
Happy reading...
Saat aku buka ponsel ku dan tahu bahwa ada notif dari si peneror aku langsung memberikan ponsel ku kepada mas Erik.
Tita :
"Mas Erik"
Erik :
"Hmmm"
Karena mas Erik sibuk menarik selimut dan hendak mematikan lampu kamar di atas nakas hingga tidak langsung menjawab ku.
Tita :
"Mas"
Erik :
"Kenapa?"
Begitu melihat ku yang panik karena pesan dari si peneror itu.
"Kamu kenapa sayang?"
Tita :
"Ini mas ada pesan masuk dari peneror itu mas"
Erik :
"Berikan ponsel nya pada ku"
Aku memberikan ponsel itu pada mas Erik.
Tita :
"Ini mas ponselnya"
Mas Erik mengambil ponsel itu dan membaca pesan itu.
"Jangan harap tidur mu malam ini akan indah"
"Jangan pernah berharap kamu akan mimpi indah malam ini"
"Bersiap lah untuk bermain main dengan ku"
"Aku akan buat satu persatu orang disamping mu lenyap"
"Kamu harus nya sudah paham itu sedari dulu"
"Kamu sudah membangun kan macam yang sedang tidur"
Erik :
"Sialan.. awas saja kalau ketemu aku habisi"
Tita :
"Sudah mas jangan seperti itu"
"Aku gak mau kamu kenapa-napa mas"
"Kalau kamu seperti itu, itu akan membuat ku semakin takut mas"
"Pokok nya aku gak mau sampai kamu kenapa-napa mas"
Erik :
"Aku mengerti kecemasan mu"
"Tapi aku harus segera turun tangan"
"Aku harus tau mau nya dia apa sebenar nya?"
"Dia sudah memiliki suami yang sama kaya nya dengan ku, lantas untuk apa masih mengejar ku?"
"Jadi aku harus tau apa mau nya sebenar nya sayang?"
Tita :
"Iya mas tapi aku takut kamu kenapa-napa mas"
"Lebih baik mas Erik laporkan ke pihak polisi dan pesan itu berikan sebagai bukti nya"
Erik :
"Iya aku akan hubungi Andre dan Joko untuk menyelidiki keberadaan nomer ponsel ini dimana?"
Tita :
__ADS_1
"Mas Erik harus hati hati ya"
Erik :
"Iya sayang"
"Aku pasti akan hati hati"
"Sebentar aku hubungi Joko dan Andre dulu"
Mas Erik mencoba menghubungi Joko lebih dulu agar semakin meningkat kan kewaspadaan nya. lalu setelah nya menghubungi Andre untuk mencari tahu keberadaan nomer ponsel di peneror berada di lokasi mana?
Erik :
"Joko"
Joko :
"Iya bos"
Erik :
"Barusan gua dapet pesan dari si peneror"
"Luh harus hati hati malam ini waspada semua nya ya"
"Jangan sampai ada yang lengah"
Joko :
"Ok siap bos"
"gau akan buat penjagaan lebih ketat lagi malam ini"
Erik :
"Ok kasih tahu gua kalau lihat sesuatu yang mencurigakan"
Joko :
"Ok bos siap"
Mas Erik segera menutup telpon nya dan menghubungi Andre yang saat itu tengah membayang kan wajah cantik Sofi dan melamun andai saja diri nya bisa segera menikahi Sofi, mungkin akan terasa lengkap kebahagiaan nya. terpaksa harus buyar lamunan nya karena ponsel nya berdering terus dan itu panggilan dari mas Erik.
Sementara Joko segera berkordinasi dengan anak buah nya untuk memperketat penjagaan malam ini dan seterusnya sampai pelaku peneror'an itu bisa tertangkap.
Erik :
Andre :
"Halo Rik"
"Kenapa malem malem telpon gua Rik?"
"Luh ganggu gua aja, gua lagi ngelamun bahagia sama adek Luh nih"
Erik :
"Udah ngelamun nya besok lagi kan bisa bro"
"Ada hal penting nih"
Andre :
"Hal penting apaan Rik?"
Erik :
"Istri gua barusan dapet pesan dari si peneror lagi Dre"
Andre :
"Hahh.. yang bener luh Rik?"
"Di sana kan udah ada si Joko sama anak buah nya"
"Entar gua hubungi si Joko suruh perketat penjagaan"
Erik :
"Gua udah telpon si Joko barusan"
"Udah siap sedia dia"
"Sekarang gua minta Luh bantuin gua"
"Buat lacak lokasi atau keberadaan nomer ponsel yang dipake si peneror itu"
"Biar kita bisa tahu siapa dia, dan dimana dia"
"Gampang buat nyari nya"
__ADS_1
"Jangan lupa laporin ke pihak polisi juga, dan Sarah patut dicurigai"
Andre :
"Ok gua coba cek nomer nya"
"Luh kirimin deh nomer nya ke gua sekarang gua cek malam ini juga"
Erik :
"Ok gua kirim sekarang juga nih"
"Makasih bro"
Andre :
"Sama sama bro"
Andre dan mas Erik segera menutup ponsel masing masing, Andre masih menunggu mas Erik mengirimkan nomer ponsel si pelaku kepada Andre agar Andre bisa segera melacak lokasi si peneror itu.
***
Setelah menghubungi Joko dan Andre mas Erik mencoba menenangkan ku dan mengajak ku untuk tidur dan tidak usah takut apapun, di seluruh titik rumah ini sudah dijaga tidak akan mungkin peneror itu bisa masuk dan menyerang ku.
Erik :
"Sudah lebih baik kita tidur"
"Tidak usah takut, semua titik dirumah ini sudah dijaga ketat"
"Sama si Joko dan anak buah nya"
Tita :
"Tidak mau mas"
"Aku takut"
"Lebih baik aku berjaga saja mas"
Erik :
"Tidak baik kalau kamu begadang sayang"
"Sudah begini saja"
"Lebih baik kamu tidur, aku yang berjaga disamping mu"
"Lagi pula aku sudah cukup kenyang tidur tadi sore"
"Sudah cukup untuk ku"
Tita :
"Tapi mas Erik besok kan harus kerja mas"
"Lebih baik mas Erik saja yang tidur"
"Aku tidak mau"
Erik :
"Sayang dengar kan aku"
"Ini demi kesehatan mu, kamu harus tidur"
"Biar kan aku yang menjaga mu, aku akan menjaga mu malam ini"
"Lagi pula aku belum mengantuk, aku baru saja terbangun dari tidur"
"Sudah ayo tidur"
Mas Erik memaksa ku untuk tidur. akhir nya aku rela memejamkan mata ku meskipun aku merasa cemas dan takut karena pesan teror itu. tapi aku harus percaya pada mas Erik bahwa dia akan menjaga ku dan tetap disamping ku. sekalipun aku tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti setelah aku tertidur.
Mas Erik masih berjaga disamping ku sambil sesekali memeriksa ponsel ku. mengecek apakah ada pesan masuk lagi dari peneror itu atau tidak.
Diluar Joko dan mang Dadan juga tetap waspada dengan keadaan sekitar. karena sudah mendapat instruksi dari mas Erik tadi.
Tiba tiba ada sekelompok motor bersorak sorak didepan jalan rumah mas Erik. itu memang sengaja dikirim si peneror itu untuk membuat kewaspadaan Joko dan anak buah nya juga mang Dadan menjadi buyar karena keramaian itu, dan akhir nya beralih menjadi tidak fokus pada si peneror itu.
Tiba tiba salah seorang pemotor itu melemparkan beberapa bola api kearah halaman rumah mas Erik, dengan sengaja ingin membakar rumah mas Erik beserta seisi rumah nya. termasuk orang orang yang ada didalam rumah mas Erik. salah seorang anak buah Joko mencoba memadamkan bola bola api itu dan syukur nya berhasil dipadamkan.
Sedangkan sekelompok pemotor itu sudah pergi dari jalanan halaman rumah mas Erik.
Karena salah seorang dari pemotor itu ada yang melihat, ketika mereka sedang melakukan aksi nya dan Joko berhasil mengambil foto mereka. jadi membuat nya takut akan segera viral dan pasti akan menggagalkan rencana si peneror itu.
bersambung..
Jangan lupa baca ya, like, komen, rate 5 favorit kan dan VOTE yang banyak ya.
Terimakasih 🙏
__ADS_1