
Happy reading..
***
Malam ini, setelah semua selesai makan malam, papah, mamah, dan Sofi juga lebih memilih untuk beristirahat di kamar masing masing, karena kelelahan perjalanan dari Singapura ke Jakarta.
Sedang kan aku dan mas Erik masih duduk diruang tengah menemani mas Erik minum kopi. aku dan mas Erik tertawa bersama dan saling bercerita masa masa sekolah dulu. hingga kami mengingat kenangan pertama kali bertemu dalam lamaran waktu itu.
Terasa malu sekali, dulu aku membenci nya tapi sekarang setengah mati aku mencintai nya, dulu aku gengsi karena usia nya yang jauh lebih tua, tapi sekarang aku tidak bisa jauh dari nya, untuk menolak nya saja aku tidak bisa, bahkan aku sudah mulai terbiasa dengan dirinya, seperti kecanduan cinta nya, rasa nya ingin terus bersama nya. meskipun masih terasa perih luka di hati ku, tapi demi diri nya aku paksakan untuk tetap tersenyum agar mampu melupakan dan menutup rapat rapat luka itu, biar kan seolah tidak pernah terjadi apapun.
Tak terasa waktu sudah larut malam menunjukan pukul 21:30, udara malam yang semakin terasa dingin, dan mata pun sudah mulai mengantuk. aku mengajak mas Erik untuk masuk kamar.
Tita :
"Mas ayo kita ke kamar"
"Aku sudah mengantuk mas"
Erik :
"Iya baiklah"
Mas Erik beranjak dari duduk nya dan menghampiri ku lalu menuntun ku sampai ke tangga, setelah itu mas Erik mulai menggendong ku masuk ke dalam kamar sambil kaki kanan nya menendang pintu agar tertutup, lalu membaringkan ku di atas tempat tidur, mas Erik berjalan ke kamar mandi untuk berganti pakaian hanya menggunakan celana pendek dan kaos saja. dan berjalan kearah pintu untuk mengunci pintu kamar, sambil membawa kan baju tidur untuk ku.
Erik :
"Sayang bangun lah, ganti pakaian mu dulu"
Mas Erik mendekati ku dan membantu ku untuk duduk agar mas Erik bisa membantu ku melepaskan pakaian ku dan menggantinya dengan pakaian tidur, Karena mas Erik sangat suka dengan pakaian tidur ku semua mas Erik yang pilih dan belikan untuk ku. meskipun malam ini tidak ada bonus untuk nya tetap saja mas Erik melayani dengan baik.
Setelah mengganti pakaian ku mas Erik memeluk ku dengan erat, memuaskan kerinduan nya pada diriku, yang saat itu aku masih terbaring dirumah sakit, membuat nya sangat merindukan ku.
Erik :
"Biarkan aku memeluk mu"
Tita :
"Mas Erik kenapa mas?"
Erik :
"Tidak apa apa, aku hanya merindukan mu"
"Sudah lama aku tidak memeluk mu seperti ini"
Tita :
"Iya mas, peluk lah sepuas kamu mau"
"Maaf kan aku yang belum bisa memuaskan mu"
"Tapi jika mas Erik mau, lakukan lah anggap saja malam spesial untuk mas"
"Aku siap mas"
Erik :
"Tidak sayang, aku tidak mau melakukan nya disaat kamu sedang sakit"
"Aku sungguh lelaki jahat jika masih nekad melakukan nya"
Tita :
"Tidak apa mas"
"Aku siap, asalkan kamu bahagia"
Aku mengerti apa yang diinginkan nya, tapi mas Erik tidak mau melakukan nya. meskipun aku sudah siap, dan memaksa nya untuk melakukan nya.
Mas Erik hanya tetap memeluk ku erat dan berkali kali mencumbu ku. aku tidak bisa menolak nya lagi, karena baik aku atau pun mas Erik, kami berdua sudah saling terikat dan saling kecanduan. aku pun merasakan apa yang mas Erik ingin kan. tapi apalah daya tubuh ku masih terluka, membuat ku tidak bisa melayani nya. itu sungguh membuat ku sesak.
Tita :
"Mas Erik yakin tidak mau?"
Erik :
"Iya sayang"
"Kamu sedang terluka aku tidak ingin menambah luka mu semakin parah nanti"
"Kamu tahu kan, bagaimana aku saat beraksi?"
"Sudah pasti seperti singa yang kelaparan"
"Dan itu pasti membuat ku akan lupa segala nya"
Tita :
"Ya sudah terserah kamu saja mas"
Erik :
"Biarkan aku tetap memeluk mu dan mencumbu mu seperti ini"
__ADS_1
Tita :
"Lakukan lah mas"
"Aku sudah menjadi istri mu"
"Berarti aku sudah menjadi milik mu"
Erik :
"Terimakasih sayang"
Masih dengan suasana yang sama mas Erik memeluk ku, mencumbu ku berkali kali dengan genggaman tangan nya yang kuat.
Author nya jadi senyum senyum sendiri ngebayangin nya 😅
Karena sudah larut malam, lalu mas Erik mengajak ku untuk tidur, karena besok ada metting, dan tidak mungkin membiarkan Andre sendirian.
Erik :
"Sayang kita tidur"
"Sudah malam"
"Besok aku ada metting penting"
"Dan Andre tidak bisa melakukan nya sendiri"
Tita :
"Iya mas"
Erik :
"Tidak apa apa besok aku tinggal bekerja?"
Tita :
"Mas Erik bekerja saja dengan tenang mas"
"Tidak usah pikirkan aku"
"Di rumah kan ada bi Inah, papah, mamah, Sofi dan mang Dadan"
"Aku pasti baik baik saja mas"
Erik :
"Ya sudah kalau begitu, aku merasa tenang"
Sambil membaringkan tubuh ku kembali ke tempat tidur, mas Erik menarik selimut dan menutupi tubuh kami. begitu cepat mas Erik tertidur mungkin saat itu dirinya sudah bermimpi.
Sementara aku masih terjaga, rasa ngantuk ki tiba tiba hilang, setelah bercengkrama tadi.
ada perasaan sedih aku tidak bisa melayani nya. aku langsung memeluk erat tubuh nya aku mengecup pipi nya wajah nya yang tampan tak pernah pudar. ketampanan yang hakiki dimiliki mas Erik. aku meneteskan air mata saat mengecup pipi nya.
Entah apa yang membuat ku semakin merasa bersalah dulu aku yang menolak pernikahan ini. tapi sekarang aku tidak ingin kehilangan diri nya. dan membayangkan bagaimana seandainya, dulu niat hati mas Erik saat menikahi ku hanya untuk pajangan saja? karena mas Erik sudah memiliki Sarah saat itu. mungkin saat ini yang menemani nya tidur dan dalam pelukan nya saat ini, bukan lah diriku melainkan Sarah. apa jadi nya aku yang hanya menyaksikan semua itu.
Beruntung semua itu tidak terjadi, aku tetap menjadi permaisuri nya mas Erik. aku yang dijadikan nya istri sesungguh nya. semoga selama nya aku tetap menjadi permaisuri dihati nya mas Erik.
Hingga tak terasa mata ku sudah kembali mengantuk dan ikut terlelap bersama mas Erik. hingga pagi menjelang.
***
Saat pagi tiba, aku yang masih terlelap tidak mengetahui jika mas Erik sudah bersiap diri untuk bekerja. mas Erik sengaja tidak membangun kan ku dan menyuruh bi Inah untuk membawakan sarapan ku ke kamar.
Mata ku terbuka saat ku lihat mas Erik sudah berpakaian rapih berdiri didepan cermin merapihkan dasi nya. dan memutar tubuh nya menghadap ku sambil berkata.
Erik :
"Kamu sudah bangun sayang"
Tita :
"Sudah mas"
"Kenapa mas Erik tidak membangun kan ku mas?"
"Aku bisa bantu mas Erik siapkan baju kerja dan memakai kan dasi"
Erik :
"Aku tidak tega membangunkan mu"
"Lagipula aku bisa melakukan nya sendiri"
Tita :
"Tapi aku istri mu mas"
"Aku juga ingin melakukan nya"
Erik :
"Iya sayang aku tahu"
__ADS_1
"Saat ini kamu sedang sakit"
"Aku tidak mungkin memaksa mu"
Tita :
"Aku sudah sembuh mas"
"Ini hanya luka kecil"
Aku yang tengah duduk ditepi tempat tidur, hendak beranjak menghampiri mas Erik, Kemudian mas Erik mendekati ku dan berjongkok dibawah ku.
Erik :
"Dengar kan aku"
"Kamu segala nya untuk ku"
"Sekali pun kamu tidak mau melakukan kewajiban mu sebagai istri"
"Aku akan tetap disamping mu"
"Aku tidak akan pernah memaksa mu"
Tita :
"Iya mas aku tahu kamu sangat baik sekali"
"Tapi biar kan aku melakukan nya"
"Ijin kan aku melakukan tugas ku sebagai istri mu"
Erik :
"Iya nanti setelah kamu sembuh total ya"
"Sekarang lebih baik kamu mandi dan sarapan lalu minum obat mu"
"Sebentar lagi aku akan berangkat kerja"
Tita :
"Tidak mau"
Erik :
"Sayang ayolah"
"Jangan marah seperti itu"
"Cantik mu bisa hilang nanti"
"Apa aku bantu siapin kamu?"
"Baiklah, ayo buka mulut mu"
Tita :
"Tidak mau, biarkan aku makan sendiri"
Erik :
"Istri ku yang pintar"
"Makan lah yang banyak"
"Aku tunggu sampai makan mu selesai"
Tita :
"Mas Erik tidak ikut makan juga?"
Erik :
"Aku sudah sarapan di bawah bersama papah mamah dan Sofi"
"Hari ini aku mengajak Sofi ke kantor agar bisa membantu Andre"
"Jadi aku berangkat lebih awal"
Tita :
"Ya sudah kalau begitu mas Erik berangkat saja sekarang ya takut terlambat nanti mas"
"Aku bisa sendiri kok"
Erik :
"Tidak selesaikan dulu sarapan mu"
Akhir nya aku menghabiskan sarapan ku dengan cepat, aku tidak mau mas Erik terlambat bekerja.
Bersambung...
Hai readers semua, jangan lupa LIKE KOMEN, RATE 5 / BINTANG 5, FAVORIT KAN DAN VOTE YANG BANYAK YA.
__ADS_1
Terimakasih 🙏😍