PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Kejadian di pasar..


__ADS_3

Jangan lupa dibaca ya readers semua, di like di Komen, di rate , di favorit kan dan di vote yang banyak. Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ˜


Happy reading...


Pagi itu, ketika mas Erik sudah pergi ke kantor, kemudian aku juga pergi mengikuti bi Inah belanja bulanan ke pasar tradisional. yang ku pikir hanya berdua dengan Bi inah tidak mengetahui jika mas Erik menyuruh Joko dan para bodyguard nya untuk mengawal ku dari kejauhan.


Aku berjalan seperti biasa dengan menggandeng tangan Bi Inah. menyusuri setiap lorong pasar untuk mencari dan menemukan barang yang ingin di beli.


Yang sebelum nya aku sendiri belum pernah menginjak kan kaki ku di pasar tradisional. karena saat dulu tinggal dengan ayah ku memang tidak pernah ke pasar semua kebutuhan sudah diatur oleh ibu tiri ku Bu Santi.


Ketika aku berada di pasar itu aku merasa senang melihat interaksi antara penjual dan pembeli, tidak ada yang membedakan orang kaya atau pun orang biasa saja.


Aku tersenyum bisa merasakan kebebasan. setelah sekian lama seperti hidup dalam sangkar tidak bisa merasakan kebebasan.


Aku berbincang dengan Bi Inah selama kami berjalan menyusuri lorong pasar.


Tita :


"Bibi sudah sering ke pasar ya?"


Bi Inah :


"Sudah lama non, bibi teh ke pasar tradisional saja kalau belanja"


"Gak pernah ke pasar pasar mall non"


Tita :


"Aku baru ini bi menginjakan kaki ku di pasar tradisional"


Bi Inah :


"Non teh gak pernah ke pasar non?"


Tita :


"Enggak pernah bi"


Bi Inah :


"Kenapa non teh gak pernah ke pasar?"


Tita :

__ADS_1


"Semua kebutuhan dirumah ayah ku dulu sudah disiap kan oleh ibu tiriku"


"Aku seneng deh bi sekarang bisa jalan jalan ke pasar sama bibi"


Bi Inah :


"Iya non bibi juga seneng melihat non seneng"


Aku dan Bi Inah saling melempar kan senyuman. mang Dadan hanya menjadi pendengar setia saja dibelakang kami.


Aku memberikan sejumlah uang kepada bi Inah untuk berbelanja kebutuhan pokok.


Tiba di sebuah toko beras, Bi Inah membeli beberapa karung beras untuk stok beberapa bulan. dan mang Dadan membawa nya langsung ke dalam mobil, kebetulan mang Dadan memang bertugas mengantar kami dan membantu membawa kan barang belanjaan. selain menjadi penjaga rumah tugas mang Dadan dirumah juga merangkap sebagai sopir dan bersih bersih kebun.


Setelah membeli beberapa karung beras, aku mengikuti langkah bi Inah menuju sebuah toko sembako lengkap. membeli kebutuhan lain nya untuk stok beberapa bulan juga. kecuali membeli sayur dan lauk sudah pasti setiap hari.


Setelah semua kebutuhan dibeli oleh BI Inah aku dan Bi Inah memutuskan untuk segera pulang kerumah. didalam perjalanan menuju mobil yang mang Dadan parkir di area pasar aku melihat beberapa pedagang buah segar. aku meminta bi Inah untuk mampir sebentar dan membeli beberapa jenis buah.


Tita :


"Bi kita mampir sebentar ke pedagang buah itu ya"


Bi Inah :


Aku dibantu Bi Inah untuk memilih buah yang masih segar, karena aku belum paham mana buah yang masih segar dan buah yang kemarin.


Bi Inah :


"Yang ini nih non buah nya masih segar"


Tita :


"Iya bi tolong bibi pilih kan ya dan segera dibayar"


"Aku gak paham soal buah bi"


Bi Inah :


"Ya sudah bibi pilih kan dulu nanti baru bayar"


Tita :


"Iya Bi"

__ADS_1


Setelah memilih banyak macam buah, dan membayar nya, mang Dadan mengambil alih dan membawakan nya ke dalam mobil. masih jauh dari lokasi pedagang buah tadi. aku dan Bi Inah masih didalam pasar.


Lalu kami berjalan lagi sambil mata kami mencari cari sesuatu yang belum pasti disekitaran lorong pasar. tiba tiba seseorang dari arah belang menjambak rambut ku dengan keras dan tidak mau melepaskan nya. aku menjerit kesakitan rambut ku dijambak nya. Bi Inah tak kalah heboh nya berteriak meminta pertolongan kepada semua orang dan berharap ada yang membantu kami. berharap suami nya bi Inah mang Dadan segera kembali dari mobil dan menolong kami.


Ya wanita itu tak lain adalah Sarah, dia sangat tidak menyukai ku hingga saat ini, karena dia berpikir, aku telah merebut mas Erik dari nya.


Saat itu Sarah langsung menunjukan wajah nya dihadapan ku. dan Bi Inah dengan sigap nya dia segera berdiri dihadapan ku menghalangi Sarah. semua mata di dalam pasar itu melirik tajam hanya memperhatikan saja, tanpa ada yang bergerak membantu kami. seolah mereka takut untuk ikut campur.


Ketika itu Sarah hendak menampar wajah ku namun berhasil di halangi oleh BI Inah, dan justru sebalik nya bi Inah yang terkena Sambaran tangan nya Sarah. dengan berani mang Dadan tiba tiba muncul dari belakang Sarah dan menarik Sarah sesuka hati nya menggenggam tangan Sarah dengan memelintirkan nya kebelakang. karena tadi dilihat nya oleh mang Dadan Sarah sudah menyakiti ku juga menyakiti bi Inah istri nya.


Sarah berbalik merasa kesakitan, dan mang Dadan berhasil memarahi Sarah di depan keramaian pasar.


Mang Dadan :


"Berani berani nya ya kamu teh menyakiti nyonya Saya"


"Kamu juga sudah menyentuh istri saya"


"Saya teh seumur umur belum pernah memukul nya, eh kamu teh seenak nya memukul istri saya"


"Kamu teh kurang ajar ya"


"Saya bakalan laporin kamu ke polisi biar nyaho kamu teh"


Dengan kesal mang Dadan menarik kencang tangan nya dan berniat untuk membawa nya ke pos satpam di area pasar. tapi sial nya Sarah berhasil melepas kan diri dari genggaman mang Dadan.


Sebenar saat kejadian itu, para bodyguard mengetahui nya, mereka mengintip dari balik toko disekitaran pasar, sebelum bertindak para bodyguard menghubungi mas Erik lebih dulu memberitahu kan keadaan yang sebenar nya, namun karena arahan dari mas Erik untuk tetap menjaga jarak, jika masih dalam batas normal, aku dan Bi Inah mampu menghadapi maka tugas bodyguard tadi hanya memantau dan berjaga jika memang terjadi hal yang berlebihan.


Beruntung mang Dadan tiba tepat waktu dan berhasil membalas Sarah dan meskipun Sarah berhasil kabur.


Para bodyguard akhir nya mengelus dada bersyukur aku dan Bi Inah tidak kenapa-napa.


Akhir nya kami memutus kan untuk langsung pulang kerumah. mang Dadan mengemudi mobil aku dan Bi Inah duduk di belakang.


Para bodyguard pun ikut pulang dan tetap mengawal dari belakang.


Tiba dirumah mang Dadan menurun kan semua barang belanjaan dan membawa nya langsung masuk ke dapur. sementara aku duduk di kursi teras depan. masih tidak habis pikir dengan kejadian tadi di pasar yang menimpa ku.


Bersambung....


Jangan lupa like, komen, rate 5, favorit kan dan vote ya.


Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


buat teman teman author lain nya mohon maaf belum sempat mampir masih ngebut nabung bab buat up beberapa hari kedepan. insyallah nanti kalau sudah ada tabungan bab untuk empat hari kedepan, aku pasti mampir ke karya kalian. terimakasih๐Ÿ™


__ADS_2