
Happy reading..
Berjuang lah atas nama cinta dan jangan pernah sesekali menyerah sebelum kita berhasil meraih nya.
Cinta mengajarkan dua hal bagaimana untuk bangkit dan bagaimana untuk terjatuh jadi jangan pernah menyesal apalagi menyalahkan diri sendiri. ketika hati merasa jatuh cinta dan ditentang oleh orang lain.
kejar lah impian Sampai merasa dititik terakhir.
Dengan cinta mungkin hidup akan terasa jauh berbeda, Ketika rindu terasa sesak dalam dada membungkus sakit yang menyayat hati bagai labirin cinta tanpa jalan keluar.
Terlalu sakit saat aku jatuh hati pada mu dan mencoba meraih mu, rasa malu menyelimuti diri, dari mereka yang lebih sempurna.
Terimakasih sudah singgah meski lalu pergi setidak nya aku bahagia walau sesaat.
Seperti itulah gambaran hati dari hati seorang Sofi yang jatuh hati tapi tak tahu harus mencurahkan nya.
***
Sofi yang berjalan dengan kesal masih dengan gerutu nya, tanpa melihat kedepan dia menyenggol bahu Reza. dan itu tidak disengaja oleh nya maupun Reza mereka bisa bertemu dan saling berkenalan saat itu.
Sofi :
"Duh maaf mas aku gak sengaja"
Reza :
"Iya tidak apa apa"
Reza sambil menepi dan masih berdiam diri memperhatikan Sofi yang sedari tadi sangat salah tingkah. sedang meraih ponsel nya yang terjatuh saat bersenggolan tadi.
Lalu Reza memperkenalkan diri nya lebih dulu..
Reza :
"Nama saya Reza"
"Nama kamu siapa?"
Sofi :
"Nama ku Sofi"
Reza :
"Kamu bekerja disini juga"
Sofi :
"Tidak mas"
"Aku hanya menemui seseorang"
Sambil kedua nya berjalan kembali menuju pintu utama dan Sofi sambil mengutak ngatik ponsel nya hendak memesan taxi online kembali. tapi Reza menawarkan bantuan untuk mengantar nya pulang dengan sepeda motor milik nya dulu.
Reza yang masih pulang kerumah orang tua nya untuk melepas rindu dengan kedua nya karena besok sudah harus kembali ke Balikpapan. Reza lalu pergi menemui Sandra dan ketika pulang tidak disengaja Reza berkenalan dengan gadis cantik yang tak lain adalah adik dari bos nya sendiri yaitu pak Erik yang tak lain juga adalah suami dari wanita yang dulu di cintai nya, bernama Tita. yang kini menjadi kakak ipar dari Sofi gadis yang ditemui nya di lorong kantor perusahaan mas Erik.
Reza :
"Kamu pesan taxi online ya?"
Sofi :
"Iya mas"
"Aku lupa bawa mobil"
"Karena tadi buru buru"
Reza :
"Pulang bareng aku saja"
"Tapi aku hanya pakai sepeda motor"
Merasa Dewi Fortuna sedang berpihak kepada nya Sofi langsung mengiyakan ajakan Reza untuk mengantar nya pulang. tanpa memikirkan hal lain nya.
Reza :
"Ya sudah ayo kesana"
"Motor ku parkir disana"
Reza dan Sofi berjalan menuju pas satpam Reza menitip kan motor nya disana karena pikir nya hanya sebentar untuk mengunjungi Sandra.
Sampai di pos satpam, ada pak Danu sopir kantor dan sudah kenal dengan Sofi belakangan ini. pak Danu mencoba menyapa Sofi barang kali ada yang bisa diperbantukan sebenar nya bisa saja pak Danu di minta untuk mengantar Sofi pulang karena tahu bahwa Sofi adalah adik dari pemilik perusahaan itu.
Namun Sofi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada bisa berkenalan dan mengobrol dengan sosok Reza yang selama beberapa hari membuat nya penasaran.
Pak Danu :
"Loh non Sofi kok disini?"
Sofi :
__ADS_1
"Iya pak Danu"
Pak Danu :
"Memang tidak non tidak ikut bekerja lagi?"
Sofi :
"Sedang libur pak Danu"
Pak Danu :
"Oh begitu"
"Sekarang non mau kemana?"
Sofi :
"Mau pulang pak Danu"
Pak Danu :
"Mari saya anter aja non Sofi pulang"
Sofi :
"Tidak usah pak Danu, saya sudah ada yang mengantar"
Sambil menunjuk ke arah Reza yang sudah tak asing juga bagi pak Danu.
Dan pak Danu merasa kenal dengan sosok Reza bahkan dulu pernah mengobrol walau hanya sekali. pak Danu dan Reza hanya saling melemparkan senyuman dan saling mengangguk kak kepala seraya memberi salam, namun tak berucap.
Pak Danu :
"Oh mau diantar pulang sama mas ini ya?"
Sofi :
"Iya pak Danu"
Pak Danu :
"Ya sudah non hati hati nya di jalan nya"
Sofi :
"Iya pak Danu terimakasih"
Reza mulai mengendarai sepeda motor nya lalu Sofi mencoba menaiki sepeda motor Reza duduk dibelakang Reza dengan sengaja nya Sofi memegang pinggang Reza. dan itu membuat Reza sedikit heran karena Sofi yang baru di kenal nya berani memeluk pria yang baru saja di kenal nya.
Sofi :
"Maaf ya mas aku pegangan seperti ini"
"Aku takut jatuh, karena jujur saja ini pertama kali nya aku naik motor"
Reza :
"Iya tidak apa apa"
"Pantas saja kamu terlihat kaku tidak seperti orang yang sudah naik motor"
Reza memperboleh kan Sofi memegang pinggang nya lebih tepat nya memeluk nya.
Dengan senang hati Sofi mendengar Reza mengatakan itu. berjalan dengan masih saling diam, tak tahu apalagi yang harus di bicarakan, tiga puluh menit sudah dilalui nya diperjalanan bersama Reza akhir nya tiba juga dirumah mas Erik Reza mengantar kan Sofi pulang. kemudian Sofi mengajak Reza untuk masuk sebentar sekedar untuk duduk dan minum teh di teras rumah nya.
Tentu nya dengan pengawasan ketat dari Joko dan para bodyguard nya mas Erik yang memeriksa setiap tamu yang tidak di kenal nya.
Joko memeriksa Reza dari ujung kepala hingga ujung kaki, dan Sofi segera menghentikan aksi Joko itu.
Sofi :
"Sudah hentikan pak Joko"
"Ini teman saya"
"Tidak mungkin dia terlibat dengan teror itu"
Joko :
"Maaf non saya hanya berusaha menjalan kan perintah bos besar"
Sofi :
"Sudah tidak usah pak Joko"
"Lagi pula ini teman saya pak"
"Hanya mampir sebentar saja kok"
"Jika terjadi sesuatu saya yang akan bertanggung jawab"
Akhir nya Joko melepaskan Reza dari pemeriksaan nya.
__ADS_1
Reza masuk mengikuti Sofi dan duduk di kursi depan teras. Sofi masuk menghampiri bi Inah dan meminta bi Inah untuk membawa kan dua gelas sirup juga camilan ke teras depan. Bi Inah segera menyiapkan nya dan bergegas membawa nya ke teras depan.
Sofi berjalan menuju teras saat berpapasan dengan meja makan tangan nya menaruh tas nya diatas meja makan kemudian melanjutkan langkah nya lagi menemui Reza.
Disusul oleh BI Inah yang membawakan hidangan lalu menaruh nya di lantai karena Reza saat itu lebih memilih duduk dilantai sambil melipat kaki nya dan tangan tangan nya menopang tubuh nya kebelakang.
Sofi :
"Hai mas, maaf lama menunggu ya"
Reza :
"Tidak juga"
Sofi duduk bersebelahan dengan Reza. tiba lah Bi Inah.
Bi Inah :
"Non ini minuman nya"
Sofi :
"Taruh sini saja Bi"
menunjuk kearah lantai, Bi Inah Sambil menaruh nya dilantai, atas arahan Sofi.
Sofi :
"Terimakasih Bi"
Bi Inah :
"Sama sama non"
Tanpa disengaja oleh BI Inah, Bi Inah menyampai kan bahwa aku kakak ipar nya tengah mencari nya.
Bi Inah :
"Maaf non bibi hampir lupa"
Sofi :
"Iya kenapa bi?"
Bi Inah :
"Tadi non Tita mencari non Sofi"
"Karena non Sofi tidak memberitahu nya saat pergi ke kantor tuan"
Sofi :
"Oh iya Bi terimakasih"
"Biar nanti saya bicara sama kak Tita"
Bi Inah :
"Ya sudah non bibi ke dapur dulu"
Bi Inah sudah berlalu ke dapur hanya tinggal berdua Reza dan Sofi.
Reza yang mendengar nama Tita merasa terkejut karena nama Tita seperti melekat di dalam hati nya sejak lama hingga sudah tak asing lagi, dan mengira ngira menebak nebak siapakah Sofi sebenar nya, bahwa kemungkinan Sofi adalah adik dari bos nya tak lain suami dari Tita mantan kekasih nya.
Apalagi Reza bertemu dengan Sofi dikantor mas Erik tadi. membuat keyakinan Reza menjadi sangat kah kuat.
Reza :
"Tita ??"
"Kamu sama bibi tadi nyebut nama Tita kan?"
Sofi :
"Iya"
"Kenapa sama kamu mas?"
"Kok aneh dan bingung gitu denger nama Tita?"
"Apa kamu kenal dengan kak Tita kakak ipar ku?"
Reza terdiam tidak tahu harus menjawab apa hanya dalam pikir nya kenapa hidup nya seperti dunia ini sekecil daun kelor sangat kecil. besar kemungkinan untuk bisa bertemu kembali sangat lah mudah. padahal dia sudah memutuskan tidak ingin bertemu dengan ku lagi, ingin menjauh dari hal yang berbau diri ku termasuk ingin melepaskan diri dari perusahaan milik mas Erik, jika diri nya memang sudah memiliki pengalaman dan pekerja lain, tentu sudah akan meninggal kan perusahaan mas Erik.
Reza :
"Ya aku mengenal nya"
Sofi seperti nya sengaja menanyakan hal itu ingin mengetahui nya apakah Reza sudah benar benar move-on dari ku atau tidak.
Bersambung..
Hai readers semua jangan lupa mampir baca ya dan like, komen, rate 5, favorit kan dan vote yang banyak ya.. terimakasih 🙏😍
__ADS_1
Untuk para sesama kakak kakak author aku juga ucapin terimakasih atas dukungan nya. mohon maaf hari ini belum bisa mampir. nanti kalau sudah ada waktu senggang aku mampir. terimakasih 🙏🙏