PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Menanti keputusan Erik..


__ADS_3

Hai sobat readers dan author dimana pun semoga kita semua dalam keadaan baik.


semoga kalian berkenan untuk mampir kembali ke karya ku, jangan lupa aku tunggu vote, like dan komen nya ya..


Terimakasih 🙏😍


**********


Mata pun mulai terbuka melihat sorot cahaya matahari yang mulai memancar melalu jendela kamar,mencerahkan ke se'isi ruangan dimana aku dan mas Erik yang masih berada ditempat tidur mulai terbangun karena kehangatan nya, seakan cahaya itu memberitahu bahwa hari terus berganti.


Aku terbangun dan membersihkan diri lebih dulu, tak lama disusul oleh mas Erik yang juga bergegas membersihkan diri karna hari ini mas Erik mulai masuk kerja.


Aku berusaha membantu menyiapkan pakaian dasi dan laptop kerja yang dibutuhkan mas Erik.


Dengan senang hati mas Erik terlihat tersenyum ketika melihat ku sibuk saat memakai kan dasi dileher nya.


meskipun canggung namun aku harus membiasakan nya, mulai hari ini aku harus berusaha keras untuk bisa menjadi istri yang baik.


karna hari ini mas Erik akan mengambil keputusan untuk memilih siapa yang akan dijadikan istri nya yang sebenar nya.


Meskipun aku ragu, mas Erik bisa mengambil keputusan seberat ini, tapi aku harus bersiap diri untuk segala resiko nya, jika saja mas Erik lebih memilih Sarah dari pada aku yang jelas jelas belum bisa melayani nya. itu artinya aku harus rela kembali hidup dengan ibu tiri ku..


atau kah sebalik nya justru Sarah yang tidak akan bisa menerima kenyataan seandainya ditinggalkan oleh mas Erik???


semua keputusan itu hanya mas Erik sendiri yang tahu, aku tidak bisa menebak isi hati mas Erik..


Akhirnya mas Erik sudah siap dan kita berjalan turun menuju meja makan untuk sarapan bersama sebelum mas Erik ke kantor.


Seperti biasa mas Erik selalu menggenggam tangan ku, aku pun berusaha rela melakukan nya menuruti apa yang mas Erik mau, semua demi "Pernikahanku"..


Sampai dimeja makan, semua hidangan sudah tersedia, Bi Inah yang sedari subuh sudah memasak dan menyiapkan nya dimeja.


Bi Inah pun menyapa kami..


Bi Inah :


"Pagi tuan.. Non Tita.."


Erik : ( menjawab bersamaan)


"Pagi bi.."


Tita :


"Pagi Bi.."


Mas Erik duduk diujung meja, aku mencoba duduk disebelah nya. dan mengambilkan nasi juga lauk pauk nya ke piring mas Erik. nampak senyuman di wajah mas Erik, saat melihat ku mulai mau melayani nya mengambilkan makan untuk nya.


setelah itu aku mengambil nasi dan lauk untuk ku juga. kami pun makan bersama.


tak lama disela makan nya, mas Erik berkata..


Erik :


"Sayang.. hari ini saat jam makan siang nanti aku akan berkunjung kerumahnya Sarah.."


Aku senang sekaligus terkejut saat mas Erik memanggil ku sayang.. 🤭


"Aku harap kamu tidak marah dan tidak curiga yang aneh aneh ya.."


"Aku berusaha ingin menjelaskan nya kepada Sarah.."


Tita :


"Ohhh begitu.. iya mas.."


"Aku tidak akan marah atau curiga apapun mas.."


"Aku akan berusaha percaya sama mas Erik.."


Erik :


"Terimakasih sayang.."


Tita :


"Iya mas.."


"Kok panggil nya sayang sih mas..?"


Erik :


"Kenapa..?"


"Kamu tidak suka..?"


"Kamu istriku, jadi boleh kan aku panggil sayang..?"


Tita :


"Iyaa boleh mas.. hanya saja terdengar sedikit aneh dan canggung aja buat aku.." 😅


***


Aneh sekaligus senang, rasanya ketika mas Erik memanggil ku dengan sebutan "sayang.."


walaupun belum terbiasa ditelinga ku, tidak apalah ini suatu permulaan yang baik untuk hubungan ku dengan mas Erik..


Selesai sudah sarapan, mas Erik bergegas untuk berangkat ke kantor. aku mengantar kan mas Erik hingga ke mobil. dan tak lupa mencium tangan nya sebagai mana mestinya yang dilakukan setiap istri terhadap suami nya ketika berpamitan akan berangkat ke kantor.

__ADS_1


Tita :


"Hati hati ya mas.. jangan ngebut bawa mobil nya.."


Erik :


"Iya sayang.. terimakasih.."


"Aku berangkat ya.. kamu dirumah juga hati hati, jika ada apa apa segera telpon aku.."


Tita :


"Iya mas.."


Kemudian mas Erik menjalan kan mobil nya, melaju dengan cepat karna berpacu dengan waktu yang sudah sedikit siang.


Sementara aku kembali ke meja makan berniat ingin membereskan meja makan. tapi sudah dibereskan lebih dulu oleh Bi inah..


Tita :


"Bi Inah biar aku bantu ya.."


Bi Inah :


"Tidak usah non.."


"Sebaik nya non istirahat saja atau menonton tv mungkin.."


"Ini sudah jadi tugas bibi, tidak apa non.."


Tita :


"Iya benar bi, ini memang tugas bibi tapi aku bosan bi hanya dirumah saja, menonton tv lagi dan lagi.." 😥


"Boleh tidak aku ikut ke dapur bi..?"


"Mungkin saja ada yang bisa aku bantu bi..?"


Bi inah :


"Ya sudah, non boleh ikut dengan bibi ke dapur.. tapi non jangan sampai ke capean ya non, bibi takut dimarahin sama tuan.."


Tita :


"Iya baik bi.. makasih ya bi.." 😅


Lalu aku dan Bi Inah menuju dapur, aku mencuci piring sedang kan Bi Inah melanjutkan mencuci baju disambi, mengelap meja makan.


Aku berbincang dengan Bi Inah didapur sampai tertawa terbahak karna saking lucu nya mendengar cerita, Bi Inah ketika saat dilamar oleh Mang Dadan..


tak terasa aku sudah berjam jam duduk didapur.. jam makan siang pun hampir tiba.


Hati ku cemas tak karuan, tak sabar rasa nya ingin segera mengetahui kabar itu..


mungkin mas Erik belum sampai dirumah Sarah, masih dikantor tapi hati ku sudah dag-dig-dug begini..


*****


Tepat jam 12 siang dimana mas Erik akan kerumah Sarah.


benar saja, mas Erik bergegas keluar dari kantor dan berjalan kearah mobil nya.. tak lama mobil mas Erik melaju dengan kecepatan cepat agar segera sampai dirumah Sarah yang memang tak jauh dari kantor mas Erik jarak nya.


Sampai lah didepan rumah Sarah. mas Erik memarkirkan mobil tepat didepan pintu pagar nya, dan langsung masuk kedalam halaman rumah begitu saja. karna memang sebelum nya sudah biasa mas Erik keluar masuk rumah Sarah.


Mas Erik langsung masuk dan menemui Sarah yang sedang terduduk diruang keluarga sedang menonton tv.


Erik :


"Sarah.."


Sarah pun terkejut karena dengan kedatangan Erik yang tiba tiba dan tidak menelpon nya lebih dulu.. sehingga membuat nya bertanya tanya, apalagi setelah kejadian kemarin Erik sudah menegaskan akan mengakhiri hubungan dengan nya.. bingung sekaligus senang pikir nya Erik tidak bisa hidup tanpa diri nya..!


Sarah :


"Erik..."


"Apa yang membuat mu datang kemari..?"


dengan senyum senyum senang diwajahnya melihat Erik datang.


Erik :


"Bagaimana kabar mu..?"


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu.."


Sarah :


"Duduk lah dulu, aku akan buatkan minum sebentar ya.."


"Ini kan rumah kamu juga sayang, aku ini istri mu, masa seperti itu sikap mu, seperti sedang bertamu dirumah orang lain saja.."


Mas Erik hanya terdiam tidak menjawab ucapan Sarah. seperti tidak ingin berlama lama dirumah itu.. jadi mas Erik lebih bersikap diam dan cuek terhadap Sarah.


lalu Sarah datang dengan membawa segelas minuman dan beberapa buah segar untuk mas Erik .


Kemudian mas Erik menyuruh Sarah untuk segera duduk..


Erik :

__ADS_1


"Duduk lah.. aku ingin bicara penting.."


"Waktu ku tidak banyak.. aku masih harus meeting dengan klien.."


Sarah :


"Ada hal apa yang ingin kamu bicara kan dengan ku..?"


Dengan menarik nafas dalam dalam, seperti nya mas Erik juga berhati hati dalam menyampaikan keputusan nya itu, takut Sarah tidak bisa menerima kenyataan ini. dan berbuat yang tidak diinginkan..


akhirnya mas Erik memberanikan diri untuk memulai mengatakan keputusan nya.


Erik :


"Sarah .. aku minta maaf.."


"Tolong kamu dengar kan dulu baik baik ya.."


sementara Sarah masih terdiam dengan keheranan nya terhadap sikap Erik.


"Aku minta maaf, tidak bisa melanjutkan hubungan kita.. aku harap kamu mengerti..?"


"Aku ingin rumah tangga ku, pernikahan ku dan istri yang nyata dan sempurna yang bisa diterima oleh keluarga ku juga relasi Bisnis ku.."


seperti nya Sarah tidak terima dan marah atas keputusan Erik.


Sarah :


"Kamu yakin dengan ucapan mu itu Rik..?"


"Kamu gak bisa tinggalin aku begitu aja.."


"Semua ini gara gara gadis culun itu kan..?"


"Kenapa kamu berubah Rik..?"


sambil menangis histeris jerit jerit sarah berusaha memaki Erik.


Sarah :


"Kamu jahat Rik, jahat.."


"Pergi kamu.."


hiks, hiks, hiks, hiks...


Erik :


"Maaf kan aku Sarah.. dari awal kamu sudah tahu, apa yang aku mau, bagaimana orangtua ku dan keluarga besar ku.."


"Kamu juga tahu, bagaimana hidup ku, apa mau ku, selama ini kan kamu sendiri yang mau hubungan seperti ini.."


"Kamu yang meminta, aku tidak pernah memaksa.."


"Aku hanya ingin memiliki istri dan anak anak dari pernikahan yang direstui orang tua ku.."


"Tapi bukan dengan mu.. karna orang tua ku sampai detik ini pun masih tidak bisa merestui mu.."


"Lalu apalagi yang harus aku pertahan kan Dari mu.?"


"Mengenai semua masalalu'mu, itu pun orang tua ku sudah tahu, meskipun aku berusaha menutupi nya.."


"Tolong, kamu mengerti.. mulai saat ini jangan hubungi aku lagi, jangan ganggu pernikahan ku, apalagi istri ku.. aku harap kamu mengerti.."


"Aku berusaha bicara dengan baik, aku akan berikan berapapun yang kamu mau.. asalkan kamu tidak mengganggu ku lagi.."


"Rumah dan mobil yang kamu pakai sekarang boleh kamu miliki, aku tidak akan mengambil nya dari mu.."


Lalu mas Erik berdiri dan meninggal kan Sarah dirumah itu..


Mas Erik masuk kedalam mobil dan kembali ke kantor karna dia harus meeting dengan klien nya.. ini proyek besar yang tidak boleh dilewatkan, dalam kamus nya tidak ada kata mengalah dalam berbisnis, bagi mas Erik.


Didalam perjalanan menuju kantor.. sebenar nya hati mas Erik merasa kasihan dan bersalah kepada Sarah, kenapa tidak dari dulu saja mengakhiri hubungan nya dengan Sarah, jauh sebelum pernikahan nya dengan ku. mungkin tidak akan ada masalah seperti ini, yang membuat jantung nya hampir copot, harus mengambil keputusan berat dan menyakiti hati banyak orang..


namun dia tidak bisa berbuat apa apa.. hati nya kini sudah milik ku istri nya.. dia hanya ingin bahagia menjalani pernikahan nya dengan ku.


Tak berselang lama, sampai lah mas Erik dikantor nya, dan benar saja langsung menuju ruang meeting yang sudah disiapkan oleh Sandra sekretaris nya..


Mas Erik pun langsung masuk dan memimpin meeting itu dengan baik, dan berusaha setenang mungkin, seolah tadi tidak terjadi apa apa..


***


Sementara aku dirumah cemas, dan penasaran dengan keputusan mas Erik, apa yang dikatakan pada Sarah, oleh mas Erik..?


lalu apa yang mereka lakukan saat bertemu tadi? mulai muncul pertanyaan aneh dipikiran ku..


padahal aku sudah berjanji untuk tidak curiga.. tapi apa aku salah jika hanya berasumsi sendiri??


"uhhh.. kenapa sampai saat ini mas Erik belum memberiku kabar ya.. ?


apa yang dikatakan kepada Sarah tadi..?


aku sungguh penasaran..!"


Kegelisahan mulai menyelimuti perasaan ku.. sambil duduk dan lagi lagi menundukkan kepala ku ke meja makan, menanti kepulangan mas Erik dari kantor..


***********


Hai readers semua.. apakabar? mohon maaf ya baru bisa up lagi nih.. 😅 yuk mampir lagi ke karya ku, mohon dukungan ya.. untuk berikan like, komen, vote dan rate nya ya,jadikan favorit juga boleh.. sesuai janji siapa pun yang mampir aku pasti akan mampir balik selama aku aktif.. mohon maaf beberapa Minggu kemarin tidak aktif karna kesibukan lain.. insyallah setelah up ini aku akan mampir, balesin komen dan boomlike balik ke kalian.. terimakasih 🙏🙏🙏😊

__ADS_1


__ADS_2