
happy reading...
Malam itu, mas Erik kembali merengkuh jiwa ku disaat bulan madu pertama kami di kota Paris Eropa. mas Erik menarik kedua paha ku dan membuka nya lebar, kemudian dia menarik panggul nya hingga terjadi sentuhan sentuhan yang terasa geli tapi memabukkan diri ku. seperti melayang di angan angan jiwa ku, mas Erik menjamah ku kembali, dengan menggigit bibir bawah ku seakan ingin berteriak tapi takut dan malu rasa nya hanya bisa menahan nya, begitu juga dengan mas Erik yang terdengar suara nya meng'geram merasakan puncak dari kenikmatan itu, terasa cairan hangat mulai membuahi rahim ku, ku angkat panggul ku lebih lama, agar cairan itu lebih cepat masuk dalam rahim ku, dalam hati, aku berdoa agar secepat nya rahim ku terbuah'i dan bisa memberikan keturunan untuk mas Erik. demi melengkapi kebahagian pernikahan kami.
Setelah selesai aku terkulai lemas, mas Erik ikut terbaring di samping ku dan menutupi tubuh ku dengan selimut, tak lama diri nya beranjak untuk membersih kan diri lebih dulu dari ku, karena melihat ku yang lemas, setelah membersih kan diri mas Erik berjalan menuju dapur di kamar hotel itu, dan kembali dengan membawakan ku teh lemon hangat dengan madu, agar tenaga ku pulih kembali, tak tega diri nya melihat ku yang lemas terkulai karena serangan nya bertubi tubi diatas ranjang tadi.
lalu mas Erik membangun kan ku dan membantu ku untuk duduk bersandar pada sandaran ranjang.
Erik :
"Sayang bangun lah sebentar"
Tita :
"Aku masih lemas mas"
Erik :
"Biar aku bantu"
"Duduk lah dan segera minum teh lemon hangat ini"
"Sudah ku tambah kan sedikit madu agar tenaga mu pulih kembali"
Tita :
"Terimakasih mas"
"Seperti nya besok pagi aku tidak bisa jalan jalan tubuh ku sakit semua mas"
Erik :
"Maaf kan aku sayang"
"Aku begitu menikmati nya"
"Ayo habis kan teh nya agar cepat pulih tenaga mu kita akan sering melakukan nya disini, karena aku ingin kamu cepat hamil"
"Disini tidak ada siapa pun yang mengganggu
"Disini aku berlibur, tidak sedang bekerja, bisa memulihkan pikiran ku agar tidak stres dan bisa dengan tenang melakukan itu dengan mu"
Tita :
"Iya mas, tapi jangan setiap jam juga aku tidak akan sanggup"
__ADS_1
Erik :
"Aku tidak mau kamu menolak ku, begitu aku menginginkan nya lakukan lah"
"Karena aku ingin segera kamu hamil dan memberikan ku seorang anak"
Tita :
"Ya sudah terserah mas Erik saja aku hanya bisa pasrah"
Kemudian aku kembali menyesap teh lemon hangat dengan madu yang di buat kan suami ku itu. ku nikmati rasa dan kehangatan nya sangat terasa di tubuh ku, membuat tubuh ku kembali rileks dan merasa ada sedikit tenaga setelah teh itu ku habis kan, aku mulai beranjak untuk membersih kan diri, dan langsung mengganti pakaian tidur ku, ketika selesai hendak mengajak mas Erik untuk tidur ku lihat mas Erik duduk di sofa, masih sibuk dengan laptop dan ponsel nya mungkin sedang mengecek pekerjaan nya pikir ku.
Aku kembali membaringkan tubuhku di kasur yang berukuran besar dan super mewah itu, ku coba pejamkan mata ku hingga aku benar terlelap dalam mimpi.
Entah berapa lama aku sudah tertidur, pagi menjelang ku lihat mas Erik masih tertidur disamping ku.
Pagi itu aku membuka balkon kamar hotel ku kulihat pemandangan dari atas balkon ku melihat ribuan burung merpati bertaburan dengan suara nya yang terdengar riuh di sekitar taman hotel, karena keberadaan seseorang pria bertubuh tinggi dan kekar yang biasa menabur butiran jagung kearah merpati merpati itu, rupa nya setiap pagi pria itu rutin memberi makan merpati merpati itu di taman hotel.
Pemandangan yang indah yang belum pernah ku jumpai sebelum nya. ku rentang kan kedua tangan ku menggenggam besi pembatas di teras balkon itu, lalu ku pejam kan mata ku, kemudian ku hirup sejuk nya udara pagi itu, bersyukur masih merasakan setiap tarikan nafas yang masih bisa ku rasakan, berharap bisa melupakan semua masalah yang sulit ku lepaskan. meskipun sudah mencoba nya. terlebih jika mengingat tentang Sarah mantan istri sirih dari suami ku. sangat tidak bisa ku lupakan, bagaimana tidak wanita tua itu selalu menghantui perasaan ku, kemana pun aku melangkah kan kaki merasa wanita itu akan selalu ada di belakang bayangan ku.
Tersadar dari semua lamun ku, karena aroma nafas dari sosok pria kekar berbibir merah itu begitu terasa di pundak ku, dan saat itu tengah memeluk erat tubuh ku dari belakang.
seraya berkata pada ku mengapa sepagi itu aku sudah terbangun dari tidur ku.
Erik :
Tita :
"Iya mas"
Erik :
"Kenapa sudah bangun sepagi ini sayang"
Tita :
"Kita berada di kota dan negara yang berbeda dengan negara kita mas"
"Jadi aku ingin menikmati nya selagi bisa"
Erik :
"Tapi kan ini masih pagi, sebaik nya kita kembali tidur"
Tita :
__ADS_1
"Tidak mas, justru aku ingin sekali turun ke taman itu, untuk melihat langsung ribuan merpati merpati itu"
Erik :
"Ya sudah, lakukan lah apa yang kamu ingin kan, aku akan ikuti semua nya"
Tita :
"Kamu serius mas, mau temani aku turun ke taman itu?"
Erik :
"Iya, ayo ganti pakaian mu dulu"
"Jangan lupa pakai mantel mu diluar sangat dingin karena salju mulai turun"
Tita :
"Siap suami sayang"
Dengan kedua tangan ku ku genggam kedua pipi suami ku itu, merasakan bisa menikmati kebahagiaan bersama nya adalah anugrah bagi ku, terlebih sedari kecil aku memang tidak pernah mendapat kan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua ku.
"Ayo kita ganti pakaian nya mas"
Aku menarik tangan suami ku, menuju ruang ganti, dan tidak lupa menggunakan mantel karena saat itu, aku berkunjung ke kota Paris cuaca nya memang sedang turun salju, itu yang aku harapkan selama ini.
Kemudian aku dan suami ku mas Erik turun dari kamar hotel menuju taman dimana terdapat ribuan burung merpati yang ber'hamparan dengan riuh nya suara menyambut butiran butiran jagung yang bertaburan di udara.
Tidak lupa mas Erik membelikan ku secangkir kopi cup hangat dengan roti goreng untuk menghangat kan tubuh kami yang sempat kedinginan.
Erik :
"Sayang minum lah kopi nya selagi masih hangat"
"Agar kamu tidak kedinginan ku lihat kamu sedikit pucat aku takut kamu kedinginan"
"Ambilah"
Tita :
"Iya mas terimakasih"
Aku mengambil kopi cup itu dengan roti goreng nya, dari tangan mas Erik lalu ku santap sambil melihat merpati merpati itu. duduk berdua dengan suami ku di sebuah kursi taman.
Bersambung...
__ADS_1
Hai readers semua jangan lupa baca like komen rate 5 favorit kan dan vote yg banyak ya.
Terimakasih 🙏😍