
Happy reading..
***
Setelah mas Erik memberikan arahan kepada mbak Sandra mengenai proyek hotel yang diluar kota, akhir nya Reza yang harus menggantikan Andre untuk mengurus proyek disana.
Karna mas Erik tidak bisa hadir dalam metting dan digantikan oleh Andre, maka tugas Andre diserahkan kepada Reza mantan kekasih ku.
Meskipun mas Erik tahu bahwa Reza belum pernah sebelum nya mengurus proyek tapi mas Erik sengaja memindahkan Reza dengan alasan pertama agar menjauh dari ku dan mas Erik juga yakin bahwa Reza karyawan yang pintar dan cekatan sehingga mas Erik memutus kan memilih Reza untuk mengurus proyek itu.
Reza yang sedari malam belum tidur setelah pulang dari rumah sakit, pagi ini dia harus kembali ke kantor untuk bekerja, Karna Reza baru satu bulan berkerja diperusahaan nya Erik.
Sandra mencari keberadaan Reza..
Sekitar pukul 07:00 Sandra datang keruangan nya Reza yang hanya bersebelahan ruangan nya, tapi Reza belum datang hanya terlihat beberapa karyawan lain saja yang sudah datang. lalu Sandra kembali keruangan nya dan meneruskan mengurus surat surat untuk kepindahan Reza, dan tanpa persetujuan dari Reza terlebih dahulu.
Tepat pukul 07:30 Reza sampai dikantor dengan sepeda motor nya. dia memarkirkan motor nya dihalaman parkir belakang kantor dan berjalan menyusuri lorong belakang menuju ruangan kerja nya.
Begitu sampai diruangan nya dia langsung duduk dimeja kerja nya dan segera membuka laptop untuk mengecek beberapa laporan yang memang harus segera diserahkan pagi ini juga.
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dan seseorang masuk keruangan Reza tak lain adalah Sandra yang sedari tadi mencari nya.
Tok tok tok
kreekkkk...
Pintu terbuka..
Reza terkejut melihat Sandra masuk.
Reza :
"Loh mbak Sandra.."
"Ada perlu apa mbak..?"
Sandra :
"Begini Za, aku mau ngomong penting nih kamu dengerin baik baik ya.."
Reza pun mengambil kursi milik teman seruangan nya bermaksud meminjam sebentar agar Sandra bisa duduk lalu Reza mempersilahkan Sandra untuk duduk..
Reza :
"Ok mbak.."
"Silahkan duduk dulu.."
Sandra pun akhir nya duduk dikursi yang telah disediakan Reza.
"Iya kenapa mbak..?"
Sandra justru terlihat melongo saat melihat Reza berada dihadapan nya memberikan kursi agar Sandra bisa duduk. Sandra merasa Reza sangat tampan dan juga Reza memperlakukan nya seperti seorang wanita bukan seperti seorang atasan yang harus ditakuti. dan Reza memang penuh perhatian selalu bersikap lembut terhadap wanita, Reza juga sosok yang penyabar.
"Mbak.. mbak sandra..?"
Reza dengan melambaikan tangan nya didepan wajah Sandra.
Sandra :
"Ohh... iya iya maaf za aku melamun.."
Reza :
"Iya mbak gak apa apa.."
"Oh iya mbak Sandra mau ngomong apa tadi..?"
Sandra sambil menelan ludah nya sendiri dan mengusap keringat di kening nya karna grogi nya berada dihadapan Reza yang juga tampan.
Sandra :
"Begini Za.."
Reza :
"Iya.."
Sandra :
"Pak Erik kan lagi gak bisa ngantor Karna istri nya masih dirawat ya.."
"Jadi metting hari ini semua kerjaan dikantor itu mas Andre yang pegang.."
Reza :
"Iya terus kenapa mbak..?"
Sandra :
"Harus nya kan mas Andre itu ngurus proyek yang diluar kota tuh, berhubung dikantor sini gak ada yang bisa gantiin pak Erik jadi mas Andre yang gantiin kan.."
"Tadi pak Erik yang bilang nyuruh aku buat ngurus kepindahan kamu keluar kota, jadi proyek yang diluar kota itu pak Erik serahin ke kami Za.."
Reza :
"Tapi mbak.. aku gak punya pengalaman.."
"Nanti salah gimana..?"
Sandra :
"Pak Erik yakin banget kalau kamu bisa dipercaya bisa pegang itu proyek Za.."
"Kamu tenang aja, semua kebutuhan kamu pribadi dan kebutuhan soal kerjaan semua sudah aku siapin.."
"Di sana juga ada team yang akan bantu ngarahin kamu.."
"Kamu gak sendirian Za disana.."
Reza sempat diam sebentar dan berpikir kenapa tiba tiba mas Erik mengutus nya keluar kota? apa mas Erik takut kalau Reza dan aku akan CLBK lagi..? kira kira begitulah yang terlintas dipikiran nya Reza.
Reza :
"Ok mbak, aku terima tugas ini.."
__ADS_1
"Kapan aku berangkat nya..?"
Sandra :
"Hari ini juga Za.."
"Gimana kamu siap kan..?"
"Semua keperluan sudah aku siapkan kamu gak usah nyiapin apa apa lagi.."
"Cukup siapin diri kamu sendiri untuk selesai'in tugas proyek ini.."
"Biar pak Erik puas sama hasil kerja kamu dan kamu bisa dapet promosi terus naik jabatan Za.."
Reza :
"Ok mbak aku siap.."
"Jadi berangkat sekarang nih..?"
Sandra :
"Iya dong, sekarang juga Za.."
Reza :
"Ok mbak.."
Sandra :
"Makasih Za udah bantu kerjaan aku jadi lebih ringan, Karna kamu gak berusaha nolak tugas dari pak Erik ini.."
Reza :
"Iya mbak sama sama.."
Meskipun Reza berpikir bahwa Erik sengaja mengirim nya keluar kota, tapi Reza tetap menerima nya dan tidak mau ambil pusing saat ini dia sadar bahwa diri nya bukan lah siapa siapa dibanding kan dengan mas Erik, dia sangat tahu posisi dan status sosial nya. dia juga tahu bahwa aku sudah menjadi istri nya mas Erik, tidak mungkin bagi nya untuk merebut ku kembali, karna belum tentu aku mau untuk kembali pada nya, terlebih kini aku sudah mencintai mas Erik. dan perlahan bisa melupakan Reza.
Tuh mas Erik jadi gak usah takut ya, Reza gak bakalan merebut Tita lagi, Karna sekarang hati nya Tita cuma milik mas Erik seorang..
Sandra yang menyiapkan keperluan dan keberangkatan Reza, langsung teringat pesan mas Erik. lalu mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada mas Erik.
Pesan dari Sandra..
π¨
"Maaf pak saya mengganggu waktu nya.."
"Reza sudah bersiap untuk berangkat mengurus proyek diluar kota.."
"Saya sudah urus semua keperluan nya pak.."
Pesan terkirim..π¨
tapi belum dibaca oleh mas Erik..
***
Mas Erik yang dari tadi sabar menunggu giliran dengan ibu ku untuk bisa masuk kembali keruangan ku, masih sabar dengan berjalan mondar mandir didepan kaca jendela dengan tatapan nya yang tidak pernah berpaling dari ku.
lalu mas Erik melihat ponsel nya yang ada dalam genggaman tangan nya.
Sebuah pesan dari Sandra..
π¨
"Maaf pak saya mengganggu waktu nya.."
"Reza sudah bersiap untuk berangkat mengurus proyek diluar kota.."
"Saya sudah mengurus semua keperluan nya.."
Mas Erik membalas pesan Sandra.. π¨
"Ok.. pantau terus anak itu selama dia pegang proyek disana.."
"Segara kasih laporan jika terjadi masalah disana.."
Pesan terkirim..π¨
Sandra membalas..π¨
"Baik pak.."
Pesan terkirim..
Mas Erik hanya membaca tidak membalas nya lagi..
Melainkan mas Erik menghubungi Andre untuk menanyakan keberadaan Sarah.
Mencari kontak Andre di ponselnya dan segera menelpon Andre.
Nada terhubung sudah aktif..
Tutt..tutt..tutt.. π€ tersambung dengan Andre..
Erik : π²
"Hallo Dre.."
"Udah beres belum metting nya..?"
Andre : π²
"Udah Rik.. kenapa..?"
Erik : π²
"Gimana, Luh udah dapet info keberadaan si Sarah dimana..?"
"Terus si pelaku nya gimana sampai sekarang apa masih bungkam aja..?"
Andre :π²
"Belum Rik.."
__ADS_1
"Gua juga bingung, itu perempuan kemana ngumpet nya ya..?"
"Soal pelaku, sampai saat ini masih bungkam Rik.."
Erik : π²
"Coba Luh sama anak buah luh telusuri tempat Luh buang tuh perempuan.."
"Luh tanya orang orang sekitar kampung itu.."
"Luh tunjuk'in foto nya siapa tahu ada yang lihat.."
Andre : π²
"Ok Rik gua coba deh.."
"Ntar kalo urusan dikantor udah kelar gua langsung cabut nyari tuh perempuan jadi jadian.."
Erik : π²
"Bawa dia kehadapan gua.."
Andre : π²
"Siap bro.."
Erik : π²
"Ok bro thank's ya.."
Andre : π²
"Sama sama bro.."
Mas Erik menutup telpon nya dengan Andre.
berharap Andre bisa segera menemukan Sarah dan membawa nya kehadapan mas Erik.
Mas Erik sangat geram terhadap Sarah. sekaligus ada rasa penyeselan dalam hati kecil nya, Karna selama ini mas Erik sudah membantu nya bahkan menjadikan nya Sarah sebagai istri sirih nya.
Hati mas Erik terlalu baik saat itu.. hati dan pikiran nya tertutup karna rasa iba nya saat melihat seorang wanita yang tertindas oleh laki laki hidung belang.
Tapi beruntung sekarang mas Erik sudah menemukan pelabuhan hati nya yang terakhir yaitu aku. mas Erik memilih menjadikan ku sebagai seorang istri sah nya.
Tak lama ibu ku keluar dari ruangan ku dan memanggil mas Erik..
Ibu Sarita :
"Nak Erik.."
Mas Erik pun menoleh dan mendekati ibuku..
Erik :
"Iya Bu.."
Ibu Sarita :
"silahkan nak Erik masuk dan temani Tita ya.."
Erik :
"Iya Bu.."
Ibu Sarita :
"Ibu ingin ke kantin sebentar untuk membeli minum dan beberapa camilan.."
"Nak Erik mau dibawakan apa..?"
Erik :
"Tidak usah Bu.. terimakasih.."
"Maaf kan saya Bu, yang lupa untuk membelikan makanan dan minuman untuk ibu.."
Ibu Sarita :
"Sudah tidak apa-apa.."
"Cepat masuk dan temani Tita mungkin kalau ada nak Erik, Tita bisa merespon lagi dengan cepat.."
"Karna hati kalian sudah terikat.."
"Itu bisa mempengaruhi juga.."
Mas Erik sempat diam dan berpikir apa yang dikatakan ibu ku ada benar nya juga..
Hati kami sudah saling terikat. sehingga Tita akan lebih mudah untuk merespon. Karna hati nya kini milik ku dan hati ku juga milik nya.
Erik :
"Terimakasih Bu sudah memberitahu saya.."
"Kalau begitu saya masuk dulu.."
Ibu Sarita :
"Iya sudah sana masuk dan temani Tita.."
"Jika ada perkembangan segera beritahu ibu.."
Erik :
"Baik bu.."
Akhir nya mas Erik masuk kedalam ruangan ku dan memakai baju khusus lagi. kemudian ibu ku pergi ke kantin untuk membeli beberapa minuman dan cemilan untuk sekedar mengganjal perut ibu ku juga mas Erik yang dari semalam memang belum di isi apapun. merasa perut nya sudah mulai keroncongan.
Bersambung...
***
Halo readers semua ketemu lagi sama author nih.. π
Jangan lupa tekan tanda πlike, komen, rate 5, vote dan favorit kan ya..
__ADS_1
Terimakasih salam hangat author ππ