PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Kabar Duka..


__ADS_3

Happy reading..


Saat wanita itu mulai lemas dan mungkin sudah tak bernyawa mas Erik masih dengan yakin ingin menyelamatkan hidup nya. mungkin karena dulu mereka pernah bersama dan saling terikat yang pada akhir nya mas Erik memilih ku untuk menjadi pengganti nya istri sesungguh nya.


Andre memberitahukan lebih baik di bawa mobil sendiri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat kan pertolongan pertama, kalau menunggu ambulan akan sangat lama memakan waktu.


Andre :


"Sudah bawa saja pakai mobil kita Rik"


"Lama kalau harus telpon ambulan"


Mas Erik setuju dengan ide dari Andre. meskipun Andre kesal kepada wanita itu tapi karena melihat sahabat nya sendiri sangat peduli dan takut terjadi sesuatu maka Andre pun memutus kan untuk ikut membantu nya.


Joko mengambil alih kemudi, Andre duduk di samping Joko, sedang kan mas Erik duduk di belakang memangku Sarah itu yang sudah terkulai lemas dan penuh darah.


Jelas terlihat dari wajah nya mas Erik sangat mengkhawatir kan Sarah.


Erik :


"Ayo lebih cepat lagi bawa mobil nya"


"Gua khawatir dia gak akan selamat"


Andre :


"Sabar bro, kalau kita ngebut bahaya kita juga bisa ikut celaka, lagi pula jalanan sangat ramai ini jam pulang kerja"


Erik :


"Tapi Dre?"


Andre :


"Sudah bersabar lah sedikit Rik"


Mas Erik memilih diam dan tak bicara lagi hanya dalam hati kecil nya berharap Sarah bisa selamat. itu yang dia minta.


Saat mereka dalam perjalan kerumah sakit sementara para polisi tengah memburu tuan Wisnu yang melarikan diri setelah diri nya menembak Sarah. polisi terus mencari keberadaan tuan Wisnu bersembunyi.


Sampai lah disebuah rumah sakit di kota Bogor tidak jauh dari lokasi. mas Erik dan Andre membawa Sarah masuk kedalam UGD untuk mendapat penanganan lebih agar segera bisa diselamatkan.


Erik :


"Dokter, suster cepat tolong periksa?"


Berteriak memanggil dokter.


Dokter dan suster langsung berlari menuju suara mas Erik terdengar. disebuah ruangan UGD. memeriksa Sarah dan dokter mengatakan bahwa Sarah sudah meninggal entah semenjak perjalanan kerumah sakit atau sesaat sesudah ditembak tadi Sarah menghembuskan nafas nya.


Saat mendengar saran sudah meninggal mas Erik tertunduk lemas sesaat hendak memeluk Sarah namun tidak jadi, diri nya merasa berkhianat dari ku. itu mungkin karena mas Erik merasa belum bisa melupakan sepenuh nya bahwa dulu Sarah pernah mengisi hari hari nya.


Aku pun mengerti yang mas Erik rasakan. Andre yang saat itu mengantar mas Erik dan Sarah ke sebuah rumah sakit, mencoba membantu menenangkan mas Erik.


Andre :


"Sudah bro, Luh harus ikhlasin"


"Luh harus maafin dia"


"Biar dia tenang disana"


"Lagi pula ini bukan kesalahan kita"


Jiwa iba nya kembali meronta ketika melihat wanita tertindas.

__ADS_1


Erik :


"Gua gak nyangka dia bakalan berakhir seperti ini"


"Tadi nya gua harap setelah dia lepas dari gua, dia bisa hidup lebih baik dan bahagia"


"Tapi justru ambisi nya membuat nya menjadi seperti ini."


"Gua udah kasih dia pilihan bro, apa semua tetap salah gua?"


"Mungkin kalau dulu gua gak nolong dia nasib dia gak akan seperti ini."


Andre :


"Sudah Rik, jangan nyalahin diri sendiri."


"Semua sudah takdir, ini jalan yang dia pilih."


"Luh harus ikhlas, ini semua bukan salah luh!"


Erik :


"Gimana Dre, apa tuan Wisnu sudah berhasil ditangkap?"


Andre :


"Seperti nya sudah"


"Gua sudah serahin ke pihak berwajib buat di proses langsung"


"Oh iya ngomong ngomong Sarah mau di bawa kerumah duka siap untuk di makam kan?"


Erik :


"Tidak usah di bawa kerumah, tolong langsung Luh sama Joko urusin pemakaman nya saja setelah dari rumah sakit ini bisa langsung di bawa ke pemakaman"


Andre :


"Ok deh gua urus sekarang semua nya biar besok pagi, bisa langsung proses."


"Gimana sama istri luh apa udah Luh kabarin dia Rik?"


Erik :


"Ok makasih Dre."


"Gua belum kasih kabar apapun sama Tita gua bingung ngomong nya."


"Tadi pas gua angkat telpon dari Sarah terus gua pergi dia marah banget sama gua."


"Dia marah, dia cemburu sama Sarah."


Andre :


"Tapi sekarang kan Sarah udah gak ada bro."


"Coba luh kasih tahu pelan pelan biar dia bisa maafin si Sarah juga."


Erik :


"Ok nanti setelah beres semua ini pas gua balik gua coba kasih tahu yang sebenar nya."


Andre :


"Semoga dengan kabar duka ini Tita istri Luh bisa lebih tenang sekarang dan juga bisa maafin si Sarah."

__ADS_1


Mas Erik masih memikirkan cara bagaimana menyampaikan nya pada ku yang saat itu masih di dalam ruangan Sarah.


Kemudian Andre keluar meninggalkan mas Erik didalam ruangan itu, dan sambil berjalan mengutak ngatik ponsel nya, lalu mulai sibuk menghubungi beberapa orang suruhan nya untuk mengurus pemakaman besok pagi.


Joko masih berdiri menemani bos nya menunggu perintah selanjut nya.


Sedangkan mas Erik, masih tetap disamping Sarah memandangi wajah Sarah, menunggu suster mengurus semua nya, dan tampak nya mas Erik menyesali sesuatu dalam hati nya. karena diri nya lah, dua wanita harus tersakiti. seandainya dulu tidak mengenal Sarah mungkin kini Sarah masih hidup pikir nya, lalu berpikir kembali, seandainya kemarin saat menikahi ku, kalau saja mas Erik mengatakan sejujur nya kepada ku, kepada keluarga kami, juga kepada Sarah, dan mengatakan keberadaan Sarah kepada semua orang mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Namun sekarang sudah terlambat untuk menyesali semua itu. semua sudah terjadi dan mas Erik harus siap menerima semua kenyataan ini.


Andre kembali menemui mas Erik setelah mengurus semua nya.


Andre :


"Rik semua sudah beres, besok pagi bisa langsung proses pemakaman."


Erik :


"Ok Dre terimakasih."


Andre :


"Sama sama Rik, sudah jangan begitu bro kasihan istri Luh kalau dia lihat Luh bersikap begini sama Sarah."


Mas Erik tampak terdiam dan kembali mengingat ku.


Erik :


"DreIni kita balik, sudah malam besok kesini lagi."


Andre :


"Ok."


Mas Erik dan Andre juga Joko berjalan bersama meninggal kan rumah sakit dan kembali kerumah.


Sedang kan aku dirumah merasa cemas ke beradaan mas Erik dimana? dan sudah malam masih belum pulang juga, ingin menghubungi nya tapi aku masih marah pada nya, yang ku lakukan hanya kah mondar mandir didalam kamar dengan memegangi ponsel ku berharap mas Erik akan menelpon ku lebih dulu. tapi yang ku harap kan dan ku cemas kan, tak kunjung menelpon ku.


Saat itu sudah malam tepat pukul sepuluh malam dan mas Erik juga Andre tiba dirumah. Joko yang kembali langsung merapat menemui mang Dadan di pos jaga.


aku yang masih belum tidur ingin segera mendengar kan penjelasan nya. namun perasaan ku masih marah pada nya, sehingga aku mengurung kan niat ku, dan lebih baik menunggu nya bicara sendiri.


Andre yang malam itu, memilih menginap dirumah mas Erik karena sudah terlalu malam kemudian Sofi menemani Andre untuk makan malam sambil berbincang berdua.


Mas Erik meninggalkan mereka berdua dan melangkah kan kaki nya menaiki tangga kemudian sampai lah di kamar ku.


Ku dengar suara pintu terbuka, aku yang tengah duduk di kursi depan meja rias. tak bergeming.


Erik :


"Sayang, maafkan aku."


Aku masih diam mematung. kemudian mas Erik terus melanjut kan bicara nya tanpa aku minta.


Erik :


"Sarah sudah meninggal."


Aku sangat terkejut bukan kepalang. mendengar Sarah meninggal padahal baru tadi sore aku mendengar suara nya di saat dia menelpon mas Erik.


Ku putar tubuh ku, lalu ku lihat mas Erik yang duduk di ujung tepi tempat tidur. kedua tangan nya bertumpu diatas lutut dan raut wajah nya tertunduk tampak kesedihan terpancar dari wajah nya.


Bersambung....


Hai hai readers semua jangan lupa mampir ya baca, like ,komen, rate 5, favorit kan dan Vote ya.

__ADS_1


Mohon maaf buat kakak kakak author belum bisa mampir, insyallah segera mampir ya ditunggu saja, jempol ku pasti mendarat di sana 🙏


Terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2