
Happy reading...
Ketika berada didalam rumah Sofi yang ditemani bi Inah duduk dikursi ruang tamu mendengar suara suara hantaman beberapa kali di tembok rumah. Sofi semakin ketakutan dan Bi Inah memegang pundak Sofi, mencoba membuat Sofi lebih tenang.
Bi Inah :
"Non Sofi tenang ya, diluar sudah ada mas Andre"
Sofi :
"Iya bi semoga semua baik baik saja ya bi"
"Aku takut bi, aku juga khawatir dengan mas Andre"
Bi Inah :
"Tenang ya non, bibi yakin mas Andre baik baik saja"
"Mas Andre sangat pemberani"
Sofi masih tidak tenang sebelum diri nya bisa melihat Andre.
Sedang kan Andre dan Joko mulai menginterogasi salah satu pelaku dan berniat hendak menjadikan nya sebagai tawanan untuk melumpuhkan Sarah.
Andre :
"Katakan siapa yang menyuruh mu?"
"Maka aku akan melepaskan mu"
Pelaku :
"Seorang wanita dan suami nya yang menyuruh ku"
Andre :
"Katakan siapa nama nya?"
Pelaku :
"Aku tidak tahu nama nya"
Lalu Joko menampar kedua pipi si pelaku bergantian.
plak..plak..
Andre :
"Ayo cepat katakan?"
Pelaku :
"Aku sungguh tidak tahu siapa nama nya?"
"Ampuni saya, lepaskan saya, saya hanya dibayar"
"Yang tahu nama nya hanya ketua geng saya"
Andre dan Joko mulai kebingungan karena si pelaku mengaku tidak mengetahui nama dari orang yang menyuruh nya. akhir nya Joko berinisiatif memberikan saran kepada Andre dengan menunjukan foto dari Sarah dan tuan Wisnu.
Joko :
"Begini saja bos, bos kan punya foto perempuan itu juga foto tuan Wisnu siapa tahu dengan menunjukan foto itu, dia mengenal nya dan mau mengaku bahwa mereka yang menyuruh nya"
Andre :
"Ok sebentar gua cari dulu di ponsel masih tersimpan atau tidak"
Andre mencoba membuka ponsel nya dan mencari cari foto Sarah dan tuan Wisnu yang beberapa waktu lalu saat di Bogor sempat mengambil potret nya yang terpajang di meja tamu. Andre berhasil menemukan foto mereka dan menunjukan nya kepada si pelaku teror tadi.
__ADS_1
Andre :
"Lihat gua, perhatikan foto ini apa kamu mengenal nya?"
Si pelaku masih tidak mau melihat ke arah wajah Andre.
Andre :
"Dengar tidak? lihat mata gua, gua ngomong sama Luh?"
Lalu Andre menarik wajah si pelaku dibagian dagu nya, kemudian di tarik mendekati wajah Andre, Andre menatap lekat kedua mata si pelaku itu, dengan nada suara yang tinggi mengancam si pelaku jika tidak bisa diajak bicara baik baik, Andre akan melenyapkan nyawa nga, akhir ya si pelaku mengikuti apa yang Andre mau, dan mencoba menatap wajah Andre dengan rasa takut nya dan sedikit menunduk.
Andre :
"Katakan pada ku apa kamu mengenal dua foto itu?"
"Bekerja sama lah, jika tidak mau aku tidak segan segan melenyapkan mu?"
"Coba lihat baik baik lagi kedua foto itu"
Si pelaku mencoba melihat kedua foto itu dengan seksama, berusaha mengingat nya dengan baik siapa kah nama mereka dalam foto itu.
Andre :
"Bagaimana apakah kamu mengenal?"
"Apakah dua orang itu yang menyuruh kamu dan kedua geng mu untuk meneror kamu?"
"Kalau tidak ingat nama nya, cukup katakan yang sejujur nya jika benar mereka berdua yang menyuruh kalian melakukan nya?"
Si pelaku itu kemudian mengingat bahwa Andre akan melepaskan nya jika dia mau bekerja sama, si pelaku berusaha meminta imbalan jika dia mau mengakui nya dia meminta kepada Andre untuk membantu nya menghilang agar tidak bisa ditemukan oleh Sarah dan kawanan nya.
Pelaku :
"Iya saya sudah ingat, saya sering melihat mereka berdua mendatangi ketua geng motor dan entah apa yang dibicarakan nya dengan ketua geng motor kami"
"Saya hanya menjalankan tugas dari ketua geng motor, dengan mengatak bahwa kita dapet pekerjaan dengan bayaran tinggi"
Andre :
Pelaku :
"Tapi saya mohon tuan, tolong selamat kan saya, bantu saya menjauh dari kawanan motor saya atau wanita yang ada di foto itu saya takut tuan, mereka akan mencari saya dan membunuh saya, saya mohon tuan?"
Andre :
"Baiklah saya akan bantu kamu"
"Asalkan kamu tetap mau berkerja sama dengan ku dan memberikan informasi kepada ku dimana biasa nya ketua geng motor kamu bertemu dengan wanita itu"
Pelaku :
"Baik tuan saya berjanji akan membantu tuan"
Andre :
"Ok"
Lalu Andre menyuruh Joko untuk membawa si pelaku teror itu dibawa ke gudang sementara waktu, sebelum di serah kan ke pihak yang berwajib.
Andre :
"Bawa dia ke gudang belakang sementara waktu sebelum kita bisa melumpuhkan wanita itu, dia akan membantu kita memberikan informasi keberadaan wanita itu"
"Berikan beberapa makanan ringan dan air minum untuk nya"
Joko :
"Ok bos, gua bawa dia ke gudang sekarang"
__ADS_1
Andre kembali masuk berniat untuk menemui Sofi, dipikir nya mungkin Sofi sedang merasa ketakutan saat itu.
Lalu Joko membawa si pelaku ke gudang belakang rumah mas Erik.
Joko :
"Ayo jalan, ikut dengan ku, sementara kamu disini dengan ku, diam di dalam gudang"
"Menurut saja pada bos kami"
Joko menuntun si pelaku yang di ikat oleh tali tambang karena tidak ada borgol, sambil berjalan kearah belakang rumah kesebuah gudang. begitu sampai di gudang Joko menyuruh si pelaku itu untuk duduk di dalam gudang dan Joko memberikan beberapa botol minuman dan roti untuk dimakan oleh si pelaku jika lapar, karena tidak mungkin Joko akan berjaga dua puluh empat jam di depan gudang itu.
Joko :
"Ambilah, ini untuk mengganjal perut mu"
"Bos kami masih berbaik hati pada mu, tapi kamu tega menyusahkan hidup kami"
Pelaku :
"Terimakasih pak"
"Tapi pak jika saya ingin ke kamar kecil bagaimana?"
Joko :
"Pukul saja pintu gudang sekeras mungkin pasti akan ada yang dengar, dan segera anak buah ku akan menghampiri mu"
Pelaku :
"Baik pak terimakasih"
Joko berjalan keluar dari gudang dan kembali menutup pintu gudang itu lalu mengunci nya agar si pelaku tidak mudah melarikan diri.
Lantas Joko berjalan kembali ke posisi semula berjaga di pos depan bersama mang Dadan. Andre sehabis menginterogasi si pelaku itu, masuk kedalam rumah dan menemui Sofi di ruang tamu yang ditemani oleh BI Inah. Sofi langsung berdiri mendekati Andre yang masih berjalan belum sempat untuk duduk Sofi hampir ingin memeluk Andre tapi tidak jadi karena gengsi dan masih jual mahal.
Sofi :
"Mas Andre?" Sofi tidak jadi memeluk Andre.
Andre :
"Hai belum tidur?"
Sofi :
"Belum mas"
Tiba tiba bi Inah ikut berbicara..
Bi Inah :
"Syukur mas Andre cepat kembali non Sofi merasa takut dan khawatir terhadap mas Andre"
Sofi berusaha menyela perkataan Bi Inah, karena malu.
Sofi :
"Bi Inah, sudah Bi"
"Maaf mas tidak seperti itu juga maksud ku ya aku hanya khawatir saja mas"
Andre tersenyum melihat rona merah di wajah Sofi yang tampak malu malu dan sedikit jual mahal, tapi Andre sangat senang dan puas karena dengan begitu Andre tahu sebenar nya bahwa Sofi sudah lebih dari menyukai nya.
Bersambung...
Hai hai readers semua.. yuk mampir lagi mari baca bersama yuk..
Jangan lupa untuk di baca, di like, di komen, di rate 5, di favorit kan dan di vote ya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏😍