
Happy reading..
Setelah selesai makan siang bersama, Andre memilih kembali ke kantor karena pekerja nya masih belum selesai, Sofi pun ikut ke kantor kembali bersama Andre karena masih harus menggantikan Sandra yang masih berada di Balikpapan.
Andre:
"Ok Rik, gua balik ke kantor lagi masih ada beberapa kerjaan yang belum beres"
Lalu mas Erik segera meminta kepada Andre untuk segera mengurus Sarah dan tuan Wisnu, mas Erik ingin sekali bertemu dan melihat kehancuran mereka.
Erik :
"Ok thanks"
"Oh iya Dre, kapan Luh bereskan dua orang itu?"
Yang dimaksud mengarah kepada Sarah dan tuan Wisnu.
Andre :
"Secepat nya gua urus, begitu kerjaan kantor beres gua langsung cari mereka"
"Sekarang gua masih gak fokus Rik, kerjaan gua numpuk banget untung ada Sofi yang bantuin gua"
Erik :
"Ya sudah, segera hubungi gua perkembangan selanjut nya"
Andre :
"Ok, gua cabut dulu dah"
Lalu Andre mengajak Sofi untuk segera kembali ke kantor.
Andre :
"Ayo Sof, kita masih ditunggu dengan segudang pekerjaan"
"Sisa nya nanti kita bawa pulang dan kerjakan dirumah saja, ya anggap saja biar kita bisa lebih deket gitu"
Rayu Andre kepada Sofi, Sofi hanya membalas dengan sebuah senyuman manis untuk Andre, sedangkan mas Erik hanya geleng geleng kepala melihat tingkah konyol dua orang di hadapan nya itu.
Andre dan Sofi melangkah keluar menuju mobil nya. Joko kembali membuka kan gerbang untuk Andre seraya memberikan rasa hormat kepada bos nya itu, dengan menundukkan kepala nya saat berpapasan dengan Andre. dengan cepat seperti kilat mobil sudah melaju di jalanan meninggalkan kediaman mas Erik.
Andre dan Sofi mungkin sudah tiba di kantor kembali dengan segudang pekerjaan nya.
Sedang kan aku masih bersama dengan suami tercinta ku saat ini dirumah. duduk berdua di ruang tengah mas Erik dengan secangkir kopi nya sedang kan aku secangkir teh lemon madu.
Mas Erik mengatakan kepada ku bahwa sebentar lagi akan menemui Sarah untuk bisa menghentikan kegilaan nya meneror ku.
Erik :
"Sayang, semoga Andre bisa dengan cepat menemukan Sarah dan tuan Wisnu suami nya itu"
Tita :
"Memang kenapa dan untuk apa mas?"
Erik :
"Aku ingin menghentikan kegilaan mereka"
Tita :
"Kamu harus hati hati mas, Sarah kan licik orang nya"
Erik :
"Pasti aku akan hati hati"
Tita :
"Mas bagaimana kabar dengan ayah ku?"
"Apa Andre sudah mencari informasi di kediaman ayah?"
Erik :
"Sudah sayang, ayah mu baik baik saja"
"Memang sempat terjadi peneror'an juga disana Rio dan ibu tiri mu yang menerima teror itu"
__ADS_1
"Tapi kamu tidak usah khawatir lagi Andre sudah berhasil melumpuhkan tuan Wisnu sehingga tidak akan ada lagi teror, karena Sarah dan tuan Wisnu sudah tidak memiliki apapun lagi"
Tita :
"Maksud mas Erik bagaimana?"
"Sarah jatuh miskin?"
Erik :
"Tepat sekali, tuan Wisnu sudah jatuh miskin pasti berimbas kepada Sarah juga"
Tita :
"Kenapa bisa begitu?"
"Kasihan Sarah mas, bagaimana dengan hidup dia nanti?"
Erik :
"Sudah tidak usah khawatir dengan hidup wanita itu, dia sudah menyakiti mu dan kamu masih peduli dengan nya?"
"Tita tita, terbuat dari apa hati mu meskipun sudah di sakiti, kamu masih memperdulikan nya"
Tita :
"Bagaimana pun juga Sarah kan manusia juga mas, dia seorang wanita sama seperti diriku"
Erik :
"Sudah, jangan bahas dia lagi, selera mengopi ku tiba tiba jadi hilang"
Aku langsung diam begitu mendengar mas Erik mengatakan selera nya hilang karena mendengar ku yang iba kepada Sarah.
Selang beberapa jam kemudian.. setelah kami beristirahat di kamar, karena sehabis perjalanan bulan madu kemarin rasa nya badan pegal pegal, aku memilih untuk tidur siang dan di susul oleh mas Erik yang sudah berada disamping ku saat itu. ku dengar notif ponsel mas Erik berdering, aku mencoba melihat nya, saat ku lihat terpampang nyata muncul nama Sarah di layar ponsel mas Erik meskipun aku berpikir untuk apalagi Sarah menghubungi mas Erik, tapi hati kecil ku sedikit kecewa, karena sampai saat ini mas Erik masih menyimpan nomer Sarah di ponsel nya, seharusnya mas Erik sudah menghapus nya terlebih setelah apa yang sudah dia perbuat pada ku. lagi dan lagi aku tidak bisa melakukan apapun, aku hanya bisa diam dan mengalah.
Mencoba membuang rasa kecewa ku dan rasa marah ku, meski sakit sesak di dada ku rasakan, harus menahan nya, tapi aku berusaha tetap diam, Aku bangun kan mas Erik dan memberitahukan nya bahwa Sarah menghubungi nya.
Tita :
"Mas, bangun mas, ini ponsel mu berdering terus"
Erik :
"Katakan aku tidak ingin di ganggu"
Tita :
"Sarah yang menelpon mu"
Mas Erik terperanjat mata nya penuh tanda tanya, karena kaget mendengar nama Sarah yang ku sebut kan.
Erik :
"Dari mana kamu tahu itu Sarah yang menelpon ku?"
Tita :
"Disini terpampang nyata nama Sarah yang muncul"
"Mungkin karena kamu belum menghapus nya dari ponsel mu mas"
Aku berusaha tenang dan memberikan ponsel itu kepada mas Erik.
Tita :
"Nih, jawab lah mungkin saja penting"
Ucap ku dengan masih tetap tenang, mungkin mas Erik sendiri bisa merasakan nya dan terlihat dari datar nya wajah ku saat itu.
Mas Erik menerima telpon dari Sarah dan mereka berbicara sangat serius.
Erik :
"Hmmm, kenapa masih menghubungi ku?"
Sarah :
"Aku ingin bertemu ada hal penting yang harus ku sampai kan"
Erik :
__ADS_1
"Katakan lah disini?"
Sarah :
"Tidak bisa Rik, kita harus bertemu"
"Ini tentang suami ku"
Entah apa tujuan Sarah yang sebenar nya menghubungi mas Erik, untuk menjebak nya atas perintah tuan Wisnu, atau memang benar Sarah ingin memberitahu kan niat busuk si tuan Wisnu terhadap mas Erik.
Mas Erik menyetujui nya.
Erik :
"Dimana kita akan bertemu?"
Tentu mas Erik tidak sembarangan menerima pertemuan nya dengan Sarah, kerena mas Erik pasti akan meminta Andre juga Joko untuk ikut bersama nya, untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu.
Sarah :
"Dilahan pertambangan kosong di jalan panglima"
Mas Erik sudah mengetahui persis lokasi itu dimana.
Erik :
"Ok"
Mas Erik menutup telpon dari Sarah dan sebelum mas Erik menghubungi Andre, seperti nya ada sesuatu hal yang masih mengganjal dalam hati dan pikiran nya melihat wajah datar istri nya yang seperti sedang murka.
Erik :
"Sayang, Sarah hanya mengajak bertemu dan tentu saja aku tidak akan sendirian, aku akan meminta Andre dan Joko untuk ikut dengan ku"
Tita :
"Tidak perlu meminta ijin dari ku, pergi saja silahkan"
"Kamu bebas mas sesuka hati mu?"
Seperti nya murka ku sudah tak terbendung lagi. ingin meluapkan nya tapi tidak berani.
Seperti nya mas Erik tahu akan kesalahan nya karena masih menyimpan nomer Sarah di ponsel nya.
Erik :
"Sayang aku tahu, aku salah"
"Maafkan aku, aku hanya lupa untuk menghapus nya"
"Bukan maksud ingin menyimpan selama nya"
"Tolong percaya pada ku"
Tita :
"Terserah kamu mas, aku sudah tidak peduli lagi"
"Sekali pun kamu kembali dengan nya aku rela"
"Mau meninggalkan ku demi dia silahkan"
Amarah ku seperti sudah tidak tepat arah, rasa cemburu itu menyelimuti hati ku.
Erik :
"Sudah sayang, tidak usah marah, aku tetap bersama mu, tidak mungkin aku kembali pada nya"
Tita :
"Hentikan mas, aku malas mendengar mu bicara"
"Sudah terserah kamu"
Aku memilih menutup diri ku dengan selimut diatas kasur yang empuk berharap aku bisa tidur, dan melupakan semua rasa cemburu dan kecewa itu.
Bersambung...
Cinta terkadang membutakan si pemilik hati rasa itu muncul dengan tiba tiba, tanpa aba aba atau perintah dari si pemilik hati..
Hai hai hai readers semua.. jangan lupa baca like, komen, rate 5, favorit kan dan vote ya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏😍