
Happy reading..
***********
Awal nya aku masih tidak tahu apa yang Sarah kata kan pada Mas Erik tadi ditelpon.
mas Erik juga tidak banyak mengatakan apapun pada ku tentang apa tujuan Sarah menelpon dan menyuruh nya untuk datang kerumahnya?
Aku berdiam diri dikamar dengan penasaran nya aku dan perasaan yang penuh kecurigaan terhadap rencana Sarah.
Kemudian aku memutuskan untuk mengikuti mas Erik dari belakang. aku sudah memasang aplikasi diponselku sehingga kemana pun mas Erik pergi aku bisa mengetahui nya.
*****
Aku mengikuti mas Erik dengan sebuah ojeg online, dan berada beberapa meter saja jarak nya dari mobil nya mas Erik yang terparkir dihalaman depan rumah Sarah.
Mas Erik sudah sampai dirumah Sarah. Sarah yang memakai gaun tidur tali satu sangat sexi sekali berwarna merah itu, sudah menyambut mas Erik dihalaman depan rumahnya. terlihat sangat antusias sekali saat tahu mas Erik akan datang.
Mas Erik membuka pintu mobil dan berjalan menghampiri Sarah, lalu Sarah juga menghampiri mas Erik dan memeluk tubuh Kekar mas Erik, tak lupa Sarah pun memberi kecupan di pipi nya mas Erik. aku melihat nya sangat kesal dan ingin rasanya menampar wanita itu, agar tidak mendekati suami ku lagi dan melepaskan pelukan nya dari tubuh kekar suami ku..
Ingin rasa nya aku memaki nya..
"hei wanita tua, enyah lah dari tubuh kekar suami ku, dia sekarang suami ku, bukan suami mu lagi, mas Erik sudah memilih ku sebagai istri sah nya dan satu satu nya.."
Kemudian Sarah mengajak mas Erik untuk masuk kedalam rumah nya, dengan menggandeng tangan nya mas Erik, aku tak menyangka mas Erik masih begitu nyaman saat Sarah memeluk dan mencium nya juga menggandeng tangan nya.
Apa yang sebenar nya ada dalam pikiran nya mas Erik..?
Siapa sebenarnya yang ada dalam hati nya mas Erik ?
Aku sungguh dibuat nya dilema dan tak percaya dengan apa yang ku lihat didepan mata ku..
Aku mengendap-ngendap menyelinap agar bisa masuk ke halaman rumah nya Sarah, agar aku bisa mengintip apa saja yang akan mereka lakukan disini?
ya tepat nya aku berdiri bersembunyi di balik jendela depan rumah nya.
******
Sementara didalam rumah Sarah, mas Erik duduk diruang tamu dan Sarah mengambil kan beberapa hidangan untuk mas Erik, aku masih mengintip nya dibalik jendela depan rumah nya.
Rupa nya Sarah sengaja mengulur waktu hingga membuat mas Erik merasa kelelahan agar mas Erik bisa lebih lama lagi berada dirumah Sarah.
Mas Erik mulai menyeruput kopi susu yang dibuat kan Sarah tadi. untuk tegukan pertama tidak terlihat aneh pada mas Erik semua masih tampak normal.
dan Sarah mulai memancing rasa penasaran mas Erik.
Sarah :
"Silahkan diminum dulu Rik.."
"Kamu kan baru saja sampai pasti haus kan..?"
Namun mas Erik saat itu masih terlihat ketus pada Sarah.
Erik :
"Sudah tidak usah basa basi.."
"Ada hal apa kamu menyuruh ku untuk datang kemari..?"
"Aku tidak punya banyak waktu.."
"Pekerjaan ku menumpuk, sudah terlalu lama karna beberapa Minggu ini aku cuti.."
Sarah :
"Kamu kenapa sih Rik seperti nya ingin sekali buru buru..?"
"Apa kamu takut istri mu akan tahu nanti..?"
"Ayolah Rik tidak usah marah marah begitu, lebih baik kita minum dulu biar lebih santai.."
"Kan sudah lama juga kita tidak bertemu dan mengobrol bersama, semenjak kamu menikah Rik.."
"Masa kamu tidak rindu pada ku Rik..?"
Erik :
__ADS_1
"Sudah aku katakan berapa kali tidak usah basa basi lagi.."
"Aku tidak punya banyak waktu, dari tadi ucapan mu berputar putar terus.."
Sarah :
"Baiklah... jika kamu tetep ngotot Rik.."
"Ikut lah dengan ku ke kamar kita dulu, aku akan tunjukan sesuatu pada mu.."
Erik :
"Untuk apa?"
Sarah :
"Sudah ikut saja.."
Erik :
"Cepat bawa saja kemari, apa yang ingin kamu tunjukan pada ku..?"
"Aku sungguh tidak punya banyak waktu.."
Berkali kali mas Erik memberikan alasan pada Sarah bahwa dirinya memang masih banyak pekerjaan.
Namun Seperi nya bukan Sarah jika putus asa. pantang menyerah baginya, Sarah terus membujuk mas Erik agar mau mengikuti nya ke lantai atas ke kamar mereka dulu.
Sarah :
"Ayolah Rik, tidak ada salah nya kamu ikuti apa mau ku sebentar saja, aku janji hanya sebentar aja Rik.."
"Setalah itu aku janji tidak akan mengganggu mu lagi juga pernikahan mu dengan bocah ingusan itu Rik.."
"Tidak akan terjadi apa apa Rik aku janji.."✌️
Sarah masih berusaha menyakinkan mas Erik dan akhir nya mas Erik pun terbujuk rayuan nya.
Erik :
"Ya sudah, cepat lah.."
aku tidak mendapat kan bukti apa apa disini.
pikir ku..
Lalu mas Erik dan Sarah pun berjalan bersama menaiki tangga dan menuju kamar mereka dulu.
Sarah membukakan pintu kamar nya untuk mas Erik. mereka pun masuk bersama kedalaman kamar itu.
Sarah juga membawa beberapa hidangan tadi kekamar nya. sehingga itu membuat ku tidak dapat mengetahui secara pasti apa yang Sarah lakukan pada mas Erik, tepat nya apa yang mereka lakukan didalam sana. ?
Aku mencoba tetap tenang, masih berdiri didepan jendela.
Ingin rasanya aku bisa masuk dan memergoki apa yang tengah mereka lakukan dikamar itu?
Namun apalah daya ku, aku tidak mungkin masuk kedalam rumah orang tanpa seijin pemilik nya, dan rasa penasaran ku semakin besar terhadap mereka berdua, aku merasa ini pertanda buruk, bagi Pernikahan ku.
ya Tuhan semoga semua baik baik saja, aku mohon berikan lah petunjuk mu pada ku..?
Agar aku dapat mengetahui apa yang direncanakan oleh Sarah terhadap mas Erik?
Aku masih berdiri didepan jendela rumah nya ada perdebatan kecil didalam hatiku, sebelah hati ku mengatakan agar aku masuk saja kedalam rumah Sarah tidak perlu mendapat kan ijin, tapi hati sebelah nya lagi mengatakan agar tetap ditempat ku tidak usah mencari masalah dan sebaiknya percaya saja pada suami ku.
Aku dilema dalam hati ku, tidak tahu apa yang harus aku pilih dan lakukan?
Akhir nya aku memutuskan untuk naik ke kamar itu tempat dimana mereka berdua masuk tadi.
****
Lalu aku memberanikan diri untuk berjalan mendekati pintu dan masuk secara pelan pelan, Karna memang pintu nya sedikit terbuka entah Sarah sengaja membuka nya atau kah lupa untuk menutup pintu nya.
Aku terus berjalan mengikuti jejak mereka berdua tadi, kearah mana mereka melangkah, disitulah aku berdiri menyaksikan hal yang tidak pernah aku bayangkan dan aku percayai.
Saat Sarah membawa mas Erik ke dalam kamar mereka dulu, Sarah menyuruh mas Erik untuk duduk di sofa dan membawakan gelas kopi tadi agar mas Erik melanjutkan meminum nya kembali. seperti nya mas Erik tidak mengetahui jika dirinya sedang dijebak oleh Sarah.
Sarah duduk tepat disebelah nya mas Erik dengan menyodorkan gelas kopi susu tadi pada mas Erik agar mas Erik menghabiskan nya.
__ADS_1
Sarah :
"Minumlah Rik, segera habiskan kopi nya setalah itu aku akan tunjukan sesuatu itu.."
ucapnya pada mas Erik..
Erik :
"Hmmm.."
Mas Erik meminum kopi itu sampai habis..
Tapi sebelum mas Erik setengah tidak sadar kan diri.. mas Erik sempat memaksa Sarah untuk segera menunjukan sesuatu itu pada nya.
Nama nya juga Sarah, tidak semudah itu dia melepaskan mas Erik, dia kembali memberikan alasan pada mas Erik, untuk lebih bersabar lagi, Karna sebenar nya tidak ada sesuatu yang dimaksud Sarah tadi melainkan sedang menanti kan jebakan dari Sarah.
"Cepat lah tunjukan pada ku apa yang ingin kamu tunjukan tadi..?"
"Aku sudah ingin pulang.."
Sambil menghabiskan kopi susu nya itu..
Tak berselang lama setelah meminum habis kopi susu tadi, Mas Erik mulai merasakan pusing di kepala nya dan setengah tidak sadar, tapi masih mengigau begitu lah..
Mulai lah Sarah melancarkan jebakan nya,
Sarah membopong tubuh kekar suami ku keatas tempat tidur nya dan membaringkan nya lalu mulai melepaskan pakaian mas Erik satu persatu dan menutupi dengan sehelai selimut.
Saat itulah aku memberanikan diriku untuk masuk kedalam kamar itu, namun hanya dibalik pintu saja tubuh ku berdiri melihat adegan itu, kebetulan pintu nya tidak terlalu rapat ditutup nya, sehingga aku masih bisa mengintip nya, dan menyaksikan apa yang seharusnya tidak aku lihat, apa yang seharusnya tidak terjadi dalam Pernikahan ku..!
Mata ku tercengang melihat pemandangan yang tidak sedap untuk dipandang, sungguh menjijikan dan tidak pantas untuk dilihat.
Membayang kan apa yang akan terjadi hari ini dan esok dengan pernikahanku nanti..?
Aku melihat nya...
Sarah mulai membuka baju nya sendiri dan mulai menggerayangi tubuh mas Erik, mencumbu nya berkali kali hingga membuat mas Erik merasa kan kenikmatan itu, mas Erik mulai menikmati tubuh Sarah kembali, yang dulu sempat mereka lakukan dan kini mereka melakukan nya lagi setelah mas Erik menikahi ku.
Tak lupa Sarah pun mengabadikan nya melalui sebuah ponsel dengan memfoto dan memvideokan nya. Sarah menaruh ponsel diatas nakas tepat nya berhadapan dengan diri nya yang sedang beraksi.
Sarah sengaja melakukan ini untuk menjebak mas Erik agar mas Erik tidak bisa meninggal kan dirinya.
Sebuah foto dan video itu yang akan menjadi bukti jika mas Erik meninggal kan nya, maka Sarah akan dengan mudah untuk menyebarkan nya dan membuat mas Erik malu, tidak dapat berkutik.
Mas Erik tidak begitu menyadari nya bahwa tubuh yang dia sentuh dan dia nikmati saat ini adalah bukan lah diriku, melainkan itu Sarah.
Namun tetap mas Erik menyebut nama ku berulang kali, meskipun yang saat ini sedang bercengkrama dengan nya adalah Sarah.
Lalu aku mendorong keras pintu kamar itu agar mereka sadar dan menghentikan perbuatannya.
Sarah dan mas Erik sama sama terkejut saat mendengar suara pintu yang aku dorong dengan keras, betapa lebih terkejut nya mereka melihat diriku yang sudah berdiri dihadapan mereka, tapi kemudian Sarah tersenyum gembira saat mengetahui diri ku memergoki mereka tengah melakukan adegan itu, rupa nya bagi Sarah adalah sudah tidak perlu capek capek lagi untuk membuat diri ku dapat meninggalkan mas Erik, bagi nya seperti "sekali tepuk dua lalat dia dapat"..
Rencana Sarah berhasil untuk bisa menjebak mas Erik.
tapi sebenernya siapa yang terjebak itu? aku atau mas Erik?
Mas Erik melihat dan menatap diriku..
Dengan tangan yang satu nya memegang kepala nya yang masih terasa sedikit pusing, dan satu tangan sebelah nya memegang selimut yang menutupi tubuh nya.
Mas Erik berteriak, memanggil nama ku dan mengatakan maaf..
Erik :
"Sayang.. hesssttt pusing sekali kepalaku ini.."
"Sayang tunggu, aku minta maaf Tita.."
Sarah hanya tersenyum puas di wajah nya, sambil menutupi tubuh nya dengan gaun tidur nya yang berwarna merah itu. sambil duduk di sofa dengan menghisap se'kuntung rokok dibibir nya.
Sementara aku berlari meninggalkan kamar dan rumah itu, kembali ke halaman dimana tukang ojeg online tadi yang mengantar ku kemari, masih setia menunggu ku..
kira kira apa yang bakalan terjadi sama tita ya setelah melihat suami nya yang baru saja dia mulai mencintai nya, melakukan hal yang memalukan dengan mantan istri sirih nya itu..?
Bersambung...
**********
__ADS_1
Hallo readers semua jangan lupa tekan tombol 👍 like nya ya, jangan lupa juga untuk komen, saran, ⭐5, vote, favorit kan juga ya boleh dibantu share agar banyak yang mampir ke novel aku ini.. 😅
Terimakasih salam hangat author 🙏😍**