PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Mertua ku kembali ke Singapura..


__ADS_3

Jangan lupa baca ya, like ,komen, rate 5 favorit kan dan vote ya.. terimakasih 🙏😍


Happy reading...


Saat makan malam hampir selesai dan ditutup dengan pencuci mulut roti dan cake manis yang dibelikan mas Erik tadi dijalan.


Bi Inah mulai membereskan sisa sisa makanan dan piring kotor di meja makan. lalu mas Erik meminta bi Inah untuk membuat kan kopi hitam tanpa gula.


Erik :


"Bi tolong buat kan kopi hitam tanpa gula ya"


Bi Inah :


"Baik tuan, nanti bibi buat kan"


Erik :


"Makasih Bi"


Bi Inah :


"Sama sama tuan"


Dan Bi Inah segera bergegas ke dapur untuk membuat kan kopi hitam tanpa gula untuk mas Erik, tak lupa bi Inah kerepotan dengan beberapa piring kotor di kedua tangan nya.


Bi Inah mulai menabur kopi di cangkir kopi dan menuangkan air panas ke cangkir itu lalu mengaduk nya sampai ampas kopi turun dan wangi kopi yang mulai mengambang di udara mulai tercium membuat semua pecinta kopi akan ingin segera menikmati nya meskipun tanpa gula tapi mas Erik menyukai nya.


Papah dan mamah memilih untuk ke kamar karena harus membereskan semua barang bawaan nya, besok akan kembali ke Singapura. sementara Sofi masih akan tinggal disini untuk beberapa hari kedepan.


Sofi sendiri juga memilih untuk ke ruang tengah duduk disebuah sofa menghadap televisi seperti sedang menonton padahal hati nya sedang tidak fokus, sambil jemari nya mengutak-ngatik ponsel nya, entah apa yang saat ini ada dalam pikiran nya, namun terbesit rasa penasaran dalam hati Sofi yang teramat besar tentang sosok Reza yang disukai Sandra.


Setelah makan malam selesai aku memilih ke kamar untuk mengambil obat dan terakhir dan segera meminum nya. lalu aku membuka pintu balkon dan sekedar ingin menghirup udara malam, tanpa memikirkan rasa takut akan teror yang mungkin saja saat aku membuka balkon kamar, teror itu tiba dihadapan ku. aku hilang kan semua rasa takut itu. aku sudah bersiap diri.


Mas Erik masih seorang diri yang duduk dimeja makan, ditemani secangkir kopi hitam tanpa gula dan sebuah laptop kerja yang setia menemani nya kapan pun.


Akhir nya selesai sudah dengan pekerjaan nya, sisa kopi hitam itu segera di habiskan nya, tanpa merasakan kan rasa pahit langsung menenggak nya. lalu mas Erik berjalan menyusuri anak tangga dan kembali naik ke kamar, menyusul keberadaan ku di balkon.


Saat tiba di balkon mas Erik merasa khawatir..


Erik :


"Sayang ini sudah malam"


"Kenapa kamu duduk di balkon?"


Tita :


"Menghirup udara malam yang segar mas"


Erik :


"Iya tapi aku khawatir, kalau terjadi sesuatu bagaimana?"


Tita :


"Kalau memang sudah takdir mau dibilang apa mas?"


"Kita tidak bisa menolak juga kan mas"


Erik :


"Iya benar, tapi lebih baik kita berjaga jaga diri sayang"


"Sarah itu wanita licik, tidak mungkin menyerah begitu saja"


"Dia akan lakukan apapun untuk bisa mendapat kan apa yang dia mau"


Tita :


"Biar kan saja mas, dia seperti itu"


"Aku malas membahas nya"

__ADS_1


"Toh dia juga hanya manusia biasa pada akhir nya dia akan menyerah juga, kalau memang takdir sudah berkehendak"


Sambil memeluk ku yang sedang berdiri..


Erik :


"Sayang kamu itu terlalu baik, terbuat dari apa hati mu?"


"Aku sangat menyesal sudah menyakiti mu"


"Menyakiti hati sebaik diri mu, meskipun sudah terluka masih mau memaafkan dan berdamai"


Tita :


"Aku berusaha siap dan menerima mas"


"Karena percuma juga kalau aku terus menghindari nya"


"Toh takdir itu akan tetap mengikuti ku mas"


"Percaya saja aku pasti bisa melewati nya"


Erik :


"Terimaksih untuk istri cantik ku yang baik dan sabar"


"Terimakasih sudah Sudi menerima segala kesalahan dan kekurangan ku"


Tita :


"Sama sama mas"


"Terimakasih juga sudah mau menjadi bahu untuk ku bersandar"


"Terimakasih juga sudah menguatkan ku"


Mas Erik tersenyum diwajah nya yang tampan dan masih memeluk ku erat dengan jari jari nya yang menggenggam erat tangan ku. tak bisa ku bohongi, benar hati ini telah jatuh cinta pada nya.


Namun dalam pernikahanku ini banyak sekali lika liku dan ujian yang harus aku terima.


Kemudian mas Erik mengajak ku untuk masuk karena sudah malam khawatir terjadi sesuatu.


Mang Dadan dan para bodyguard masih setia berjaga di sekeliling rumah mas Erik dengan bergantian sif.


Mamah papah dan Sofi juga sudah berada dikamar masing masing mungkin sudah terlelap dalam mimpi mereka.


Aku dan mas Erik baru akan tertidur setelah beberapa jam lalu kami mengobrol di balkon tadi.


Ali berbaring dan disusul oleh mas Erik yang kemudian menarik selimut menutupi tubuh kami.


Sebelum tidur, aku bertanya pada mas Erik perihal berlibur nanti..


Tita :


"Oh iya mas, kapan kita berangkat berlibur?"


"Aku sudah tidak sabar mas"


Erik :


"Tunggu dua atau tiga hari lagi ya"


"Setelah semua metting dengan klien selesai aku pasti siap kan semua untuk kita berlibur"


Tita :


"Aku akan menunggu janji mas Erik"


Erik :


"Aku tidak akan bohong sayang"


"Sudah kita tidur ya"

__ADS_1


***


Pagi menjelang ku dengar suara ayam di jalanan komplek mulai terdengar, suara kicauan burung pun tak mau kalah dengan merdu nya untuk menyambut hari, burung itu terus bernyanyi tanpa lelah. daun daun yang daun dan dahan pohon yang bergoyang karena terpaan semilir angin pagi, tetes embun yang masih terlihat di atas rumput dan daun daun, tampak bersinar, bias matahari yang tampak mulai muncul dari upuk timur meski hangat nya belum terasa dan masih terlihat jauh dan kecil tapi cahaya nya sudah cukup menyilaukan pandangan. mulai merasuki semua celah jendela kamar ku. dan membuat mata ku terbuka karena nya.


Aku dan mas Erik bangun bersama kemudian membersih kan diri lalu turun ke bawah untuk sarapan, mas Erik dan Sofi akan berangkat kerja sedang kan mertua ku akan kembali ke Singapura pagi ini.


Sekalian berangkat kerja Mas Erik dan Sofi yang akan mengantar mertua ku ke bandara.


Setelah sarapan semua, mamah dan papah mertua ku pamit pada ku.


Aku mengantar kan nya sampai ke teras depan rumah.


Mamah Ratih :


"Tita sayang, mamah dan papah harus pulang ke Singapura"


"Nanti kami akan sering berkunjung kesini lagi"


"Kalau mau kamu juga boleh berkunjung kerumah mamah disana"


"Mamah akan senang sekali"


Tita :


"Iya mah, pah hati hati di jalan nya"


"Maaf aku gak bisa ikut mengantar mamah dan papah ke bandara"


Mamah Ratih :


"Tidak apa apa"


Papah David :


"Papah tunggu kehadiran cucu papah ya"


Tita :


"Iya pah doakan saja semoga tersegera kan amin"


Mas Erik pun pamit pada ku sudah harus berangkat..


Erik :


"Sayang aku pergi dulu"


"Ingat jika butuh sesuatu minta sama Bi Inah, atau Joko atau yang lain nya ya"


"Jangan lakukan sendiri"


Tita :


"Iya mas, tidak usah khawatir"


"Sudah sana berangkat sudah siang nih"


Aku menyuruh nya untuk segera berangkat karena waktu terus bergulir.


Tak lupa mas Erik mengecup keningku. aku pun mencium tangan suami ku, dan mencium tangan kedua mertua ku.


Mereka semua pergi menaiki mobil dan mulai hilang dari pandangan ku.


Aku kembali berjalan masuk kedalam rumah.


dan menemui Bi Inah yang sedang sibuk membereskan meja makan dan cucian piring yang menumpuk, ingin rasa membantu nya tapi aku takut mas Erik mengetahui nya dan akan marah padaku, jadi aku memilih menemani bi Inah mengobrol saja.


Masih dengan rasa penasaran Sofi..


Bersambung...


Halo readers semua jangan lupa untuk terus dukung karya receh author ya, jangan berpaling.


Jangan lupa dibaca ya, jika ada kesalahan mohon dimaafkan dan tetap author terima komen saran dan kritik nya.

__ADS_1


Jangan lupa dibaca, di like, di komen, di rate 5 di favorit kan, dan di vote yang banyak ya terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2