PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Permintaan maaf dari Rio..


__ADS_3

Happy reading..


***


Sementara pagi ini tepat nya hari Rabu ini Rio yang dinyatakan oleh dokter tingkat kesembuhan nya sangat cepat, luka nya sudah berangsur membaik, siang ini sudah dibolehkan pulang.


Berbeda dengan aku yang masih terbaring di ranjang rumah sakit, masih belum sadar kan diri.


Rio meminta pada ayah ku agar mengantar kan nya untuk menjenguk ku, sebelum dirinya pulang kerumah.


Rio :


"Ayah.. boleh tidak aku menjenguk kak Tita sebelum aku pulang nanti..?"


"Aku ingin melihat keadaan kak Tita yah.."


Ayah Rudi :


"Boleh, nanti ayah antar kesana.."


Rio :


"kapan yah..?"


"Boleh tidak sebaik nya sekarang saja kita menjenguk kak Tita nya yah..?"


Ayah Rudi :


"Ya sudah kita ke ruangan kakak mu tapi tunggu ayah siap kan kursi roda dulu agar kamu mudah berjalan dan bisa pergi melihat kakak mu.."


Rio mencoba bersabar dan menunggu ayah ku mengambil kursi roda.


Rio :


"Ayah.. masih lama kah..?"


Ayah Rudi :


"Tunggu sebentar.."


Rio :


"Huhh.. kenapa ayah lama sekali sih..?"


Tak lama ayah ku datang dengan membawa kuris roda nya.


Ayah Rudi :


"Ayo sini ayah bantu berdiri.."


Rio :


"Tidak usah yah.. aku bisa sendiri.."


"Aku sudah sembuh yah, luka ku sudah kering.."


Ayah Rudi :


"Ya baiklah.."


Rio pun beranjak dari kasur nya dan berjalan mendekati kursi roda dan duduk di kursi roda itu, kemudian ayah ku mendorong nya dan berjalan menuju ruangan dimana aku dirawat.


Ditengah perjalanan dihadang oleh ibu tiri ku Bu Santi yang hendak masuk ke kamar Rio tapi malah bertemu Rio dan ayah ku di lorong rumah sakit, ibu Santi sehabis dari mengurus administrasi, karna siang ini Rio sudah boleh pulang.


Ibu Santi :


"Loh loh.. ini ayah sama Rio mau pada kemana sih..?"


Rio :


"Aku mau melihat kak Tita Bu.."


Ayah Rudi :


"Iya Bu, Rio minta diantar ayah untuk menjenguk Tita.."


"Lagi pula ayah juga ingin melihat Tita bu.."


"Ayah khawatir dengan keadaannya.."


Ibu Santi :

__ADS_1


"Tapi kenapa tidak menunggu ibu dulu sih..?"


"Kan ayah bisa bilang sama Rio tunggu ijin dari ibu dulu.."


Rio :


"Sudah Bu.."


"Rio dan ayah hanya ingin melihat kak Tita Bu itu saja.."


"Masa tidak boleh..?"


"Ayo yah lanjutkan, sudah biarkan saja ibu.."


"Ibu memang begitu selalu melarang.."


Akhir nya ayah kembali mendorong kursi roda nya, menuju ruangan ku, dan pasti nya meninggal kan ibu tiriku Bu Santi sendirian dan masih berdiri didepan lorong itu.


Ibu tiriku berpikir, jika dirinya ikut malas untuk melihat ku, tapi jika tidak ikut tidak tahu apa yang akan dilakukan ayahku dan Rio untuk ku.


Akhirnya bu Santi ibu tiri ku memilih untuk ikut melihat ku dengan mengusul dari belakang.


Ibu Santi :


"Yah tunggu ibu ikut ya.."


Ayah ku hanya menoleh sambil tetap berjalan bersama Rio.


Begitu sampai didepan ruangan ku, ayah dan Rio juga ibu tiri ku hanya berdiri dan melihat ku yang masih terbaring diranjang rumah sakit dari balik jendela kaca.


Mas Erik yang menyadari kedatangan mereka akhir nya memutus kan untuk menemui mereka sebentar dan meninggalkan ku.


Erik :


"Sayang seperti keluarga mu datang kesini untuk melihat keadaan mu.."


"Diluar ada ayah mu, ibu tiri mu juga Rio adik mu.."


"Kamu tunggu disini ya.."


"Aku temui mereka sebentar.."


Dengan mengecup kening ku dan melepaskan genggaman tangan nya dari tangan ku, aku hanya bisa merespon dengan menggerak kan jari ku kembali, dan mas Erik sudah bisa mengartikan nya dari gerakan jariku.


Mas Erik berjalan keruangan perawat dan melepas pakaian khusus nya, lalu berjalan membuka pintu dan menemui ayah ku juga Rio dan ibu tiriku.


Erik :


"Loh Rio sudah sehat..?"


Rio :


"Sudah mas.. siang ini Rio boleh pulang kata dokter.."


Ayah Rudi :


"Rio memaksa ingin melihat kakak nya.."


Rio :


"Mas Erik, apakah Rio boleh masuk melihat kak Tita sebentar saja..?"


Lalu ibu Santi ibu tiriku seperti nya tidak suka dengan tindakan yang dilakukan Rio yang mulai peduli dengan ku.


Ibu Santi :


"Rioo hentikan sikap mu.."


"Sudah lah, kakak mu butuh istirahat sebaiknya jangan diganggu.."


Namun Rio tidak peduli dengan ucapan ibu nya. Rio tetap memaksa pada mas Erik untuk mengijinkan nya melihatku.


Rio :


"Boleh ya mas aku lihat kak Tita sebentar saja..?"


"Siang ini aku pulang, dan mungkin akan susah untuk bisa kesini melihat kak Tita lagi.."


"Kalau sudah dirumah pasti ibu tidak akan mengijinkan ku..!"


Sorot mata mas Erik melirik ke arah Rio juga ibu tiriku seakan benar apa yang dikatakan Rio, ibu tiri ku kan tidak suka terhadap ku, mana mungkin dia membiarkan anak semata wayang nya peduli padaku.

__ADS_1


Lalu mas Erik pun mengijinkan Rio untuk melihat ku, dan memanggil suster didalam ruangan ku untuk mengantar Rio menemui ku dan memakai kan baju khusus.


Erik :


"Baiklah.. kamu boleh lihat kakak mu tapi hati hati ya.."


"Kakak mu sudah mulai merespon dia sudah bisa menggerakkan jari nya ya walaupun masih belum sadar.."


Rio :


"Iya mas, Rio akan hati hati.."


"Terimakasih mas.."


Erik :


"Hmmm sama sama.."


Suster pun datang dan mendorong kursi roda Rio lalu memakai kan baju khusus itu ke tubuh Rio, dan mengantar kan Rio mendekati ku. Rio berada disamping ku sebelah kanan.


Saat Rio sudah berada di dekat ku, aku sudah mulai bisa mendengar, hanya saja masih sulit untuk bisa bangun dan membuka mataku.


saat itu Rio menyesali sikap nya dan sikap ibu nya yang selama ini kerap jahat padaku. Rio berusaha meminta maaf padaku.


Rio :


"Hai kak Tita.."


"Apa kabar kak..?"


"Kapan kak Tita akan bangun kak..?"


"Aku ingin meminta maaf sama kak Tita atas sikap ku dan juga sikap ibu selama ini sama kak Tita.."


"Aku tahu ibu selama ini suka jahat sama kak Tita.."


"Dan aku hanya diam saja melihat kak Tita diperlakukan seperti itu sama ibu.."


"Setelah kejadian kemarin, aku sadar kak dan aku ingin minta maaf sama kak Tita.."


"Bangun ya kak, kasih aku kesempatan ya kak untuk bisa dekat dengan kak Tita..?"


"Aku minta maaf dan aku sayang sama kak Tita.."


Rio sambil meneteskan air mata di wajah nya. dan mengusap nya berkali kali. Karna air mata nya yang jatuh terus menerus.


Sambil beranjak menggeser kursi roda nya berniat untuk keluar menyudahi pertemuan kami. terhalang oleh ku yang menggenggam erat tangan nya. Rio merasakan itu dan menghentikan langkah nya kembali mendekati ku dan mengusap lembut air mata yang jatuh di ujung mata ku..


Rio :


"Kak Tita.."


"Kak Tita mendengar ku kak..?"


"Aku senang kak Tita sudah bisa bergerak dan mendengar ku.."


"Nanti aku pasti kasih tahu ayah, kalau kak Tita sudah hampir bangun sudah merespon ucapan ku.."


"Aku janji kak setelah sembuh nanti aku akan sering jenguk kak Tita ya dan mengobrol sama kak Tita.."


"Aku permisi kak, aku pamit pulang ya, karna hari ini aku sudah boleh pulang, dan ibu ingin segera pulang.."


Rio pamit pada ku untuk pulang hari ini. dan berjanji akan sering mengunjungi ku..


Seandainya saat Rio mengatakan semua itu aku sudah bangun dari tidur panjang ku mungkin aku akan jauh lebih bahagia mendengar nya..


Bersambung..


***


Halo readers semua ketemu lagi nih sama author karya receh nih yang suka males buat up 😅😅🤭🙏


Jangan lupa like, vote, komen, rate 5 dan favoritkan ya..


Tolong bantu vote , like dan komen ya juga rate 5, agar naik terus ranking nya..


Aku pasti nanti mampir balik, sekarang bakalan sering up karna udah kontrak.


Terus dukung ya..


Terimakasih 🙏😍

__ADS_1


__ADS_2