PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Sofi yakin dengan pilihan nya..


__ADS_3

Happy reading...


Setelah itu Andre mencoba duduk di kursi ruang tamu dan Sofi kembali duduk ditempat semula, sedang kan Bi Inah pergi ke dapur meninggal kan mereka berdua. lalu Sofi meminta bi Inah untuk mengambil kan air minum untuk Andre.


Sofi :


"Bi tolong ambilkan air minum buat mas Andre ya"


Bi Inah :


"Iya non, nanti bibi ambilkan ya"


Bi Inah melanjut kan langkah nya menuju dapur. dan Andre menunggu Sofi, apa yang akan di tanyakan nya kepada dirinya.


Sofi :


"Mas Andre gak kenapa-napa kan mas?"


Andre :


"Aku baik baik saja"


Sofi :


"Syukur deh mas"


"Terimakasih mas sudah mau melindungi aku, dan rumah mas Erik ini"


Andre :


"Sama sama, ini sudah tugas ku, janji ku kepada mas Erik mu"


Sofi :


"Lalu bagaimana mas apakah sudah selesai masalah nya?"


Andre berharap Sofi akan mengatakan nya lagi bahwa diri nya merasa khawatir. bukan malah menanyakan soal si pelaku teror. sedikit kecewa tapi tetap tidak menunjukan nya dan tetap terlihat biasa saja di hadapan Sofi.


Andre :


"Orang itu aku tahan dan aku kurung di gudang belakang untuk sementara waktu"


"Sampai aku dan si Joko mengetahui keberadaan si Sarah itu"


"Aku jadikan dia tawanan sebagai alat barter nanti menukar nya dengan nyawa si Sarah itu"


Sofi :


"Apa tidak sebaik nya mas Erik masukan saja orang itu ke penjara mas?"


"Aku khawatir mas nanti kawanan nya mungkin saja akan ada yang kembali ke sini untuk membebaskannya"


"Takut mereka sudah mengawasi siapa saja penghuni rumah ini"


Andre :


"Tidak perlu takut, dirumah ini sudah di jaga bodyguard ada Joko juga siap mengantar mu kemana saja, kalau aku tidak bisa mengantar mu"


"Kalau masih takut hubungi aku, aku yang akan menjemput mu kalau memang kamu mau pergi"


Sofi :


"Iya mas terimakasih"


"Oh iya mas, kapan pasti nya mas Erik sama kak Tita akan pulang?"


"Aku mencoba menghubungi nya tapi tidak bisa"


Sebenar nya Sofi sudah tahu kapan aku dan mas Erik akan pulang, tapi sengaja membahas nya karena merasa canggung dan malu selalu diperhatikan oleh Andre, kedua mata Andre dengan lekat, yang sedari tadi tidak pernah berpaling menatap wajah Sofi.


seakan diri nya semakin mengagumi paras cantik Sofi seperti bidadari.


Sofi yang merasa malu di perhatikan terus menerus mencoba mengalihkan nya dengan mengejutkan Andre.


Sofi :


"Mas, mas Andre?"


"Kok melihat aku nya seperti itu sih?"


"Aku malu"


"Dari tadi aku tanya mas Andre diam saja hanya memandangi ku terus"


Andre yang terkejut langsung menjawab nya..


Andre :


"Oh iya maaf"


"Habis nya kamu cantik"


Sofi :


"Ih mas Andre"


Andre :


"Tadi kamu tanya apa?"


Sofi :


"Hmm, itu mas Erik kapan pulang pasti nya?"


Andre :


"Aku sendiri tidak tahu hari apa mas mu pulang, yang pasti dua atau tiga hari lagi sudah sampai di Jakarta"


Sofi :


"Mas Erik tidak jadi bulan madu ke Landon nya mas?"


Andre :


"Seperti nya begitu"


Sofi :


"Memang kenapa?"


Andre :


"Proyek hotel di Balikpapan yang dipegang Reza sudah hampir selesai dan akan segera dibuka, untuk itu Erik harus hadir disana untuk acara gunting pita"


Sofi :


"Jadi pembangunan hotel nya sudah selesai ya mas?"

__ADS_1


Andre :


"Sudah"


"Apa kamu masih ingin bertemu dengan Reza?"


Sofi :


"Tidak mas"


"Aku sudah punya kamu mas, jadi untuk apalagi aku bertemu dengan Reza"


Andre :


"Kamu yakin dengan hati mu dengan memilih ku?"


Sofi :


"Aku yakin mas, karena aku tahu mungkin itu sama hal nya dengan cinta monyet atau cinta pandangan pertama karena kekaguman saja sih"


"Sudah tidak usah bahas dia lagi mas"


"Memang mas Andre tidak cemburu?"


Andre :


"Untuk apa cemburu, kamu kan sudah menjadi milik ku, dan yakin dengan ku"


"Lebih baik aku berusaha percaya"


Sofi :


"Aku sudah yakin sama mas Andre"


"Tolong mas Andre bantu aku untuk belajar mencintai mas Andre"


Andre :


"Tidak usah di paksa kan, biar kan berjalan seperti air saja, mengalir seiring nya waktu"


"Yang terpenting adalah saling menjaga dan usahakan sering berkencan"


Andre sambil tersenyum di bibir nya dengan lesung Pipit di pipinya.


"Aku harap dengan begitu kamu akan bisa mencintai ku"


Sofi :


"Iya mas terimakasih sudah mengerti aku"


Andre :


"Aku seorang laki laki, tidak mau bersikap egois terhadap wanita"


"Apalagi kepada wanita yang kita sukai aku tidak ingin membebani nya"


Sofi :


"Mas Andre seperti nya dewasa sekali dan sudah berpengalaman"


Andre :


"Aku dulu orang yang nakal dan banyak tahu gadis atau wanita dewasa yang bergantian hadir dalam hidup ku, tapi mereka semua sama hanya mengincar uang ku saja"


Sofi merasa kasihan kepada Andre karena cerita masa lalu nya Andre, tapi Sofi juga senang karena mengetahui Andre yang sekarang sudah jauh lebih baik lagi bukan Andre yang dulu lagi, saat mereka tengah asik mengobrol hampir malam karena Andre memang berniat menginap dirumah mas Erik.


Andre :


"Tunggu sebentar ya Sof, ada si Sandra nih telpon, tumben malem malem gini telpon ada apa?"


Sofi hanya menganggukkan kepala saja membiarkan Andre menjawab telpon dari Sandra.


Andre :


"Kenapa San?"


"Kok malem malem gini telpon?"


Sandra :


"Maaf mas Andre, aku memang dadakan kasih tahu nya, karena tadi hasil rapat dengan direksi cabang, mengatakan aku harus segera mengurus persiapan pembukaan hotel di Balikpapan"


"Seperti nya besok aku harus berangkat ke Balikpapan mas"


Andre :


"Ya sudah kamu atur semua nya, undur beberapa hari lagi sampai si bos balik dari luar negeri"


Sandra :


"Ok mas, aku pasti buat jadwal ulang untuk acara nya"


"Tapi besok dan beberapa hari aku gak ada kantor gak ada yang handle mas"


"Mas Andre pasti kerepotan nanti"


Andre berpikir sejenak bagaimana menyelesaikan nya, benar juga jika Sandra pergi sudah pasti diri nya akan repot sendiri.


Andre :


"Tunggu sebentar"


Sandra menunggu jawaban dari Andre. Andre menanyakan kepada Sofi apakah siap membantu nya bekerja di kantor menggantikan Sandra beberapa hari saja karena Sandra memang harus pergi dan mengurus semua nya.


Andre :


"Sofi bisa tidak bantu aku?"


Sofi :


"Bantu apa mas?"


Andre :


"Sandra harus ke Balikpapan besok, dan pasti aku tidak bisa bekerja sendiri pasti repot"


"Bantu aku dikantor beberapa hari menggantikan tugas Sandra"


Sofi :


"Ok nanti aku bantu deh"


Andre :


"Makasih Sof"


Sofi :

__ADS_1


"Sama sama mas"


Andre menyudahi obrolan nya dengan Sofi dan melanjutkan sambungan telpon nya dengan Sandra.


Andre :


"Ok besok kamu berangkat saja dan segera urus semua nya dengan baik"


"Biar pekerjaan mu digantikan Sofi beberapa hari saja"


"Dan ingat jangan memanfaatkan waktu untuk keperluan pribadi mu saja"


Sandra :


"Ok mas, terimakasih"


"Aku janji begitu selesai urusan di Balikpapan aku langsung balik ke Jakarta mas"


Andre :


"Ya sudah hati hati di jalan kamu"


Sandra :


"Ok mas"


Sandra dan Andre saling menutup telpon nya dan Andre melanjut kan obrolan nya dengan Sofi.


Sofi :


"Memang mbak Sandra pergi besok ke Balikpapan nya mas?"


Andre :


"Iya"


Sofi :


"Berapa hari disana?"


Andre :


"Tidak tahu, mungkin sesuai dengan pekerjaan nya, jika cepat selesai dia akan langsung balik ke Jakarta"


"Begitu dia bilang"


Sofi :


"Oh"


Andre :


"Kamu belum mengantuk?"


Sofi :


"Belum mas, biasa nya aku masih kerjain tugas kuliah sambil dengerin musik"


"Oh iya mas, nanti setelah mas Erik pulang dari bulan madu, aku sudah harus pulang ke Singapura sudah waktu nya masuk kuliah"


Andre :


"Semakin sulit untuk bertemu"


Sofi :


"Mas Andre kan bisa berkunjung kesana"


Andre :


"Aku malu bertemu dengan orang tua mu"


Sofi :


"Loh mas Andre serius kan sama aku?" jadi kenapa harus malu mas"


Andre :


"Iya aku serius sama kamu Sof"


"Ok aku akan sering sering mengunjungi mu boleh kan?"


Sofi :


"Boleh dong mas, aku pasti senang kalau mas Andre mau datang"


Andre :


"Ya sudah, kamu masuk sana sudah malam tidak baik begadang"


"Nanti kamu sakit"


"Aku mau menemui si Joko"


Sofi :


"Iya mas, aku ke kamar dulu ya"


"Rumah tidak pernah di kunci mas, kalau butuh minum atau makanan langsung ambil saja mas atau bisa minta tolong Bi Inah kalau belum tidur, bisa minta tolong mang Dadan juga"


Andre :


"Iya, tidak usah khawatir aku bisa sendiri"


"Tidak enak harus merepotkan orang lain apalagi sudah malam begini"


Sofi :


"Ya sudah Sofi ke atas ya mas"


Andre :


"Ok, mimpiin aku ya"


Sofi hanya tersenyum di bibir nya mendengar Andre meminta Sofi memimpikan nya. dalam hati nya ada rasa senang bercampur bingung karena sejauh ini perasaan cinta memang belum tumbuh di hati Sofi untuk Andre tapi rasa takut dan khawatir terhadap Andre sudah muncul dihati Sofi.


Bersambung...


Hai hai readers dan kakak kakak author mari mampir untuk baca bersama yuk..


Jangan lupa, baca, like, komen, rate 5, favorit kan dan juga vote ya.


jangan lupa di mampir dan baca ya..


jangan lupa mampir dan baca ya.. 🙏😅🤭


Terimakasih 🙏🙏😍

__ADS_1


__ADS_2