PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Steve dan Sebuah pesan...


__ADS_3

Happy reading...


******


Aku yang tak tahu harus bersikap seperti apa untuk menghadapi cobaan ini, aku sendiri bingung harus menjawab apa untuk mas Erik suami ku.


Aku yang masih duduk didalam gedung bioskop itu, dan masih menahan tangis ku.


tiba tiba ada seorang pria tampan muda bertubuh kekar dan gagah duduk menghampiri ku, dan pria itu menyapa diri ku lalu memberikan sebuah sapu tangan berwarna merah muda. aku tak tahu datang nya dari mana, Karna saat itu aku tidak begitu memperhatikan.


Dia seperti malaikat saat ini.


dia memberikan semangat dalam hidup ku untuk selalu bertahan dan bertahan meskipun sakit.


Dia memperkenalkan diri nya pada ku


dia bernama Steve..


Steve :


"Hai boleh aku duduk disini?"


Tita :


"Oh.. ya silahkan tuan"


Steve :


"kenalkan aku Steve"


Tita :


"Oh.. ya saya Tita"


Steve :


"Aku melihat mu sedari tadi seperti nya kamu sedang bersedih hati?"


Tita :


"Ahh.. tidak tuan, aku hanya terbawa suasana saja karena menonton drama nya.."


Steve :


"Tidak usah berbohong aku sudah tahu"


"Dan tolong tidak usah memanggil ku dengan sebutan tuan.."


"Panggil saja Steve itu sudah cukup"


Tita :


"Ta..tapi..tuan.. kita kan baru saja kenal?"


"Aku belum mengenal mu, jadi aku sedikit canggung.."


Steve :


"Bagimu seperti nya tidak mengenalku"


"Tapi aku mengenal mu meskipun tidak secara langsung"


Tita :


"Maksud tuan?"


Steve :


"Kamu istri dari teman ku, bernama Erik kan?"


Aku hanya bisa diam, dan tertegun bingung tak tahu harus seperti apa, sepeti nya hidupku sangat sempit sampai sampai aku kemana pun selalu ada bayang bayang Erik, dimana mana yang datang menghantui ku begitu juga dengan antek antek nya.. Steve Seperi sebuah kiriman yang diutus Erik untuk mencariku meskipun aku tidak tahu pasti.


Tita :


"Ahhh...jadi tuan adalah teman dari mas Erik?"


"Apa kah mas Erik yang mengutus tuan untuk menemui ku?"


Steve :


"Ohhh.. tidak bukan seperti itu, ini murni hanya kebetulan saja kita bertemu disini, Karna kebetulan aku adalah pemilik mall ini.."


Tita :

__ADS_1


"Oh begitu, syukur lah"


"Aku pikir tuan disuruh oleh mas Erik"


Steve :


"Katakan lah jika ada masalah, mungkin aku bisa bantu?"


Tita :


"Tidak, tuan terimakasih, aku hanya sedang bersedih karna menonton drama nya"


Steve :


"Mungkin orang lain bisa kamu bohongi tapi tidak dengan ku"


Aku semakin bingung harus bagaimana ini.. orang ini terus mendesak ku, apakah aku harus mengatakan yang sebenar nya atau tidak? tapi kan aku tidak mengenal nya dengan baik?


Tita :


"Terimakasih tuan, sudah berbesar hati mau membantuku, tapi benar memang tidak ada masalah apapun, hanya sedang bersedih biasa lah nama nya juga wanita"


Aku mencoba memberi alasan agar tak mendesak ku terus menerus.


lalu Steve memberikan ku segelas kopi cup yang masih hangat.


Steve :


"Ini minumlah supaya kamu lebih tenang"


Tita :


"Terimakasih tuan"


Steve :


"Sama sama"


"Kamu pulang kemana?


"Kerumah Erik kan?"


"Biar nanti aku yang antar kamu pulang, Karna sudah lama juga tidak jumpa dengan suami mu itu"


Tita :


"Sebenarnya begini tuan"


Uhhh terpaksa deh aku harus mengatakan nya tidak mungkin kan aku menutupi nya terus sementara orang ini terus mendesak ku.


"Aku memang sedang ada sedikit masalah dan seperti untuk malam ini aku tidak pulang kerumah mas Erik.."


"Aku malas untuk bertemu dengan nya"


Steve :


"Sudah ku duga"


"Tidak apa, ceritakan lah, aku akan jaga rahasia mu"


Tita :


"Maaf tuan, untuk masalah nya seperti apa rasa nya saya belum bisa mengatakan nya"


Steve :


"Ok.. tidak masalah"


"Kapan pun kamu siap bercerita, aku pun siap menjadi pendengar setia mu"


Tita :


"Terimakasih tuan anda sudah baik terhadap saya"


Steve :


"Sama sama"


Lalu drama pun usai sudah, aku berjalan keluar dari gedung bioskop itu dan diikuti pula oleh Steve, seperti nya dia seperti mencurigai ku.


Terus berjalan dan kaki ku terhenti disebuah cafe tak jauh dari bioskop itu, untuk membeli beberapa cemilan dan minuman, Karna seharian ini aku belum makan, dan hari sudah gelap.


Aku hendak memesan sebuah hotel untuk ku menginap malam ini.

__ADS_1


lalu Steve bermaksud menawarkan bantuan pada ku untuk mengantar ku dan memesan hotel untuk malam ini


Steve :


"Mari aku antar kamu ke sebuah hotel Karna ini sudah malam, khawatir tidak ada taxi atau ojeg online"


Tita :


"Iya terimakasih tuan"


Setelah membeli beberapa cemilan dan minuman, aku berjalan mengikuti langkah nya Steve menuju parkiran mobil, Steve membuka kan pintu mobil untuk ku dan tak lama mobil pun melaju meninggalkan gedung mall ini.


Sampai lah disebuah hotel bintang 5 sangat mewah, aku merasa ini mahal dan tidak akan sanggup membayar nya, uang ku tidak akan cukup.


Tita :


"Maaf tuan, sebaik nya saya pergi dari hotel ini"


Steve :


"Memang kenapa?"


Tita :


"Aku tidak mungkin sanggup untuk membayar hotel ini tuan, ini hotel mahal uang ku tidak akan cukup"


Steve :


"Sudah tidak usah bingung seperti itu, anggap saja ini pertolongan dari ku, jadi biarkan aku yang bayar sewa hotel menginap mu"


Tita :


"Ta..tapi tuan?"


Steve :


"Sudah lah, tidak apa apa, ini ambillah kunci nya dan segera masuk kah ke kamar hari sudah malam"


"Sebaiknya kamu beristirahat"


"Jangan pikirkan apapun, anggap saja hari ini tidak terjadi apa apa"


Ucapnya padaku..


Aku berjalan menuju kamar ku dengan nomer 222, dan meninggal kan bayangan Steve di lobi tadi.


Pikir ku mungkin Steve akan segera pulang juga.


Aku membuka pintu kamar dengan kartu yang aku genggam, aku menutup kembali pintu kamar ku..


krekkkkk.. brugggh..


Melemparkan tas dan kunci kamar juga tubuhku keatas kasur yang empuk, tangan ku rentang kan juga diatas kasur.


Mencoba menarik nafas ku dalam dalam dan membuang nya dengan kasar.. (huhshhhh)...


sedikit lega dan mencoba melupakan sejenak semua kejadian tadi siang, meskipun tetap tidak bisa, ya paling tidak untuk malam ini aku bisa lega tidak bertemu dengan mas Erik..


Aku mengambil ponsel ku dan mencari mas Erik, berniat ingin memberitahu pada nya bahwa aku baik baik saja, dan maaf aku pergi sebentar meninggal kan rumah dan diri nya tanpa pamit..


pesan ku untuk mas Erik...


"Dear suami ku.. mas Erik"


Suamiku aku sedih, sakit hati marah, dendam dan kecewa, tapi tahukah kamu aku akan tersenyum dan melanjutkan meski itu memang akan menyakitkan tetapi aku akan coba bertahan, aku butuh sedikit waktu untuk semua ini.


karna ini terlalu mengejutkan bagiku, aku merasa belum siap dihujani kerikil kerikil ini.


Lalu ku kirim kan kepada mas Erik suami ku.


berharap mas Erik mau memahami perasaan ku dan memberikan ku sedikit waktu.


Kemudian aku mulai menguap mata ku mulai terasa berat, sudah tidak bisa berkompromi lagi, jadi aku memutuskan untuk menyimpan ponsel ku diatas kasur dan terlelap sudah aku berada dalam kolam mimpi, hingga pagi menjelang.


Bersambung...


*****


Hallo readers semua jangan lupa tekan tombol 👍 like nya ya, jangan lupa juga untuk berikan dukungan kalian berupa komen, Sarah, vote , ⭐5, dan favorit kan juga ya . oh ya tolong bantu share ya biar banyak yang mampir dan kasih like yang banyak.


Terimakasih salam hangat author 🙏😍**


Jangan pelit pelit ya 🤭😅

__ADS_1


__ADS_2