
Hai hai reader semua jangan lupa setelah membaca tekan tombol π like nya ya, berikan komen, saran, β5, vote dan favorit kan ya.. semoga kalian suka dengan cerita nya ya, terimakasih selamat membaca πππ€
***********
Aku berduaan dengan mas Erik menghabiskan malam di taman yang dihiasi lampu lampu indah itu. seperti tidak ingin waktu itu cepat berlalu. rasa nya ingin terus seperti ini berdua dengan nya.
inilah gambaran hati seseorang yang sedang dimabuk cinta. serasa dunia milik kita berdua..
hahahaha yang lain ngontak ya.. π
Duduk bersandar dipelukan mas Erik begitu nyaman aku rasakan, mas Erik selalu menggenggam tangan ku dan sesekali mencium nya, aku merasa bahagia bisa bertemu dengan laki laki sebaik dirinya.
Terimakasih tuhan telah berikan suami seperti diri nya, terimakasih atas kebahagian dalam hidup ku ini.. dia yang sekarang menguat kan ku menjalani hidup.
ucap ku dalam hati.
Kemudian mas Erik mengajak ku untuk dinner atau makan malam yang romantis karna selama menikah menjadi istri nya, mas Erik belum sempat mengajak ku dinner.
Erik :
"Sayang.."
"Maukah makan malam dengan ku..?"
Tita :
"Iya mas.. aku mau.."
Erik :
"Tadi aku lihat, disekitar dekat taman sini ada sebuah restoran yang cukup romantis.."
"Ayo kita kesana , mumpung tidak terlalu malam.."
Tita :
"Iya mas.."
Aku dan mas Erik masuk kedalam mobil dan mas Erik segera tancap gas menuju restoran yang tak jauh dari taman itu.
mas Erik memesan meja dan beberapa menu makanan yang istimewa di restoran itu. tak lupa mas Erik meminta seorang pelayan untuk menyiapkan satu buket bunga mawar merah untuk dipersembahkan pada ku.
Mas Erik kembali ke meja menemui ku dan duduk berhadapan dengan ku.. tatapan mata nya yang tajam membuat ku takut tak mampu menatap kembali mata nya, aku merasakan seperti ada sesuatu dibalik tatapan nya yang tajam itu, ya tatapan itu seperti saat dia melakukan malam pertama itu..
apakah saat ini yang ada dalam pikiran nya adalah tentang malam pertama itu??
uhhh aku jadi malu jika mengingat kejadian itu π€..
Ah sudah lah tidak usah dibahas lagi biar kan saja mas Erik merasa ingin seperti itu. itu pantas dia dapatkan, tubuh ku nyawa ku sekalipun dia berhak, karna aku sudah sah sebagai istri nya..
Aku dan mas Erik makan malam romantis seorang pelayan mengantarkan pesanan mas Erik ke meja, beberapa menu dan sebuket bunga mawar merah dia berikan ketangan mas Erik.. kemudian pelayan itu pergi, dan mas Erik mengucapkan cinta nya kepada ku lalu memberikan sebuket bunga mawar merah yang cantik sekali, baru kali ini aku mendapat kan sebuket bunga dari seorang laki laki. bahkan saat aku masih berpacaran dengan Reza yang saat itu aku pun menyukai nya tapi Reza tidak pernah memberikan ku sebuket bunga, tidak seromantis mas Erik.
Erik :
"Sayang.. aku ingin mengatakan sesuatu.."
dengan meraih tangan ku diatas meja..
Tita :
"Tentang apa itu mas..?"
Erik :
"Perasaan ku, bahwa saat ini aku mulai mencintai mu dan untuk selama lama nya.."
Lalu mas Erik memberikan ku sebuket bunga mawar merah..
"Bunga ini aku persembahkan untuk mu.."
"Jangan pernah tinggal kan aku, dan tetap lah menjadi istri ku.."
__ADS_1
Tita :
"Terimakasih mas Erik sudah mau mencintai ku.."
"Terimakasih juga untuk bunga nya yang cantik ini.."
"Aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi mas.."
"Maaf kan aku belum bisa menjadi istrimu yang sempurna dan masih kekanak Kanakan.."
Erik :
"Itu tidak penting untuk ku.."
"Usia mu memang masih belia tapi tidak dengan hati dan pemikiran mu.."
"Aku merasa kamu sudah cukup dewasa sayang.."
Aku hanya tersenyum mendengar mas Erik mengatakan itu..
Aku dan mas Erik melanjutkan kan makan malam romantis itu.
*****
Sementara ditempat lain yaitu dirumah orang tua mas Erik.. Sarah masih tidak mau pulang dia masih menunggu mas Erik dengan sikap nya yang mondar mandir diteras depan rumah, dia belum puas jika belum mendapat kan mas Erik kembali.
Papah dan mamah mertua ku merasa bingung harus berbuat apa, jika mereka lakukan kekerasan dengan menyuruh satpam untuk mengusir nya keluar dari rumah, apa jadi nya nanti jika Sarah nekad dan berbuat macam macam.. bukan tidak mungkin Sarah melakukan itu, saat ini isi kepala nya diselimuti nafsu, emosi dan dendam semua bercampur jadi satu, itu bisa saja menguasai hati nya sehingga mampu melakukan hal hal diluar dugaan.
Jadi papah dan mamah mertua ku membiarkan nya seperti itu, hingga menunggu mas Erik kembali bersama ku.
***
Setelah selesai makan malam romantis ini mas Erik mengajak ku pulang kerumah orang tua nya, sebenar nya aku tidak mau, belum siap apalagi bertemu dengan Sarah lagi. membuat hidup ku terasa sempit.. aku ingin mengajak mas Erik untuk menginap di hotel saja tapi seperti nya mas Erik sudah Rindu dengan Kedua orang tua nya. ditambah lagi disana ada Sarah takut Sarah berbuat nekad terhadap keluarga nya mas Erik.
jadi aku putuskan aku ikut mas Erik pulang kerumah orang tua nya.
Erik :
"Kita pulang kerumah mamah ya.."
"Aku khawatir terhadap keluarga ku, jika Sarah masih disana, aku khawatir Sarah berbuat nekad sayang.."
Tita :
"Iya sudah mas.. aku ikut saja.."
"Tadi nya aku ingin mengajak mas Erik untuk menginap di hotel saja.."
"Aku tidak ingin bertemu lagi dengan Sarah mas.." π₯
"Ditambah lagi aku ingin merasakan bulan madu mas, mumpung kita disini diluar negri mas.." π€
Erik :
"Iya sayang.."
"Aku paham maksud mu.."
"Bukan kan sekarang sama saja dengan bulan madu..?"
"Hanya saja kita tidak menginap di hotel sayang.."
"Aku janji besok kita habis kan waktu bersama untuk berlibur seharian ya.."
Tita :
"Ok mas.. aku mau.." π
"Mas Erik janji ya tidak akan bohong.."
Erik :
__ADS_1
"Iya sayang.."
π π π Tita... tita... masih manja dan ke kanak kanakan, baru diajak liburan seharian aja udah girang nya bukan main..π
author nya jadi pengen ngebayangin jadi si tita.. π€
Lantas aku dan mas Erik pergi meninggalkan restoran itu, kembali ke mobil dan segera pulang kerumah orang tua nya mas Erik..
karna mas Erik, merasa khawatir jika Sarah masih ada disana dan berbuat nekad..
Mas Erik sangat ngebut bawa mobil nya, aku merasa takut dan berusaha untuk mengingat kan nya agar tidak terjadi sesuatu yang berbahaya..
Tita :
"Mas.. mas Erik.."
Erik :
"Iya sayang.."
"Kenapa..?"
Tita :
"Mas.. jangan ngebut bawa mobil nya.."
"Tolong pelan kan sedikit mobil nya mas.."
"Aku takut.."
Erik :
"Oh.. iya maaf kan aku sayang.."
Tita :
"Tolong jangan ngebut mas.."
"Aku takut.."
Erik :
"Iya .. iya baik aku pelan kan ya..
"Aku ingin cepat cepat sampai dirumah.."
"Aku sangat khawatir terhadap keluarga ku sayang.."
"Pasti Sarah berbuat nekad nanti.."
Tita :
"Iya mas.. aku tahu mas Erik khawatir tapi mas Erik juga harus utamakan keselamatan kita dijalan mas.."
"Kalau sampai kenapa-napa gimana mas..?"
"Bagaimana mas Erik bisa menolong keluarga mas Erik dari Sarah kalau kita sampai terjadi sesuatu..?"
Erik :
"Iya sayang terimakasih sudah mengingatkan ku.."
Akhir nya mas Erik membawa mobil nya dengan perasaan yang sedikit lebih tenang dari sebelum nya, setelah aku mengingat kan nya..
Sampai lah mobil yang aku tumpangi bersama mas Erik, masuk didepan halaman rumah mertua ku.. begitu mobil masuk sudah terlihat dari jauh tampak lah sosok Sarah yang masih menunggu mas Erik..
entah apa yang akan dia lakukan..?
Bersambung..
****
__ADS_1
Hai hai readers semua jangan lupa untuk tekan tombol π like nya ya, berikan komen saran, β5, vote dan favorit kan juga ya.. terimakasih salam hangat author ππ€π**