
Happy reading..
Andre di tugas kan oleh mas Erik untuk memeriksa keadaan rumah dan Sofi. Andre mencoba menghubungi Joko anak buah nya.
lalu Joko segera menjawab telpon dari Andre bos nya itu.
Joko :
"Halo bos"
Andre :
"Gimana keadaan rumah juga Sofi dan Bi Inah apakah baik baik saja?"
Joko :
"Semua aman bos tidak terjadi masalah apapun dirumah ini"
Tutur Joko kepada bos nya mengenai keadaan rumah.
Andre merasa kebingungan lalu kepada siapa kah teror Sarah itu menepi?
Andre mencoba mencari tahu dan tetap masih tidak menemukan nya. kemudian menghubungi mas Erik kembali untuk menanyakan tentang orang tua ku.
Saat itu mas Erik sedang berjalan menemani ku untuk menghabiskan masa bulan madu kami karena lusa sudah harus kembali ke Jakarta.
tinut..tinut..tinut.. 🤭
Nada suara sambungan telpon.
Mas Erik pun segera menjawab nya. setelah tahu itu telpon dari Andre.
Andre :
"Halo Rik"
Erik :
"Hmm, gimana?"
Andre :
"Barusan gua telpon si Joko dan keadaan rumah juga Sofi dan Bi Inah baik baik saja bro"
Erik :
"Syukur lah kalau semua baik baik saja"
Andre :
"Terus kita kira serangan teror si Sarah itu nyasar nya kemana bro?"
Erik :
"Itu yang mau gua tanyakan sama Luh bro"
"Coba Luh segera cari tahu"
Andre :
"Ok nanti gua cari tahu lagi deh"
"Oh iya Rik, gimana sama keluarga nya Tita apakah baik baik juga?"
"Feeling gua sih kesana"
__ADS_1
Mas Erik mencoba berpikir sejenak, ya meskipun tahu ayah dan ibu tiri ku sudah jahat pada ku, tapi menurut nya mereka tidak perlu di libatkan dalam masalah Sarah, karena tidak ada hubungan nya, menurut mas Erik tentang Sarah adalah kesalahan nya pribadi dan harus diselesaikan juga oleh nya sendiri. tapi tidak bagi Sarah wanita itu sudah hilang kendali dan rasa malu nya, Sarah diliputi rasa dendam dan ambisi. Sarah akan tetap menyerang orang orang yang terdekat yang berada dengan ku atau pun mas Erik.
Erik :
"Ok gua coba hubungi mertua gua dulu nanti gua kabari lagi bro"
Mas Erik segera menutup telpon nya dengan andre. lalu menanyakan nya padaku dan menyuruh ku untuk menghubungi ayah ku.
Erik :
"Sayang, apa kamu tidak ingin menelpon ayah mu?".
Tita :
"Sebenar nya ingin mas, tapi aku malas kalau ibu tiriku selalu ada disamping nya dan selalu ikut campur"
"Memang kenapa mas Erik menanyakan hal itu pada ku?"
Erik :
"Tidak apa apa"
"Hanya mengingat kan saja takut kamu sudah melupakan ayah mu"
Tita :
"Tidak mungkin aku melupakan ayah mas"
"Pasti ada sesuatu yang mas Erik sembunyikan dari ku?"
Erik :
"Tidak ada apa apa sayang"
"Percaya lah semua akan baik baik saja"
Tita :
"Apa yang Andre bicara kan tadi mas?"
Dengan menghembuskan nafas nya secara kasar akhir nya mas Erik mau memberitahukan pada ku yang sebenar nya.
Erik :
"Baiklah akan aku cerita kan pada mu"
Tita :
"Ayo katakan lah mas ada apa?"
Erik :
"Baik, jadi begini menurut Andre keadaan rumah kita juga Sofi dan Bi Inah tetap baik baik saja"
"Ada kemungkinan wanita itu akan mencoba meneror keluarga mu"
"Entah terhadap ayah mu atau adik mu Rio?"
"Maka nya aku tadi menyuruh mu untuk mengubungi ayah mu atau Rio"
Sambil aku berjalan mendekati kursi disebuah taman untuk melanjut kan obrolan dengan mas Erik.
Tita :
"Sarah benar benar jahat, salah ku apa pada nya mas, aku tidak merebut mu dari nya"
__ADS_1
"Aku sendiri tidak mau di nikah kan dengan mu saat itu"
"Bahkan aku tidak pernah mengenal kamu juga Sarah"
"Dan mas Erik sendiri tidak pernah memberitahukan tentang Sarah kepada ku sejak awal"
"Kalau begitu cerai kan saja aku mas agar semua masalah selesai"
"Mungkin dengan perpisahan semua akan berakhir dan kembali indah"
Pikir ku saat itu..
"Dengan begitu mungkin Sarah akan berhenti menghancurkan aku, keluarga ku juga kita semua"
"Aku sudah lelah dengan semua ini, sejak awal aku menikah dengan mu begitu banyak kerikil dihadapan ku"
Aku melipat kedua tangan ku di dada, dengan wajah ku yang terlihat sedikit masam karena rasa kesal ku yang sudah tak terbendung.
Lalu mas Erik berjongkok dihadapan ku menggenggam kedua tangan ku, mas Erik mengucapkan bahwa diri nya meminta maaf juga menyakinkan ku agar tetap disamping nya, dan percaya bahwa diri nya akan segera menyelesaikan tentang Sarah secepat nya.
Erik :
"Sayang jangan bicara seperti itu"
"Semua memang salah ku karena sejak awak sebelum kita menikah aku tidak memberitahukan mu juga tidak menyudahi hubungan ku dengan Sarah"
"Itu kesalahanku ku mohon jangan hukum diri mu sendiri dengan meminta cerai dari ku"
"Sekali pun maut aku tetap tidak akan pernah mencerai kan mu"
"Kamu satu satu nya istri ku"
"Ku mohon tetap lah disamping ku dan bersabar lah aku pasti bisa menyelesaikan wanita itu"
"Maafkan aku istri ku"
Mas Erik mencium kedua tangan ku kemudian memeluk tubuh ku saat masih berjongkok dan aku masih terduduk di kursi taman itu.
Aku ingin meraih tubuh nya tapi rasa kesal dalam hati ku begitu besar dan mas Erik menjadi pelampiasan ku. sudah tidak tahu lagi bagaimana dan pada siapa lagi aku meluapkan nya. dan mas Erik lah yang selalu ada dekat dengan ku. dalam hati ku bicara maafkan aku mas, aku sungguh kesal terhadap mu karena Sarah, jika saja aku tidak menikah dengan mu mungkin aku tidak akan mengenal Sarah dan Sarah tidak mungkin menyakiti ku. ingin rasa nya marah dan meninggalkan mas Erik selama lama nya, meskipun aku tahu aku salah telah mengucapkan kata cerai dihadapan nya tapi semua diluar nalar ku, begitu saja keluar dan terucap dari mulut ku. karena rasa kesal ku yang sudah tak terbendung lagi.
Mas Erik mencoba mencairkan suasana hati ku dengan mengajak ku kembali berjalan untuk melanjut kan rencana kami menghabiskan masa bulan madu sebelum Lusa kembali ke Jakarta. lalu mas Erik membelikan ku eskrim, kami makan eskrim bersama sambil berjalan menikmati pemandangan kota Paris yang indah.
Tanpa berpikir panjang aku mengangguk dan beranjak berjalan mengikuti langkah nya menyusuri jalanan kota Paris yang indah sambil menikmati eskrim yang mas Erik belikan untuk kami berdua.
Erik :
"Sayang sudah lah tidak usah kamu pikirkan lagi"
"Ayo kita selesai kan masa bulan madu kita"
"Lusa kita sudah harus kembali"
"Makan lah eskrim nya agar hati mu kembali dingin"
Tita :
"Terimakasih mas"
Aku meraih eskrim itu dan mencicipi nya sambil menikmati pemandangan dan mencoba melupakan semua masalah.
Andre masih sibuk mencari tahu keadaan keluarga ku saat itu. aku berniat setelah pulang berjalan jalan hari itu aku ingin segera menghubungi ayah ku menanyakan keadaan nya.
bersambung...
Hai readers semua jangan lupa baca, like, komen, rate 5, favorit kan dan vote ya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏😍