
Hai hai reader semua jangan pernah bosan untuk mampir baca cerita nya dan kasih like nya ya, jangan lupa tekan tombol 👍 like nya komen , rate ⭐5 dan juga vote nya ya..
selamat membaca, terimakasih 🙏
***********
Bias sinar nya mulai menerawang di balik jendela, yang kian menyilaukan mata, sehingga tubuh ini mulai terbangun dan beranjak untuk menikmati kehangatan nya dipagi hari..
Pagi hari selalu mengajarkan kita bahwa selalu ada harapan di setiap langkah kehidupan.
tetes embun terakhir jatuh perlahan seiring fajar menyapa dedaunan, dunia kecil menyambut asa hari ini.
Terkadang aku merasa iri dengan embun pagi ia hanya setitik namun terlihat berkilau dan menyejukkan mata yang memandang nya.
Berusaha tegar meskipun rapuh.
Buang semua penyesalan dan air mata yang selama ini membuat hidup ku tak berarti.
Kini aku mulai menata hidup ku yang baru.
Selamat pagi dunia tanpa air mata..
semoga hari hari ku bisa dilalui dengan indah menjalani kehidupan baru dalam "pernikahanku".. bersama orang yang aku cintai.
***
Seperti biasa aku bangun lebih dulu, aku mandi dan kemudian aku menyiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan ke Singapura hari ini, aku tidak ingin terlambat dan membuat mas Erik kecewa.
Mas Erik yang tadi saat aku bangun tampak masih tertidur pulas di kasur, kini mulai terbangun dan tersenyum lebar diwajahnya nya, melihat ku yang sudah cantik siap menyambut hari.
Erik :
"Sayang.."
"Kamu sudah siap..?"
Tita :
"Sudah mas.."
"Aku tidak ingin terlambat mas.."
"Ini pertama kali aku berkunjung kerumah mertua ku mas.." 🤭
Erik :
"Kamu terlihat cantik hari ini.."
"Ada apa..?"
Tita :
"Terimakasih mas.."
"Tidak ada apa apa mas.."
"Aku hanya merasa bersemangat mas.."
"Dan hari ini aku merasa bahagia mas.."
Erik :
"Hmmmm.. begitu rupa nya.."
"Itu bagus sayang.."
"Aku berterimakasih.. rupa nya kamu sudah bisa menerima pernikahan ini.."
"Hati ku lega.. dan tidak merasa bersalah.."
Dengan kedua tangan nya mas Erik meraih tubuh ku dan memeluk ku erat, penuh dengan rasa dan benih benih cinta yang menghiasi.
Tita :
"Sudah ya mas pelukan nya nanti lagi.."
"Nanti kita terlambat mas.."
"Lebih baik kamu mandi mas.."
"Bau tuh badan nya.." 🤭
Erik :
"Iya nanti aku mandi.."
"Tidak akan terlambat sayang.."
"Ehhh.. siapa bilang tubuh ku bau.. segini wangi nya, parfum ku mahal loh.." 🤭
"Tidak akan membuat aku bau, meskipun aku tidak mandi seharian.." 😅
Tita :
"Iya..iya mas.."
"Sudah Sana mandi dulu.."
"Lalu kita sarapan.."
"Aku udah laper mas, perut ku mulai keroncongan.."
Erik :
"Iya.. baiklah aku mandi.."
Melepaskan pelukan nya dari tubuh ku, berjalan ke arah kamar mandi, tapi kemudian langkah nya terhenti dan berbalik arah, dan menghampiri ku kembali
mendarat kan kecupan dibibir ku dengan desahan nafas nya seperti ingin menerkam ku. dia katakan ini adalah sarapan pagi nya mulai hari ini dan seterusnya selama lama nya..
Setiap pagi bangun tidur harus memberi nya kecupan sebagai sarapan baginya..
Tita :
"Lohhh.. kok mas Erik gak jadi mandi mas.."
Erik :
"Hmmm.."
"Aku ingin sesuatu dari mu sayang.."
Tita :
__ADS_1
"Apa itu mas..?"
aku mulai penasaran...
Mas Erik mulai mendekati ku.. meraih tubuh ku memeluk pinggang ku merapat kan nya dengan tubuh nya, wajah pun mulai berhadapan dekat sekali.
Erik :
"Kemari lah sayang.."
"Aku ingin sarapan sayang.."
Tita :
"Hmmm.. mas Erik mau sarapan apa..?"
"Biar aku buatkan sarapan yang mas Erik mau.."
Erik :
"Tidak.. tidak bukan itu sayang.."
Tita :
"Lalu..?"
Mas Erik mulai mengecup bibir ku penuh gairah, awal nya membuat ku mulai sesak tidak ada ruang untuk bernafas, tapi kemudian aku mulai ikut menikmati nya dan sama hal nya dengan mas Erik yang mulai ketagihan, aku pun demikian.. 🤭😅
Tita :
"Sudah mas.. hentikan.."
Erik :
"Sebentar lagi sayang.."
"Aku belum kenyang sayang..!" 🤭
Lalu aku menghindari serangan mas Erik yang ingin kembali mengecup bibir ku.
Tita :
"Mas Erikkkk..."
"Ini kan bukan sedang makan mas.."
"Sudah Sana mandi dulu.."
Dengan senyuman dan sedikit tawa nakal nya mas Erik menagih janji untuk melanjut kan lagi nanti.
Erik :
"Ok.. tapi kamu harus janji ya nanti kita lanjutkan lagi..?" 🤭😅
Tita :
"Iya.. iya mas aku janji.."
Mas Erik melepaskan pelukan nya dan kembali melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.
***
Selesai sudah mas Erik mandi..
kini mas Erik sudah siap, dan segera kami pun turun ke bawah untuk sarapan bersama seperti biasa.
Seperti biasa bi Inah sudah menyiapkan sarapan di meja makan, aku mulai terbiasa untuk mengambilkan nasi, lauk dan sayur dipiringnya mas Erik.
aku dan mas Erik bersantap bersama.
Kemudian mas Erik melihat jam ditangan nya waktu sudah menunjukan pukul 10 siang..
karna jam keberangkatan pesawat tepat pukul 12 siang nanti, Tidak ingin terlambat mas Erik mengajak ku untuk segera menghabis kan sarapan ku. aku mengangguk dan menyudahi sarapan ku.
Mang Dadan sudah membawa kan satu koper yang berisi pakaian pakaian ku dan mas Erik kedepan teras rumah. sengaja tidak membawa banyak pakaian karna disana hanya beberapa hari saja.
mas Erik sudah memesan taxi online untuk ke bandara nanti.
Aku dan mas Erik bersiap diri untuk berangkat tak lupa mas Erik memanggil bi Inah dan mang Dadan untuk menjaga rumah baik baik selama kami pergi.
Erik :
"Bi Inah.."
"Mang Dadan.."
Bi Inah dan mang Dadan pun menghampiri kami.
Bi Inah :
"Iya tuan.."
Sementara mang Dadan hanya terdiam mendengar kan saja..
Erik :
"Bi Inah.. mang Dadan.."
"Tolong jaga rumah baik baik ya.."
"Saya dan Tita akan ke Singapura hanya beberapa hari saja.."
Bi Inah :
"Iya tuan.."
"Hati hati dijalan ya tuan enon.."
Erik :
"Iya bi.. terimakasih.."
Bi Inah :
"Sama sama tuan.."
Aku dan mas Erik berjalan bergandengan tangan menuju teras depan dan hendak menaiki taxi online. bi Inah dan mang Dadan mengikuti di belakang. mengantar kepergian kami.
Mas Erik membuka kan pintu mobil untuk ku agar aku masuk lebih dulu. setelah aku, baru mas Erik yang menyusul masuk. duduk dikursi belakang bersebelahan.
mobil baru saja jalan dan mas Erik sudah kembali memulai aksinya untuk menggoda ku didalam taxi online.
mas Erik mencium pipi ku dan mengusap bibir ku lalu mencumbu nya sesekali.
__ADS_1
Tita :
"Mas.. tolong hentikan tingkah mu.."
"Ih kamu iseng banget sih mas.." 🤭
"Aku malu mas.. ini didalam taxi loh.."
"Ada orang lain disini mas.."
Erik :
"Memang nya aku berbuat apa..?"
"Aku hanya mencium istri ku memang tidak boleh..?"
Tita :
"Bukan begitu mas.."
"Tapi aku malu.. didepan orang lain.."
"Ini termasuk tempat umum mas.."
Erik :
"Ok ok.. sayang.."
Dengan kecupan terakhir yang mendarat dibibir ku, mas Erik mau untuk menghentikan aksinya..
Sungguh ini diluar dugaan ku. aku malu meskipun aku suka mas Erik memperlakukan ku seperti itu. rasa nya aku ingin lagi merasakan nya. tapi aku harus bisa menahan diri. setidak nya aku tidak sama dengan mas Erik yang sedikit lebih berani dari aku.
Kemudian mas Erik menghubungi mbak Sandra tak lain adalah sekretaris nya mas Erik di kantor. berniat untuk memberitahu perihal keberangkatan mas Erik ke Singapura untuk beberapa hari, agar mbak Sandra bisa menghandle semua pekerjaan nya mas Erik dikantor.
Mobil pun mulai melaju menuju bandara. mas Erik meminta kepada supir taxi, sedikit lebih cepat, agar tidak terjebak macet.
tiba lah di bandara internasional dan siap untuk check-in segera setelah check-in, aku dan mas Erik segera menaiki pesawat. karna sebentar lagi akan terbang.
Dengan kebiasaan nya yang selalu menggenggam tangan ku kemana pun pergi mas Erik membawa ku melangkah menaiki pesawat. mas Erik mempersilahkan aku duduk lebih dulu dipojok samping jendela agar aku bisa langsung melihat pemandangan dari udara. tak terasa aku tertidur saat pesawat sudah hampir sampai di bandara internasional Singapura.
Begitu sampai, mas Erik membangun kan ku dan bergegas bersiap untuk turun..
haduhhh kayak author kalo naik bis mesti ketiduran deh.. 🤭
Erik :
"Sayang.. bangun lah kita sudah sampai di bandara.."
"Sebentar lagi ada sopir papah yang akan menjemput kita.."
Tita :
"Hmmm.. rupa nya sudah sampai ya mas.."
"Maaf ya mas aku ketiduran, gak tahu kenapa rasa nya ngantuk banget mas.."
"Aku bangun terlalu pagi karena terlalu bersemangat mas.."
Erik :
"Ya sudah tidak apa apa.."
Mas Erik membantu ku merapihkan rambut ku yang sedikit acak acakan..
Erik :
"Sini aku bantu rapih kan rambut mu.."
Tita :
"Terimakasih mas.."
Aku memberikan senyuman untuk mas Erik Karna keromantisan nya dan perhatian nya untuk ku yang begitu besar.
***
Aku dan mas Erik tiba di bandara Internasional Singapura dan langsung menelpon sopir yang di utus papah mertua untuk menjemput kami. dan sopir itu segera menghampiri kami, aku dan mas Erik menaiki mobil dan tak lupa memasukan koper ke bagasi mobil.
Rupanya papah dan mamah mertua ku sudah menyambut kedatangan ku dan mas Erik didepan rumah. tak lupa Sofi pun ikut menyambut, dan memeluk hangat aku dan mas Erik..
Aku merasakan hal lain disini, ada raut bahagia ketika melihat ku dan mas Erik yang terpancar dari sorot mata mereka tapi juga seperti ada rasa khawatir akan terjadi sesuatu.
sebenar nya ada yang mereka sembunyikan dari aku.
Mamah mertua ku mamah Ratih mengajak aku untuk segera masuk kedalam rumah agar bisa beristirahat, saat aku dan mas Erik masuk, aku duduk diruang tamu dan melihat sosok itu yang tengah duduk dihalaman belakang rumah menghadap sebuah taman kecil yang kebetulan taman itu berhadapan langsung dengan ruang tamu, seperti nya sosok itu sudah tidak aneh bagi ku juga mas Erik.
Itu ternyata Sarah.. untuk apa dia datang kemari? apa tujuan dia? entah lah apa yang dia rencana kan? sungguh membuat ku takut akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
lalu aku menarik tangan mas Erik dan bertanya..
Tita :
"Mas.. kenapa disini ada Sarah..?"
"Dan apa tujuan nya kemari..?"
"Apakah mas Erik yang sengaja mengajak nya diam diam tanpa memberitahu ku lebih dulu..?"
"Aku merasa akan timbul masalah mas.."
Erik :
"Aku tidak tahu sayang.."
dengan mengangkat kedua tangan nya keatas 🤷
"Aku tidak pernah menghubungi nya apalagi mengajak nya ke singapura sayang.."
"Bahkan aku juga tidak tahu dia bisa mendapatkan alamat rumah papah dari mana..?"
"Sudah kamu tidak usah khawatir, disini ada aku, ada papah dan mamah juga, aku yakin papah dan mamah ku juga tidak menyukainya
Aku masih merasa bingung dengan keadaan ini, lalu aku harus bagaimana? apa aku harus pulang ke Jakarta lagi..? gumam ku dalam hati.
Bersambung..
****
Hai hai readers semua terimakasih selalu mampir dan mau mendukung karya aku dengan selalu memberikan like nya. 🙏🙏
jangan lupa untuk tekan tombol 👍 like nya komen, rate dan vote juga favorit kan ya..
terimakasih 🙏
__ADS_1