
Happy reading..
Andre masih setia menunggu kehadiran Sofi sudah tiga puluh menit lama nya Andre menunggu, Sofi masih berdiam diri di kamar entah apa sebab nya Sofi tidak begitu bersemangat menemui Andre. Bi Inah sudah memanggil Sofi berapa kali tapi tetap tidak membukakan pintu, jika saja Andre tahu Sofi begitu karena Reza mungkin Andre akan jauh lebih patah hati dari pada Sofi.
lalu Bi Inah memberitahukan pada Andre.
Bi Inah :
"Maaf mas Andre, non Sofi nya teh gak mah keluar"
"Bibi juga gak ngerti ada apa sama non Sofi"
Andre :
"Oh ya sudah bi tidak apa apa jangan di paksa"
"Apa Sofi sudah makan Bi?"
Bi Inah :
"Non Sofi teh belum makan siang mas"
"Tadi hanya sarapan bareng sama tuan dan non Tita"
Andre merasa bingung dengan sikap Sofi yang tiba tiba jadi sedih murung dan memilih mengurung diri dikamar.
Bagaimana tidak, Sofi sendiri merasa heran dengan perasaaan nya sendiri, baru sekali bertemu dengan Reza dia merasa jatuh cinta karena kekaguman nya terhadap sosok Reza.
Andre berjalan menaiki tangga dan mencoba mengetuk pintu kamar Sofi. memanggil nama Sofi berkali kali meski Sofi tetap didalam tak mau keluar.
Andre :
"Sofi, Sof"
"Keluar dong ini aku Andre"
"Kita makan siang sama sama yuk"
"Oh iya aku bawain kamu eskrim nih kesukaan mu"
"Sof, Sofi"
Sofi tetap diam didalam kamar dan tak mau keluar. namun pada akhir nya Sofi mengalah pada dirinya sendiri dan memilih untuk menemui Andre ketika Andre hendak pulang menuruni tangga dan menitip kan eskrim nya kepada bi Inah yang masih menunggu Andre di ujung tangga.
Andre tetap berbicara dibalik pintu kamar sofi, meski Sofi tak mau keluar.
Andre :
"Ok kalau kamu masih gak mau keluar gak apa apa, aku pulang ya Sof"
"Kalau kamu butuh apa apa jangan sungkan hubungi aku segera"
Akhir nya Andre mengalah dan memilih untuk pulang karena tidak bisa membujuk Sofi.
Andre :
"Bi saya titip eskrim untuk Sofi ya pasti sudah mencair, tolong simpan di lemari es ya bi"
Bi Inah :
"Iya mas Andre, nanti bibi simpan di lemari es"
Andre :
"Saya bingung bi, ada sama Sofi ya?"
Bi Inah :
"Bibi juga bingung mas, kenapa seharian kemarin dan hari ini non Sofi teh sedih dan murung"
Andre :
"Ya sudah Bi saya pulang dulu, kalau ada apa apa jangan sungkan hubungi saya ya bi"
Bi Inah :
"Baik mas, hati hati di jalan"
Andre :
"Iya bi terimakasih"
__ADS_1
Andre melanjut kan langkah nya dan Bi Inah masih berdiri di ujung tangga melihat kepergian Andre dan merasa kasihan kehadiran nya sia sia, Sofi tidak mau menemui nya. tiba tiba terdengar suara pintu kamar terbuka Sofi berjalan keluar hendak menemui Andre.
Bi Inah :
"Eh non Sofi teh turun"
"Mas Andre nya baru saja pulang mungkin masih di teras depan non"
Sofi :
"Iya bi, biar saya susul mas Andre"
Seperti nya Sofi memang butuh teman untuk bicara, entah apa yang akan dia kata kan nanti kepada Andre.
Bi Inah :
"Biar bibi saja non yang panggilkan non teh tunggu saja disini"
Sofi :
"Tidak usah Bi biar saya saja"
Sofi terus berjalan mengejar bi Inah.
Lalu Bi Inah sedikit berlari dan berteriak untuk mengejar Andre yang terus melangkah, Andre sudah hampir menaiki mobil nya. tiba tiba dipanggil bi Inah.
Bi Inah :
"Mas Andre"
"Mas"
"Tunggu sebentar non Sofi menunggu mas Andre"
Samar samar terdengar oleh Andre. namun langkah nya tetap terhenti Kala mendengar nafas ni Inah yang terendah-engah karena berlari sambil memanggil nama nya.
Andre :
"Ada apa bi?"
"Kenapa berlari"
Sambil Andre memegang pundak bi Inah yang terendah-engah nafas nya.
Bi Inah :
Andre :
"Maksud bibi apa?"
Bi Inah :
"Non Sofi sudah turun dan meminta mas Andre menemui nya"
Andre melihat kearah belakang Bi Inah sudah berdiri sosok wanita cantik pujaan hati nya yaitu Sofi.
Andre :
"Sofi"
Bi Inah segera menepi ketika Andre dan Sofi bertemu. Sofi langsung berlari dan menghampiri Andre dan saat itu juga Andre langsung mendekati Sofi dan memeluk erat tubuh Sofi, Sofi berada dalam pelukan nya dan menangis seketika tidak tahu apa yang menyebab kan nya menangis dipelukan Andre. Andre sendiri masih bingung dengan sikap Sofi.
Andre :
"Kamu kenapa Sof?"
"Bicara lah, mungkin aku bisa bantu?"
Sofi masih tetap menangis dalam pelukan Andre, sementara Bi Inah memilih pergi meninggalkan mereka berdua.
Sofi tetap belum mengatakan apa pun pada Andre, dan tetap menangis, dengan sabar Andre terus memeluk nya erat, karena Andre begitu menyukai Sofi. besar rasa sayang yang Andre berikan pada Sofi.
Tiba tiba terdengar lirih suara Sofi yang saat itu masih menangis.
Sofi :
"Maafkan aku mas"
"Maaf"
Andre :
__ADS_1
"Untuk apa meminta maaf?"
"Kamu tidak salah apapun pada ku Sof"
Sofi :
"Sofi bersalah sama mas Andre"
Andre :
"Maksud kamu apa Sof?"
Sofi masih terisak Isak menangis dalam pelukan Andre, dan kemudian Andre berusaha melepaskan pelukan nya agar Sofi bisa mengatakan yang sebenar nya.
Andre :
"Coba kita duduk dulu disana ya"
Sambil menunjuk sebuah kursi di taman depan halaman rumah.
"Ayo kita duduk disana"
"Agar kamu bisa bicara dengan leluasa"
Sofi mengangguk dan mengikuti langkah Andre.
Andre :
"Duduk lah disini"
"Coba tenang kan hati mu dulu"
Lalu Bi Inah datang dengan membawakan beberapa cemilan dan beberapa gelas sirup lalu menaruh nya di meja taman itu.
Bi Inah :
"Silahkan mas Andre, non Sofi diminum dulu air nya"
Andre :
"Terimakasih Bi"
Sofi :
"Iya bi terimakasih"
Bi Inah kembali masuk kedalam rumah, Andre dan Sofi masih di taman. sebenar nya Andre adalah sosok yang kasar dan playboy dan tanpa belas kasihan seperti mas Erik, tapi entah kenapa begitu dihadapan Sofi hati nya luluh berubah menjadi lembut, dan begitu perhatian pada Sofi.
Sofi :
"Mas Andre tidak akan marah kalau aku bicara jujur?"
Andre :
"Aku tidak akan marah, sekalipun kamu menolak cinta ku"
"Tidak apa apa katakan lah"
"Anggap saja aku ini mas Erik mu"
Sofi :
"Tapi apa yang ingin aku ucapkan pasti akan sangat melukai hati mas Andre"
Andre :
"Katakan saja aku siap mendengar nya dan aku tidak akan marah pada mu, sejak awal aku sudah tahu bahwa cinta ku mungkin akan kamu tolak, jadi aku sudah bersiap diri untuk itu"
Sofi :
"Terimakasih mas Andre sudah baik sama aku"
"Terimakasih karena mas Andre berjanji tidak akan marah padaku"
Andre :
"Sama sama, aku lakukan karena aku menyayangi mu"
Sofi memberanikan diri untuk mengatakan isi hati nya pada Andre, bahwa diri nya sedang patah hati karena Reza. lalu memilih untuk melupakan Reza karena beberapa alasan yaitu mungkin karena Reza sudah pasti lebih memilih Sandra sekertaris mas Erik, dan alasan pertama yang kuat karena, Reza adalah mantan Kakak ipar nya yaitu diriku dan juga karena mas Erik pasti tidak akan pernah setuju meksipun Reza menyukai Sofi. sebenar nya aku sendiri tidak masalah karena hati ku sudah ku berikan pada mas Erik jauh di hatiku yang terdalam nama Reza sudah terhapus, dan sudah ku ukir nama suami ku si tuan tua yang tampan, Erik Chandra Wiguna.
Bersambung..
__ADS_1
Hai readers semua jangan lupa untuk tetap dukung karya aku ya yang receh ini, di baca di like, di komen, di rate 5, di favorit kan dan di vote ya yang banyak.. meskipun aku kadang heran sendiri karena kalau aku lihat dari view aku sendiri banyak dan yang favorit kan juga jumlah nya banyak, tapi tetap semangat aja jangan mudah menyerah. dan tetap optimis
Terimakasih 🙏😍