Perselingkuhan Berakhir Penyesalan

Perselingkuhan Berakhir Penyesalan
Bab 100 Calon Suami


__ADS_3

Pagi-pagi Kanaya berangkat bekerja, niatnya ingin ke kantor nya namun tiba-tiba di tengah perjalanan ponselnya berdering.


    " Iya hallo ! Oh baiklah, aku akan kesana sekarang. "


Kanaya kembali mengemudikan mobilnya kearah berlawanan, setelah memarkirkan mobilnya Ia pun masuk. Kedatangan Kanaya langsung di sambut oleh orang kepercayaan nya.


       " Mari Bu. "


" Keruangan ku saja. " Ucap Kanaya sembari melangkah di ikuti oleh dua karyawan kepercayaan nya.


Mereka membicarakan hal yang sangat serius hingga menghabiskan waktu hampir setengah jam lamanya.


Kanaya sibuk memeriksa berkas yang di berikan oleh orang kepercayaan nya, beberapa kali Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Ia menghela nafas sebelum keluar dari ruangannya, dari kejauhan rupanya sejak tadi ada yang memperhatikan nya.


         " Itu kan wanita yang kemarin, ngapain dia datang ke tempat seperti ini. "


Kanaya terkejut karena tiba-tiba ada yang menabrak nya.


      " Eh maaf, sengaja...... !! " Ucapnya dengan di sertai tawa kecil.


Beberapa Pria disana ingin menegur ulah wanita tak di kenal yang tiba-tiba berbuat hal tidak terpuji pada Kanaya namun Kanaya dengan cepat melarang mereka, kedua mundur dengan teratur.


       " Wow, gaya sok- so'an. Sudah kaya yang punya hotel ini saja. " Ucap Sonia dengan tatapan sinis.


Ia benar-benar tidak menyukai Kanaya karena kehadiran Kanaya sehari sebelumnya di kantor Sean, Ia merasa kalau Kanaya adalah saingannya. Wanita yang akan menjadi penghalang dirinyanya dalam menggapai tujuannya.


Kanaya malas meladeni ucapan Sonia apalagi saat ini Ia punya kesibukan lain, Ia akhirnya berpamitan pada beberapa orang kepercayaan nya yang ada bersama dirinya saat itu.


        " Sana, memang sebaiknya kamu pergi saja dari sini. Akhirnya dia tau diri juga, kalau tampang seperti dia hanya bikin sial hotel mewah ini. "


Beberapa pegawai hanya bisa saling pandang, untung Kanaya adalah orang baik, kalau tidak mungkin tamu yang kurang sopan itu sudah di seret keluar oleh mereka.


       " Naya....... !!! "

__ADS_1


Naya menghentikan langkah nya ketika mendengar namanya di panggil. Ia menoleh dan ternyata itu adalah Sean, Naya berpikir sejenak kemudian memilih pergi namun Sean kembali memanggilnya sambil berlari kecil.


        " Naya, tunggu. Maaf, maafkan aku karena sudah membuat mu..


" Tidak apa-apa Mas, Mas Sean kemari mau bertemu aku atau...... " Naya mengangkat telunjuknya.


Ia mengira kalau Sean datang untuk menemui wanita yang baru saja berbuat ulah padanya, wanita yang Ia lihat kemarin di kantor Sean.


       " Apa maksud mu ? tentu saja aku kemari ingin ketemu kamu. Naya, aku ingin menjelaskan soal kemarin. Apa kamu punya waktu, bagaimana kalau kita cari tempat lain agar bisa ngobrol berdua. "


Kanaya melirik jam yang melingkar di tangannya, akhirnya Ia pun setuju karena Sean berulang kali meminta sedikit waktunya.


      " Baiklah Mas. "


Mereka pergi menggunakan mobil Sean, di jalan Kanaya mengetik beberapa pesan untuk sekertaris nya karena ada urusan di luar. Kanaya diam saja, Ia tidak bertanya kemana Sean akan membawanya pergi.


Di tempat lain


Erlangga masih memikirkan apa yang di katakan Kanaya, semua yang Kanaya katakan kembali terngiang di pikiran nya.


Sean memesan makan siang untuk mereka berdua, setelah makan Sean mulai menjelaskan semua yang terjadi. Kanaya hanya diam saja tanpa memberikan respon apapun.


        " Apa kamu marah padaku Naya. " Tanya Sean dan Kanaya menggeleng seraya tersenyum.


        " Untuk aku marah padamu. "


" Lalu kenapa kamu diam saja. " Tanya Sean lagi.


" Nggak apa- apa Mas, aku sedang menyimak penjelasan mu. Tapi apa Mas tau kalau wanita itu ada di Swiss hotel saat ini. "


Sean menatap Kanaya, Ia sedikit terkejut karena memang tidak tau menau soal itu.


       " Benarkah, aku malah tidak mengetahui soal itu. " Jawab Sean.


Kanaya melihat kejujuran di wajah Sean, Ia akhirnya tersenyum.

__ADS_1


       " Sudah tidak apa- apa. "


Akhirnya kesalah fahaman yang terjadi di antara mereka bisa mereka atasi.


      " Oh ya, maaf kemarin kamu ke kantor. Memangnya ada apa ya, soalnya biasanya ngabarin tapi ini tiba-tiba. "


Kanaya mendadak bingung, Ia bahkan gugup tidak tau harus mengatakan apa. Tidak mungkin kalau Ia jujur tentang maksud nya kemarin.


        " Nggak apa apa Mas, pingin saja mampir, emang nggak boleh. " Sean dengan cepat menggeleng.


Sean mengantarkan Kanaya kembali ke hotel karena mobilnya tertinggal disana.


        " Makasih ya. " Ucap Sean dan Kanaya mengangguk sambil tersenyum.


Baru akan masuk tiba-tiba keduanya di kejutkan dengan kedatangan seseorang. Lagi-lagi Kanaya mendapatkan perlakuan buruk dari orang yang sama, Ia sampai terdorong kebelakang karena Sonia menariknya begitu keras.


      " Wanita sialan, apa maksudmu dekat- dekat dengan kekasih ku ha.....!!! " Bentak Sonia.


Sean yang melihat sikap Sonia langsung bereaksi.


     " Sonia, cukup. Apa apaan kamu. "


Kanaya langsung meminta Sean untuk diam, bagaimana pun juga mereka saat ini ada di depan parkiran.


       " Kekasih mu katamu Mbak, mohon maaf tapi sepertinya calon suamiku tidak menganggap mu sebagai kekasih nya. Benarkan sayang.... "


Sean terkejut mendengar pernyataan Kanaya, Ia sampai melongo menatap tak percaya pada Kanaya. Di tambah lagi Kanaya berani menggandeng tangannya.


Sonia pun sama terkejutnya, namun kemudian Ia tertawa setelah melihat Sean tidak merespon pengakuan wanita di depannya.


       " Jangan mimpi, Sean itu milik ku. Aku tau dia sangat mencintai ku. "


Sonia pun melakukan hal yang sama, Ia menarik lengan Sean dan memisahkannya dari Kanaya.


      " Lihatlah, Sean bahkan lebih cocok dengan ku, di banding perempuan tidak jelas seperti dirimu. "

__ADS_1


Sonia merasa bangga karena Sean ternyata tidak menolak nya, apalagi ketika Sean lebih memilihnya dan mengajaknya pergi meninggalkan Kanaya.


__ADS_2