PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Kunjungan Dokter Yudi..


__ADS_3

Jangan lupa tekan tanda 👍 diakhir bab ya sampai berubah warna jadi merah berarti like berhasil. mohon dukungan nya like, komen rate 5/bintang 5 favorit kan dan Vote ya terimakasih 🙏


Happy reading...


Pagi itu saat semua selesai sarapan mas Erik dan Sofi pamit untuk pergi ke kantor sedang kan papah dan mamah mertua ku melakukan kunjungan bisnis ke beberapa perusahaan di Jakarta milik relasi nya.


Sebelum mas Erik pamit padaku..


Erik :


"Sayang aku berangkat dulu"


"Kamu dirumah hati hati ya"


"Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku"


Tita :


"Iya mas, aku pasti berhati hati"


"Kamu tidak usah khawatir lagi pula disini kan ada bi Inah mang Dadan juga para bodyguard mas"


Erik :


"Iya benar, tapi tetap saja aku merasa khawatir meninggalkan mu"


Tita :


"Sudah mas Erik tidak perlu khawatir seperti itu"


"Aku janji akan baik baik saja"


Erik :


"Ya sudah aku pergi dulu"


"Ingat pesan ku ya"


Tita :


"Iya mas"


Mas Erik dan Sofi masuk kedalam mobil dan mulai menghilang dari pandangan ku.


Bagitu pun dengan papah dan mamah mertua ku yang pamit untuk kunjungan bisnis nya.


Mamah Ratih :


"Tita mamah sama papah pergi sebentar ya"


"Ada kunjungan bisnis ke relasi papah mu di beberapa perusahaan"


"Tidak apa apa kan mamah tinggal sebentar?"


Tita :


"Iya mah tidak apa apa"


"Aku pasti baik baik saja"


"Di rumah kan ada mang Dadan dan Bi Inah juga para bodyguard"


"Mamah sama papah tidak perlu khawatir"


Mamah Ratih :


"Ya sudah kalau begitu mamah sama papah pamit ya"


Tita :


"Iya mas hati hati"


Mamah Ratih :


"Ya sayang"


Akhir nya semua orang sudah pergi dengan aktifitas nya yang masing masing.


Sedangkan aku berdiam dirumah ditemani bi Inah dan mang Dadan juga beberapa bodyguard nya Andre.


Hari ini akan ada kunjungan dokter Yudi yang merawat ku, mas Erik sudah membuat jadwal sebelum nya karena tidak ingin aku sampai kenapa Napa jika keluar rumah apalagi sekarang ada si peneror dan itu membuat mas Erik merasa ketakutan.


Aku masih duduk di meja makan menghabis kan teh lemon ku juga buah jeruk. karena setelah tiga puluh menit nanti aku harus meminum obat yang diberikan dokter Yudi.


Tak terasa waktu begitu cepat berjalan hingga waktu sudah menunjukan pukul 09:00 pagi itu. dan tiba lah dokter Yudi dan asisten perawat nya datang mengunjungi ku untuk memeriksa keadaan ku.


Sebelum dokter Yudi bisa masuk kedalam rumah mas Erik, dokter dan asisten nya diperiksa terlebih dahulu oleh Joko dan anak buah nya hanya untuk memastikan bahwa mereka tidak terlibat dengan peneror'an itu.


Joko :


"Permisi dokter"


"Sudah buat janji kah dengan tuan rumah nya?"


Dokter Yudi :


"Sudah mas, kemarin pak Erik sendiri yang menghubungi saya"


"Meminta saya untuk melakukan pemeriksaan kepada istri nya"


Joko :


"Baik lah kalau memang sudah ada ijin silahkan masuk"


Akhir nya Joko mengijinkan dokter Yudi dan asisten nya masuk menemui ku, tapi Joko tetap mengikuti dokter itu sampai pemeriksaan ku selesai karena memang mas Erik yang meminta Joko melakukan itu.


Lalu di depan pos masih ada mang Dadan yang berjaga dan ditemani beberapa anak buah Joko untuk jaga jaga diluar.

__ADS_1


Joko masuk menemui ku dan membawa dokter Yudi dengan asisten nya.


Dokter masih menunggu diteras depan.


Joko :


"Permisi Bu"


Tita :


"Iya"


Joko :


"Diluar ada dokter Yudi dan asisten nya ingin bertemu untuk memeriksa ibu"


Tita :


"Oh ya sudah langsung masuk saja"


"Biar kan masuk dan melakukan pemeriksaan di kamar tamu saja"


Joko :


"Baik bu"


Joko berjalan ke arah teras dan memanggil dokter Yudi dan asisten nya untuk masuk kedalam sesuai perintah ku.


Joko :


"Silahkan masuk dokter"


Dokter Yudi :


"Terimakasih"


Dokter dan asisten nya masuk menemui ku di meja makan, dan langsung bi Inah mempersilahkan kami semua untuk masuk kedalam kamar tamu yang sudah Bi Inah siapkan.


Aku berjalan ditemani bi Inah menuju kamar tamu dan Joko mengikuti kami dibelakang untuk memastikan bahwa aku baik baik saja.


Aku berbaring di atas kasur dan dokter mulai melakukan pemeriksaan.


Dokter Yudi :


"Baik mbak, saya periksa dulu ya"


Tita :


"Iya dok silahkan"


Dokter Yudi :


"Suster segera cek darah nya, apakah stabil atau rendah?"


Suster :


Asisten perawat itu memeriksa tensi darahku, sementara dokter Yudi membuka perban luka di perut ku.


Dokter Yudi :


"Saya periksa dulu luka nya ya mbak"


Dokter membuka perban nya dengan hati hati dan membersih kan nya lalu memberikan nya nya obat luar berupa salep agar cepat kering. hari ini perban sudah resmi dibuka dan luka ku sudah sembuh dan mengering jadi tidak menggunakan perban lagi.


Tita :


"Dok luka nya sudah kering kan?"


"Berati sudah tidak memakai perban lagi?"


Dokter Yudi :


"Betul mbak, luka nya sudah kering dan berangsur sembuh dengan cepat"


Setelah selesai pemeriksaan dokter Yudi dan asisten nya kembali pulang ke rumah sakit dan aku masih bersama bi Inah.


Dokter Yudi :


"Baik mbak, kalau begitu saya permisi"


"Ini obat untuk diminum rutin nya ya"


"Dan tolong di habiskan ya mbak"


"Ini untuk luka didalam nya agar cepat sembuh"


Tita :


"Baik dokter terimakasih"


Dokter Yudi :


"Sama sama mbak, semoga lekas sembuh mbak, dan saya permisi"


Tita :


"Iya dokter silahkan dan terimakasih"


Dokter meninggalkan kamar tamu dimana aku diperiksa tadi, dan Joko menemani dokter dan asisten nya keluar meninggalkan rumah mas Erik.


Joko :


"Mari dok saya antar keluar"


Dokter dan asisten hanya mengikuti nya dari belakang tanpa menjawab.


Aku berjalan keluar bersama bi Inah dan Bi Inah mengantar ku keruang tengah untuk menonton televisi tidak lupa bi Inah yang selalu memberikan perhatian lebih pada ku, dia memijat kaki ku dan juga kepala ku. membuat ku bukan menonton televisi justru aku menjadi tertidur di sofa.

__ADS_1


Bi Inah tetap setia menemani ku meskipun aku sudah tertidur Bi Inah tidak berani meninggalkan ku sendirian.


Sekitar tiga puluh menit, aku sudah tertidur di sofa. dan mulai terbangun ketika mendengar ponsel ku berdering dan itu telpon dari mas Erik.


Erik :


"Sayang bagaimana hasil pemeriksaan tadi?"


Tita :


"Hmm.. aku yang masih menguap belum menjawab"


Erik :


"Kamu sedang tidur ya?"


Tita :


"Tidak mas, aku baru saja bangun"


"Iya mas semua nya baik baik saja"


"Luka ku sudah kering dan sembuh mas"


Erik :


"Syukur lah, tapi kamu harus tetap jaga kesehatan dan hati hati"


"Jangan kecapean dulu"


Tita :


"Iya mas sayang aku mengerti"


Erik :


"Hmm aku jadi ingin segera pulang dan mencium mu sayang"


Tita :


"Kenapa mas?"


Erik :


"Suara mu membuat aku rindu"


Tita :


"Nanti sore kan mas Erik pulang kerja bisa sepuas nya bertemu dengan ku"


Erik :


"Itu lama sekali sayang"


"Masih berapa jam lagi"


Sambil melihat arloji nya..


"Ya sudah, aku harus kembali bekerja"


"Jangan lupa makan dan minum obat mu"


Tita :


"Ok mas aku pasti makan siang dan minum obat ku"


Erik :


"Love you sayang"


Tita :


"Iya mas"


Erik :


"Kok jawab nya cuma begitu saja?"


Tita :


"Mas Erik mau aku jawab apa?"


Erik :


"Jawab yang sama dong"


Tidak ingin membuat nya kecewa dan menunggu lama. aku langsung mengatakan hal yang sama dengan mas Erik.


Tita :


"Iya mas love you to"


Erik :


"Terimakasih istri cantik ku"


Tita :


"Sama sama mas"


Aku dan mas Erik saling menutup telpon. aku kembali ke meja makan dan ditemani bi Inah makan siang, sementara mas Erik kembali bekerja dengan bantuan Sofi membuat banyak laporan selama ditinggalkan Sandra.


Sementara itu hari ini, Sandra yang sudah jauh hari mengatakan pada mas Erik bahwa hanya beberapa hari saja di Balikpapan. hari ini sudah dalam perjalanan menuju Jakarta.


Bersambung...


Halo readers semua, jangan lupa like ya tekan tanda 👍 di akhir bab setelah baca sampai warna nya berubah merah ya tanda nya like berhasil.

__ADS_1


Like, komen, rate 5/ bintang 5 , favorit kan dan Vote yang banyak ya terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2