
Leony menerima sebuah pesan masuk ketika Ia tengah melakukan pemeriksaan pada pasiennya.
" Albert !? aku harus bagaimana ?. "
Leony dilema, Ia tidak mungkin meninggalkan pasiennya terlantar begitu saja. Di tempat yang berbeda Ray juga menerima sebuah pesan dari orang tak di kenal, Ia langsung bergegas keluar dengan wajah khawatir.
Hal yang sama di lantai atas, Haris mengerutkan keningnya ketika melihat Ray pergi dengan terburu- buru.
" William. " Panggil Haris.
William yang saat itu sedang menempelkan beberapa bukti yang mereka kumpulkan selama beberapa hari ini langsung menghampiri Haris.
" Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. Aku akan mengejarnya, kamu seperti biasa, pantau situasi. "
William melesat bersama beberapa anak buah mereka yang sudah terlatih.
" Simpang tiga belok kanan. "
William langsung mengikuti petunjuk dari Haris, sementara Haris terus mengikuti tanda merah yang merupakan rute yang di lalui Ray.
" Sekitar dua ratus meter, ambil jalan gang. "
William langsung memutar kemudinya melewati jalan kecil, setelah hampir tiga puluh menit kebut- kebutan Haris baru menyadari sesuatu.
" Markas klan Cobra. " Gumam Haris.
" Ada apa Haris. " Tanya William yang bisa mendengar suara Pria itu.
" Jalannya menuju markas klan Cobra Willi, kalian harus hati- hati. "
Saat sedang memantau ternyata tanda merahnya tiba- tiba hilang.
" Ah sial. " Haris menggebrak meja kerjanya.
William mulai memasuki area markas klan Cobra, mereka mulai mengatur siasat. William mengikuti seseorang yang menurutnya sangat berpotensi membawanya ketempat markas utama klan Cobra.
" Haris. "
Beberapa kali William menghubungi Haris namun tidak ada jawaban, akhirnya Ia memutuskan untuk masuk sendiri.
" Wah- wah, coba lihat siapa yang datang. Ada anak bawang yang baru saja kembali karena tersesat, gimana hm.... Aku pikir dia lupa jalan pulang. "
" Tidak perlu banyak bicara, dimana kalian sembunyikan Dokter Leony. "
Ray ingin menyerang Joseph, namun langsung di tangkap oleh anak buahnya yang sejak tadi berdiri di ruangan itu.
" Lepaskan. "
Plakkk ~~~ ! Sebuah tamparan mendarat di wajah Ray.
Tamparan yang begitu keras hingga membuat sudut bibir Ray mengeluarkan darah.
__ADS_1
" Anak kecil mau coba- coba melawan ku ha..... Seharusnya kau mati saja, dari pada hidup dan selalu menyusahkan ku. " Bentak Joseph.
Ray berusaha melepaskan diri namun tidak bisa, tubuhnya sudah di keroyok masal oleh para Pria yang ada di ruangan itu. Bagaimana Ia bisa melawan tujuh orang Pria di hadapannya.
" Katakan apa keinginan terakhirmu sebelum malaikat maut menjemputmu bocah kecil. "
Para Pria bergantian menghajar tubuh Ray hingga nyaris tak berdaya. Ketika Joseph ingin melayangkan pukulan mautnya tiba-tiba dari arah pintu terdengar gebrakan.
William dengan cepat membabi buta, membantai satu persatu Pria yang mengeroyok Ray, Ray jatuh terhuyung karena tidak mampu menahan tubuhnya sendiri.
" Abang, tunggu. " Leony menghentikan langkah kaki Sean dan juga Haris.
" Ada apa De. " Tanya Sean.
" Abang mau kemana, aku ikut. "
Sean mencoba tersenyum dan membujuk adiknya agar tidak ikut dengannya namun Leony tetap keras hati ingin ikut bersama Sean.
" Ade, ini terlalu berbahaya untukmu. "
Leony ikut berlari mensejajarkan jalannya dengan Sean.
" Abang, apa Abang meremehkan aku. Ingat, Adikmu ini adalah seorang Dokter, dalam hal ini aku bisa berguna kalau sampai ada yang terluka parah, aku bisa memberikan penanganan sebelum parah. "
Akhirnya Sean mengalah, lagi- lagi Ia tidak bisa menolak keinginan sang Adik.
" Bos, ada baiknya kalau Nona Leony ikut, apa yang dia katakan ada benarnya juga. "
Leony tersenyum karena mendapat dukungan dari bodyguard sang kakak.
Leony bersorak girang karena bisa membujuk sang kakak. Mobil melaju dengan kecepatan penuh.
" Jangan senang dulu, berusahalah menjaga diri. Yang kita hadapi bukanlah orang sembarangan, salah sedikit nyawa melayang. "
Mobil Sean tiba di markas klan Cobra, ada banyak orang yang terkapar di tanah. Leony bergegas memeriksanya dan ternyata ada di antara mereka yang masih hidup.
" Raka, tolong kirim beberapa ambulans ke lokasi tempat aku berada saat ini, alamat nya nanti aku kirimkan. "
Leony memandang kakaknya yang masih berdiri di dekatnya, membuatnya sedikit bingung.
" Abang, pergilah. Carilah mereka sampai ketemu, aku bisa jaga diri baik-baik. "
Sean akhirnya masuk kedalam markas, Ia menghubungi bodyguard kepercayaannya.
" Baiklah, tolong awasi Leony. Dia sedang berada di depan markas, menangani beberapa korban yang terluka. "ย Sean terus berlari di susul oleh Haris.
Sean menerjang Para Pria yang mencoba menghalanginya, mereka menerobos markas utama, namun sayang yang mereka cari saat ini tidak ada di tempatnya.
" Geledah semua ruangannya. " Titah Sean.
Satu persatu keluar dan melaporkan hal yang sama bahwa mereka tidak menemukan siapa pun disana. Namun anak buah yang terakhir melaporkan sesuatu yang membuat Sean khawatir.
__ADS_1
" Bos, sepertinya dia sudah kabur lewat pintu ketiga. Jalan keluar pintu ketiga langsung di depan markas. "
" Depan markas, oh tidak. Leony..... !."
Sean langsung mengambil langkah seribu, berlari ke gerbang.
Di gerbang Robert tersenyum devil setelah melihat ada mangsa baru.
" Pucuk di cinta ulam pun tiba, tanpa harus susah payah mencari kau ternyata mengantarkan nyawamu sendiri kemari. "
Dari arah berlawanan dua orang Pria sedang membantu mengapit Ray yang sudah hampir sekarat.
Ekor mata Ray melihat seseorang yang begitu sangat di kenalinya, Ia nampak mengangkat senjata kearah seseorang. Ray mengikuti tatapan mata Pria itu dan ternyata disana ada Leony.
Dengan cepat Ia berlari, bahkan melupakan sakit yang mendera tubuhnya saat ini.
" Dokter Leony. " Teriak Ray sambil berlari.
Bersamaan dengan itu terdengar suara tembakan. Leony berteriak setelah tau kalau adiknya yang terluka karena menyelamatkannya.
" Ray........! " Teriak Leony.
Kebetulan Sean tiba, Ia melihat adiknya sudah jatuh terkapar dengan bersimbah darah. Kepalanya juga mengeluarkan darah karena terbentur lantai.
" Sial, salah sasaran. Kenapa harus anak bau kencur itu yang terkena.
Robert memilih meninggalkan tempat itu, kabur dengan mobil mewahnya. Ingin sekali Sean mengejar Robert namun saat ini adiknya lebih penting dari apapun .
Para Dokter dan juga pihak berwajib tiba di tempat, mereka membantu mengevakuasi korban.
" Cepat bawa mereka, pastikan mereka mendapatkan perawatan yang maksimal. "
" Tapi Dok, bagaimana dengan mu. "
Dokter Raka enggan meninggalkan Leony disana, Ia ingin wanita cantik itu ikut dengannya.
" Aku tidak apa- apa, disini masih banyak orang yang bersedia melindungiku. "
Leony memandangi semua yang ada disana, dari sekian banyak Pria disana namun Ia tidak menemukan keberadaan Albert.
Setelah dua ambulan berhasil pergi Leony bersama yang lainnya ikut pulang, Ia juga begitu khawatir dengan kondisi Ray yang tadi kondisinya sangat kritis.
***
Rumah sakit, semuaย yang terluka sudah mendapat penanganan yang baik, termasuk Ray.
Leony ikut memeriksa kondisi Ray, wanita itu tidak mau kehilangan adiknya lagi.
" Ma, Mama...... tolong, jangan tinggalkan Lion Pa, Papa........ ! "
Berulang kali Ray mengigau dan mengatakan hal yang sama. Raka memberitahukan hal baik itu pada Leony.
__ADS_1
" Apa maksudnya ini, apa ingatan nya sudah kembali. " Tanya Leony.
Dokter Raka manggut-manggut, sebenarnya antara yakin dan tidak.