
Happy reading..
Setelah makan siang aku kembali ke kamar ku dan Bi Inah kembali dengan segudang pekerjaan nya didapur. sementara Sofi memilih ke untuk menemui mas Erik di kantor. entah ada angin apa yang membuat Sofi ingin sekali pergi menemui mas Erik dikantor. tanpa pamit pada ku Sofi memilih menggunakan taxi online, agar pulang nya nanti bisa bareng dengan mas Erik pikir nya.
Saat itu aku turun dari kamar ku dan ku lihat ni Inah sedang menyapu lantai di ruang tengah, saat itu pukul dua siang tepat nya.
Aku menanyakan kepada bi Inah apakah melihat Sofi atau tidak.
Pikir ku saat itu mungkin Sofi tertidur di kamar nya.
Tita :
"Bi lihat Sofi tidak?"
"Apa Sofi tertidur di kamar nya ya?"
Bi Inah :
"Non teh mencari non Sofi ya?"
Tita :
"Iya bi"
"Kok dari pagi Sofi di kamar terus ya?"
Bi Inah :
"Itu non, non Sofi teh tadi pamit pada bibi".
"Mau menyusul tuan ke kantor nya"
Tita :
"Tumben Bi"
"Bukan nya tadi pagi Sofi sendiri yang tidak mau ikut ke kantor"
"Kenapa tiba tiba Sofi menyusul mas Erik ya?"
"Apa Sofi cerita sama bibi kenapa menyusul mas Erik?"
Bi Inah :
"Bibi juga gak tahu non"
"Non Sofi teh gak bilang apa apa non"
Tita :
"Ya sudah tidak apa apa bi"
"Lanjut kan lagi kerjaan bibi"
Bi Inah :
"Baik non"
Bi inah melanjut kan pekerjaan nya sampai selesai. sedang kan aku memilih ke dapur mengambil air minum lalu berdiri sambil menyandar kan punggung pada sebuah meja di dapur.
Memikir kan mengapa Sofi tiba tiba ke kantor, jujur saja aku khawatir Sofi membahas Reza di hadapan mas Erik, dan itu akan membuat nya tidak suka dan marah, aku takut berimbas pada diriku, karena tadi aku sempat bercerita sedikit tentang Reza kepada sofi.
Sementara di kantor saat Sofi tiba di kantor dan berjalan ke arah ruangan mas Erik lantai sembilan itu, tidak sengaja berpapasan dengan reza saat di lift namun Sofi belum melihat wajah Reza sebelum nya sehingga saat bertemu di lift terlihat cuek.
Sandra terkejut dengan kemunculan Reza di kantor yang sengaja mencari diri nya entah karena Reza mulai menyukai nya atau merasa rindu dengan Sandra atau hanya sekedar perasaan nya ingin bertemu sebagai teman dekat saja. yang pasti hanya Reza sendiri yang mengetahui nya.
Reza dengan tangan nya membawa paper bag dan berisi kan oleh oleh yang sengaja dibawa nya untuk Sandra. berjalan menyusuri lorong kantor dan menaiki lift menuju ruangan Sandra di lantai sembilan. yang berhadapan dengan ruangan nya mas Erik. sengaja Reza tidak memberitahu kan kedatangan nya kepada Sandra. mungkin ingin memberikan kejutan untuk Sandra. karena Sandra sudah banyak membantu nya selama ini, sampai Reza dipercaya untuk memegang proyek hotel di Balikpapan yang sebelum nya Reza sama sekali tidak paham pekerjaan di bidang proyek hotel.
Kala itu Sofi berjalan dengan santai menuju ruangan mas Erik dan tidak sengaja berpapasan lagi dengan pria yang tadi bertemu di lift, sedang berada di meja Sandra.
Sofi tampak memperhatikan sekali dengan seksama keakraban mereka berdua.
Sofi melihat pria itu dengan senyuman kecil di wajah nya memberikan kejutan kepada Sandra. Sofi memperhatikan tepat di balik pintu ruangan mas Erik, karena Sofi hampir masuk keruangan itu namun disuguhkan dengan rasa penasaran nya yang berlebihan.
Saat itu mas Erik sendiri merasa terkejut dengan kehadiran Sofi karena tiba tiba datang, sedang kan tadi pagi sudah di ajak oleh mas Erik, justru Sofi menolak mentah mentah dengan alasan capek dan bosan. mas Erik juga heran dengan tingkah Sofi yang sedang mengintip seseorang dibalik pintu nya. dan membuat mas Erik ikut penasaran dengan apa yang dilihat Sofi.
Erik :
"Kamu ngapain disitu dek?"
Sofi :
"Hust diem mas jangan kenceng kenceng nanti kedengaran"
Erik :
"Memang nya apa yang kamu lihat?"
Sofi :
__ADS_1
"Sini mas Erik lihat saja sendiri"
Mas Erik mengikuti arahan Sofi untuk mendekati Sofi dibalik pintu nya. dan memperhatikan apa yang sedang di lakukan Sandra dengan Reza.
Saat itu Sofi pun merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama nya terhadap Reza. saat pertama kali tahu bahwa pria yang di hadapan Sandra adalah Reza.
Erik :
"Itu Reza laki laki yang disukai Sandra"
Sofi :
"Apa mas?"
"Itu Reza?"
"Oh jadi itu Reza"
"Ganteng juga si Reza"
Erik :
"Apa kamu bilang ganteng?"
"Masih ganteng mas mu ini lah dek"
Sofi :
"Iya kalau mas Erik itu ganteng hakiki tapi sayang kan kakak ku, gak mungkin kan aku menyukai dan menikah dengan kakak ku sendiri?"
Ucap Sofi pada Erik yang menegaskan kewajaran nya ketika melihat pria tampan lain nya.
Mas Erik semakin cuek bebek dengan ucapan dan tingkah Sofi, karena mas Erik yang tidak menyukai Reza.
Dengan melenggang pergi meninggalkan Sofi dibalik pintu, bagi nya itu bukan pemandangan indah tapi rasa cemburu nya akan muncul kala Reza ada dihadapan nya.
Sofi dengan serius memperhatikan dua sejoli itu dari balik pintu.
Begitu sampai di meja Sandra, Reza menyapa Sandra dan berhasil membuat Sandra melongo hampir pingsan dibuat nya. bagaimana tidak, Reza adalah pria yang disukai nya dan sekarang berada didepan mata nya.
Reza :
"Hai San gimana kabar nya?"
Sandra melongo karena bingung dengan kehadiran Reza yang tiba tiba ada dihadapan nya.
Reza :
"San, kamu gak kenapa-napa kan?"
"San?"
Sandra :
"Re-Reza, kamu Reza kan?"
"Kenapa kamu ada disini?"
Reza :
"Memang nya tidak boleh aku berkunjung kesini?"
Sandra :
"Boleh dong Za, tapi jujur aku terkejut Za, kamu muncul tiba tiba di depan ku"
Reza :
"Sengaja aku ingin buat surprise buat kamu san"
Sambil Reza memberikan paper bag itu kehadapan Sandra.
Reza :
"Ini untuk mu san"
Sandra :
"Ya ampun Za makasih ya"
"Kamu berhasil buat suprise nya Za"
"Aku rasa nya mau pingsan nih"
Reza :
"Jangan pingsan dong"
"Nanti aku ngobrol sama siapa?"
__ADS_1
Sandra :
"Becanda Za, aku juga gak mau pingsan kali"
"Apalagi udah ketemu sama kamu sayang kan kalau di lewatkan"
Reza dan Sandra saling melempar kan senyuman bahagia di wajah mereka berdua. mereka sudah janjian nanti malam disebuah cafe dan Reza akan menjemput Sandra di rumah nya, mereka akan makan malam bersama untuk sekedar mengobrol melepas rasa rindu bagi Sandra mungkin bagi Reza juga.
Setelah janjian itu, Sandra memilih melanjutkan pekerjaan nya kembali sampai jam kantor selesai. sedangkan Reza pamit untuk pulang menemui orang tua nya dirumah, karena Reza hanya mengambil jatah libur nya saja yang cuma hari, jadi lusa dia akan kembali ke Balikpapan.
Sementara Sofi yang tadi masih sibuk memperhatikan kedua nya, tiba tiba menghilang dan lebih memilih menemui mas Erik, karena merasa kehilangan kesempatan untuk bisa berkenalan dengan sosok Reza.
Erik :
"Kamu kenapa lagi?"
"Tadi seneng banget liat si cowok culun tuh"
"Sekarang malah murung begitu"
Sofi :
"Kesel aku mas"
Erik :
"Kesel kenapa?"
Sofi :
"Kayak nya gak mungkin aku bisa kenalan sama Reza deh mas"
Erik :
"Buat apa kamu kenalan sama dia sih dek?"
"Kamu kan sudah ada Andre yang jelas jelas menyukai kamu"
"Andre lebih baik dari dia dek"
Sofi :
"Hmmm, gak tahu deh mas"
"Aku males ngebahas nya"
Erik :
"Cowok itu mungkin emang jodoh nya Sandra dek"
"Kamu jangan rebut dong"
"Gak baik sebagai wanita baik baik"
Sofi :
"Siapa yang mau merebut nya mas?"
"Kan belum tentu juga Reza dan mbak Sandra itu pacaran mas"
Erik :
"Perlu mas tegas kan sekali lagi ya, mas tidak akan pernah setuju kalau kamu suka sama cowok itu"
"Apalagi sampai jadian"
Sofi :
"Iya mas aku mengerti"
"Tapi mas Erik juga gak boleh melarang aku buat suka sama siapa pun mas"
Erik :
"Iya mas gak akan melarang, kecuali sama cowok itu paham"
Sofi :
"Iya iya terserah mas Erik saja"
Sambil berdiri dari duduk nya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan mas Erik, berniat hendak pulang kerumah.
Sofi masih menggerutu dalam hati nya sambil melangkah kesal dan berjalan menyusuri lorong menuju loby. Reza pun demikian berjalan di jalan yang sama dengan yang di lalui Sofi juga.
Bersambung...
Hai readers semua jangan pernah bosan untuk selalu setia mampir ke karya receh ku ya, jangan lupa baca, like, komen, rate 5, favorit kan dan vote yang banyak ya.
Terimakasih 🙏😍
__ADS_1