
Happy reading...
*****
Memeluk ku penuh gairah dan kedua tangan nya yang kekar itu menarik tangan ku, sambil memegangi kedua tangan ku yang melingkar ditubuh nya.
Mengucap penuh rayuan.. dia berbisik ditelinga ku..
Erik :
"sayang kamu terlihat sangat cantik.."
"buat aku ingin lebih dan lebih dekat dengan mu.."
Aku hanya tersenyum, melihat aksi nya.. kedua tangan nya menarik leher ku dibalik rambut ku, kini dia mulai mencumbu ku lagi dengan penuh gairah..
sesekali dia mengusap lembut bibir ku dengan ibu jari nya.
Aku tertantang dan ingin menikmati nya lagi dan lagi, mas Erik berhasil membuat ku semakin bergairah..
Lalu mas Erik menarik tubuh ku dan melepaskan tali jubah handuk ku, dan kini hanya terlihat bagian depan tubuh ku, setelah membuka jubah handuk ku mas Erik mulai mencumbu ku lagi, menggendong ku keatas tempat tidur, mas Erik meletakan ku dikasur itu..
Tita :
"mas, apa yang mau kamu lakukan..?"
"mas hentikan, masih sore mas, aku laper nih.."
Erik :
"sore dan malam itu sama saja sayang.."
"aku ingin satu hari penuh bersama dengan mu.."
"nanti setelah ini kita pesan makanan ok.."
Mas Erik berada tepat diatas tubuh ku kemudian dia melepaskan satu persatu pakaian nya, yaitu kemeja putih dan celana panjang berwarna abu abu, setelah semua terlepas mulai lah mas Erik menutupi tubuh kami dengan selimut berwarna putih dan menyerang ku bertubi tubi mencumbu bibirku leher ku ya seluruh tubuh ku mulai terjamak lagi oleh nya lagi lagi tanpa penolakan dari ku, aku sungguh ikut menikmati nya, hingga aku tak dapat merasakan rasa sakit dihati ku lagi atas peristiwa kemarin.
setelah berhasil meng'gol kan gawang ku kini aku dan mas Erik masih tetap berbaring mesra diatas tempat tidur masih berbalut kan selimut putih, sambil tersenyum bahagia yang terlihat dari wajah kami masing masing.
Kami saling berhadapan, mas Erik mengecup kening ku, aku memeluk tubuh kekar nya dengan erat, tak ingin siapa pun merebut nya dari ku, terutama wanita tua itu atau Sarah Sarah berikut nya..
Saat hati dan pikiran ku bersatu memikirkan tidak ingin kehilangan dirinya, dia justru sibuk mencumbu ku lagi dan lagi tubuh nya sudah hampir berada diatas tubuh ku, aku tersenyum dan menolak nya karna tubuhku sangat lelah.
Tita :
"sudah mas.. aku lelah, nanti lagi ya.."
Erik :
"sayang, ayolah sekali lagi ya.."
Tita :
"tidak mau.."
Aku beranjak bangun dari tempat tidur dan mencoba menghindari nya. lalu duduk ditepi kasur sambil aku memakai jubah handuk ku lagi, dan hendak berdiri namun mas Erik langsung menarik tubuh ku dan memeluk nya dari belakang, dia memegang tangan ku agar aku tak berkutik, lalu mencumbu bibir dan leher ku lagi, berusaha membangkitkan gairah ku..
mas Erik terus membujuk ku..
namun aku tetap menolak nya..
Erik :
"sayang, kamu mau kemana?"
"ayolah..?"
Tita :
"aku mau ambil minum mas.. sudah ya nanti lagi.."
Mas Erik memaksa ku, namun kali ini gerak ku sedikit lebih cepat dari biasa nya aku berhasil menghindari nya, aku berdiri lalu berjalan dan mas Erik meraih tangan ku, aku meminta nya untuk melepaskan tangan ku tapi justru kami malah saling tertawa terbahak saat itu.
Tita :
"mas.. sudah lepaskan tangan ku..?"
"sampai kapan, aku harus menahan haus ku..?"
Erik :
"sampai kamu benar benar merasa haus dan hampir pingsan baru aku akan melepaskan mu.."
hahahaha... 😅😅😅
Kami tertawa bersama, bahagia bersama..
Hingga saat aku mencoba tetap berjalan mas Erik tetap mengejar ku tak putus asa tangan nya kembali menarik tangan ku juga tubuh ku dan memeluk nya erat dari belakang,
__ADS_1
Lagi lagi aku bisa melarikan diri dari nya tapi kali ini mas Erik mengalah dan melepaskan ku, membiarkan ku untuk mengambil air minum.
aku berhasil untuk mengambil air minum dan langsung meneguk nya saat itu juga.
mas Erik menghampiri ku.
Dengan tubuh nya yang kekar dan tinggi mas Erik menghentikan langkah ku saat aku berbalik arah, dan membungkuk kan sedikit tubuh nya dihadapan ku, lalu dia menunjuk pipi nya sendiri dengan jari telunjuk nya mengisyaratkan agar aku mau mengecup pipi nya.
Erik :
"sayang.. kemari lah.."
dengan menunjuk pipi nya..
Tita :
"aku tersenyum melihat tingkah nya."
"kamu minta apa lagi dari ku..?"
Erik :
"ayolah.. masa tidak mau mencium suami nya sendiri..?"
Tita :
"ya baiklah.."
Aku mengecup pipi nya dengan lembut..
Saat aku mengecup pipi nya, justru mas Erik mengambil kesempatan. dia mengelabui ku dia langsung memalingkan wajah nya dan dia berhasil mencium bibir ku.
Tita :
"mas.. ih kamu jahat sih.."
"kamu curang deh.."
Erik :
"siapa yang curang.."
"kamu hanya kalah cepat dari ku sayang.."
"lagi pula aku suami mu masa tidak mau menyenangkan ku..?"
Tita :
Erik :
"sudah diam.. lebih baik nikmati.."
Dan aku tidak bisa menolak nya lagi, kami bercumbu lagi dan lagi. tapi aku kembali melepaskan ciuman nya.
aku membalikkan tubuh ku dan berjalan meninggalkan nya, tapi mas Erik berhasil kembali menarik tangan ku dari belakang sontak saja itu membuat ku terkejut dan tubuh ku berbalik arah menghadap nya dan mas Erik menarik kedua tangan ku, dan dia menyatukan kedua tangan ku di pinggang nya tapi wajah ku tetap menghindari nya dengan sedikit mendongak ke belakang, mas Erik mencumbu ku kembali dan harus membungkuk kan tubuh nya karna aku yang menghindari nya posisi tubuh ku mendongak ke belakang seperti kayang.
namun tangan nya yang kekar dan kuat bisa menarik tubuh ku dan leher ku ke atas hingga tubuh kami sejajar dan terus mencumbu ku..
Aku meminta nya untuk menghentikan nya. tapi tetap sia sia, aku tidak bisa berkutik tubuh nya yang kekar dan kuat, membuat tubuh ku yang kecil ini tak berdaya.
Tita :
"mas.. hentikan..?"
"kapan kamu lepaskan aku..?"
Erik :
"aku tidak akan melepaskan mu semudah itu sayang.."
Aku hanya tersenyum mendengar nya..
Setelah semua yang dia ingin kan terpenuhi mas Erik pun akhir nya mau melepaskan ku.
Aku meminta ijin pada nya untuk membersihkan diri lebih dulu..
Tita :
"mas aku mau mandi dulu ya.."
Erik :
"ok sayang.."
"terimaksih.."
Tita :
"iya mas.."
__ADS_1
Aku berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan mas Erik duduk di sofa depan tv mengutak ngatik ponsel nya, dia sibuk menelpon mbak Sandra agar segera mencarikan gaun pesta untuk ku.
Erik :
"halo san.."
Sandra :
"iya pak.. ada yang bisa saya bantu..?"
Erik :
"tolong kamu Carikan gaun pesta untuk istri ku segera ya, dan suruh seseorang mengirim nya ke hotel.."
"cepat ya.."
Sandra :
"baik pak, akan segera saya Carikan pak.."
Erik :
"ok terimakasih san.."
Sandra :
"iya pak sama sama.."
Mas Erik menutup telpon nya dan aku sudah selesai dari mandi ku, aku berjalan menghampiri nya duduk di sofa yang sama.
mas Erik meminta ku untuk duduk dan memeluk tubuh nya sambil menonton tv.
Erik :
"sudah selesai mandi nya..?"
Tita :
"sudah mas.. barusan mas Erik telpon siapa mas..?"
Erik :
"kamu cemburu ya..?"
Tita :
"tidak aku hanya sekedar ingin tahu saja memang nya tidak boleh..?"
"ya sudah.."
Erik :
"aku menelpon Sandra untuk segera mencarikan gaun pesta untuk mu sayang.."
Tita :
"hmmm.. begitu ya.."
"makasih ya mas.."
Erik :
"sama sama..
"kemari lah duduk dengan ku dan peluk aku.."
Tita :
"iya mas.."
Aku duduk dan memeluk tubuh nya..
sambil menonton tv dan menunggu mbak Sandra membawakan gaun pesta ku.
Bersambung..
*****
Hallo readers semua yg dirumah dimana pun ketemu lagi sama author yg males update nih.. 😅
beberapa episode ini masih seputaran kencan romantis nya pasangan tita sama Erik ya...
tapi tidak usah khawatir dan merasa bosan ya karna setelah ini akan ada episode yg lebih dalem lagi nih adegan nya... tunggu aja up selanjut nya ya..
jangan pernah bosan untuk mampir ke karya receh aku, dan memberikan dukungan nya ya..
jangan lupa tekan tanda 👍 like, vote, komen, rate 5, dan favorit kan ya..
terimakasih salam hangat author 🙏😍
__ADS_1