau, aku mau tidur sama kamu"
Erik :
"Aku tetap disini sayang"
Tita :
"Katakan pada ku kenapa mas Erik gelisah?"
Erik :
"Selain aku khawatir dengan keadaan mu, aku juga mengkhawatir kan Sofi dirumah bagaimana?"
"Berkali kali aku mencoba menghubungi Andre tapi tidak tersambung"
Tita :
"Jaringan nya buruk mungkin karena cuaca disini mas dan jarak kita yang jauh"
"Di sana ada Joko dan anak buah nya mas"
"Andre juga pasti datang jika terjadi sesuatu pada Sofi dan pasti sudah memberitahu kita"
"Sebaik nya mas Erik tidur ya"
"Besok pagi kita pikir kan lagi"
"Mungkin saja besok pagi cuaca sudah lebih baik dan jaringan nya tidak terganggu lagi mas"
Erik :
"Ya semoga saja"
"Ya sudah ayo kita tidur lagi"
Akhir nya mas Erik mau saat aku ajak untuk tidur. karena aku sudah merasa sedikit lebih tenang malam itu.
Tita :
"Mas"
Erik :
"Iya sayang"
Tita :
"Aku jauh lebih tenang sekarang mas"
"Tidak seperti tadi sore pertama mendapat pesan dari Sarah"
"Aku sangat tegang"
Erik :
"Itu bagus sayang, seharusnya kamu tidak usah takut dengan ancaman dari wanita gila itu"
__ADS_1
"Kamu, kita harus tunjukan kepada wanita itu bahwa kita tidak pernah takut dan tidak akan pernah terpisah kan"
Tita :
"Semoga aku kuat dan berani mas"
Erik :
"Aku selalu mendukung mu dan akan selalu disamping mu"
Tita :
"Terimakasih mas"
Erik :
"Ya sudah ayo kita tidur lagi"
Aku dan mas Erik mencoba memejam kan mata, sampai benar benar terlelap dalam mimpi. hingga pagi menjelang yang biasa nya aku selalu ke balkon kamar untuk menghirup udara segar, tapi pagi itu aku tidak berani keluar tanpa pendampingan mas Erik. karena merasa takut akan ada nya teror yang mengintai kami disini. meski sudah pagi aku tetap berdiam diatas kasur yang super empuk masih berbalut dengan selimut, dan mencoba membuka ponsel ku lalu melihat lihat sosial media sekedar menghilangkan rasa jenuh ku karena tidak ada teman mengobrol, ku lihat mas Erik yang masih tertidur.
Aku mencoba memutar tubuh ku untuk menyamping dan membelakangi mas Erik karena rasa pegal pada tubuh ku mulai terasa ketika tetap diam di satu posisi yang sama. ketika itu mas Erik langsung memeluk tubuh ku dari belakang dan tetap mata nya terpejam mungkin karena lelah. aku mencoba menyapa nya pagi itu. .
Tita :
"Mas"
"Mas kamu sudah bangun?"
Tapi tidak ada jawaban dari mas Erik. masih hening dalam ruangan itu hanya menggema suara ku saja. aku menarik tangan nya lebih maju lagi agar melingkar di tubuh ku. aku menggenggam tangan nya sambil pandangi tangan nya yang sudah membantu ku keluar dari jerat ibu tiri ku. tangan nya yang sudah bersedia membela ku, tangan nya yang selalu ada untuk ku, dan rela mempertaruhkan nyawa nya untuk ku. sekali lagi meskipun ada rasa sakit yang aku terima dalam pernikahan ini aku tetap merasa bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan untuk ku dalam hidup ini.
Aku mencoba membangun kan nya kembali..
Tita :
"Mas"
"Bangun mas sudah siang"
Erik :
"Hmm.."
"Jam berapakah sekarang?"
Tita :
"Sudah jam 8 mas"
Erik :
Tita :
"Sudah ku bangun kan tapi mas Erik tetap tidur"
"Tidak mendengar kan ku sama sekali"
Erik :
"Masa sih?"
Tita :
"Aku serius mas masa aku bohong"
Lalu mas Erik menarik tubuh ku dan wajah kami sudah saling berhadapan, mas Erik meminta ku untuk menjadi sosok wanita yang kuat dan berani tidak mudah takut dan menyerah dengan apapun itu.
Erik :
"Sayang kamu harus menjadi wanita yang kuat dan tidak menyerah"
"Agar orang lain tidak mudah untuk memperdayai mu"
"Justru ketika melihat mu berani mereka akan malu dan takut sendiri pada mu, meski siapa pun itu, hanya lewat saja didepan mu dan tidak melakukan apapun"
Tita :
"Iya mas aku akan berusaha lebih berani lagi"
Erik :
"Itu harus kamu lakukan"
Tita :
"Iya mas"
"Ngomong ngomong perut ku sudah keroncongan dari tadi mas"
Erik :
"Kenapa tidak pesan makanan saja biar diantar ke kamar"
__ADS_1
Tita :
"Tidak mau, aku masih takut"
"Aku takut Sarah ada disini lalu menyuruh seseorang untuk melakukan hal nekad seperti waktu dulu mas"
Erik :
"Ya itu mungkin saja terjadi disini"
"Tapi kan ada aku saat ini bersama mu"
"Jika terjadi sesuatu aku pasti sudah ada di hadapan mu untuk pasang dada lebih dulu"
Tita :
"Iya aku percaya suami ku itu pemberani"
"Sekarang lebih baik mas Erik saja yang pesan kan makanan nya ya"
"Aku mohon mas?"
Erik :
"Ya baiklah"
"Aku akan pesan semua makanan yang kamu Suka dan harus kamu habiskan ya"
Tita :
"Tidak mau, nanti tubuh ku gemuk bisa jelek nanti aku nya mas"
Erik :
"Tidak mungkin jelek dan tidak mungkin juga gemuk, sekarang jaman ya sudah canggih sayang, sudah banyak alat dan obat diet herbal juga"
"Kamu tinggal pilih saja salah satu nya"
"Ya sudah aku telpon pelayanan hotel dulu semakin cepat semakin baik, bisa segera diantar kan makanan dan minuman nya"
Tita :
"Iya mas kalau begitu aku mandi dulu ya"
Erik :
"Sudah sana mandi lah"
"Nanti aku menyusul mu"
Tita :
"Ok mas"
"Eeeeu tunggu mas, kamu bilang mau menyusul ku mandi?"
Erik :
"Iya menyusul mu mandi memang kenapa tidak boleh?"
"Aku suami mu, sudah lama kita menikah dan belum pernah sekali pun kamu mengijinkan ku mandi bersama dengan mu"
Tita :
"Tapi aku malu mas"
Erik :
"Memang apa beda nya dengan di atas kasur kamu pun bertelanjang tanpa sehelai benang pun"
Tita :
"Ya.. ya sudah terserah mas Erik saja"
"Aku masuk duluan mas"
Erik :
"Hmmm, tunggu aku jangan buru buru selesai mandi nya"
"Awas saja ya"
Tita :
"Iya iya mas"
Sambil ku tutup pintu kamar mandi ku dan mas Erik menelpon layanan kamar memesan sarapan sekaligus untuk makan siang agar diantar ke kamar saja. setelah sarapan rencana kami akan keluar untuk berjalan jalan mencari udara segar juga menghabis kan sisa liburan bulan madu kita disini yang tinggal beberapa hari lagi.
Akhir nya mas Erik benar benar menyusul ku dan masuk ke kamar mandi. entah apa yang ada dalam pikiran nya saat itu, mengapa ingin ikut mandi bersama ku?
Bersambung...
__ADS_1
Hai hai ketemu lagi sama author yang keceh nih dengan karya receh nya pula. mari mampir, jangan lupa di baca, like ,komen, rate 5, favorit kan dan vote ya.
Terimakasih 🙏🙏😍