PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Hari pertama dirumah baru


__ADS_3

Hai hai hai sobat readers semua semoga kalian suka dengan karya saya ya.. selamat membaca ya.. jangan lupa like vote dan komen nya. 🙏🙏🙏🤗.


********


Sesampai nya didepan pintu pagar sebuah rumah berlantai dua itu. Seorang satpam bernama mang Dadan, segera membuka kan pintu pagar dan kemudian Erik pun membawa mobil nya masuk ke sebuah garasi depan rumah nya.. segera satpam tadi pun menutup kembali pintu pagar nya.


Erik membuka pintu mobil dari sebelah kanan dan berjalan membuka kan pintu untuk ku disebelah kiri. kemudian Erik berjalan kearah pintu belakang untuk mengambil kan tas dan bungkusan makanan yang tadi dibeli nya di restoran tak jauh dari rumah nya.


Diketahui dirumah itu Erik hanya tinggal dengan adik nya yang bernama Sofi dan 1 orang pembantu dan 1 orang satpam bernama Bi Inah dan Mang Dadan adalah suami istri yang sudah lama bekerja dengan Erik.


mereka pun ikut tinggal dirumah Erik.


karna papah mamah Erik tinggal disingapura rumah orang tua nya kosong, jadi Erik membawa serta adik nya untuk tinggal bersama Erik.


***


Sementara aku tetap berdiam diri hanya melihat Erik yang sibuk dengan barang bawaan nya. kemudian Erik mengajak ku untuk masuk kedalam rumah.


ketika masuk kedalam rumah, ada seorang pembantu rumah tangga bernama Bi Inah telah menyambut tuan nya, dari dapur saat tuan nya hendak berjalan ke meja makan untuk menaruh bungkusan makanan tadi.


Bi Inah seorang yang sudah paruh baya usia nya sekitar 50 tahun, dia sudah lama bekerja dirumah Erik si tuan tua ini. Bi Inah orang nya sangat baik dan sopan pekerjaan nya selalu rapih dan bisa diandalkan..


Kemudian Erik menyuruh Bi Inah untuk mengambil piring dan menata makanan yang dia bawa tadi di meja makan, karna setelah Erik mandi dia mengajak ku, beserta adik nya Sofi untuk makan bersama.


Erik :


"Bi Inah gak usah masak ya.. siapkan saja minuman juga tolong ambilkan piring dan tata makanan ini dimeja segera ya Bi.."


"Karna setelah saya beres mandi saya mau makan bersama, perut saya sudah keroncongan nih bi.."


Sambil tangan satu nya menaruh bungkusan makanan itu dimeja makan. sementara tangan satu nya masih membawa tas ku.. tidak tahu akan ditaruh dimana aku dan tas ku 😥


Lalu Erik melihat ku yang masih berdiam diri dan dengan mata ku yang melirik ke seluruh ruangan, betapa terkagum aku terhadap sosok Erik yang sudah mapan dan memiliki rumah sendiri, aku pikir Erik mengajak ku untuk kerumah papah mamah nya.


ternyata Erik sudah memiliki rumah sendiri.


Sejenak aku berpikir, mengenai Sarah istri yang dinikahi Erik secara sirih..


"Mengapa wanita itu tidak tampak batang hidung nya dirumah ini?"


"Kemana dia?" pikirku dalam hati..


Tak lama Erik menepuk bahu ku seolah menyadarkan ku yang sedang melamun.


sesaat kemudian aku terkejut dan menatap ke arah Erik.


Erik :


"Kenapa masih berdiri disitu?"


"Ayo naik ikut dengan ku.."


"Cepat sedikit jalan nya.."


"Aku ingin segera mandi dan makan siang perut ku sudah keroncongan nih.."


Erik yang bicara terus tanpa mengijinkan ku untuk menjawab.


Ya sudah aku lebih baik aku diam saja, hanya berusaha mengikuti langkah kaki nya yang menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana terdapat beberapa kamar.


Erik membuka pintu kamar yang cukup besar ukuran pintu nya diantara pintu kamar lain nya dan itu merupakan kamar pribadi Erik.


krekkkk..


Suara pintu yang dibuka Erik...


Erik menyuruh ku untuk masuk dan berkata bahwa ini adalah kamar kita berdua.


Erik :


"Ayo masuk.."


"Kenapa masih diam disana..?"


"Mulai hari ini, ini adalah kamar kamu, kamar kita berdua faham.."


"Sudah jangan bengong saja, aku mau mandi dulu, segera masuk.."


Aku masih berdiri mematung didepan pintu dalam hati ku, terkejut kenapa Erik bilang ini kamar kita?


Ah sial kenapa semua ini terjadi begitu cepat bagi ku.. entah setelah ini apa yang bakal terjadi dalam hidup ku.

__ADS_1


Tita :


"Hahhh.. iya tuan sebentar tuan.."


Dengan terbata aku menjawab.


namun Erik sudah berlalu meninggal kan aku yang masih mematung didepan pintu.


Sementara itu Erik mandi dan aku duduk di sebuah sofa dimana disitu juga terdapat tv dan beberapa rak buku, yang bersebelahan dengan tempat tidur.


Tak lama Erik keluar kamar mandi yang masih menggunakan handuk, ingin segera memakai baju.


Erik tampak cuek dengan keberadaan aku dikamar itu saat hendak berganti baju seperti tidak merasa malu.


Justru aku yang berbalik merasa malu karna tidak biasa melihat pemandangan seperti itu.🤭


Kemudian Erik menyuruh ku untuk segera mandi. dan dia akan menunggu ku dikamar.


Aku berlalu menuju kamar mandi dan sebelum masuk aku mengambil beberapa stel baju agar aku bisa berganti baju di dalam kamar mandi saja, agar tidak terlihat oleh Erik.


Erik menatap ku saat aku membuka tas ku dan mengambil beberapa stel baju.


kemudian Erik hanya menatap ku sambil geleng geleng kepala. mungkin pikir nya bocah polos masih tidak mengerti.


Aku segera mandi tidak ingin Erik menunggu ku lama. Kasihan perut nya sudah menahan lapar..


Selesai sudah aku mandi, Erik menarik tangan ku kemudian menggenggam nya, dan berjalan keluar dari kamar, menyusuri anak tangga.


Saat di tangga Aku dan Erik bertemu dengan Sofi adik nya Erik.. yang juga sama sama akan makan siang.


Sofi kemudian menyapa ku.


Sofi :


"Hai kak Tita.."


"Apa kabar, gimana sudah lebih baik kak..?"


Ahh aku jelas saja terkejut dan merasa sedikit risi karna Sofi memanggilku kakak, karna usia kami sama.


Tita :


"Keadaan ku sudah lebih baik sih, terimakasih.." (ucap ku pada Sofi)


Lalu Aku, Erik dan Sofi, berjalan bersama menuruni anak tangga. menuju meja makan.


dan bi Inah sudah menyiapkan semua nya.


semua makanan ,minuman dan beberapa buah buahan dan cemilan pencuci mulut pun sudah tersedia,hanya tinggal menyantap nya saja.


Dengan hening Aku ikut makan bersama sampai selesai. Erik yang masih duduk menikmati beberapa buah, sementara Sofi yang berlalu meninggal kan meja makan dan menuju ruang tv. sementara Bi Inah kembali membereskan piring piring kotor dan membawa nya kedapur untuk di cuci.


Aku menyusul Bi Inah ke dapur untuk sekedar membantu mencuci piring. karna Aku tidak tahu harus berbuat apa dirumah ini. aku merasa canggung dihadapan Erik.


Erik hanya menatap ku dan tersenyum kecil.


Saat aku berada di dapur, Erik memanggil ku dan juga bi Inah.


Erik :


"Tita.."


"Bi Inah.."


Aku dan bi Inah segera menghadap Erik bersamaan.


Bi Inah :


"Iya tuan ada apa.."


Tita :


"Ya tuan .."


Erik tersenyum melihat Aku dan bi Inah datang bersamaan menyapa dengan sebutan tuan.


Erik :


"Bi.. tolong beresin semua nya ya, Aku sudah selesai.."


Kemudian..

__ADS_1


"Tita kamu sudah selesai di dapur nya? "


Tita :


"Iya sudah.."


"Memang ada hal apa..?"


Erik :


"Jika sudah selesai ikut dengan ku.."


"Bi Inah nanti tolong bawa kan air minum ke kamar saya ya.."


Bi Inah :


"Baik tuan.."


Erik mengajak ku ke kamar nya, kelantai dua


Erik menyuruh ku untuk duduk di sofa. tak lama Bi Inah datang membawakan air minum.


Suara pintu terdengar..


tok.. tok.. tok..


Erik segera membuka pintu kamar..


krekkkk...


Bi Inah pun masuk dan menaruh gelas berisi air minum itu di meja, tepat didepan ku.


Bi inah :


"Ini tuan air minum nya.."


Erik :


"Terimakasih Bi.."


Ucap nya pada bi Inah..


Kemudian Bi Inah turun kembali ke dapur.


Erik mengambil kan beberapa bungkus obat ku.


Erik :


"Ini obat nya cepat diminum.."


"Setelah itu diam dikamar saja untuk hari ini supaya badan kamu pulih kembali.."


"Jika ingin sesuatu kata kan pada ku atau minta sama Bi Inah ya.."


Aku segera meminum obat itu tidak ingin berdebat dengan si tuan tua itu.


kemudian Erik membaringkan tubuh nya ditempat tidur.


Sementara aku masih duduk di sofa dengan memainkan ponsel ku.


Erik menyuruh ku untuk ikut tidur dengan nya.


tapi Erik tidak memaksa.


aku masih sangat canggung dan risih karna belum terbiasa.


Erik :


"Kemarilah.."


"Tidur lah disini bersama ku agar tubuh mu tidak kelelahan.."


Dengan mata nya yang sudah sayup, sedikit menutup karna rasa ngantuk yang teramat berat dirasakan Erik.


"Aku sudah mengantuk segera lah kamu juga tidur siang.."


Aku masih duduk disofa melihat Erik yang mulai terlelap tidur. dan menatap wajah Erik yang tampan meskipun saat tidur.


*********


Hai semua sobat readers jangan lupa setelah selesai membaca tolong like vote komen dan favorit kan ya,juga berikan bintang 5 nya ya.. agar menjadi penyemangat buat author nih yang mulai drop nih, saat menulis 😁😁🤭 butuh berjam jam. karna dadakan ya nulis nya, begitu dapet inspirasi langsung diketik. jadi buat sobat readers dimana pun, tolong yang suka baca jangan lupa like ya.. makasih 🙏🙏🙏🤗😍

__ADS_1


__ADS_2