
Happy reading...
pagi menjelang suami ku masih tertidur pulas, aku yang semalam tidur lebih dulu sehingga saat pagi aku terbangun lebih dulu. segera aku membersihkan diri dan menyisir rambut ku. kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi itu. tapi mas Erik suami ku masih belum bangun juga, aku ingin membangun kan nya tapi takut mas Erik marah.
Kemudian aku tetap mencoba membangun kan nya aku tidak ingin mas Erik terlambat bekerja.
Tita :
"Mas, bangun mas"
"Sudah siang sudah pukul tujuh mas"
Mas Erik mulai terbangun dengan mengucek mata nya.
Erik :
"Sayang"
"Jam berapa sekarang?"
Tita :
"Jam tujuh mas"
"Bangun lah nanti terlambat ke kantor mas"
Erik :
"Aku tidak ke kantor hari ini"
Tita :
"Kenapa mas Erik tidak ke kantor?"
Erik :
"Aku ingin dirumah dengan mu saja"
Tita :
"Tapi kan mas Erik sudah sering cuti dan bagaimana dengan pekerjaan mas Erik nanti?"
Erik :
"Sudah di handle Andre dan Sandra"
"Kamu tidak usah khawatir"
"Aku mau tidur lagi"
Tita :
"Ya sudah terserah kamu saja mas"
Lalu mas Erik kembali memeluk guling dan memejam kan mata nya. ketika aku beranjak bangun dari tepi kasur, tangan mas Erik berusaha meraih ku dan tubuh ku terjatuh dalam pelukan nya.
Tita :
"Lepaskan mas"
"Mas Erik mau apa?"
Erik :
"Tidak boleh aku memeluk mu?"
Tita :
"Boleh mas"
"Tapi lepaskan dulu mas"
"Nanti aku jatuh mas"
Erik :
"Tidak mungkin jatuh aku memeluk mu erat sayang"
Aku kembali tidak bisa berkutik jika sudah dalam genggaman nya. tubuh nya yang kekar kuat mampu menahan bobot ku yang mungil.
Masih dalam pelukan nya, lebih tepat nya masih dalam posisi semula aku berada diatas tubuh nya mas Erik.
Erik :
"Aku sengaja tidak masuk kerja hari ini"
Tita :
"Kenapa mas?
Erik :
"Aku ingin mengajak mu pergi beli semua kebutuhan untuk kita berbulan madu"
Tita :
"Jadi mas Erik mau mengajak ku bulan madu"
"Kapan mas?"
Antusias dan sangat senang sekali saat aku mendengar mas Erik mengucapkan bulan madu.
Erik :
__ADS_1
"Kapan pun kamu mau"
Tita :
"Hari ini mas?"
Erik :
"Tidak juga sayang"
"Hari ini kita belum ada persiapan"
Tita :
"Memang nya apalagi mas yang harus kita persiapkan?"
"Cukup bawa satu koper berisi baju baju kita dan paspor saja mas"
"Tidak usah bawa banyak barang mas"
"Ayo mas kita berangkat hari ini saja"
Erik :
"Ya baiklah"
"Aku hubungi Sandra dulu untuk pesan kan tiket dan hotel"
"Kamu mau bulan madu kemana?"
Tita :
"Terserah mas Erik, aku ikut saja"
Erik :
"Aku tidak tahu kamu suka negara mana sayang"
"Lebih baik kamu yang pilih agar Sandra tidak bingung memesankan tiket nya"
Akhir nya aku berpikir dengan cepat negara yang ku suka dan ingin sekali aku kunjungi.
Tita :
"Mas aku ingin keliling dunia, tapi seperti nya tidak bisa karena kamu pasti sibuk dengan pekerjaan mu"
Erik :
"Kalau keliling dunia nanti saja ya cuti tahunan"
"Kamu bisa pergi kemana pun kamu mau"
"Semua negara bisa kamu kunjungi tapi nanti ya tidak hari ini sayang"
Tita :
"Kalau begitu aku mau ke negara Paris dan Landon mas"
Erik :
"Cukup dua negara saja?"
Tita :
"Cukup mas"
"Tadi mas Erik sendiri yang mengatakan tidak bisa berkunjung ke banyak negara jika kita pergi sekarang"
Erik :
"Ya baiklah"
"Kita kesana sekarang"
Tita :
"Mas kamu serius kan?"
Erik :
"Aku serius sayang"
"Jadi dari tadi kamu menganggap aku becanda ya"
Tita :
"Aku takut mas Erik hanya becanda mas"
"Jadi kita pergi sekarang kan mas?"
Erik :
"Iya sayang"
"Sudah sana siapkan apa saja yang mau dibawa"
Tita :
"Ok aku siapkan sekarang juga"
"Terimakasih mas"
Erik :
__ADS_1
"Sama sama sayang"
Tapi mas Erik masih tetap memeluk ku dengan erat bagaimana aku bisa mempersiapkan nya, jika mas Erik masih memeluk ku.
Tita :
"Mas"
Mas Erik yang kembali memejamkan mata nya sambil tetap memeluk ku erat.
Erik :
"kenapa"
Tita :
"Lepaskan"
"Bagaimana aku mau menyiapkan semua keperluan kita kalau mas Erik masih memeluk ku begini"
Erik :
"Kalau begitu nanti saja biarkan aku tetap memeluk mu"
Tita :
"Ya sudah iya mas, tapi tidak seperti ini juga mas"
"Aku pegal nih"
Mas Erik langsung menarik tubuh ku kehadapan nya dan wajah kami akhir nya saling bertatapan. mas Erik dengan lincah nya dan bibir merah nya itu mulai membasahi bibir ku dan berkali kali mengecup seluruh wajah ku. tanpa penolakan dari ku.
Suami ku mulai merengkuh jiwa ku.
Entah sejak kapan mas Erik sudah berhasil melepaskan pakaian ku juga pakaian nya. aku dan dia sudah sama sama tanpa sehelai pakaian. mas Erik sudah berada diatas tubuh ku. seluruh tubuh ku tak luput dari kecupan bibir nya yang memabukkan. sementara aku hanya bisa memejam kan mata ku dan seraya mengigit bibir ku mencoba meredam suara. mas Erik mulai menjelajahi tubuh ku dan menjamah area sensitif ku, tubuh ku melayang seperti di angan angan merasakan kenikmatan dari setiap sentuhan nya. tercipta rasa bahagia menjalar ke seluruh tubuh ku ketika mas Erik kembali membasahi dengan bibir nya. aku dan mas Erik saling bertatapan dan mas Erik menggenggam erat tangan ku lalu bibir nya kembali membasahi bibir ku dan mengecup nya berkali kali, sungguh tercipta kebahagiaan yang aku rasakan.
Mas Erik benar benar membuat ku tak berdaya. seluruh tubuh ku ini sudah menjadi milik nya, aku relakan untuk nya asalkan dia bahagia dengan ku, dan aku bahagia dengan nya.
Tita :
"Sudah mas, aku lelah"
Erik :
"Sekali lagi ya"
Tita :
"Nanti saja saat kita bulan madu mas"
Erik :
"Tidak mau, aku mau nya sekarang"
Tita :
"Ya sudah lakukan lah"
"Aku pasrah saja mas"
Aku hanya pasrah ketika mas Erik memulai kembali aksi nya menjamah tubuh ku dan kembali merasakan kenikmatan diubun Ubun ku. Mas Erik suami ku sangat lihai.
Tita :
"Sudah mas geli"
Erik :
"Nikmati saja sayang"
Tita :
"Tetap geli mas, aku sudah menikmati nya mas tadi"
"Nanti dilanjut lagi mas"
"Sekarang biarkan aku menyiapkan semua keperluan kita untuk bulan madu"
Erik :
"Sebentar sedikit lagi"
Mas Erik masih senang bermain main rupa nya. dan tetap membiarkan ku merasa geli.
Akhir nya aku berhasil kabur dari cengkraman nya, aku berlari kearah kamar mandi dan langsung membersihkan diri ku.
Sambil berlari masuk kamar mandi aku meminta maaf pada mas Erik.
Tita :
"Maafkan aku mas"
"Nanti kita lanjut lagi di bulan madu ya"
"Aku sayang kamu mas"
Mas Erik tersenyum di wajah nya melihat tingkah ku yang terlihat kekanak-kanakan.
Tapi bagi nya aku adalah harta terindah nya dan akan tetap menjadi istri kecil nya seolah berharap aku akan tetap seperti kekanak-kanakan.
Bersambung...
Hallo readers semua ketemu lagi kita bantu baca ya biar View nya naik lagi, bantu like, komen, rate 5, favorit kan dan vote ya 😍
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏😍