
Happy reading..
******
Mas Erik berlari kearah ku begitu mendengar teriak kesakitan ku, mas Erik mengangkat tubuh mungil ku dan memeluk nya seketika sambil berteriak menyebut nama Andre dan Sandra, mas Erik meminta bantuan agar aku cepat tertolong..
Ayah pun ikut berlari mendekati ku dan melihat keadaan ku, saat itu yang ku lihat ayah meneteskan air mata melihat ku yang sudah bersimbah darah, ayah merasa tidak bisa berbuat apa apa saat itu.. ayah hanya mencoba menguat kan mas Erik untuk tetap tenang.
Ayah :
"Kamu tenang kan dulu pikiran mu Rik.."
"Kamu harus kuat ya.."
Mas Erik tidak menjawab nya hanya menatap tajam pada ayah ku, mas Erik tetap gelisah dan panik sehingga tidak peduli pada siapa pun saat itu, hanya terpikir kan bagaimana kondisi ku..?
Mas Erik kembali berteriak..
Erik :
"Sayang bangun.. ayo bangun lah..?"
"Dree.. Sandraa.. cepat panggilkan ambulan.. istri ku butuh pertolongan.."
"Siapa pun segera panggil ambulan cepattt.."
Teriak nya dengan sangat panik dan khawatir nya mas Erik terhadap diriku hingga dia menangis sambil memeluk ku. sementara aku yang sudah mulai tak sadar kan diri sudah tidak bisa mengingat apapun yang terjadi disekitar ku.
Lalu Andre berlari menghampiri mas Erik dan mengatakan lebih baik menggunakan mobil pribadi saja, akan lama jika harus menunggu ambulan datang.
Andre :
"Ayo Rik.. angkat istri mu ke mobil.."
"Kita pakai mobil sendiri saja, kalau harus memanggil ambulan akan memakan waktu lama, khawatir jika istri mu tidak bisa tertolong jika semakin lama dibiarkan.."
Tak ingin berpikir panjang lagi, mas Erik langsung menyetujui saran dari Andre..
Erik :
"Ok.. temani gua Dre.."
Andre :
"Luh tenang aja, gua akan temani luh.. ayo cepat.."
Akhir nya mas Erik menggendong ku yang sudah tidak sadar kan diri dengan sedikit berlari kecil agar cepat sampai di mobil sambil ditemani Andre yang ikut berlari juga untuk segera membuka kan pintu mobil dan menyetir mobil itu untuk kami sampai dirumah sakit.
Andre :
"Ayo Rik lebih cepat lagi.."
Sementara mas Erik masih terasa berat dengan tubuh mungil ku karna mungkin tidak terbiasa menggendong tapi nafas nya agak tersengal-sengal..
Sampai lah dihalaman depan kantor dan bertemu dengan pak Danu yang tadi menjemput ku, saat melihat ku sudah tak sadarkan diri dan bersimbah darah.
pak Danu merasa kaget dengan apa yang barusan dilihat nya..
Andre :
"Maaf pak Danu tolong kunci mobil nya berikan pada ku.."
Pak Danu :
"Oh iya pak.. ini.."
Sambil tangan pak Danu memberikan kunci mobil pada Andre..
Andre :
"Terimakasih pak Danu.."
Pak Danu :
"Maaf pak.. kalo boleh tahu apa yang terjadi sama mbak nya?"
"Perasaan tadi baik baik saja.."
Andre :
"Sudah ya pak Danu saya buru buru harus segera dibawa kerumah sakit.."
"Nanti tanya saja sama yang lain, pasti tahu kok.."
Pak Danu :
"Oh gitu.. ya sudah pak hati hati.."
Akhir nya mas Erik masuk kedalam mobil membaringkan tubuh mungil ku dipangkuan nya, dengan erat mas Erik memeluk tubuh ku.
Erik :
"Ayo Dre.. cepetan nyetir nya, gua gak mau sampe terjadi sesuatu sama istri gua.."
Andre :
"Iya Rik sabar ya.. gua ngerti kok kepanikan Luh.."
Andre yang siap menyetir mobil dengan gesit nya dia memutar arah dan melaju dengan cepat menuju rumah sakit..
Mas Erik dan Andre tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit.
sementara didalam ruangan itu masih sangat ricuh dengan beberapa orang yang tengah memeriksa semua ruangan itu dan beberapa orang sedang dalam penyelidikan. karna hampir semua pelayan memakai seragam yang sama sehingga sulit untuk menemukan pelakunya, meskipun sudah dipasang cctv tetap saja, wajah nya tidak terlihat, karna pada saat penusukan itu wajah nya berbalik arah dan sedikit tertutup topi.
Tiba tiba Rio adik tiri ku mengikuti seorang pelayan yang tadi menusuk ku, Rio mengikuti nya dari belakang, seperti Rio sangat hapal dan mengingat pelaku nya.
Hampir sampai diujung pintu ruangan itu Rio berhasil menepuk punggung si pelayan itu dan pelayan itu pun berbalik arah lalu menusuk tubuh Rio dengan pisau yang sama sama tadi menusuk ku.
Rio :
"Awwww..."
"Kamu tidak bisa lari ku.."
__ADS_1
Rio tak tinggal diam, meskipun dia kesakitan tapi Rio bangkit dari rasa sakit nya dan berjuang untuk mengalahkan nya, Rio menangkas kaki si pelayan itu, hingga si pelayan terjatuh ke lantai, dan Rio juga kembali memukul punggung si pelayan itu hingga semakin tersunggur kelantai.
sambil berteriak..
Rio :
"Ini balasan buat kakak gua yang udah Luh tusuk.."
Saat Rio menangkas kaki si pelayan itu..
dan memukul punggung nya.
"Dan ini buat Luh yang udah nusuk gua.."
setelah itu Rio berteriak sangat kencang Rio memanggil ibu nya, agar segera membantu nya juga meminta pertolongan agar orang orang bisa cepat menangkap si pelaku.
Rio :
"Tolong-tolong.."
"Ibu tolong aku Bu..?"
"Aku sudah menemukan pelaku nya.."
Dengan bersimbah darah tubuh Rio mulai lunglai dan nafas nya mulai terasa berat. namun masih tetap memeluk tubuh si pelaku pikir nya agar tidak bisa melarikan diri, dan si pelaku tatap berusaha mencoba melarikan diri dari tangan nya rio. saat itu ibu tiri ku, ayah ku juga Sandra dan orang orang berlarian mendekati Rio.
Dibalik Rio yang kesakitan menangkap si pelaku itu dia lakukan untuk sang kakak.
Mbak Sandra, ayah ku dan orang orang nya mas Erik menangkap pelaku itu dari tangan Rio.
sementara ibu tiri ku menghampiri Rio dia berteriak sangat histeris menangis sejadi jadi nya dihadapan banyak orang karna melihat keadaan Rio yang penuh darah, Rio berusaha untuk tetap tersenyum pada ibu nya, agar ibu nya tidak panik dan meyakinkan bahwa dia baik baik saja.
Ibu Santi :
"Rio anak ku.."
"Apa yang sudah kamu lakukan..?"
"Bagaimana jika kamu tidak selamat nak..?"
"Untuk apa kamu lakukan semua ini..?"
"hiks..hiksss..hikssss.."
Rio :
"Rio tidak apa apa bu.."
"Rio anak laki laki bu.."
"Rio harus bisa bertanggung jawab menjaga keluarga Rio.."
"Ibu tidak usah khawatir Bu, Rio akan baik baik saja.."
Ibu tiri ku kembali menangis seolah menyayangkan apa yang dilakukan Rio untuk ku sudah berlebihan menurut nya..
Ibu Santi :
"Ayah cepat lakukan sesuatu agar Rio bisa tertolong.."
*******
Dirumah sakit yang sama, dimana Rio juga dibawa untuk mendapatkan pengobatan, aku yang lebih dulu masuk dalam ruangan operasi untuk menutup luka tusukan diperut ku agar menghentikan pendarahan nya..
Mas Erik dan Andre setia menemani ku diluar ruangan, dengan panik nya mas Erik berjalan mondar mandir tidak tenang.
Andre berusaha menenangkan mas Erik.
Andre :
"Sudah Rik kamu harus tenang.."
"Yakin deh semua pasti baik baik saja.."
Erik :
"Iya tapi gimana cara nya supaya gua bisa tenang Dre..?"
"Itu istri gua yang lagi berjuang di dalam Dre.."
"Gua gak tahu kenapa harus istri gua yang nerima semua ini, kenapa bukan gua..?"
Andre :
"Ini nama nya ujian buat Luh.."
"Luh harus sabar harus tenang, supaya kita bisa nemuin tuh si pelaku nya"
Erik :
"Awas aja kalau sampai ketemu abis tuh orang, gak tahu dia berhadapan sama siapa..?"
Andre :
"Ok Ok Rik.. gua bisa faham sama kondisi Luh saat ini.."
"Bisa jadi ini perbuatan nya si Sarah kan..?"
"Maka nya Luh tenang dulu, kita pikirin sama sama.."
Erik :
"Makasih Dre Luh selalu ada buat gua.."
Andre :
"Sama sama.. itulah guna nya sahabat.."
Mas Erik masih berdiri didepan pintu ruang operasi dengan panik nya, sementara Andre menerima kabar dari Sandra.
Andre :
"Ya san, gimana ada perkembangan apa dikantor..?"
__ADS_1
Sandra :
"Begini mas Andre, tadi Rio adik dari mbak Tita berhasil menemukan pelaku dan melumpuh kan nya mas.."
Andre :
"Maksud kamu, Rio yang sudah menangkap pelaku nya?"
"Lalu sekarang pelaku nya dimana?"
Sandra :
"Orang orang pak Erik sudah membawa nya ke kantor polisi mas.."
"Sementara Rio, menuju rumah sakit yang sama dengan mbak Tita karna mengalami luka tusuk yang sama juga mas.."
Andre :
"Oh begitu.. ok san kamu tetap waspada ya dan perhatikan setiap gerak gerik orang yang tidak kamu kenali, segera lapor jika ada sesuatu yang mencurigakan.."
Sandra :
"Iya mas.."
Andre :
"Ya sudah terimakasih info nya.."
Sandra :
"Sama sama mas.."
Andre menutup telpon nya dan segera memberi tahu kan pada mas Erik.
Erik :
"Siapa yang barusan telpon Dre..?"
Andre :
"Si Sandra.. kasih tahu"
"Bahwa si Rio adik ipar Luh berhasil nangkap itu pelaku dan membuat nya babak belur.."
Erik :
"Terus dimana sekarang pelaku nya?"
"Luh harus segera urus Dre, gua mau Luh kasih dia hukuman yang berat.."
Andre :
"Siap Rik.. gua pasti akan urus secepat nya sampai beres.."
"Pelaku nya udah dikantor polisi.."
Erik :
"Berani juga itu si Rio nangkap pelaku sendirian.."
Andre :
"Dan sekarang anak itu ada dirumah sakit ini juga Rik.."
"Dia kena luka tusuk yang sama kayak istri Luh.."
Erik :
"Hmm... gua gak nyangka sampai kejadian seperti ini Dre.."
Andre :
"Udah Luh yang sabar ya, mendingan berdoa biar istri Luh sama Ade ipar Luh bisa cepat sembuh.."
Erik :
"Hmmm.. kira kira beneran gak ya ini ulah wanita itu..?"
Andre :
"Kalau filling gua sih, ini ulah si Sarah Rik.."
"Dia kan ambisi banget pengen dapetin Luh lagi.."
"Udah lebih baik Sekarang fokus ke istri Luh dulu aja.."
"Soal pelaku nya biar gua yang tangani.."
"Dan sekarang gua mau urus Ade ipar Luh dulu.."
Erik :
"Makasih Dre.."
"Kalau ada sesuatu segera kabari gua ya..?"
Andre :
"Sama sama Rik.."
"Ok.."
Mas Erik masih setia menemani ku diruang operasi, sementara Andre pergi mencari ruang perawatan Rio, Karna Andre sebagai pengganti dari mas Erik, yang akan bertanggung jawab terhadap Rio.
Bersambung ..
*****
Hallo readers semua ketemu lagi kita...
maaf ya author beberapa hari kemaren gak bisa up, karna sedang tidak enak badan..
baru hari ini bisa up lagi, dan mudah mudahan author nya besok sudah sembuh beneran ya amin..
__ADS_1
jangan lupa dukung novel receh author ini ya tekan tanda 👍 like, vote, komen, rate 5, favorit kan juga share ya supaya banyak yang mampir dan memberikan dukungan nya.
Terimakasih salam hangat author 🙏😍