
Happy reading...
Setelah aku selesai mandi, aku masih menunggu nya sambil duduk di kursi menunggu apalagi yang ingin disampaikan nya. mas Erik keluar dengan penampilan yang rapih namun sedikit berbeda dengan biasa nya, mas Erik memakai kemeja dan celana juga setelan jas berwarna serba hitam, jas yang belum di kenakan nya, masih disanggah di tangan nya, karena hari masih berduka atas kematian Sarah. menghampiri ku yang duduk di kursi rias ku. kemudian mas Erik pun duduk di tepi tempat tidur seraya berkata kepada ku.
Erik :
"Hari ini adalah hari pemakaman Sarah, mungkin ini hal terakhir yang aku berikan untuk nya, karena kalau bukan aku yang mengurus, tidak akan ada orang lain yang mau mengurus Sarah."
"Sarah tidak memiliki keluarga yang aku tahu, meskipun ada tapi entah dimana keberadaan nya aku sendiri tidak pernah mengetahui nya!"
"Aku harap kamu tidak marah jika aku pergi dan mengurus pemakaman Sarah?"
"Jika kamu berkenan, kamu bisa ikut bersama ku untuk mengantar kan Sarah ketempat peristirahatan terakhir nya!"
"Dan terimakasih kalau kamu sudah memaafkan Sarah!"
Dengan memberikan satu tangan nya kepada ku mencoba meraih tangan ku dan membujuk ku agar aku mau memaafkan Sarah dan menghadiri pemakaman nya.
Ucap mas Erik, dengan wajah sendu nya yang ku lihat di wajah nya, nampak nya Sarah begitu penting dalam hidup mas Erik, masih sangat melekat di hati nya, dan aku bisa apa, aku tidak bisa merubah hati nya sepenuh nya mencintai ku dan menjadi milik ku. meskipun hati ku kadang terluka kenapa baru terasa sekarang setelah aku mulai mencintai nya.
Hati mas Erik hanya dia yang tahu bagaimana dan seperti apa. aku hanya bisa berharap mas Erik tidak akan mengingat Sarah kembali setelah kembali dari pemakaman tadi.
Mas Erik berdiri dan melangkah kan kaki nya untuk pergi ke acara pemakaman Sarah.
Aku mencoba mamanggil nya ingin rasa nya ikut bersama nya, tapi hati ku terasa sulit dan langlah ku terasa berat. namun aku tetep mencoba nya meskipun sakit yang akan aku rasakan nanti.
Tita :
"Tunggu mas!"
"Aku ikut."
"Aku ganti pakaian sebentar, kamu boleh tunggu dibawah saja."
Jawab ku kepada mas Erik.
Mas Erik menoleh kearah ku dan kedua mata nya menatap lekat diri ku yang terus berjalan untuk berganti pakaian.
kemudian mas Erik melanjut kan langkah nya sesuai arahan ku, dia menunggu ku dibawah bersama Andre dan juga Sofi.
Mereka sudah bersiap di meja makan sebelum akhir nya pergi ke pemakaman pagi itu sekitar pukul tujuh kami menyantap sarapan kami.
Pukul delapan kami memutus kan untuk pergi ke rumah sakit menjemput Sarah untuk diantarkan ke peristirahatan terakhir nya. aku masih mencoba berlapang dada dan menerima semua nya dengan ikhlas.
Mas Erik masih setia menggenggam tangan ku namun jemari ku mulai basah berkeringat dan sesekali meremas nya entah karena menahan rasa kecewa ku atau rasa bersalah ku yang dulu ku rasakan saat tahu mas Erik sudah beristrikan sirih Sarah.
__ADS_1
Aku lemas melihat wajah terkahir Sarah yang hampir selesai di bungkus kain dan siap di masukan dalam peti. lalu beberapa pihak petugas atau perawat membawa nya dan memasukan nya kedalam mobil ambulan.
Aku, mas Erik, Sofi dan Andre menaiki mobil masing masing. mengikuti mobil ambulan yang berada di depan kami. sampai lah di pemakaman dan beberapa orang suruhan Andre yang menyambut karena sudah selesai dengan semua persiapan nya.
Petugas mulai membawa Sarah menuju pemakaman dan menaruh peri didalam tanah kemudian menutup nya kembali dengan rapat. setelah selesai, semua memberikan doa dan maaf untuk Sarah dengan menabur bunga diatas pusaran nya.
Begitu pun dengan mas Erik yang berdiri tepat di samping tanah yang menutupi tubuh Sarah. sambil mengucapkan kata maaf berkali kali.
Erik :
"Tolong maafkan aku!"
"Aku tidak bermaksud menyakiti mu!"
"Maafkan aku sudah menyia-nyia kan mu."
"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu!"
"Maafkan aku seharusnya dulu kita tidak usah bertemu kalau akhir nya hanya bisa saling menyakiti!"
Kemudian berjongkok dan tangan nya memegang batu nisan bertuliskan nama Sarah.
Aku mencoba menepuk bahu mas Erik dan mengajak nya untuk berdiri seraya aku juga ingin mengatakan sesuatu untuk Sarah namun niat itu aku urung kan kembali. karena selalu terbayang dalam ingatan ku bagaimana diri nya menyakiti ku dan meneror ku.
Tita :
"Ayo kita pulang."
"Semua sudah selesai mari kita lupakan buka lembaran baru bersama ku!"
Mas Erik sekilas menatap ku dan entah apa yang dipikir kan nya saat menatap ku dengan apa yang ku ucapkan kepada nya.
Lalu terdengar suara nya menjawab semua pertanyaan ku.
Erik :
"Sebentar lagi kita pulang!"
Lalu mas Erik menatap kembali kearah tumpukan tanah dimana tubuh Sarah berada didalam nya.
Sedang kan Andre dan Sofi hanya mematung diam tak berkata apapun hanya menyaksikan dan mungkin menitip kan sepucuk doa dan maaf untuk Sarah.
Erik :
"Sekali lagi maaf kan aku, dunia kita sudah berbeda, dan maafkan aku, aku harus melupakan mu untuk selama nya!"
__ADS_1
"Aku sudah memiliki istri yang harus ku jaga perasaan nya, yang harus ku perhatikan!"
"Aku ingin melihat nya bahagia, sebelum akhir nya aku menyesal dengan semua yang sudah ku lakukan untuk menyakiti nya!"
Setelah mengucapkan kata kata itu mas Erik berdiri dan memutar tubuh nya menghadap ku memeluk pundak ku lalu mengajak ku berjalan bersama untuk pulang dan meninggalkan Sarah disana seorang diri.
Yang dapat ku lihat dan ku tangkap dari semua perkataan nya mas Erik, belajar memaafkan dan menerima semua nya dengan ikhlas, juga belajar meminta maaf meskipun gak pernah salah, karena sejati nya seseorang yang hidup bahagia adalah dengan saling keterbukaan dan memaafkan.
Aku tahu mas Erik memang tidak pernah mencintai nya, namun rasa iba nya yang berlebihan yang membuat nya menjadi sosok yang merasa bersalah atas semua kejadian yang menimpa Sarah. mas Erik sangat penyayang dan perhatian bukan hanya kepada Sarah tapi juga kepada orang lain yang memang benar benar membutuhkan kasih sayang dan uluran tangan nya. sikap nya yang baik dan tidak sombong, juga dermawan mungkin akan dimanfaat kan oleh sebagian orang diluar sana yang merasa iri atau tidak bisa memiliki mas Erik. seharusnya aku bersyukur masih di berikan suami yang begitu baik dan menyayangi ku, juga aku merasa bersalah kepada nya karena cemburu buta ku yang tanpa alasan.
Dalam perjalanan pulang di mobil ku coba membuka kata agar tidak tampak diam seperti tidak berpenghuni.
Tita :
"Maafkan aku, seharusnya aku malu karena sikap ku kemarin!"
Erik :
"Sudah tidak usah membahas nya, aku sudah memaafkan istri cantik ku."
"Lagi pula, aku memahami nya dan wajar saja kamu bersikap seperti itu karena pada dasar nya itu sebagian yang wanita rasakan ketika di hadapkan dengan masalah rumah tangga dan melihat suami nya memberikan perhatian lebih, padahal belum tentu semua benar!"
Tita :
"Terimakasih sudah mau memaafkan ku dan masih menerima ku!"
Erik :
"Itu kewajiban ku!"
"Sudah tidak usah dibahas lagi semua sudah normal dan kembali kepada jalan semestinya."
Tita :
"Iya mas!"
Aku dan mas Erik melanjut kan perjalan pulang dan sesekali tangan mas Erik jari jemari nya meremas jari jari ku dan menggenggam nya erat.
bersambung..
Hai hai ketemu lagi.. maaf ya beberapa hari author nya telat up karena si kecil sedang sakit dan rewel jadi tidak bisa up.
Terimakasih buat yang selalu mampir untuk baca dan mendukung karya ku. 🙏🙏
Jangan lupa untuk terus baca, like, komen, rate 5, favorit kan juga, vote ya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏😍