PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Cemburu..


__ADS_3

Happy reading..


Sofi menanyakan tentang diri ku pada Reza apakah diri nya mengenal ku atau tidak.


Sofi :


"Jadi mas Reza mengenal kak Tita?"


Reza :


"Ya kami sudah sejak lama berteman"


Sofi tidak begitu percaya pada ucapan Reza karena setahu diri nya mendapat informasi dari sumber terpercaya langsung yaitu mas Erik dan aku mantan kekasih nya.


Sofi :


"Yakin mas Reza hanya berteman dengan kak Tita?"


Reza :


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


Reza malu untuk mengakui nya tapi diri nya menyadari bahwa Sofi pasti tahu semua tentang diri nya meskipun Reza kerap berbohong jika Sofi bertanya.


Sofi :


"Tidak apa apa mas"


Lalu aku yang dari kamar ku turun berjalan ke arah dapur untuk meminta tolong pada Bi Inah membuat kan teh lemon karena sebentar lagi mas Erik akan segera pulang.


Tiba tiba aku mendengar suara Sofi yang sedang mengobrol di terasa depan. aku segera bertanya pada Bi Inah.


Tita :


"Maaf Bi aku mau tanya?"


"Itu yang di terasa apakah suara nya Sofi?"


"Lalu sama siapakah dia mengobrol Bi?"


Bi Inah :


"Oh iya non itu memang non Sofi"


"Tadi non Sofi dianter pulang sama temen cowok nya non"


Tita :


"Oh begitu"


"Ok bi makasih ya"


Bi Inah :


"Iya non sama sama"


Akhir nya bi Inah kembali membuat kan teh lemon untuk mas Erik, sedang kan aku berjalan ke arah terasa karena rasa penasaran ku.


Aku tidak begitu mendengar suara pria itu sehingga aku langsung menerobos menemui Sofi.


Tita :


"Sofi"


"Kok tamu nya gak disuruh masuk"


Sofi :


"Iya kak Tita tidak perlu disini saja kak"


Aku terkejut saat tahu tamu pria yang di bawa Sofi ke rumah adalah Reza. begitu pun dengan Reza yang sama terkejut nya dengan ku karena tidak mengira aku akan keluar menemui Sofi dan tak di sengaja bertemu dengan nya.


Tiba tiba Reza menyapa ku ketika melihat ku kembali.


Reza :


"Hai sudah lama tidak bertemu"


Tita :


"Iya Za"


Reza :


"Apa kabar mu ta?"


Tita :

__ADS_1


"Kabar ku baik Za"


Sofi hanya memperhatikan dan sedikit bingung yang saat itu sedang mengobrol dengan Reza sementara harus terganggu oleh kehadiran ku dan melihat Reza yang kembali menyapaku.


Reza :


"Aku tidak menyangka bahwa Sofi adalah adik ipar mu"


Tita :


"Iya dunia ini terlihat sempit sangat mudah untuk menemukan seseorang"


Reza :


"Bagaimana dengan pernikahan mu?"


Tita :


"Baik semua berjalan dengan baik"


Reza :


"Syukur lah"


Aku yang masih dengan posisi ku berdiri didepan pintu dan tengah berbincang dengan Reza, tidak menyadari jika mas Erik tiba dengan cepat dirumah. suara mobil nya pun tidak ku dengar sama sekali, tiba tiba saja sudah ada dihadapan ku dan menyaksikan aku yang tengah mengobrol dengan Reza.


Erik :


"Sayang"


Aku terkejut begitu ku dengar suara mas Erik menggelegar di telinga ku.


Tita :


"Loh mas Erik sudah pulang"


"Kok aku tidak mendengar suara mobil mas Erik?"


Lalu mas Erik mulai menyindir sambil menggenggam tangan ku dengan erat dan kemudian membawa ku masuk kedalam rumah dengan meninggalkan Sofi dan Reza di teras depan.


Erik :


"Mungkin kamu terlalu asik mengobrol"


"Padahal suara mobil ku kencang dan sengaja ku bunyikan klakson nya agar kamu mendengar nya"


Tita :


Erik :


"Sudah ayo kita masuk saja"


"Biar kan mereka dan jangan pernah ganggu"


Tita :


"Iya mas"


Aku malu saat mas Erik menyindir ku dan tetap memaafkan ku. meski aku sudah berbicara dengan pria lain tanpa seijin dari suami ku. seperti nya mas Erik cemburu pada Reza.


Aku berjalan mengikuti langkah kaki mas Erik menuju kamar kami, dan tak lupa mas Erik dengan sorot mata nya yang tiba tiba tajam wajah nya memerah dan hati kecil nya menggerutu karena cemburu melihat mu berbicara dengan Reza..


Reza sendiri merasa tidak enak hati, karena jika dari awal tahu bahwa Sofi adalah adik ipar ku mungkin diri nya Takan mau untuk mengantar kan Sofi pulang kerumah mas Erik.


Dengan berat hati Reza mengatakan mohon maaf pada Sofi karena kehadiran nya seperti nya sudah membuat hubungan aku dan mas Erik semakin buruk.


Akhir nya Reza pamit pada Sofi untuk segera pulang, tak lupa Sofi meminta nomer ponsel Reza lebih tepat nya mereka saling tukar nomer ponsel masing masing.


Setelah bertukar nomer ponsel Reza segera menaiki kendaraan nya sepeda motor dan bergegas meninggalkan rumah mas Erik dan menuju rumah nya.


Sementara mas Erik didalam kamar terlihat tidak tenang dan tidak suka. aku bisa melihat nya, ada rasa takut dalam hati ku tapi aku tetap meyakinkan diri tidak ada yang perlu ditakuti karena aku memang tidak melakukan apapun dengan Reza.


Erik :


"Kenapa kamu menemui nya tanpa ijin dari ku?"


Tita :


"Aku minta maaf mas, karena tadi aku pikir itu bukan dia"


"Aku kira teman Sofi lain nya"


Erik :


"Katakan dengan jujur pada ku?"


Tita :

__ADS_1


"Aku sudah katakan dengan jujur mas"


"Aku tidak mengetahui bahwa itu dia mas"


Mas Erik yang kemudian duduk di sofa dan seakan membuang tatapan mata nya dari ku kearah lain. aku semakin bingung harus ku jelas kan bagaimana lagi.


Tita :


"Sudah mas jangan marah"


"Aku bersumpah tadi hanya sebentar berbincang dengan nya"


Erik :


"Aku tidak suka kamu bertemu dengan nya apalagi sampai saling bertatapan"


Tita :


"Iya mas aku mohon maafkan aku"


"Aku tidak sengaja"


Aku berusaha mendekati nya perlahan untuk melunakkan hati nya yang sedang dibakar api cemburu.


"Hukum aku jika itu bisa membuat mu puas mas"


"Aku siap menerima nya, jika benar itu kesalahan yang ku buat"


Erik :


"Tidak mungkin aku menghukum wanita yang aku cintai sekalipun dia menduakan ku"


Tita :


"Tapi aku tidak pernah menduakan mu mas"


"Bukan kah kamu selama ini yang sudah menduakan ku dengan Sarah"


"Kamu ingat kejadian beberapa Minggu yang lalu"


"Siapa yang sudah berlebihan mas?"


"Katakan padaku?"


Mas Erik tercengang dan tampak terkejut dengan semua ucapan ku. mungkin diri nya merasa sudah terlalu salah dan menyadari apa yang barusan aku katakan adalah benar adanya, bukan aku yang menduakan melainkan diri nya dengan Sarah beberapa Minggu yang lalu.


Mas Erik akhir nya merasa malu sendiri dan berdiam diri. tidak mampu berkata kata lagi.


Tita :


"Kenapa mas Erik diam?"


"Apa yang aku ucapkan salah mas?"


"Beritahu aku, salah ku dimana?"


Aku sedikit tersulut emosi karena api cemburu nya yang tidak tahu arah menuduh ku yang bukan bukan.


Kini berbalik mas Erik justru yang meminta maaf padaku dan mencoba menenangkan emosi ku.


Erik :


"Ok ini salah ku,maafkan aku"


"Tolong jangan marah padaku?"


"Aku tidak akan sanggup bila kamu mendiamkan ku begini"


Aku tetap tak bergeming masih berdiri disamping nya dengan kedua tangan ku, ku lekat kan di dada seolah memeluk tubuh ku sendiri.


Tita :


"Sudah puas kah dirimu mas?"


Erik :


"Tidak sayang, maafkan aku?"


Mas Erik mendekati ku dan memeluk ku dengan erat, tak terlupa kan bibir nya yang merah mulai membasahi bibir ku. mencoba meluluh kan ku, dengan memberikan kecupan hangat di bibir ku.


Bersambung...


Hai reader semua mohon dukungan nya ya ..


Jangan lupa, baca, di like, komen, rate 5, favorit kan dan juga vote yang banyak ya..


Terimakasih 🙏🙏😍

__ADS_1


__ADS_2