
Happy reading..
Joko mengirim pesan kepada Andre dan meminta Andre untuk segera tiba dirumah mas Erik. begitu mengetahui ada kejadian aneh dirumah mas Erik, Andre langsung menuju rumah dan ingin segera menyelesaikan semua permasalah itu.
Andre berlari menghampiri mobil nya dan langsung mengendarai nya dengan laju yang sedikit lebih cepat, berharap Andre bisa menemukan mereka dan menangkap salah satu nya dari mereka. dalam perjalanan Andre merasa tidak tenang, karena kepikiran dengan Sofi dirumah itu. berharap Sofi baik baik saja.
Tak berapa lama Andre pun tiba di depan rumah mas Erik, Joko dan mang Dadan langsung membukakan pintu gerbang untuk Andre, Joko dan mang Dadan kembali berjaga di pos satpam. mobil Andre masuk hingga ke halaman teras rumah. lalu Joko berlari menghampiri Andre yang saat itu hendak turun dari mobil nya.
Joko :
"Sore bos"
Andre :
"Gimana, ada perkembangan apa?"
"Barusan gua lihat sepi di jalanan komplek"
Joko :
"Mereka baru saja pergi bos beberapa menit yang lalu"
"Kita tunggu saja bos, sebentar lagi mereka juga balik lagi"
"Karena tugas nya mereka kan meneror bos"
"Arti nya bakalan berkali kali mereka kesini"
Andre :
"Ok Luh jaga terus dan pantau, kalau mereka datang kasih tahu gua, kita serang dan tangkap salah satu nya jadikan sebagai tawanan untuk barter"
Joko :
"Ok bos siap"
Andre :
"Dimana Sofi dan Bi Inah?"
Joko :
"Mereka didalam bos, aman"
Andre :
"Ya sudah balik jaga ingat pesan gua"
"Gua tetap disini, kemungkinan akan menginap disini sampai dapetin mereka sebagai tawanan gua"
Joko :
"Ok bos"
Joko berlari kembali ke pos menemani mang Dadan. Andre masuk kedalam rumah mencari Bi Inah dan Sofi.
Andre :
"Permisi bi, Bi Inah"
"Sofi"
Tak lama Bi Inah muncul menemui Andre yang masih berdiri didepan teras sebelum dipersilahkan masuk kedalam rumah.
Bi Inah :
"Eh ada mas Andre"
"Silahkan masuk mas Andre"
"Non Sofi teh ada di kamar nya"
Andre :
"Iya bi terimakasih"
Andre pun segera masuk mengikuti langkah bi Inah dan dipersilahkan duduk di ruang tengah oleh BI Inah.
Bi Inah :
"Silahkan duduk mas Andre"
"Sebentar ya bibi teh panggilkan dulu non Sofi nya"
"Sekalian bibi teh mau buatin minuman"
Andre :
"Iya bi silahkan"
Bi Inah saat hendak berjalan memanggil Sofi, langkah nya terhenti karena ingin menanyakan pada Andre ingin dibuat kan minuman apa.
Bi Inah :
"Mas Andre teh mah minum apa?"
Andre :
"Apa saja Bi boleh"
Bi Inah :
__ADS_1
"Siap bibi buatin dulu ya mas"
Andre :
"Iya bi"
Andre duduk di kursi sambil menunggu Sofi dan minuman yang dibuat kan bi Inah segera hadir.
Bi Inah berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Sofi, dan segera memanggil Sofi karena Andre sudah menunggu nya di ruang tengah.
Bi Inah :
"Non, non Sofi"
Suara ketukan pintu kamar yang diketuk oleh BI Inah..
tok..tok..tok..
"Non Sofi teh tidur ya?"
Lalu Sofi segera menjawab panggilan Bi Inah itu, karena saat itu Sofi sedang mendengar kan musik di ponsel nya menggunakan earphone. sehingga tidak begitu mendengar ketika ada suara.
Sofi :
"Iya bi sebentar"
Sofi membuka pintu kamar untuk bi Inah..
krekkkk..
Sofi :
"Kenapa bi teriak teriak?"
Bi Inah :
"Dibawah teh ada mas Andre datang mencari non Sofi"
Sofi :
"Oh iya bi terimakasih nanti aku ke bawah"
Bi Inah :
"Iya non bibi teh mau segera buatin minuman buat mas Andre takut kehausan, kan rumah nya teh jauh non"
Sofi :
"Iya bi silahkan"
Sambil tersenyum Sofi kearah bi Inah yang antusias sekali dengan kehadiran Andre.
Bi Inah berjalan menuruni anak tangga, dan Sofi kembali ke dalam kamar untuk merapihkan rambut dan sedikit penampilan nya agar terlihat lebih rapih karena akan bertemu dengan Andre yang waktu itu telah menyatakan cinta nya kepada Sofi.
Bi Inah datang dengan nampan ditangan nya berisikan camilan dan beberapa gelas sirup.
Bi Inah :
"Non teh mencari mas Andre ya?"
Sofi :
"Iya Bi"
Bi Inah :
"Mas Andre teh menunggu diruang tengah non"
Sofi :
"Kok diruang tengah Bi, biasa nya kalau tamu kan diruang tamu atau diteras Bi"
Bi Inah :
"Tidak apa apa non kan mas Andre teh sebentar lagi jadi keluarga dirumah ini"
"Mas Andre kan calon nya non Sofi"
Sofi tersenyum kepada bi Inah karena ucapan nya bi Inah yang sedikit nyeleneh tapi jujur Sofi merasa senang saat mendengar Bi Inah mengatakan itu.
Sofi :
"Bi Inah ada ada saja deh"
"Kan masih lama Bi, belum tentu jodoh juga bi"
Bi Inah :
"Sok ku bibi mah didoain biar cepet jadi jodoh nya"
"Amin"
Sofi pun ikut menjawab amin..
Sofi :
"Amin Bi"
"Ayo Bi kita keruang tengah kasihan mas Andre nya"
Bi Inah :
__ADS_1
"Iya hayu atuh non, sampe lupa ngobrol aja"
Sofi kembali tersenyum saat bi Inah mulai menggunakan bahasa Sunda nya yang Sofi tidak mengerti.
Mereka berdua sampai diruang tengah dan Sofi duduk disebelah Andre. Bi Inah mempersilahkan Andre untuk segera mencicipi nya.
Bi Inah :
"Mangga atuh di minum mas Andre"
Andre :
"Iya bi terimakasih"
Sahut Andre kepada bi Inah, lalu Bi Inah pamit kembali ke belakang.
Bi Inah :
"Bibi teh permisi kembali ke belakang ya non Sofi, mas Andre"
Sofi :
"Iya bi, terimakasih"
Andre :
"Silahkan Bi terimakasih"
Lalu Bi Inah kembali ke belakang, tinggal lah mereka berdua. Sofi terlihat tampak malu ketika berduaan dengan Andre dan Andre menatap nya dengan tatapan penuh rindu.
meskipun Sofi belum memiliki rasa cinta yang dalam kepada Andre, tapi hati nya mulai tergetar ketika berhadapan dengan Andre.
Andre :
"Gimana keadaan mu dirumah?"
"Aku khawatir karena tadi Erik menghubungi ku, memberitahu ku kalau Tita kakak ipar mu kembali diteror oleh Sarah"
Sofi :
"Kabar ku baik mas"
"Loh kok Sarah jahat banget sih"
"Buat apa coba dia melakukan itu semua"
"Kasihan kak Tita pasti ketakutan deh"
Andre :
"Aku lebih khawatir sama kamu Sof"
"Karena kamu yang ada dirumah ini, kalau kakak mu kan jauh di Paris"
Sofi :
"Iya mas terimakasih sudah mengkhawatir kan aku"
"Tapi aku baik baik saja"
Andre :
"Aku lega begitu tahu dari Joko kamu dan Bi Inah baik baik saja"
"Oh iya maaf aku tidak sempat membelikan mu makanan"
"Tadi terburu buru"
Sofi :
"Iya mas tidak apa apa"
"Lagi pula dirumah juga banyak makanan kok"
Andre tersenyum kepada Sofi, dengan tangan kanan nya berusaha meraih dan menggenggam tangan Sofi. Sofi tampak terlihat canggung karena sikap Andre.
Sofi :
"Oh iya mas Andre sudah makan?"
Andre :
"Sudah, kamu pasti belum makan kan?"
Sofi :
"Iya aku belum makan mas"
"Belum laper soalnya mas"
Andre :
"Tapi kamu harus tetep makan"
"Aku temani ya?"
Sofi :
"Nanti saja ya mas, kalau aku sudah lapar"
Andre :
__ADS_1
"Ya sudah"
Andre tidak mau memaksa Sofi untuk makan sekarang, dan Andre berniat memberitahukan tujuan nya bahwa malam ini akan menginap dirumah mas Erik.